Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kenzo cs melihat begitu banyak belanjaan kekasihnya, begitu juga dengan adik kecilnya. Kedua tangan kecil Kiran sudah penuh dengan paper bag.


Ketiga cowok tampan itu, mengambil alih paper bag dari tangan kekasih mereka. Kenzo juga membawa paper bag milik adik kecilnya itu.


" Belanja sebanyak ini, apa kalian mau membuka toko?" tanya Kenzo.


" Ini tu masih kurang yank" jawab Melodi.


" Apa!, belanja udah segini banyaknya masih kamu bilang kurang?"


" Iya, tapi apalah daya tangan kita sudah penuh"


" Sekarang kita pulang" ajak Kenzo.


" Baiklah" kata Melodi pasrah.


Mereka semua berjalan menuju halte. Mereka akan pulang dengan menggunakan bus. Sepanjang jalan menuju halte, ketiga cowok tampan itu selalu menjadi pusat perhatian.


" Kamu bisa nggak sih kalau keluar di jelek-jelekin dulu tu muka" kata Melodi.


" Emang kenapa?" tanya Kenzo.


" Kamu nggak liat tatapan para wanita itu. Mereka seperti ingin menerkam kamu"


Kenzo melihat kearah yang di maksud sama kekasihnya. Benar apa yang di bilang sama kekasihnya, para wanita-wanita itu seperti mau menelan Kenzo bulat-bulat.


Begitu juga dengan Gian dan Tristan, bahkan Keyra dan Dira menutup wajah kekasih mereka dengan salah satu paper bag yang ada di tangan mereka.


" Honey kok wajah aku ditutup sih?" tanya Gian.


" Biar nggak ada yang bisa liat wajah kamu" jawab Keyra.


" Tapi aku susah jalannya"


" Biar aku tuntun"


" Baiklah"


Mereka semua sampai di halte. Namun Keyra dan Dira belum juga melepaskan baper bag dari kepala Gian dan Tristan.


" Ay, aku udah sesak nafas nih" kata Tristan.


" Sebentar, aku bolongkan sedikit biar kamu bisa bernafas didalam sana" kata Dira.


" Buka aja napa" kata Tristan.


" Nggak ada ya, awas kalau kamu berani buka, aku bakal kabur sama Oppa-Oppa" kata Dira.


" Jangan!, ya udah tutup aja terus kepala aku" kata Tristan.


" Nah gitu dong nurut, kan jadi tambah sayang" kata Dira.


Tak berapa lama bus yang mereka tunggu datang juga. Kiran naik terlebih dahulu, setelah itu baru di susul sama Melodi dan yang lainnya.


Setelah mereka semua naik, bus pun melaju meninggalkan halte.


" Kalau bertiga gini, kita kek keluarga kecil ya, yank" kata Kenzo.


Blush..


Wajah Melodi bersemu merah mendengar ucapan Kenzo tadi. Tapi Melodi juga merasakan hal yang sama dengan Kenzo, mereka bertiga memang terlihat seperti keluarga kecil.


" Kamu sakit, yank?" tanya Kenzo.


" Nggak kok" jawab Melodi.


" Terus kenapa wajah kamu merah gitu"

__ADS_1


" Mungkin karena panas" kata Melodi sambil mengibas-ngibaskan tangannya.


" Perasaan udah adem deh, yank"


" Udah ah, jangan tanya lagi"


Bus pun berhenti di halte berikutnya. Kenzo dan yang lainnya turun. Karena jarak rumah sakit tidak jauh dari halte, jadi mereka memutuskan untuk berjalan kaki saja.


Keyra dan Dira melepas paper bag dari kepala Gian dan juga Tristan. Karena mata-mata jahat sudah tidak banyak lagi. Mereka melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah sakit.


Sampai di lobi rumah sakit, Gian dan Tristan berpapasan dengan 'Bokap' mereka.


" Kiran" panggil Daffin sambil berlari menghampiri Kiran.


" Jaga jarak" kata Tristan pada Daffin.


" Kenapa harus jaga jarak?" tanya Daffin.


" Karena kamu banyak kumannya, jadi harus di sterilkan dulu" kata Tristan.


" Papa, Abang Tian jahat" Adu Daffin"


Kenzo dan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat perdebatan antara Tristan dan Daffin.


" Kalian darimana?" tanya Aldi.


" Belanja Pa" jawab Gian.


" Tumben kamu mau belanja, biasanya nggak pernah mau diajak belanja" kata Aldi.


" Ya bedalah, kemarin kan yang ngajak papa, kali ini pacar aku"


" Ck..ada aja jawab ni bocah. Kamu beliin papa apa?" tanya Aldi.


" Nggak ada"


" Biarin, yuk honey kita ketemu sama calon mertua kamu " kata Gian sambil menarik tangan kekasihnya.


" Ngidam apa bini gue pas hamil tu anak" kata Aldi.


" Ciri-ciri bibit lo kan emang kek gitu" kata Gio.


" Ck.. emang bibit lo, kagak begitu"


" Nggak dong, bibit gue jauh lebih bersahabat"


" Lagi ngomongin bibit apa sih Pi?" tanya Tristan.


" Bibit pohon mangga" jawab Gio asal.


" Mangga langka" lanjut Aldi.


" Emang bibit mangga langka?" tanya Tristan lagi.


" Ada dong" jawab Gio dan Aldi berbarengan.


" Ken, Tian buruan" kata Gian.


Kenzo dan yang lain mempercepat langkah kaki mereka. Aldi dan Gio juga mengikuti langkah kaki anak-anak mereka. Ya mereka tidak mau kalah dengan anak-anak muda itu.


Mereka semua sampai di depan ruang rawat Anggun. Tanpa menunggu lama, Aldi membuka pintu kamar inap Anggun.


" Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


" Kalian sudah kembali?" kata Sinta.

__ADS_1


" Papa baru datang Ma" kata Aldi.


" Emang siapa yang ngomong sama papa" kata Sinta.


" Terus kamu ngomong sama siapa?" tanya Aldi.


" Sama putra dan menantu mama" jawab Sinta.


Setelah ada anak, suami dilupakan. Sebelum ada anak, kaulah segalanya bagiku Bee. Gerutu Aldi dalam hati.


" Wah kalian belanja banyak sekali?" kata Sisil.


" Iya Tante, Dira ada belikan satu setel pakaian untuk tante" kata Dira sambil menyerahkan satu paper bag pada Sisil.


" Terima kasih sayang" ucap Sisil.


" Untuk aku ada nggak, Ay?" tanya Tristan.


" Nggak" jawab Dira.


Wajah Tristan langsung tertunduk lesu. Semua orang yang ada di sana tertawa sekaligus kasihan melihat Tristan.


Melodi dan Keyra juga memberikan paper bag pada Anggun dan juga Sinta. Dengan senang hati kedua wanita cantik itu menerima pemberian dari calon mantu mereka.


" Jadi cuma kita para lelaki yang tidak mendapatkan paper bag?" tanya Aldi.


" Sepertinya begitu" jawab Gio.


" Kalau papa mau paper bag-nya, ntar mama kasih, ya" kata Sinta.


" Masa paper bag-nya doang?" kata Aldi.


" Lah, tadi kan papa sendiri yang bilang mau paper bag-nya doang"


" Sama isinya juga dong " kata Aldi.


" Kalau sama isinya, tunggu pas papa ulang tahun, ya" kata Sinta.


" Kelamaan itu Ma"


" Daripada papa nggak dapat sama sekali" kata Sinta.


" Sungguh tega kamu, Ma" kata Aldi dengan nada sedih.


" Nggak usah lebay, malu sama anak dan calon mantu" kata Sinta.


" Sepertinya sifat sok manja bokap lo nurun ke Lo deh, Ian " kata Tristan.


Pletak.


" Kalau ngomong itu yang bener" kata Gian sambil memukul kepala Tristan dengan majalah.


" Lo kenapa sih main KDRT mulu sama gue" kata Tristan.


" Karena kalau nggak di KDRT in, lo nggak bakal pinter" kata Gian.


" Ck.. mana ada orang korban KDRT jadi pinter" kata Tristan.


" Ada, buktinya elo" kata Gian.


Ya begitulah kalau mereka semua sudah ngumpul, ada saja yang akan menjadi perdebatan antara mereka. Namun itulah yang membuat hubungan mereka menjadi awet.


Keyra merasa bahagia berada ditengah-tengah sahabat dan juga keluarga kekasihnya. Mereka semua mau menerima dirinya dengan baik. Padahal dirinya bukanlah dari kalangan orang kaya.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2