Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi ini Kenzo sudah terlihat tampan dengan memakai segam sekolahnya. Kenzo melihat penampilannya dicermin, setelah itu Kenzo mengambil tas sekolahnya.


Kenzo turun kebawah dengan menuruni tangga. Kenzo berjalan menuju meja makan, hari ini dia akan sarapan berdua aja dengan mommy nya.


Anggun mengambilkan nasi goreng untuk anaknya. Ya hari ini mereka akan sarapan dengan nasi goreng. Pagi ini seperti ada yang kurang, Kenzo melirik kursi yang biasa ditempati sama daddy nya.


" Mommy"


" Hhhmm"


" Daddy kapan pulangnya?"


" Kenapa?, abang kangen sama daddy ya"


" Tidak!, abang cuma tanya aja, lagian nggak ada daddy malah bagus"


Anak ini memang sama seperti daddy nya, gengsi banget kalau mau bilang kangen.


" Daddy pulangnya masih lama 6 hari lagi. Kalau abang kangen kita bisa video call sama daddy" kata Anggun.


" Ng-nggak usah mommy, abang nggak kangen sama daddy kok"


Anggun tau kalau putra nya itu kangen sama daddy nya, tapi karena gengsi, jadi dia tidak mau mengakui nya. Anggun mengambil HPnya, kemudian dia menghubungi nomor suaminya.


Panggilan video pun tersambung, menampilkan wajah tampan suaminya. Anggun tersenyum pada suaminya itu. Vandy pun membalas senyuman sang istri.


" Mas mau tidur ya?"


" Rencana ya sih gitu, tapi pas melihat wajah cantik istri Mas, rasa kantuk nya jadi hilang"


" Gombal banget sih kamu Mas"


" Mas nggak gombal sayang"


" Ada yang kangen sama Mas ni, tapi dia gengsi bilang kangen"


Vandy tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tau siapa orang yang dimaksud istrinya itu.


" Bilang sama dia, kalau daddy nya juga kangen sama dia"


" Abang dengarkan apa yang dibilang daddy"


Anggun menggeser kursinya kedekat Kenzo. Kemudian Anggun mengarahkan cameranya pada Kenzo. Vandy tersenyum melihat wajah putranya itu.


" Abang lagi sarapan ya?"


" Iya daddy "


" Abang sehat-sehat disana sama mommy. Jaga mommy sama dedek bayi nya"


Kenzo pun tidak bisa menahan air matanya.


" Eh! tampan daddy kenapa nangis"


" Da-daddy kapan pulang"

__ADS_1


Vandy tersenyum pada putra nya itu, dia tau Kenzo lagi kangen sama dia, tapi karena rasa gengsi nya tinggi, jadi putra nya itu tidak mau menunjukkan nya.


" 6 hari lagi Nak, abang mau oleh-oleh apa?"


" Nggak ada, abang cuma ingin daddy pulang dengan selamat "


" Insya Allah daddy pulang dengan selamat. Abang baik-baik belajar nya"


" Pasti daddy"


" Ya udah, daddy mau istirahat dulu ya. Abang juga mau berangkat sekolah kan?"


" Iya, bye daddy. Selamat istirahat, Assalamualaikum"


" Makasih sayang, Wa'alaikum salam"


Panggillan Video pun berakhir.


Setelah menerima telpon dari istri dan anaknya, Vandy pun mematikan lampu kamarnya. Vandy pun memejamkan matanya, tak berapa lama Vandy pun mulai terlelap menuju dunia mimpi nya.


Selesai sarapan Anggun mengantarkan Kenzo kesekolahnya. Mobil yang dikendarai Anggun pun melaju meninggalkan kediamannya.


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit mereka pun sampai disekolah Kenzo.


Anggun membukakan sabuk pengaman Kenzo.


" Mommy nanti nggak usah jemput ya" kata Kenzo.


" Kenapa?"


" Karena abang mau pulang sama Gian dan juga Tristan"


" Tapi abang mau mandiri mommy"


Anggun diam sejenak, kemudian Anggun melirik putra nya itu. " Abang dengerin mommy ya sayang, bukannya mommy melarang abang mandiri, tapi mommy nggak mau kamu kenapa-napa"


" Mommy tenang aja, abang bisa jaga diri kok, jadi boleh ya mommy" kata Kenzo dengan nada memohon.


Anggun pun tidak tega melihat Kenzo memohon seperti itu. " Baiklah, tapi abang harus janji sama mommy, kalau abang bisa jaga diri abang dan abang akan baik-baik aja pulang kerumah nanti"


" Makasih mommy. Abang janji mommy" kata Kenzo sambil tersenyum.


Kenzo berpamitan sama mommy nya, setelah berpamitan dengan mommy nya, Kenzo pun turun dari mobil.


Anggun pun melajukan mobilnya meninggalkan sekolah Kenzo. Setelah mobil mommy nya sudah tidak terlihat lagi, Kenzo pergi ketaman sekolah, dia menunggu sahabatnya disana.


Sementara itu didepan perusahaan lion entertainment sedang dipenuhi sama lautan manusia. Mereka terdiri dari anak remaja dan juga ibuk-ibuk rumah tangga.


Pihak keamanan kewalahan menertibkan mereka semua. Mereka semua ingin menerobos masuk perusahaan.


" Pak biarkan kami masuk kedalam"


" Tidak bisa!, kalian harus pergi dari sini, kalau tidak kami akan telpon polisi"


" Kami cuma mau bertemu mereka Pak"

__ADS_1


Saat semua petugas berusaha menahan orang-orang itu masuk, tiba-tiba sebuah mobil mewah berhenti disana. Sontak semua orang yang ada disana menoleh kearah mobil itu.


Sang asisten membukakan pintu untuk tuannya. Rangga turun dari mobilnya, kemudian berjalan menghampiri kerumunan itu.


" Ada apa ini?, kenapa kalian rame-rame datang keperusahaan saya"


" Ini Pak, mereka ingin menerobos masuk kedalam"


" Saya bisa melaporkan kalian kepolisi, dengan tuduhan mengganggu ketenangan orang lain"


" Kami kesini tidak mau mengganggu Pak, kami hanya ingin bertemu dengan ketiga model cilik itu" kata salah satu remaja itu.


Wah bahkan popularitas kalian bertiga sudah mengalahkan artis.


" Orang yang kalian cari tidak ada disini" kata Rangga.


" Bapak jangan coba-coba membohongi kami"


" Saya tidak berbohong" kata Rangga.


" Kalau mereka tidak ada disini?, terus dimana? "


" Mereka sekarang berada disekolah. Jadi sekarang kalian harus pergi dari sini, sebelum saya memanggil polisi kesini untuk menangkapkan kalian"


" Huuuuuu, Bapak tidak asik"


Mereka semua pun pergi meninggalkan perusahaan Rangga. Karena mereka tidak mau berurusan dengan polisi. Kalau itu terjadi maka mereka tidak akan bertemu dengan model cilik itu.


Setelah kondisi aman pihak keamanan pun kembali ketempat masing-masing. Rangga dan sang asisten pun masuk kedalam perusahaan.


" Saya tidak menyangka mereka bertiga akan setenar ini. Apa anda sudah memprediksi semua ini Pak" kata asisten Rangga.


" Tentu saja, karena saya sudah yakin dari pertama kali melihat mereka bertiga" kata Rangga.


" Gimana dengan putra tuan Bryan?" tanya sang asisten.


" Dia cukup bagus, tapi saya takut sifat sombong nya akan membuat dia hancur" kata Rangga.


" Anda benar juga Pak, padahal saya lihat tuan Bryan bukan orang yang sombong" kata sang asisten.


" Mungkin menurun dari mamanya" kata Rangga.


" Benar juga Pak, saya lihat nyonya Kia itu memang angkuh"


" Kok kita malah ngegibah kek gini. Ini gara-gara kamu, saya jadi ngomongin orang. Padahalkan saya sebelum nya tidak pernah ngegibah"


" Tapi saya lihat Bapak menikmati ngibah nya" kata sang asisten


" Emang kelihatan banget ya, kalau saya menikmati?" tanya Rangga.


" Iya Pak, banget malah"


" Nggak apa-apa deh sekali-sekali ngegibah" kata Rangga.


Mereka berdua pun tertawa bersama, karena sudah bergosip dipagi hari. Para karyawan heran melihat bos sama asisten tertawa lepas seperti itu. Mereka bertanya-tanya, ' Apa yang membuat bos sama sang asisten tertawa serenyah itu?'

__ADS_1


To be continue...


Happy Reading Guys.. 😉😉😉


__ADS_2