
Manager supermarket itu kaget sekaligus shock melihat kaca jendela supermarket itu hancur. Dia tidak menyangka anak laki-laki yang ada di hadapannya itu sangat berani.
" Ini ganti rugi yang anda minta tadi nyonya" kata salah satu bodyguard Darren.
" Kalian pikir dengan uang 25 juta bisa mengganti kaca saya sudah di rusak sama bocah itu?!"
" Kami rasa kaca itu tidaklah mahal, karena kacanya tidak begitu bagus" kata bodyguard itu.
" Saya tidak mau tau, kalian harus mengganti sebanyak 50 juta"
Tawa Darren pun pecah mendengar ucapan manager supermarket itu. " Kau mau memeras ku!" kata Darren sambil memberi tatapan membunuh.
Manager supermarket itu bergidik ngeri melihat tatapan mata Darren. Dia tidak menyangka anak kecil itu punya tatapan menyeramkan seperti itu.
" Ka-kalau kalian tidak bisa menggantinya maka saya akan laporkan ke polisi"
" Silakan, saya sangat setuju sekali kalau anda melapor ke polisi. Dan saya akan bilang kalau anda ingin memeras saya. Bagaimana?"
Mendengar ucapan Darren, nyali manager supermarket itu menjadi ciut. Karena emang kenyataannya kerusakan yang di buat Darren tidaklah besar.
" Baiklah saya akan terima cek ini"
" Eits tunggu dulu, sebelum cek ini jadi milik anda. Anda harus pecat karyawan anda yang tadi, kalau tidak anda tidak akan dapat apa-apa"
" Ja-jangan pecat saya Buk" kata karyawan supermarket tadi.
" Pilihan anda cuma ada dua, pecat atau tidak dapat uang sepersen pun!"
" Mulai hari ini kamu saya pecat!"
" Good, berikan cek itu padanya"
Tubuh karyawan supermarket itu langsung lemas mendengar ucapan manager supermarket itu. Dia tidak menyangka akan dipecat dari pekerjaannya.
Darren tersenyum bahagia melihat karyawan supermarket itu di pecat. Itu hanya hukuman ringan yang dia berikan pada wanita itu.
" Untung tuan muda tidak meratakan supermarket ini?"
" Benar"
" Tapi siapa gadis kecil tadi, kenapa tuan muda membelanya?"
" Apa kau itu lupa, gadis kecil itu yang di temui tuan muda waktu di mall kemarin"
" Apa! jadi gadis kecil itu yang di suka sama tuan muda"
" Ssstt... pelankan suaramu bod*h, ntar tuan muda denger"
Sontak bodyguard itu menutup mulutnya. Dia tidak ingin tuan mudanya mendengar ucapannya tadi. Karena kalau tidak, kepalanya bisa terlepas dari tubuhnya.
" Kejadian hari ini jangan sampai ketahuan sama mommy ku" pesan Darren pada bodyguardnya itu.
" Siap tuan muda"
Kalau mommy tau aku memecahkan kaca sebuah supermarket, bisa-bisa dia menjewer kupingku lagi.
Daffin baru kembali dari mengambil ice Cream. Tapi sampai di tempat dia meninggalkan Kiran tadi, dia tidak melihat Kiran lagi di sana. Dia malah melihat seorang anak laki-laki.
" Permisi. Apa kamu melihat gadis cantik yang berdiri di sini tadi?" tanya Daffin.
Apa maksud bocah ini gadis kecil yang tadi ya.
" Kenapa anda diam?" tanya Daffin lagi.
Bukan menjawab pertanyaan Daffin, Darren malah bertanya balik. " Emang lo siapanya gadis kecil itu?"
" Aku, tentu saja calon istrinya"
Darren mengepal tangannya menahan emosinya. Berani sekali anak kecil didepannya ini bicara seperti itu.
" Heh bocah! mending kamu sekolah yang benar, baru ngomong calon istri"
" Enak saja kau bilang aku bocah"
" Emang lo masih bocah"
" Siapa bilang, aku ini sudah besar. Tau!"
" Bocah tetap bocah"
__ADS_1
" Kau juga bocah" kata Daffin.
" Tinggi kita saja berbeda, jadi siapa di sini yang bocah?"
" Baiklah, kalau kau emang sudah besar coba jawab pertanyaanku" kata Daffin.
" Baik"
" Dua ratu kali dua, bagi lima kurang tiga. Ayo berapa?" tanya Daffin.
Gila! gue mana bisa matematika.
" Nggak tau kan, tu lha nggak makan tomato " kata Daffin sambil berlalu meninggalkan Darren yang masih mematung mendengar ucapannya tadi.
Emang enak di kerjain bocah.
Darren berpikir, apa hubungannya dengan makan tomato. Beberapa detik kemudian barulah Darren tersadar kalau dia di kerjai sama bocah ingusan tadi. Dia melihat sekeliling, ternyata Daffin sudah tidak ada di sana.
" Sial! kemana perginya bocah tadi?"
Disisi lain Daffin tertawa bahagia, karena berhasil mengerjai Darren. Saat Daffin masih tertawa ada seorang gadis cantik menepuk pundaknya.
" Affin"
" Eh, princess"
" Kenapa ketawa? ada yang lucu?"
" Ia" jawab Daffin sambil menganggukkan kepalanya.
" Apa?"
" Affin habis ngerjain anak laki-laki yang sombong"
" Benarkah?"
" Hhhmm"
" Affin udah mulai aktif ya Bun" kata Kiran.
" Inces jangan ikut-ikutan Abang Tian ngomong begitu"
" Nanti nggak pintar " jawab Daffin asal.
" Ya udah pulang yuk"
" Yuk"
Kedua anak manusia itu pergi menuju kasir untuk membayar belanjaan mereka tadi. Sampai di kasir, mereka harus mengantre.
Daffin berdiri di belakang Kiran. Mata Daffin membulat sempurna melihat telinga Kiran.
" Princess"
" Hhmm"
" Kupingnya kenapa?"
" Nggak apa-apa"
" Terus kenapa merah gitu?"
" Mungkin karena panas Affin, yuk bayar" kata Kiran, karena memang sudah sampai giliran mereka.
Setelah membayar belanjaannya, mereka pun keluar dari supermarket itu. Kedua anak kecil itu pulang jalan kaki, karena jarak supermarket itu tidak terlalu jauh dari kompleks rumah mereka.
Sepanjang jalan Kiran memikirkan gimana cara menutupi telinga itu. Karena kalau sampai mommy atau Daddy-nya tau, maka pelayan tadi tidak akan selamat.
Kiran memang sengaja tidak membalas pelayan itu. Karena mommy-nya berpesan padanya, kalau dia tidak boleh memperlihatkan kemampuannya pada banyak orang.
Mereka pun sampai di rumah Daffin. Ya Kiran tadi memang dititipkan mommy-nya sama mama Daffin. Nanti sore dia baru di jemput sama Abangnya.
Pak satpam langsung membukakan pintu gerbang saat melihat kedua anak kecil itu. Setelah pintu gerbang terbuka, Kiran dan Daffin langsung masuk kedalam rumah.
" Kalian sudah kembali?" tanya Sinta setelah Kiran dan Daffin masuk ke dalam rumah.
" Hhmm"
" Banyak sekali belanjaannya, untuk mama ada nggak?"
__ADS_1
" Nggak, Affin beliin ini semua untuk princess. Bukan untuk mama"
" Masa Affin nggak ada belikan untuk mama"
" Ayolah sayang, masa sama mama kamu pelit begitu"
" Kasih aja Affin, lagi pula kita belinya kan banyak"
" Calon menantu aku memang baik"
Nggak boleh! kalau mama mau, minta beliin sama papa"
" Affin, ingat yang di bilang pak ustadz. Kalau kita pelit, nanti kuburan kita bakal sempit. Apa Affin mau nanti kuburannya sempit" kata Kiran.
" Dengerin tu, apa kata Kiran "
" Ya deh, mama boleh ambil satu"
" Nah gitu dong, itu baru anak mama"
" Emang dari dulu Affin anak mama"
Sinta pun akhirnya bergabung dengan Kiran dan Daffin. Mereka menikmati camilan sambil menonton film kartun. Walaupun yang fokus nonton cuma Daffin dan juga Kiran.
Mobil mewah milik Vandy sampai di rumah Sinta. Ya setelah dari restoran tadi, dia langsung menuju rumah Sinta. Dia akan menjemput putri kesayangannya.
Setelah suaminya memarkirkan mobil. Anggun langsung turun dari mobil. Sedangkan suami dan putranya menunggu di dalam mobil.
" Assalamualaikum" ucap Anggun saat sampai di depan pintu masuk.
" Wa'alaikum salam" terdengar jawaban dari dalam rumah. " Non Anggun, mari masuk"
Anggun masuk kedalam rumah. Dia tersenyum melihat putrinya sedang asik menonton film kartun.
" Sin"
Sinta mendengar suara yang sangat familiar di telinganya, langsung menoleh ke arah suara. Sinta menghampiri sahabatnya itu.
" Anggun, duduk dulu"
" Makasih Sin. Tapi gue cuma mau jemput Kiran, soalnya Mas Vandy sama Kenzo udah nunggu di luar"
" Yah, padahal gue mau denger ceritanya"
" Cerita apa?"
" Kenzo"
" Mereka memutuskan untuk bertunangan dulu Sin"
" Benarkah? kapan?"
" Satu bulan lagi"
" Bagus dong, gue nanti mau melamar si Keyra juga"
" Tanya sama Gian dulu, dia udah siap atau belum untuk bertunangan"
" Siap, lagi pula kemarin dia juga ngebet mau nikah"
" Berarti putra kita sama Sin. Ya udah, gue pamit pulang dulu. Makasih udah mau jagain putri gue"
" Sama-sama, lagian Kiran juga calon mantu gue"
Anggun hanya tersenyum mendengar ucapan sahabatnya itu. " Dek, yuk pulang. Daddy sama Abang udah nunggu kita di luar"
" Siap mommy" kata Kiran sambil bangkit dari duduknya.
" Pamit sama mama Sinta dulu"
" Kiran pulang dulu ya mama Sinta"
" Iya sayang"
Setelah berpamitan dengan Sinta. Anggun dan Kiran keluar dari rumah Sinta. Sampai di luar, Kiran langsung masuk ke dalam mobil. Mobil mewah milik Vandy pun melaju meninggalkan rumah Sinta.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1