Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo sudah sampai dirumahnya, Gian dan Tristan pun juga ikut kerumah Kenzo, karena mereka akan membuat kalung dari pete.


" Assalamualaikum " ucap mereka bertiga.


" Wa'alaikum salam" jawab Bik Mirna.


" Bik, tolong bawakan minuman sama camilan ya" pinta Kenzo.


" Baik Den"


Kenzo mengambil bahan dan peralatan yang di perlukan untuk membuat kalung dari pete. Gian dan Tristan menunggu Kenzo di ruang tamu.


Mirna kembali dengan membawa minuman dan juga camilan untuk kedua sahabat Kenzo. Mirna meletakkan minuman dan camilannya di atas meja.


" Silakan di minum Den"


" Makasih ya Bik" ucap Gian dan Tristan.


" Sama-sama Den. Bibik tinggal kedapur dulu ya"


" Ok Bik"


Mirna pun kembali kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi. Sepeninggal Bik Mirna, Gian dan Tristan mencicipi camilan yang di bawa Bik Mirna.


Kenzo kembali dengan membawa tali dan juga beberapa peralatan lain yang mereka butuhkan untuk membuat kalung nanti.


" Enak banget hidup kalian berdua ya" kata Kenzo.


" Tapi lebih enakan lo kali Ken" kata Gian.


" Bukannya kian yang enak, gue capek-capek cari bahan untuk membuat kalungnya, kalian berdua malah enak-enakan makan" tutur Kenzo.


" Sekali-kali Ken, ngerasain jadi sultan" kata Gian.


" Camilan di rumah anak sultan memang beda" kata Tristan.


" Sama aja, kek camilan dirumah lo" kata Kenzo.


" Beda Ken, gue yakin ini di bikinnya dari bahan yang berkualitas tinggi" kata Tristan.


" Emang dirumah lo kagak begitu?" tanya Kenzo.


" Di rumah Tian di bikinnya pake bahan-bahan KW Ken" kata Gian.


" Mungkin lo benar Ian, mami gue beli bahan yang KW" kata Tristan.


" Pantasan ot*k lo agak rada setengah" kata Gian.


" Sembarangan lo kalau ngomong!, otak gue itu penuh kali" kata Tristan.


" Gue nggak percaya kalau otak lo penuh" kata Gian.


" Liat aja kalau lo nggak percaya " kata Tristan.


" Ken pinjam pisau katernya dong" kata Gian.


" Untuk apa?" tanya Kenzo.


" Buat bedah kepalanya Tristan"


" Enak aja lo mau bedah kepala gue" tolak Tristan.

__ADS_1


" Tadi kan lo yang suruh, gimana sih?" kata Gian.


" Ya nggak harus di bedah juga Maimunah" kata Tristan.


" Hei Ani!, dimana-dimana kalau mau melihat otak yang ada di dalam kepala ya harus di bedah dulu" kata Gian.


" Kalau kalian berdua mau main dokter-dokteran, ntar sama Kiran. Sekarang kita kerjakan tugas ini dulu" kata Kenzo.


Mereka pun mulai mengerjakan tugas yang di berikan Ketos tadi. Tapi mereka bingung mau bikin kalungnya kek gimana.


" Kita bikin kalungnya pake isinya aja, atau sama kulit-kulitnya juga" kata Gian


" Iya juga ya, ntar kalau kita bikin pake isinya aja, bisa-bisa Ketos itu ngamok lagi" kata Gian.


" Gini aja, kita lubangin aja papanya ini, lagian Ketos itu nggak bilang kalau bikin kalungnya pake isinya aja" kata Kenzo.


" Betul juga apa yang dibilang Kenzo" kata Tristan.


" Uluh-uluh abang Ken pintar sekali, pengin karungin deh" kata Gian dengan nada Manja.


" Hentikan Gian, geli gue dengar nada bicara lo manja-manja kek gitu" kata Kenzo.


Mereka bertiga kembali fokus pada tugas membuat kalungnya. Kenzo mulai melubangi papan pete itu, begitu juga dengan Gian dan Tristan.


" Selesai " kata Kenzo


" Gampang banget membuatnya, nggak sampe 1 menit sudah jadi" kata Gian.


" Apa petenya nggak terlalu sedikit nih" kata Tristan.


" Udah banyak itu. Lagian salah si Ketosnya, Kenapa nggak bilang kita harus pake petenya berapa banyak" kata Kenzo.


" Iya, lagi pula Dia kasih info nggak lengkap" kata Gian.


" Ketos" jawab Kenzo dan Gian.


Mereka bertiga pun tertawa bersama. Saat mereka bertiga sedang asik tertawa dan ngegibah, tiba-tiba Kiran datang.


" Abang"


" Eh!, Princes sudah pulang" kata mereka bertiga.


" Abang bertiga lagi main apa?" tanya Kiran sambil duduk di samping Kenzo.


" Abang lagi bikin tugas Dek, bukannya main" kata Kenzo.


" Terus ini apa?" tanya Kiran lagi.


" Ini kalung keluaran terbaru, dan belum ada di jual di manapun" kata Kenzo.


" Benarkah?"


" Hhhmm. O iya adek pulang sama siapa?" tanya Kenzo.


" Sama mommy"


" Terus mommy nya mana?"


" Di luar sama Om Tito" kata Kiran.


" Adek ganti baju dulu gih" titah Kenzo.

__ADS_1


" Ok "


Kiran pun pergi kekamarnya untuk mengganti seragam sekolahnya. Sedangkan Kenzo dan kedua sahabatnya membereskan peralatan yang mereka gunakan tadi.


" Assalamualaikum " ucap Anggun yang baru masuk kedalam rumah.


" Wa'alaikum salam" jawab mereka bertiga.


" Eh!, ada Gian sama Tristan" kata Anggun.


" Iya tante"


Gian dan Tristan bersalaman secara bergantian sama Anggun.


" Kalian pulang sekolah sudah dari tadi?" tanya Anggun sambil duduk di sofa"


" Baru kok tante " jawab Gian.


" Ya udah kalian lanjut aja, tante mau ke dapur dulu"


" Siap tante"


" O iya, nanti sebelum pulang kalian makan siang di sini dulu ya"


" Ok tante"


Anggun pun pergi kedapur, dan meninggalkan ketiga pemuda tampan itu. Anggun akan menyiapkan menu untuk makan siang mereka nanti.


Kiran sudah mengganti seragam sekolahnya dengan baju santai. Kiran pun turun kebawah untuk menemui abang dan kedua sahabatnya.


" Wah inces udah ganti baju" kata Gian.


" Hhhmm"


" Ntar sore Kiran mau ikut sama abang Tristan nggak?" tanya Tristan.


" Kemana?" tanya balik Kiran.


" Festival kuliner. Nanti abang Tian beliin Kiran jajanan apapun yang Kiran mau" kata Tristan


" Mau " kata Kiran antusias.


" Lo ajak Daffin juga " kata Kenzo pada Gian.


" Apa mereka berdua akan akur" kata Tristan.


" Harus akur. Lagian lo sama adek sendiri berantem mulu" kata Kenzo.


" Lo nggak ngerasain ada di posisi gue si" kata Gian.


" Emang gimana rasanya? " tanya Tristan dan Kenzo.


" Rasanya nano-nano" jawab Gian.


" Anak-anak, makan siang dulu yuk" ajak Anggun.


" Siap Mom"


Mereka semua pun pergi menuju ruang makan. Anggun mengambilkan nasi dan juga lauk untuk keempat anak-anak itu. Mereka semua menikmati makanannya dengan lahapnya.


To be continue..

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2