
Hari berganti hari. Minggu berganti Minggu dan bulan telah berganti bulan. Kini usia kandungan Anggun sudah 4 bulan. Perut Anggun juga sudah agak membuncit.
Siang ini Anggun akan melakukan USG untuk melihat bagaimana perkembangan bayi yang ada dalam kandungannya itu.
" Sudah siap sayang?."
" Sudah Mas."
Vandy menggandeng tangan istrinya menuruni anak tangga. Anggun merasa bahagia karena selalu diperlakukan bak seorang putri raja oleh suaminya itu. Sampai diparkiran Vandy membukakan pintu mobil buat sang istri. Setelah memastikan istrinya duduk dengan benar Vandy pun melajukan mobilnya menuju rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mereka pun sampai di rumah sakit. Vandy memarkirkan mobilnya. Setelah itu dia membukakan pintu mobil buat sang istri. Vandy dan Anggun masuk kedalam rumah sakit. Seperti biasa Anggun mengambil nomor antrian. Vandy dan Anggun duduk di kursi tunggu bersama dengan ibuk-ibuk hamil lainnya.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya tibalah giliran Anggun. Vandy dan Anggun masuk kedalam ruangan Dokter Linda. Anggun dan Vandy duduk di kursi yang ada di sana.
" Selamat Siang nona dan tuan" sapa sang Dokter.
" Selamat Siang Dok" balas Anggun.
" Apa ada keluhan nona?" tanya Dokter Linda.
" Alhamdulillah sejauh ini belum ada sih Dok" jawab Anggun.
" Silakan naik keatas bed nona."
Anggun pun menuruti titah sang Dokter. Anggun membaringkan tubuhnya di atas bed itu. Dokter Linda mengoleskan gel ke perut Anggun. Dokter pun mulai melakukan USG nya.
Vandy dan Anggun fokus melihat layar yang ada didepan mereka. Mata Vandy berkaca-kaca melihat layar monitor itu. Vandy sangat terharu melihat janin yang dulu terlihat kecil bahkan hanya sebesar biji kacang sekarang sudah besar. Kepala, kaki, tangan sudah terbentuk.
" Sayang itu baby kita?" tanya Vandy.
" Iya Mas itu baby kita" jawab Anggun.
" Apa tuan dan nona mau mendengarkan detak jantungnya" tanya Dokter Linda.
" Emang bisa Dok?" kata Vandy.
" Tentu saja bisa."
" Saya mau Dok" ucap Vandy.
Dokter Linda pun mengerakkan alat itu kembali. Vandy dan Anggun mendengar detak jantung bayi mereka. Tanpa terasa air mata Vandy lolos begitu saja. Perasaan Bahagia dan haru semuanya menjadi satu.
" Dokter apa ini benar detak jantung anak saya?" tanya Vandy.
" Iya tuan" jawab Dokter Linda.
Vandy mencium pucuk kepala istrinya. Tak henti-hentinya dia mengucapkan rasa syukurnya. Linda juga turut larut dalam kebahagiaan Anggun dan Vandy.
" Apa tuan dan nona mau melihat jenis kelamin bayi kalian?" tanya sang Dokter.
" Tidak Dokter biar itu nanti jadi kejutan buat kami" jawab Anggun.
__ADS_1
Setelah selesai melakukan USG Dokter Linda menghapus gel yang ada diperut Anggun dan mereka kembali duduk di kursi yang ada di sana.
" Apa nona masih meminum susu khusus Ibu hamil?" tanya Dokter Linda.
" Masih Dok" jawab Anggun.
Dokter Linda memberikan Vitamin buat Anggun. Setelah semua selesai Anggun dan Vandy pun pamit undur diri. Dokter Linda mengantarkan Anggun dan Vandy ke depan pintu.
" Sekali lagi terimakasih Dok" ucap Anggun.
" Sama-sama nona."
Anggun dan Vandy pun meninggalkan ruangan Dokter Linda. Vandy dan Anggun pun berjalan menuju parkiran. Saat mereka mau menuju parkiran mereka berpapasan dengan Kia. Anggun kaget karena melihat cowok yang ada disamping Kia.
" Hai Nggun" sapa Reno.
" Hai juga Ren" balas Anggun.
" Habis kontrol kandungan ya?" tanya Reno.
" Iya. Kalau kamu ngapain kesini?" tanya balik Anggun.
" Nemenin Kia menemui Dokter kandungan" jawab Reno.
Anggun melihat Kia yang memang sudah terlihat membuncit. Usia kandungannya mungkin 5 atau 6 bulan. Anggun masih bingung dengan semua ini. Siapa Ayah dari bayi yang dikandung Kia itulah yang ada dalam pikiran Anggun.
" Kami permisi dulu Nggun" ucap Bryan.
" Oh iya silakan" kata Anggun.
" Mas."
" Iya sayang."
" Apa hubungan Kia sama Reno ya?" tanya Anggun.
" Nggak tau sayang" jawab Vandy.
" Harusnya Mas tau dong" ucap Anggun.
" Kenapa Mas harus tau?."
" Karena Mas mantannya."
" Justru karena Mas udah mantannya jadi Mas nggak pingin tau lagi tentang dia."
" Iya juga sih."
" Udah jangan pikiran hal-hal yang nggak penting seperti itu."
Mobil Vandy pun sampai dikediamannya. Anggun turun dari mobil tanpa menunggu Vandy membukakannya pintu. Setelah istrinya turun Vandy memasukan mobilnya kegarasi karena Vandy tidak akan pergi keluar rumah lagi. Selesai masukkan mobil kegarasi Vandy menyusul istrinya kekamar.
__ADS_1
Sedangkan dirumah sakit Kia dibuat pusing oleh Bryan dan Reno. Pasalnya mereka sama-sama ingin masuk kedalam menemani Kia, dan diantara mereka tidak ada yang mau mengalah.
" Kalau kalian seperti ini terus dan tidak ada yang mau mengalah mending kita pulang."
" Jangan!, kita kesini kan mau meriksa kandungan kamu?" kata Bryan.
" Kalau kalian seperti ini terus gimana bisa aku kontrol kandungan aku. Mendingan kalian tunggu aku diluar" kata Kia.
" Tapi, aku mau melihat perkembangan bayi ku juga" kata Reno.
" Jangan pernah menyebut bayi ini punya mu" kata Kia.
" Ya udah kalian berdua masuk aja biar aku yang tunggu disini" kata Bryan.
" Aku tidak akan masuk bersama laki-laki laki itu" kata Kia pada Bryan.
" Kenapa kamu selalu menolak aku?" tanya Reno.
" Karena aku benci sama kamu" jawab Kia.
" Sudah-sudah kalian jangan berantem disini" kata Bryan.
Kia masuk kedalam ruangan Dokter kandungan dan membiarkan kedua lelaki tampan itu mengikutinya masuk. Mereka duduk dikursi yang ada disana. Dokter Linda bingung melihat Kia masuk denga dua orang lelaki.
Dokter Linda menyuruh Kia berbaring diatas bed yang ada diruangan itu. Kia pun berbaring sesuai dengan titah sang Dokter. Seperti biasa Dokter mengoleskan gel keperut Kia dan mulai melakukan USG.
Kia, Bryan dan Reno fokus melihat layar yang ada didepan mereka. Mata Bryan berkaca-kaca melihat layar monitor yang ada didepannya itu. Dilayar itu terlihat sosok bayi mungil. Tidak jauh berbeda dengan Bryan, Reno pun merasa terharu dan bahagia melihat sosok bayi dilayar monitor itu.
" Sekarang kita lihat jenis kelaminnya" kata Dokter Linda.
Dokter Linda pun mengerakkan alat itu kembali dan terlihat jelas disana jenis kelamin anak Kia.
" Bayi nya laki-laki ya Buk" ucap Linda.
" Saat lahir nanti pasti dia terlihat tampan" kata Bryan.
"Tentu saja, dia kan putraku" kata Reno.
Dokter Linda membersihkan gel yang ada diperut Kia dan kembali duduk dikursi. Dokter Linda memberikan vitamin buat Kia. Setelah semuanya selesai mereka pun berpamitan dan pergi meninggalkan ruangan Dokter Linda.
" Sayang habis ini mau langsung pulang atau gimana?" tanya Bryan.
" Pulang aja deh aku mau istirahat" jawab Kia.
" Kita duluan ya Ren" kata Bryan.
Reno hanya menganggukkan kepalanya. Bryan memacu mobilnya meninggalkan Reno. Setelah mobil Bryan tidak terlihat lagi Reno pun melajukan mobilnya meninggalkan rumah sakit.
Sepanjang jalan Reno memikirkan nasibnya yang selalu gagal dalam percintaan. Pertama cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Sekarang dia juga ditolak sama Ibu dari anaknya. Ya Kia lebih memilih Bryan dari pada Reno. Tapi Reno bahagia karena Kia masih memberikannya izin untuk bertemu anaknya nanti jika dia sudah lahir. Reno bersyukur karena anaknya bisa mendapatkan Ayah sebaik Bryan.
To be continue..
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian Guys 😉😉
Happy Reading... 😉😉