
Kia masih ragu-ragu untuk bertemu dengan Anggun dan Vandy. Kia takut mereka akan menolak permintaan maafnya. Bryan yang melihat Kia masih gugup, mencoba meyakinkan Kia dengan menggenggam tangannya. Kia dan Bryan berjalan kearah pelaminan.
Kia dan Bryan bersalaman dengan orangtua Vandy.
" Makasih ya Kia sudah mau datang" ucap Kiara.
" Sama-sama tante, dan aku juga minta maaf soal kekacauan yang kemarin?."
" Tante sudah memaafkan dan melupakannya. Sekarang hiduplah dengan baik dan bahagia."
" Om, aku minta maaf soal kekacauan yang pernah aku perbuat."
" Aku sudah memaafkan mu dan jangan pernah menampakkan wajahmu didepan keluargaku."
Kia merasa sakit dihatinya mendengar ucapan Dwipangga. Mau gimana lagi itu memang kesalahannya.
" Selamat ya Van atas pernikahannya, semoga hubungan kalian langgeng. Aku juga mau minta maaf soal kekacauan yang aku buat dulu."
Vandy hanya diam dan tidak membalas uluran tangan Kia. Anggun melihat ada kesedihan dan ketulusan dimata Kia. Anggun menyenggol tangan Vandy. Tidak ada respon apapun dari Vandy. Anggun membalas uluran tangan Kia.
" Makasih ya mbak buat ucapan dan doanya. Soal masalah yang dulu lupain aja, kita anggap tidak pernah terjadi. Aku juga ingin mbak memulai hidup baru dan bahagia bersama Bryan."
Anggun memeluk Kia dan Kia pun membalas pelukan Anggun.
" Vandy beruntung mendapatkan perempuan sebaik kamu."
Anggun melepaskan pelukannya, dan melihat Bryan tersenyum kepadanya.
" Apa kamu nggak mau mengucapkan selamat kepada temanmu?," tanya Anggun.
" Tentu saja mau, untuk itulah aku datang kesini. Selamat atas pernikahannya semoga hubungan kalian langgeng dan hanya mautlah yang akan memisahkan kalian."
Saat Anggun mau membalas uluran tangan Bryan, Vandy sudah lebih dulu membalas uluran tangan Bryan. Anggun dan yang lainnya tersenyum melihat keposesifan Vandy.
" Terimakasih atas ucapan dan doanya" ucap Vandy.
Kia dan Bryan turun dari pelaminan dan membaur dengan para tamu lainnya. Setelah Kia dan Bryan turun, Anggun memarahi Vandy.
" Kenapa Mas bersikap seperti itu pada Kia?."
" Seperti apa, aku bersikap sewajarnya" jawab Vandy santai.
" Itu nggak wajar, dia sudah mau mendoakan kita dengan tulus tapi Mas malah nggak membalas uluran tangannya."
" Bagus dong aku nggak balas uluran tangan dia. Seharus kamu senang aku nggak balas uluran tangan dia?."
" Kok senang si Mas."
" Iya, emang kamu mau tangan aku dipegang-pegang sama cewek lain."
" Ya nggaklah."
__ADS_1
" Bearti aku nggak salah dong kalau nggak balas uluran tangan dia."
" Kok jadi kayak gini si, kesannya aku yang salah."
Sekarang giliran para sahabat Anggun dan Vandy yang ngucapin selamat untuk mereka.
" Selamat ya Nggun, semoga hubungannya langgeng dan cepat dikasih momongan" ucap Sisil.
" Makasih ucapan dan doanya Sil, semoga kamu juga cepat nyusul kita."
" Selamat sayangnya aku, semoga hubungannya langgeng hingga maut memisahkan, dan cepat dikasih momongan. Kalau Vandy nggak bisa muasin kamu tinggalin aja dia dan cari yang baru" ucap Sinta.
Vandy dan yang lainnya kaget mendengar ucapan Sinta.
" Lo tenang aja Sin, gue akan buktiin sama lo, bahkan gue akan bikin teman lo nggak bisa jalan."
" Mas jahat!?."
" Kok jahat, seharusnya kamu senang dan bangga sayang."
" Senang, kamu bilang aku harus senang, kamu udah gil* ya Mas. Jangan-jangan kamu mau cari yang baru pas aku udah nggak bisa jalan." Mulai sedih.
" Sayang maksud aku bukan mau matahin kaki kamu, tapi." Vandy berbisik kepada Anggun.
Seketika wajah Anggun bersemu merah mendengar bisikan Vandy.
(Author: " Vandy bisikin apa si Nggun, kasih tau dong."
Sekarang tibalah saat yang paling ditunggu-tunggu para tamu undangan, yaitu saat pengantin melemparkan buket bunga. Semua tamu sangat antusias ingin mendapatkan buket bunga itu, berharap kalau mereka mendapatkan buket bunga itu bisa menyusul kepelaminan.
(Padahal nggak ada sangkut pautnya sama buket bunga ya guys.. 😁😁)
Anggun dan Vandy siap-siap melemparkan buket bunganya.
" Sayang nanti kamu arahin ke Aldi ya buket bunganya?."
" Mudah-mudahan bisa ya Mas."
Anggun mulai melemparkan buket bunganya dan para tamu berusaha menangkap buket bunga yang dilempar Anggun tak terkecuali Aldi dan Gio.
Aldi berhasil mendapatkan buket bunga yang dilempar Anggun tadi. Aldi berjalan kearah Sinta dengan membawa sebuket bunga yang dia dapatkan tadi. Vandy dan Anggun sudah tidak sabar melihat Aldi melamar Sinta.
Sesampainya didepan Sinta Aldi menyerahkan buket bunga yang dia dapatkan tadi. Sinta menerima buket bunga yang diberikan Aldi. Aldi berlutut dihadapan Sinta.
" Sin, aku mungkin bukan tipikal cowok yang romantis, aku juga jauh dari kata sempurna. Mungkin kamu juga bertanya kenapa aku melamarnya pas diacara resepsi Anggun dan Vandy, tidak dipantai atau ditempat-tempat romantis lainnya, Jawabnya karena aku mau menghemat biaya, bukan bearti nggak modal, tapi dana yang tidak cukup.
(Author: "Itu mah sama aja bambang.. 😂😂😂."
Aldi: " Sama ya thor, aku kirain beda..😁😁, lanjut dulu ya thor ntar nggak kelar-kelar ngelamarnya kan kasian fans aku nungguin).
__ADS_1
Tapi aku punya cinta yang tulus buat kamu, aku tidak bisa memberikan isi dunia ini untukmu tapi aku bisa memberikan duniaku untukmu. Sinta Juliana Rahman maukah kamu menjadi pendamping dan penyempurna hidupku dan menua bersamaku."
Sinta sangat terharu mendengar ucapan Aldi.
" Walaupun kamu bukan cowok yang romantis dan melamar diacara resepsinya teman aku, nggak modal banget tapi aku juga ingin jadi bagian hidup kamu,Yes I Will."
Aldi memasangkan cincin kejari manis Sinta dan Sinta pun memasangkan cincin kejari manis Aldi. Semua tamu undangan terharu dan ikut bahagia melihat Sinta dan Aldi.
Setelah proses lamaran Aldi selesai, semua tamu undangan mulai mencicipi hidangan yang sudah disediakan disana. Tak terkecuali Anggun dan Vandy.
Semua tamu disugukan dengan berbagai macam makanan yang enak dan lezat. Semua tamu pun menikmati makanan mereka.
Anggun, Vandy dan para sahabat mereka sedang menikmati makanan mereka.
" Sin nanti pulang dari sini lo pergi ketoko perhiasan" kata Vandy.
" Ngapain, lo nyuruh Sinta ketoko perhiasan?" tanya Aldi.
" Ngecek berlian yang lo kasih itu asli atau nggak" jawab Vandy.
" Sialan lo, jelas itu berlian aslilah."
" Siapa tau, karena lo nggak modal jadi ngasih Sinta berlian KW."
" Ck.. dasar teman laknat lo."
Anggun dan yang lainnya hanya menggelengkan kepala mendengar perdebatan Vandy dan Aldi. Saat mereka sedang asik bercanda gurau, tiba-tiba Aska datang dengan membawa kado.
" Kakak, Abang" panggil Aska sambil menyembunyikan kadonya.
" Hai boy, apa yang kamu sembunyikan itu?" tanya Anggun.
" Nih kado buat Kakak" jawab Aska sambil memberikan kado yang dia persiapankan jauh-jauh hari.
" Waah makasih sayang kadonya, Kakak boleh buka nggak?."
" Boleh dong."
Anggun membuka kado yang diberikan Aska untuknya. Saat melihat isi kado dari Aska, Anggun pun menangis haru. Anggun tak menyangka Aska memberikannya kado yang sangat indah.
" Makasih sayang, Kakak sangat suka kado yang Aska berikan. Kakak akan menarok hadiah ini dikamar Kakak."
Vandy dan yang lain juga memuji kado dari Aska. Mereka berfikir bagaimana bisa Aska membuat kado sebagus itu, dengan usianya yang masih kecil.
To be continue
Jangan lupa Like, Komen dan Vote nya... 🙏🙏
HAPPY READING GUYS... 😉😉
__ADS_1