
Sampai di luar, mereka langsung menuju tempat motor mereka tadi. Gian dan Tristan masih penasaran dengan Melodi.
" Mel" panggil Gian.
" Hhmm"
" Sejak kapan lo bisa beladiri?" tanya Gian.
" Sejak kecil, dan gue juga pemegang sabuk hitam" kata Melodi.
" Apa.!" kaget Kenzo cs.
" Aaiss, kalian kenapa berteriak begitu sih " kata Melodi sambil menutup telinganya.
" Yuk pulang, udah malam" kata Tristan.
Kenzo cs melajukan motornya meninggalkan gedung tua itu. Kenzo cs mengantarkan Melodi pulang. tapi sebelum itu mereka mampir ke klinik dulu, untuk mengobati luka Melodi.
Sampai di klinik, Kenzo cs memarkirkan motor mereka di parkiran. Setelah itu mereka masuk kedalam klinik.
Semua mata menatap kearah Kenzo cs dan Melodi. Tapi seperti biasa mereka tidak menghiraukan tatapan orang-orang itu.
" Coba lihat, mereka sangat tampan sekali"
" Iya, walaupun penampilan mereka dekil dan juga kucel, tapi mereka masih terlihat tampan"
Kenzo cs pun saling lirik satu sama lain, setelah mendengar kata wanita tadi. Kenzo kaget melihat penampilan Gian dan Tristan. Begitu juga dengan Gian dan Tristan, mereka kaget melihat penampilan Kenzo.
Penampilan mereka sekarang seperti orang habis kena badai. Walaupun tidak mengurangi kadar ketampanan mereka.
Kenzo cs duduk di kursi yang ada disana. Sedangkan Melodi pergi mengobati lukanya.
" Gue nggak nyangka Melodi pemegang sabuk hitam juga" kata Gian.
" Apa ada yang lo sembunyiin dar kita Ken?" tanya Tristan.
" Maksud lo?" tanya balik Kenzo.
" Ck..kau ini kebiasaan, orang nanya dia balik nanya" kata Tristan.
" Sebenarnya Melodi anak dari Om Agatha" kata Kenzo.
" Apa!" kaget Gian dan Tristan bersamaan.
" Lo nggak lagi ngigo kan?" tanya Gian.
" Kagak" kata Kenzo.
" De..maksud gue Melodi anak orang berpengaruh di kota ini?" kata Gian.
" Lo tau darimana?" tanya Tristan.
" Kemarin, pas nyokap ngajak makan malam sama rekan bisnisnya, dan ternyata itu papanya Melodi" jelas Kenzo.
" Apa kalian di jodohkan?" tanya Gian.
" Nggak, lagian nyokap gue nggak ada bahas masalah perjodohan" kata Kenzo.
Tak berselang lama Melodi pun datang, dengan lengannya yang sudah diberi perban.
__ADS_1
" Yuk pulang " ajak Melodi.
" Yuk nona muda" kata Gian dan Tristan.
" Siapa nona muda?" tanya Melodi.
" Elo Mel" jawab Gian dan Tristan.
Melodi melirik Kenzo, Melodi seperti minta penjelasan.
" Ya mereka berdua sudah tau, kamu tenang saja mereka berdua bisa jaga rahasia kok" kata Kenzo.
" Baiklah, aku harap kalian berdua bersikap seperti biasanya, dan jangan pernah manggil nona muda lagi, geli gue dengernya" kata Melodi.
" Siap Mel"
Setelah membayar administrasi, mereka pun pergi meninggalkan klinik itu. Kenzo cs pergi mengantarkan Melodi pulang kerumahnya.
Setelah menempuh perjalanan selama 20 menit, mereka pun sampai di pintu gerbang rumah Melodi. Melodi turun dari motor Kenzo.
" Makasih ya guys" ucap Melodi.
" Yakin nih nggak mau kita antar sampai kedalam?" tanya Gian.
" Iya" jawab Melodi.
" Ya udah, kita jalan dulu ya" kata Kenzo.
" Sekali lagi makasih, Hati-hati di jalan" kata Melodi.
" Sama-sama "
Melodi masuk kedalam rumahnya. Mami dan papi Melodi sudah menunggu di ruang tamu.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam"
Mami Melodi kaget melihat lengan putrinya di perban. Dia langsung menghampiri putri kesayangannya.
" Sayang tangan kamu kenapa?" tanya mami Melodi khawatir.
" Jatuh Mih" jawab Melodi.
" Kok bisa?, apa sudah di obati?"
" Sudah Mami"
" Papi kenapa diam aja?, apa papi nggak liat putri kita terluka"
" Papi liat Mih, papi percaya putri kita kuat, jadi luka kecil seperti itu tidak terasa untuk dia" kata papi Melodi.
" Papi benar Mih" kata Melodi.
Melodi tau sifat papinya, dekat maminya, papi Melodi selalu bersikap sok kuat, tapi sebenarnya papi nya lah yang paling khawatir di sini.
" Melodi kekamar dulu ya Mih, Pih" pamit Melodi.
" Biar papi temani" kata papi Melodi.
__ADS_1
Melodi dan papi nya berjalan menaiki tangga rumahnya. Setelah di rasa cukup jauh dari istrinya, barulah papi Melodi bertanya.
" Sayang, beneran ini nggak sakit?, terus kenapa harus di perban gitu?" tanya papi Melodi khawatir.
Melodi tersenyum pada papinya. " Melodi nggak apa-apa kok Pih, lagian kenapa papi nanya nya sekarang?, kenapa nggak dekat mami aja tadi" goda Melodi.
" Kan kamu tau sendiri gimana papi mu ini sayang. Kamu dan mami selalu menjadi kelemahan papi"
Tidak terasa Melodi pun sampai di depan pintu kamarnya. " Melodi istirahat dulu ya Pih"
" Iya sayang, selamat tidur" ucap papi Melodi sambil mengecup kening putrinya.
Melodi masuk kedalam kamarnya. Setelah putrinya masuk, papi Melodi kembali ke bawah untuk menemani sang istri.
Melodi merebahkan tubuhnya di atas kasuh. Melodi menatap langit-langit kamarnya. Dia teringat ucapan bos preman tadi.
Berani sekali ular sawah itu menyuruh preman untuk membunuhku!, tunggu pembalasan ku ular sawah.
Melodi memejamkan matanya, hari ini dia sangat lelah, tak berapa lama Melodi pun terlelap.
Pagi hari.
Melodi sedang bersiap untuk berangkat kesekolah. Melodi mencari dress yang akan dia pakai untuk tampil nanti.
Hari ini Melodi tidak memakai seragam sekolah, karena dia akan tampil di acara amal yang diadakan di sekolahnya.
Selesai memakai dress, Melodi menyisir rambutnya. Rambutnya yang panjang, dia biarkan tergerai begitu saja, tak lupa Melodi memakai jepitan rambut.
Setelah semuanya selesai, Melodi turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.
" Pagi Mih, Pih"
" Pagi sayang"
" Cantik sekali putri papih" puji Keynan papi Melodi.
" Terima kasih, papi juga selalu tampan" puji balik Melodi.
Seperti biasa, mami Melodi melayani suami dan juga putrinya. Mereka pun mulai menyantap makanan yang ada di hadapan mereka.
" Pih, Melodi boleh bawa mobil nggak?" tanya Melodi.
" Tentu saja boleh, nanti kamu pilih sendiri mobilnya di garasi" kata Keynan.
" Terima kasih Pih"
" Sama-sama sayang "
Setelah sarapan Melodi berpamitan sama kedua orangtuanya. Melodi mencium tangan kedua orangtuanya secara bergantian.
" Berangkat dulu ya Mih, Pih, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam, hati-hati di jalan"
Melodi melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya. Melodi tidak langsung kesekolah, karena dia akan menjemput Keyra sahabatnya.
To be continue
Happy Reading..
__ADS_1