Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sore hari.


Kenzo dan Kiran sudah bersiap mau pergi ke festival kuliner. Kakak beradik itu duduk di sofa ruang tamu. Mereka menunggu Gian dan juga Tristan.


" Princes daddy udah cantik, mau kemana?" tanya Vandy.


" Pergi ke festival daddy" jawab Kiran.


" Kenapa belum berangkat"


" Nunggu Gian sama Tristan" kata Kenzo.


" Daddy ikut ya"


" Nggak boleh" kata Kenzo.


" Kenapa?"


" Ini acara anak muda"


" Daddy kan masih muda Bang"


" Muda apaan"


" Emang kamu lihat rambut daddy ada ubannya. Lagi pula wajah daddy belum ada kerutannya" kata Vandy.


" Iya juga si, tapi tetap aja daddy nggak boleh"


" Pokoknya daddy ikut"


" Ikut kemana?" tanya Anggun yang baru datang entah dari mana.


" Festival" jawab Vandy.


" Ikut dong Mas, lagian aku juga sudah jarang pergi jalan-jalan"


" Ya udah sekarang kita mandi, habis itu kita ajak Aldi dan yang lain juga" kata Vandy.


Anggun dan Vandy pun bergegas pergi mandi. Sedangkan Kenzo merasa frustrasi, karena mommy dan daddy nya juga akan ikut sama mereka.


Kediaman Aldi.


Gian sudah bersiap mau berangkat kerumah Kenzo, Begitu juga dengan Daffin. Gian mengambil kunci motornya yang ada di dalam laci meja belajarnya.


Setelah mengambil kunci motornya, Gian pun turun kebawah. Sampai di bawah Gian berpapasan dengan mamanya.


" Mau kemana tampannya mama?" tanya Sinta.


" Jalan-jalan Ma" jawab Gian singkat.


" Mama ikut ya Nak"


" Nggak bisa Ma, aku mau jalan sama Kenzo dan Tristan"


" Ayolah Nak, ya.. ya" bujuk Sinta.


" Aku perginya sama motor Ma, lagi pula aku berdua sama Daffin"


" Daffin kita tinggal aja sama papa, jadi kita pergi berdua ya?"


" Mama mau kemana?" tanya Aldi.


" Mau ikut Gian jalan-jalan sore Pa, atau bahasa anak mudanya JJS"


" Papa juga ikut dong" kata Aldi.


" Boleh. Kamu ajak Daffin, terus mama sama papa" kata Sinta pada Gian.


" Tapi ini acara anak muda Ma"


" Heh!, kamu pikir mama sama papa sudah tua begitu!" kata Sinta.


" Emang mama dan papa udah tua kan"


" Pah, anak kamu ini kurang garam banget sih Pah"


" Tambahin dong Ma" kata Aldi.

__ADS_1


" Mama nggak mau tau ya, pokoknya mama sama papa ikut. Awas kalau kamu pergi duluan, mama kutuk kamu jadi tampan. Yuk Pah kita ganti baju dulu"


Aldi dan Sinta pun bergegas pergi kekamarnya untuk menganti bajunya. Gian pun merituki nasibnya yang tak bisa bergerak kemana pun.


Kediaman Gio.


Tristan sudah siap memakai jaket dan juga sarung tangannya. Dia bersiap mau pergi kerumah Kenzo.


" Tian" panggil sang mami.


" Ya Mih"


" Mau kemana tampan-tampan begitu?"


" Keluar sebentar Mih"


" Kalau sebentar, kok pake jaket sama sarung tangan segala?"


" Aku mau pergi kefestival "


" Festival?"


" Hhhmm"


" Mami ikut ya" kata Sisil sambil naik ke atas motor putranya.


" Nggak ya Mih"


" Kenapa?"


" Aku mau jalan sama teman-teman aku"


" Ayolah sayang, sekali-kali ajak mami jalan-jalan sama motor kamu"


" Aku ajak keliling rumah aja ya" kata Tristan.


" Nggak mau, mami mau ikut ke festival"


" Ayolah Mih, ini acara anak-anak muda"


" Jadi menurut kamu mami sudah tua" pura-pura sedih.


" Mamih kenapa nangis?" tanya Gio


" Pih, Tristan nggak mau ngajak mami jalan-jalan"


Gio tau istrinya itu pura-pura menangis. Karena Gio tau, itu jurus yang selalu dipakai istrinya untuk menaklukkan putranya itu.


" Baiklah mami boleh ikut" Pasrah.


Yes berhasil. Aku tau putraku tidak akan tega melihat maminya bersedih.


" Ok, kalau gitu mami ganti baju dulu" kata Sisil antusias.


" Papi juga ikut" kata Gio.


" Mana muat Pih"


" Mami sama Papi perginya pake mobil" kata Gio sambil berlalu meninggalkan putranya yang frustrasi.


Sisil dan Gio pun sudah selesai mengganti pakaian, mereka pun siap berangkat ke rumah Anggun. Begitu juga dengan Aldi dan keluarga kecilnya, mereka juga sudah siap berangkat ke rumah Anggun.


Keluarga kecil Aldi dan Gio sudah sampai dirumah Anggun. Vandy baru selesai mengeluarkan mobilnya dari garasi.


" Kalian sudah datang" kata Anggun.


" Yuk berangkat" kata Sinta.


Para orangtua mereka berangkat dengan mobil Vandy. Sedangkan anak-anak mereka berangkat dengan motor. Kiran dan Daffin boncengan sama abang-abang mereka.


Mobil yang di kendarai Vandy melaju lebih dulu, setelah itu baru diikuti sama motor Kenzo, Gian dan Tristan.


Mobil dan motor pun berjalan beriringan. Setelah menempuh perjalanan selama 20 mereka pun sampai di lokasi festival. Vandy memarkirkan mobilnya di tempat khusus roda empat.


Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat khusus roda dua. Kiran terlihat sangat antusias, begitu juga dengan Daffin.


" Kita misah yuk sama nyokap bokap kita" kata Gian.

__ADS_1


" Setuju" kata Tristan dan Kenzo.


Kenzo cs, Kiran dan juga Kiran masuk lebih dulu. Saat mereka sudah masuk, mata mereka dimanjakan sama stand-stand yang menjual berbagai macam makanan.


Aroma berbagai macam masakan sudah memenuhi indra penciuman mereka. Cacing-cacing dalam perut mereka pun juga minta di isi.


" Kita pergi ke stand mana dulu nih?" kata Kenzo.


" Gue juga bingung, saking banyaknya stand makan" kata Gian


" Adek mau beli itu" tunjuk Kiran ke stand sosis jumbo.


" Kita makan makanan yang ringan dulu, habis itu baru makan makanan yang berat " usul Kenzo.


" Setuju " Jawab Gian dan yang lainnya.


Mereka pun mulai berburu beberapa macam makanan ringan. Setelah itu mereka pergi mencari makanan berat. Kiran sangat antusias berburu makanannya.


Kiran menggandeng tangan Kenzo dan Tristan. Daffin yang melihat Kiran menggandeng tangan Tristan pun kesal.


Daffin berjalan melewati tangan Kiran yang menggandeng tangan Tristan. Genggaman tangan Kiran pun terlepas dari tangan Kiran.


" Affin!" teriak Kiran.


" Apa?!"


" Nggak apa-apa" kata Kiran sambil menggandeng tangan Tristan kembali.


" Kiran!" panggil Daffin.


" Hhhmm"


" Pegang tangan Affin aja, jangan tangan Bang Tristan" kata Daffin melepaskan genggaman tangan Kiran kembali.


" Kiran maunya sama abang Tian, bukan sama Affin" kata Kiran.


Sontak mata Daffin menatap tajam Kiran.


" Baiklah, Kiran sama Affin aja"


Kenzo dan yang lainnya bingung melihat tingkah Daffin ke Kiran. Daffin seperti cemburu melihat Kiran dengan laki-laki lain.


" Adek lo suka sama adek gue Ian?" tanya Kenzo pada Gian.


" Sepertinya begitu"


" Masih kecil udah cemburuan aja dia" kata Tristan.


" Udah nggak usah lo pikirkan, lagian mereka juga masih kecil, perjalanan mereka masih panjang" tutur Gian.


" Tumben hari ini omongan lo bener" kata Tristan.


" Jadi maksud lo kemarin-kemarin omongan gue nggak bener, gitu?!"


" Kurang lebih begitu" kata Tristan sambil lari.


" Tristan kamvret!, jangan lari lo" kata Gian sambil mengejar Tristan.


" Huuh, mereka berdua tidak ada bedanya sama Kiran dan Daffin" kata Kenzo.


Aksi kejar-kejaran pun selesai saat Gian dan Tristan sudah kelelahan. Mereka berdua duduk di kursi yang sudah disediakan disana. Kenzo, Daffin dan Kiran pun menyusul kesana.


" Istirahat dulu Ian, ntar kita lanjutkan lagi" kata Tristan.


" Ok, gue juga haus lagi" kata Gian.


Kiran memberikan minuman yang sempat mereka beli tadi pada Gian dan Tristan.


" Wah.. Kiran memang pintar, tau aja kalau abang Ian haus" kata Gian.


" Makasih princes Bang Tian yang cantik " ucap Tristan.


" Sama-sama Bang Tian"


Tristan dan Gian meneguk minuman yang di berikan Kiran. Rasa haus yang mendera tadi hilang seketika.


To be continue...

__ADS_1


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian.. Saranghae.. 😘😘


Happy Reading..


__ADS_2