Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pulang sekolah Kenzo dan kedua sahabatnya langsung menuju lokasi pemotretan. Jarak sekolah dengan lokasi pemotretan sekarang lumayan jauh.


Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka pun sampai di sebuah gedung tua. Ya pemotretan akan dilakukan di gedung tua dan sudah lama tidak di pakai.


Kenzo cs memarkirkan motornya tidak jauh dari gedung itu. Mereka bertiga pun masuk kedalam gedung itu. Sampai di dalam mereka langsung di sambut sama crew.


" Hai anak-anak, kalian sudah sampai" sapa sang fotografer.


" Iya Om"


" Langsung ganti costume ya" kata sang fotografer.


" Siap Om" ucap mereka bertiga.


Mereka bertiga memakai costume drakula. Selesai memakai costume, mereka langsung di make up. Karena mereka bertiga sudah tampan, jadi tidak butuh waktu lama untuk memakaikan make up mereka.


Kenzo cs pun mengambil posisi mereka masing-masing. Pemotretan pun segera dimulai. Bunyi jepretan kamera pun memenuhi gedung tua itu. Beberapa foto mereka pun sudah berhasil di ambil.


" Ken sini sebentar" panggil sang fotografer.


Kenzo pun menghampiri sang fotografer.


" Rambut kamu harus di warnai sedikit" kata sang fotografer.


" Apa harus?" tanya Kenzo.


" Iya, supaya kesannya lebih kejam"


" Baiklah"


Kenzo berganti pakaian lagi. Setelah itu hair stylist pun merubah sedikit gaya rambut Kenzo, supaya terlihat lebih sangar nantinya.


" Wow..keren banget lo bro" puji Gian.


" Keren apaan. Kalau mommy gue lihat, bisa di gantung gue di pohon toge" kata Kenzo.


" Ken sudah siap?" tanya sang fotografer.


" Sudah Om"


Kenzo pun mulai berpose seperti yang di inginkan sang fotografer. Beberapa foto Kenzo pun berhasil di ambil.


" Wah.. kalau dasarnya sudah tampan, mau didandanin sejelek apapun tetap tidak bisa" kata sang fotografer.


" O iya Om, rambut aku bisa dibalikin kek semula nggak?" tanya Kenzo.


" Tentu saja bisa" jawab sang fotografer.


Rambut Kenzo sudah kembali seperti semula. Berhubung kerjaan mereka sudah selesai. Kenzo cs pun pamit pulang, karena mereka sudah cukup lelah.


Kenzo, Gian dan Tristan melajukan motor mereka meninggalkan lokasi pemotretan. Suasana jalan lumayan sepi, jadi mereka bertiga memacu motornya dengan kecepatan tinggi.


Masuk kompleks perumahan, Kenzo dan kedua sahabatnya mengurangi kecepatan motornya. Mereka tidak ingin mengganggu para tetangga, karena bunyi motor mereka.


Pak Satpam membukakan pintu gerbang untuk Kenzo. Setelah pintu gerbang terbuka, Kenzo pun melajukan motornya menuju rumah utama. Kenzo memasukkan mobilnya kedalam garasi.


Selesai memasukkan motornya, Kenzo masuk kedalam rumahnya.


" Assalamualaikum " ucap Kenzo


" Wa'alaikum salam, abang sudah pulang" kata Kiran.


" Hhhmm. Mommy mana Dek?"


" Di dapur"


" Abang ke atas dulu ya"


" Hhmm"


Kenzo pun pergi kelantai atas menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Kenzo langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya, yang lengket karena keringat.


Setelah 10 menit Kenzo pun keluar dari kamar mandi. Kenzo berjalan menuju walk in closet nya. Selesai memakai pakaiannya, Kenzo turun kebawah untuk menemui mommy nya.


Kenzo melihat mommy nya sedang bersantai di ruang keluarga.

__ADS_1


" Mommy" panggil Kenzo.


" Ya Bang"


" Di dapur ada karton yang nggak di pake nggak?"


" Kalau nggak salah sih ada. Coba abang tanyakan sama Pak Asep" kata Anggun.


Kenzo pun mencari Pak Asep kedabur, tapi dia tidak menemukan Pak Asep. Kenzo pun mencoba mencari di kebun belakang. Kenzo melihat Pak Asep sedang memetik buah kelengkeng.


" Pak" panggil Kenzo.


Asep pun menoleh kearah suara. " Aden Kenzo"


" Di cariin dari tadi"


" Kunaon?"


" Bapak ada menyimpan karton bekas nggak?"


" Ada di gudang belakang"


" Tolong ambilkan 1 ya Pak. Aku tunggu" pinta Kenzo.


" Siap Den"


" Makasih sebelumnya Pak Asep"


" Sama-sama Aden"


Kenzo pun kembali kedalam rumah dengan membawa satu tangkai buah kelengkeng di tangannya. Sampai di dalam rumah Kenzo langsung menuju ruang tamu.


" Ada dapat kartonnya?" tanya Anggun.


" Ada, ntar di ambilkan sama Pak Asep nya" kata Kenzo.


" Emang untuk apa karton bekas sama abang?"


" Untuk tugas sekolah Mom"


" Biasa aja Mom"


" Biasa?"


" Hhmm, nggak ada yang menarik" kata Kenzo.


Anggun hanya tersenyum mendengarkan ucapan putra sulungnya itu. Kenzo merebahkan tubuhnya dekat sang mommy.


" Abang ngapain bobok disana?" tanya Kiran.


" Suka-suka abang dong, lagian ini mommy abang" kata Kenzo.


" No, ini mommy adek"


Anggun hanya menggelengkan kepalanya mendengarkan perdebatan kakak beradik itu. Kenzo masih betah tiduran di sofa, sambil memainkan game di ponselnya. Sedangkan Kiran dan Anggun pergi keatas untuk beristirahat.


" Den, ini karton yang Aden minta tadi" kata Pak Asep.


Kenzo bangkit dari tidurnya. " Makasih ya Pak"


" Sama-sama Den"


Setelah memberikan karton pada Kenzo, Pak Asep pun pamit kedapur. Kenzo meletakkan karton tadi di dekat meja. Kemudian dia pergi kekamarnya untuk mengambil kertas karton dan keperluan lainnya.


Kenzo kembali dengan membawa kertas karton dan barang-barang lainnya. Kenzo memasukkan semua barang-barang tadi kedalam karton dan membawanya kegazebo.


Gian dan Tristan baru sampai dirumah Kenzo, mereka langsung menghampiri Kenzo di gazebo yang ada di taman. Ya mereka akan membuat topi dan papan namanya bersama-sama.


" Kalian sudah datang?"


" Baru nyampe, kasih minum dulu napa Ken. Haus gue" kata Gian.


" Ya elah, baru jalan dikit aja udah kehausan lo" kata Tristan.


" Dikit jidat lo!, jarak dari pintu gerbang kerumah utama aja jauh banget" protes Gian.

__ADS_1


" Iya, apa rumah lo nggak bisa di majuin Ken?" tanya Tristan.


" Lo kata rumah Kenzo itu kardus, bisa di pindah-pindah" kata Gian.


" Sudah-sudah, tunggu di sini. Gue ambilkan minum untuk kalian dulu" kata Kenzo.


" Airnya yang ada warna ya Ken" pinta Gian.


" Darah maksud lo" kata Tristan.


" Lo kira gue Vampir" kata Gian.


" Ya siapa tau"


Kenzo pun pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang sedang berdebat itu. Kenzo pergi kedapur untuk membuatkan jus untuk kedua sahabatnya itu.


Kenzo melihat stok buah yang ada di dalam kulkas. Kenzo melihat cukup banyak buah yang ada di sana. Kenzo mengambil buah apel dan juga es batu.


Kenzo mencuci bersih buahnya terlebih dahulu, setelah itu baru dia blender. Setelah selesai, Kenzo menuangkannya kedalam gelas. Kenzo juga membawa beberapa camilan.


Kenzo pun kembali dengan membawa napan yang berisi 3 gelas jus apel dan juga camilan. Kenzo meletakkan nampan tadi di atas meja yang ada di sana.


" Wah.. wah, anak sultan sudah menjelma jadi pelayan cafe" ledek Gian.


Pletak..


Kenzo memukul kepala Gian dengan kertas karton.


" Aaww, KDRT banget sih lo" kata Gian.


" Eleh lebay banget lo, lagian di pukul pake ini nggak ada sakitnya pun" kata Kenzo.


" Kalau pukul pelan sih nggak sakit, tapi lo kan mukulnya pake tenaga dalam" kata Gian.


Pletak...


Sekarang giliran nampan yang melayang ke kepala Gian.


" Itu baru pake tenaga dalam" kata Kenzo.


Tristan pun tidak dapat menahan tawanya, melihat Gian yang di aniaya oleh Kenzo.


" Bahagia banget lo Tian, melihat gue teraniaya " kata Gian.


" Banget" kata Tristan sambil tertawa lepas.


" Dasar kalian berdua teman nggak ada akhlak " kata Gian.


" Cepat minum jus lo, setelah itu kita mulai membuat topi dan papan namanya" kata Kenzo.


" Lo nggak kasih sianida kedalam jus ini kan?" kata Gian.


" Nggak!, gue cuma kasih racun tikus kesana" kata Kenzo.


" Wah parah lo, benar-benar sahabat luknut" kata Gian.


" Buruan minum" kata Kenzo.


" Baiklah kalau lo memaksa" kata Gian.


Selesai meminum jusnya, mereka pun mulai mengerjakan tugas yang di berikan Ketos, yaitu membuat topi dan papan nama.


To be continue..


Hasil jepretan abang Kenzo tadi..



Ini gaya apaya abang Ken.. 😱😱



Jangan lupa like dan vote nya ya..


Saranghaeee.. 😘😘

__ADS_1


Happy Reading 😉😉


__ADS_2