Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Jam istirahat Kenzo dan kedua sahabatnya pergi ke rooftop. Disana tempat yang paling aman untuk mereka, karena disana tidak ada cewek-cewek centil, yang selalu mengejar-ngejar mereka.


" Akhirnya terbebas juga dari segerombolan ondel-ondel" kata Kenzo.


" Benar banget" kata Gian.


" Kalau ada gitar enak nih?" kata Kenzo.


" Iya, apalagi kalau gue yang nyanyi nya" kata Tristan.


" No !" kata Kenzo dan Gian serentak.


" Why?" tanya Tristan.


" Karena gue nggak mau gendang telinga gue rusak sebelum waktunya" kata Kenzo.


" Betul itu" kata Gian.


" Dengarkan dulu, gue yakin kalian pasti terpesona mendengar suara gue" kata Tristan.


" Lo nyanyi, gue loncat kebawah ni" acam Gian.


" Loncat aja Ian, gue nggak bakal cegah lo kok" kata Tristan.


" Wah.. wah, luar binasa banget sahabat gue yang satu ini" kata Gian.


" Binasa kan aja dia Ian, gue dukung lo" kata Kenzo.


" Lo dengarkan Tian, Sultan ada di pihak gue" kata Gian.


" Nggak asik lo Ken, masa lo sokong si Ian sih" Protes Tristan.


" Ya udah, kalau begitu kalian berdua saja yang gue binasakan" kata Kenzo.


" Cie.. cie anak sultan mulai aktif ni Tian" kata Gian pada Tristan.


" Iya, udah mulai meresahkan" kata Tristan.


" Meresahkan?!, lo pikir gue preman pasar" kata Kenzo.


" Ya elah ngamuk mulu daritadi" kata Gian.


" Mungkin dia lagi PMS" kata Tristan.


" Aww, cucok dong!" kata Gian sambil menirukan gaya cowok-cowok gemulai.


Pletak..


Kenzo memukul kepala Gian dengan koran yang sudah dia gulung-gulung.


" Itu baru cucok" kata Kenzo.


" Ciri-ciri teman luknut kek begini ni" Kata Gian sambil memengang kepalanya yang sakit karena di pukul Kenzo tadi.


" Ntar sore jalan-jalan yuk" kata Tristan.


" Kemana?" tanya Kenzo.


" Festival kuliner " kata Tristan.


" Emang ada?" tanya Gian.


" Ada, baru buka lagi" kata Tristan.


" Ok, ntar sore kita berburu makanan khas korea" kata Gian.


" Indonesia munaroh, bukan korea" kata Kenzo.


" Korea, Indonesia itu kan saudaraan Ken" kata Gian.


" Iya, saudara beda ibu sama beda bapak!" kata Kenzo sambil berlalu pergi meninggalkan Gian dan Tristan.

__ADS_1


" Cie.. cie anak sultan ngambek ni ye" ledek Gian sambil berlari mengejar Kenzo.


" Woi!, tungguin gue napa" kata Tristan sambil berlari menyusul kedua sahabatnya.


Terjadilah kejar-kejaran antara mereka bertiga.Semua siswi perempuan histeris melihat ketiga cowok tampan itu berlari melewati mereka.


" Daebak.. lari aja udah tampan, apalagi kalau jongkok" kata salah satu siswi perempuan.


" Gue pengen banget mengelap keringat mereka dengan sapu tangan gue"


" Mau dong di tabrak sama mereka bertiga"


Banyak lagi pujian dan ucapan mereka untuk ketiga cowok tampan itu. Mereka bertiga pun sampai di kelas dengan napas ngos-ngosan.


" Jantung gue berasa mau loncat keluar dari tubuh gue" kata Gian.


" Eleh baru lari segitu aja udah ngos-ngosan lo" ledek Tristan.


" Heh! lo nggak sadar, napas lo juga udah kek di ujung tanduk. Malah belagak sok kuat lagi" kata Gian.


" Berisik!" teriak Kenzo.


" Astagfirullah" kaget Gian dan Tristan.


" Lo kalau mau kesurupan bilang dong Ken" kata Gian.


"Betul, jadi kita bisa sediakan air" kata Tristan.


" Air?, untuk apa munaroh?" tanya Gian.


" Untuk di semburkan ke wajah Kenzo" jawab Tristan.


" Wah korban lagu dangdut kek begini ni" kata Gian.


" Kalau kalian masih berisik, gue lempar kalian berdua keluar" kata Kenzo.


Gian dan Tristan pun diam sambil memperagakan gaya mengunci mulut dengan tangan mereka.


Bel sekolah berbunyi. Semua siswa masuk kembali kedalam kelas masing-masing. Ketos dan sekretarisnya masuk kedalam kelas Kenzo cs.


" Berhubung kalian masih dalam rangka MOS, jadi kalian pulang lebih awal dari anak kelas 2 dan 3" kata Indira.


" Besok tugas kalian buat kalung dari pete" kata Gilang.


" Masa kita harus pake kalung dari pete, kan bau Kak"


Terdengar bisik-bisik para siswi perempuan. Mereka seperti menolak, tapi takut untuk menyampaikan protes mereka.


" Siapa yang tidak membawa kalungnya besok, siap-siap membersihkan semua toilet yang ada di sekolah. Kalian mengerti!" kata Gilang dengan gaya tegasnya.


" Mengerti"


" Baiklah pertemuannya kita cukupkan sampai di sini. Kalian boleh pulang kerumah masing-masing" kata Gilang.


" Terima kasih Kak"


Gilang dan Indira pergi meninggalkan kelas Kenzo cs. Sepeninggal Gilang dan Indira, kelas heboh membicarakan pete.


" Dimana kita harus mencari pete" kata salah satu siswi cewek.


" Di mall" kata temannya.


" Emang ada di sana?" tanya cewek itu.


" Gue juga nggak tau, lagian gue juga nggak pernah beli" kata teman gadis itu.


" Terus gimana dong"


Para cewek-cewek itu sibuk membicarakan tentang pete. Mereka bingung mau cari pete nya dimana?, karena rata-rata dari mereka memang nggak pernah makan pete.


Ya kebanyakan anak-anak yang sekolah di SMA Taruna Bangsa adalah orang-orang kaya. Jadi wajar mereka bersikap seperti itu. Tapi tidak dengan Kenzo, walaupun dia anak sultan, dia malah di ajarkan hidup sederhana dari kecil sama keluarga besar nya.

__ADS_1


" Kita harus cepat kepasar tradisional ni" kata Kenzo.


" Betul " kata Tristan.


" Bro gue mau jadi penjual pete dadakan. Mumpung pete lagi viral" kata Gian.


" Gue juga, cewek-cewek manja itu pasti mau membeli dari kita" kata Tristan.


" Jangan macam-macam kalian berdua. Biarkan saja mereka berusaha mencari sendiri, hitung-hitung mereka belajar, jangan cuma bisa menghambur-hamburkan uang" kata Kenzo.


" Ya ampun anak sultan sudah semakin dewasa" kata Gian sambil mencubit gemas kedua pipi Kenzo.


" Ian, apa-apan si lo. Geli tau nggak?!" kata Kenzo.


" Yuk kita cabut, ntar kita kehabisan pete" kata Tristan.


Ketiga cowok tampan itu pergi meninggalkan kelas. Mereka akan berburu pete di pasar tradisional.


Kenzo cs melajukan motor mereka menuju pasar tradisional. Berhubung jalanan sepi, mereka bertiga pun melajukan motornya dengan kecepatan tinggi.


Tidak butuh waktu lama mereka bertiga sampai di pasar tradisional. Kenzo cs memarkirkan motor mereka di tempat parkiran.


Mereka bertiga masuk kedalam pasar, dan mulai berburu pete. Mereka mengitari kios-kios yang ada di pasar tradisional itu.


Para pedagang heran melihat ketiga cowok tampan yang memakai seragam sekolah itu masuk kedalam pasar.


Salah satu Ibuk pedagang cabe melihat Kenzo cs seperti kebingungan, mencoba bertanya pada mereka bertiga.


" Maaf kalau boleh Ibuk tau, anak-anak ini mau beli apa ya?" tanya Ibuk itu.


" Pete Buk" jawab mereka serentak.


Ibuk itu tersenyum mendengar jawaban ketiga pemuda tampan itu. " Tampan-tampan ternyata doyan pete juga ya" kata Ibuk itu.


" Apa Ibuk tau tempat orang menjualnya?" tanya Tristan.


" Tau, itu kios paling ujung. Tapi Ibuk nggak tau masih ada atau nggak"


" Terima kasih Buk" ucap mereka bertiga.


Setelah itu mereka bertiga langsung meluncur ke tempat orang penjual pete itu. Mereka bertiga pun sampai di kios yang dibilang Ibuk tadi. Mereka melihat begitu banyak pete yang di gantung disana.


" Gila! banyak banget petenya" kata mereka bertiga.


Kenzo melihat pedagang pete itu seumuran dengan Opanya. Kenzo pun teringat sama Opanya. Ya akhir-akhir ini dia jarang bertemu dengan Opanya itu.


" Mau beli apa Nak" tanya kakek pedagang pete itu.


" Kami mau beli pete Kek" kata Tristan.


" Berapa papan Nak?"


" 9 Kek "


Karena mereka bertiga, jadi masing-masing nanti mendapatkan 3 papan. Kakek itu pun mengambil 9 papan pete, dan memberi bonus 1 papan. Kakek itu pun menyerahkan kantong kresek berisi pete kepada Tristan.


" Berapa Kek? "


" 45 ribu saja "


Kenzo mengambil uang kertas 100 ribu dan memberikannya pada kakek itu.


" Kembaliannya untuk kake saja" kata Kenzo.


" Terima kasih Nak"


" Sama-sama Kek"


Setelah mendapatkan pete viral, mereka bertiga pun pergi meninggalkan pasar tradisional. Karena barang yang mereka cari sudah mereka dapatkan.


To be continue...

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2