
Pagi hari.
Kenzo masih bergelung di dalam selimutnya. Pemuda tampan itu malas bangun pagi, karena hari ini dia tidak pergi ke sekolah dan tidak ada kegiatan lain juga. Jadi dia betah berlama-lama di atas kasur empuknya itu.
Beda dengan Kenzo yang malas bangun. Kiran malah sudah bangun dan membantu mommy-nya memasak di dapur.
" Mommy potong wortelnya kek gini ya" kata Kiran sambil melihatkan hasil potongannya.
" Iya sayang, adek makin pintar aja ya motong sayurnya" puji Anggun.
" Ya dong Mom, kan adek belajar terus. Apa perempuan itu harus wajib bisa masak ya mommy"
" Nggak wajib juga sih sayang. Tapi alangkah baiknya sebagai perempuan kita bisa memasak. Karena kalau kita bisa masak, kita bisa memberikan masakan yang sehat untuk keluarga kita nantinya. Selain itu perempuan yang bisa masak memiliki nilai plus di mata laki-laki dan makin disayang sama suami"
" Wow banyak keuntungannya dong mommy"
" Iya sayang. Apa adek mau belajar masak juga?"
" Mau"
" Kapan-kapan mommy akan ajarkan adek masak. Sekarang adek bantu potong sayuran aja dulu ya"
" Siap mommy"
Anggun sangat bahagia melihat putrinya yang mau belajar memasak. Bik Mirna juga ikut senang melihat nona kecilnya itu. Walaupun nona kecilnya itu terlahir dari keluarga kaya, tapi dia tidak malu masuk kedapur. Bahkan Kiran juga tidak malu menanam cabai atau sayuran di kebun belakang.
Benar kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Begitulah gambaran untuk Kiran sekarang. Kiran tumbuh menjadi gadis kecil yang baik dan rendah hati sama seperti mommy- nya.
Sudah satu jam lamanya ibu dan anak itu berkutat di dapur. Akhirnya masakan mereka sudah mulai matang. Aroma wangi dari masakan juga sudah mulai tercium oleh indra penciuman mereka.
" Wangi banget masakannya" kata Vandy yang tiba-tiba muncul di sana.
" Daddy sudah bangun?" tanya Kiran.
" Udah dong, karena pagi ini Daddy kan mau ke kantor. Adek nggak sekolah?"
" Sekolah dong Daddy"
" Terus kenapa belum bersiap?"
" Ini Kiran mau pergi mandi"
Kiran bergegas pergi ke kamarnya. Karena dia akan pergi ke sekolah.
" Abang belum turun juga sayang?" tanya Vandy pada sang istri.
" Belum Mas, mungkin karena dia sudah selesai ujian. Jadi malas pergi ke sekolah"
" Anak itu, gimana kalau sudah menikah nanti?"
" Kamu kan juga gitu kalau lagi libur kerja" kata Anggun.
" Mana ada aku kek gitu"
" Ck.. nggak ngaku lagi"
Anggun menata makanannya di atas meja. Setelah selesai, dia membuatkan teh hijau untuk suaminya.
" Tehnya Mas"
" Makasih sayang"
" Aku bangunin Abang dulu ya"
" Hhmm"
__ADS_1
Setelah berpamitan dengan suaminya Anggun berjalan menuju kamar sang putra. Sampai di tangga, dia berpapasan dengan putri kecilnya yang sudah rapi dengan memakai seragam sekolahnya.
" Mommy mau kemana?"
" Bangunin Abang dari mimpinya"
" Abang udah bangun, mungkin bentar lagi juga turun"
" Adek yang bangunin Abang ya"
" Hhmm"
" Baiklah, kalau begitu kita turun kebawah dan tunggu Abang di meja makan"
" Siap mommy"
Kedua wanita cantik beda usia itu turun kebawah untuk sarapan bersama. Belum sampai mereka di tangga bawah, Kenzo juga sudah menyusul. Mereka bertiga ke ruang makan bersama.
" Morning Dad" sapa Kenzo.
" Bangun juga kamu Bang"
" Gimana nggak bangun, kalau orang yang banguninnya kek Adek"
Vandy terkekeh mendengar jawaban putranya itu. Dia tau putranya pasti kesal karena waktu tidurnya terganggu oleh adiknya yang usil. Ya Kiran memang mempunyai cara yang unik untuk membangunkan sang Abang.
" Hari ini Abang ada kegiatan apa?" tanya Vandy.
" Nggak ada Dad"
" Ikut daddy ke perusahaan yuk"
" Hhmm"
" Benarkah?"
" Sekarang kita sarapan dulu" kata Anggun.
Seperti biasa, Anggun melayani suami serta kedua anaknya. Keluarga kecil itu mulai menyantap sarapan mereka masing-masing. Mereka sarapan dengan hikmat tanpa ada yang bersuara.
" Adek ke sekolahnya di antar Om Tito ya" kata Vandy setelah menghabiskan sarapannya.
" Ok daddy"
" Abang ganti baju dulu ya Dad"
" Hhmm"
Anggun mengantarkan suami dan putrinya ke depan. Sedangkan Kenzo kembali ke kamarnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian formal, karena dia akan ikut dengan Daddy-nya ke kantor.
Kiran mencium tangan kedua orang tuanya secara bergantian. Setelah itu dia masuk kedalam mobil.
" Adek jalan dulu ya mommy, daddy. Assalamualaikum"
" Hati-hati sayang, wa'alaikum salam"
" Pamit dulu nona, tuan muda" ucap Tito.
" Iya Kang, hati-hati" kata Anggun.
Tito melajukan mobilnya. Kiran membuka kaca mobilnya, kemudian melambaikan tangannya pada kedua orangtuanya. Mobil itu melaju meninggalkan kediaman Vandy.
Kenzo datang dengan memakai pakaian yang rapi. Anggun tersenyum melihat putranya. Melihat Kenzo berpakaian formal seperti itu, dia seperti melihat suaminya.
" Udah cocok Bang" kata sang mommy.
__ADS_1
" Cocok apa Mom?" tanya Kenzo.
" Udah cocok jadi pemimpin perusahaan"
Kenzo tersenyum mendengar ucapan sang mommy. " Abang malah risih pake pakaian kek gini Mom"
" Benar kata mommy Bang, jadi cepatlah gantikan daddy" kata Vandy.
" Abang nggak minat kerja dalam ruangan Dad"
" Bukankah model juga kerjanya di dalam ruangan"
" Iya, tapi nggak melulu kerjanya di dalam ruangan"
" Sayang, coba liat putra kamu itu. Dia tidak kasihan melihat Daddy-nya yang sudah tua ini" adu Vandy pada sang istri.
" Jadi daddy udah mengaku tua nih" kata Kenzo.
" Asalkan Abang mau menerima tawaran daddy, nggak apa-apa jika Daddy menjadi tua"
" Jangan terlalu berharap Dad, apapun rencana daddy tidak akan pernah bisa merubah keputusan Abang" kata Kenzo.
" Punya anak laki satu, tapi tidak mau menggantikan Daddy-nya menjadi CEO" Rajuk Vandy.
" Tunggu Kiran dulu Dad"
" Keburu daddy nggak ada, Bang"
" Mas!" teriak Anggun.
" Maaf sayang"
" Jangan bicara seperti itu lagi, aku nggak suka"
Vandy memeluk tubuh istrinya itu. " Maafkan Mas sayang"
" Berjanjilah untuk tidak bicara seperti itu lagi"
" Iya, Mas janji"
Kenzo bahagia melihat hubungan daddy dan mommy-nya, walaupun terkadang mereka sering berdebat. Tapi tidak mengurangi rasa cinta mereka. Dia ingin hubungan dengan sang kekasih, sama seperti mommy dan daddy-nya.
" Ehem! mohon maaf nyonya, pinjam suaminya sebentar. Karena suaminya akan bekerja" kata Kenzo.
Vandy dan Anggun terkekeh mendengar ucapan putranya itu. Putranya itu benar, suaminya akan berangkat bekerja. Jadi dia harus segera melepaskan pelukannya.
" Maaf sayang, sepertinya bos sudah meminta Mas untuk bekerja" kata Vandy sambil mengecup kening sang istri.
" Daddy buruan" kata Kenzo sambil masuk ke dalam mobil.
" Ck..bocah ini mengganggu saja" gerutu Vandy.
" Buruan Dad, ntar Abang pecat lho" kata Kenzo lagi.
" Yang ada Daddy yang akan pecat kamu jadi anak" kata Vandy sambil masuk ke dalam mobil.
Anggun hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah ayah dan anak itu.
" Sayang, berangkat dulu ya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan"
" Iya sayang"
Vandy melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya. Setelah mobil suaminya tidak terlihat lagi, barulah Anggun masuk kembali ke dalam rumah.
__ADS_1
To be continue.
Happy Reading 😚😚