
Hari ini Anggun dan Sinta sudah diperbolehkan pulang. Vandy dan Aldi mendorong kursi roda istri mereka masing-masing. Sedangkan Kiran digendong sama Wiguna dan Daffin digendong sama papa Sinta.
Sampai diparkiran Vandy membukakan pintu untuk sang istri, begitu juga dengan Aldi. Anggun dan Sinta masuk kedalam mobil masing-masing.
Setelah semuanya masuk kedalam mobil. Mobil Vandy melaju lebih dahulu, di susul sama mobil Aldi di belakang. Kedua mobil mewah itu pun berjalan beriringan.
Sampai dilampu merah, mobil mewah milik Wiguna menjadi pusat perhatian para pengendara lain. Gimana tidak, mobil mewah itu sangat berkilau diantara mobil-mobil yang berhenti dilampu merah.
" Bukankah itu mobil milik Pak Wiguna" kata salah satu pengendara motor.
" Iya, andai saja bisa bertemu langsung dengan Pak Wiguna" kata teman yang ada dibelakangnya.
Wiguna menurunkan kaca mobilnya. Kemudian dia tersenyum kepada kedua orang yang tadi membicarakannya. Mereka sangat senang bisa melihat Wiguna secara langsung.
" Duluan ya Pak " kata Wiguna setelah lampu rambu lalu lintas berubah berwarna hijau.
" I-iya tuan" jawab mereka.
Mobil Wiguna pun melaju meninggalkan kedua orang tadi. Pengendara motor tadi belum juga tersadar, hingga bunyi klakson dari pengendara dara lain menyadarkan nya.
Mereka pun sampai dikediaman Anggun. Didepan pintu utama sudah ada kedua mertua dan adik iparnya. Mereka disana untuk menyambut kedatangan Anggun dan baby Kiran.
Vandy membantu istrinya turun dari mobil. Diana tersenyum kepada menantunya itu.
" Selamat datang menantu dan juga cucu Oma yang paling cantik" puji Diana.
" Terima kasih Ma"
Mereka semua masuk kedalam rumah. Anggun membawa baby Kiran kedalam kamarnya. Sedangkan yang lain berkumpul diruang keluarga.
Bik Mirna datang dengan membawa minuman dan juga camilan untuk semua orang yang ada disana. Selesai meletakkan minuman dan juga camilannya, Bik Mirna pun pamit kembali kedapur.
" Apa kamu udah menyiapkan kamar untuk Kiran Van?" tanya Dwipangga papa Vandy.
" Belum Pah, soalnya kamar itu mau di renovasi sedikit" kata Vandy.
" Cepat lakukan renovasinya " kata Dwipangga lagi.
__ADS_1
" Besok mereka sudah mulai kok Pah " kata Vandy.
" Bagus, kamar cucu perempuanku harus besar" kata Dwipangga.
" Nggak perlu terlalu besar Pah, yang penting dia suka dan nyaman" kata Vandy.
" Abang mau bantu mengecatnya" kata Kenzo.
" Tentu saja abang harus bantu, karena abang adalah abangnya Kiran" kata Vandy.
" Abang akan cat kamar adek sebagus mungkin" kata Kenzo antusias.
Mereka menghabiskan waktu dengan mengobrol santai. Mereka juga mendengarkan Kenzo bercerita tentang sekolah dan juga latihannya.
Sore hari.
Rumah Anggun yang tadinya rame sekarang sudah mulai sepi. Karena orangtua dan mertuanya sudah pamit pulang. Begitu juga dengan adik iparnya.
Kenzo baru selesai mandi, dia turun kebawah untuk menemui adek perempuannya itu.Kenzo melihat kamar mommy nya terbuka, Kenzo langsung masuk kedalam kamar.
" Mommy"
" Adek mana?"
" di depan sama daddy"
Tanpa menunggu lama, Kenzo menyusul daddy nya kehalaman depan. Anggun melihat Kenzo berlari keluar kamarnya pun, hanya bisa tersenyum.
Kenzo melihat daddy nya sedang menggendong adiknya. Kenzo berlari menghampiri daddy dan juga adik kecilnya.
" Daddy"
Vandy menoleh kearah putranya yang sedang berlari kearah dia. " Abang hati-hati, nanti jatuh"
" Abang mau cium adek " kata Kenzo setelah sampai dekat daddy nya.
Vandy berjongkok supaya Kenzo bisa mencium Kiran. Setelah selesai Vandy pun berdiri kembali.
__ADS_1
" Abang sudah mandi?" tanya Vandy
" Sudah, emang daddy nggak lihat abang sudah tampan begini " kata Kenzo.
" Abang tampannya kalau sudah mandi saja"
" Tidak, abang tampan setiap waktu. Bahkan bangun tidur pun abang tetap tampan"
" Ya.. ya.. daddy percaya. Sekarang kita masuk" ajak Vandy.
Mereka pun masuk kedalam rumah. Vandy masuk kedalam kamarnya, Kenzo dengan setia mengekor di belakang.
" Udah selesai jalan-jalannya?" tanya Anggun pada suaminya.
" Hhmm, dedeknya mau tidur" kata Vandy sambil membaringkan baby Kiran di box nya.
" Mommy, abang mau tidur di box adek juga" pinta Kenzo.
" Nggak muat sayang" kata Anggun.
" Kalau abang mau tidur sama dedek, kita pindahkan saja Kiran ke atas bed kita sayang" usul Vandy.
" Abang mau nya dalam box ini daddy" kata Kenzo.
" Box dedeknya kecil sayang, kita ganti sama yang gede dulu baru abang bisa masuk" kata Vandy.
" Baiklah" kata Kenzo pasrah.
Vandy mengambil baby Kiran, kemudian membaringkannya di atas kasur. Vandy meberi bantal guling disisi kanan dan kiri Kiran. Kenzo berbaring disamping adiknya. Dia terus memandangi wajah sang adik.
" Sayang, Mas keruang kerja dulu ya"
" Hhhmm"
Vandy mengecup kening sang istri, setelah itu dia pergi keruang kerjanya untuk mengerjakan pekerjaannya yang sempat tertunda beberapa hari yang lalu.
Sampai diruang kerjanya, Vandy langsung memeriksa email yang dikirim sama sekretaris nya beberapa jam yang lalu. Vandy pun mulai mengerjakan pekerjaannya.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading.. 😉😉