Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Istana Baru


__ADS_3

Vandy sedang menikmati makan malam bersama keluarga istrinya. Selesai makan Vandy dan Papa mertuanya duduk disofa ruang tamu, sedangkan Anggun dan Mamanya sedang menyiapkan puding dan buah segar untuk para suami mereka.


Setelah memotong buah, Anggun dan Mamanya membawa puding dan buah itu untuk para suami mereka. Anggun duduk disamping suaminya.


" Apa kalian sudah melihat rumah baru kalian" tanya Wiguna.


" Rencananya sekarang sih Pa, kami akan melihat rumahnya."


" Adek juga ikut liat rumah baru Abang."


" Tentu, kita semua akan pergi melihatnya" ucap Vandy.


" Yuk, kita pergi sekarang" kata Aska.


Mereka semua berangkat melihat rumah baru yang akan ditempati sama Anggun dan Vandy nanti.


" Pah, kita berangkatnya pake mobil aku aja" ucap Vandy.


Mereka pun masuk kedalam mobil Vandy dengan Vandy sebagai Sopirnya. Mobil mewah itupun pergi meninggalkan kediaman Wiguna.


Sepanjang jalan Aska sibuk melihat jalan dan ketika melihat sesuatu benda yang asing menurut dia, pasti Aska selalu bertanya kepada Wiguna.


" Papa, Bapak itu lagi bikin apa?" tunjuk Aska pada salah satu penjual permen kapas.


" Bapak itu lagi bikin permen kapas sayang" jawab Aska.


" Emang Aska mau beli itu?" tanya Anggun.


" Emang boleh?."


" Tentu, Mas tolong berenti bentar, Aska mau beli permen kapas."


Vandy menepikan mobilnya. Setelah mobil berhenti, Anggun, Vandy dan Aska pun turun.


" Pa, Ma, kita kesana dulu ya" ucap Anggun.


" Iya, belinya jangan banyak-banyak ya Dek" kata Kiara.


" Ok, Mama."


Mereka bertiga berjalan sambil bergandengan dengan Aska berada ditengah-tengah. Semua mata orang yang ada disana terpesona melihat mereka bertiga. Gimana tidak mereka itu seperti potret keluarga kecil yang bahagia.


Sesampainya ditempat penjual permen kapas. Aska sangat senang melihat Bapak yang sedang membuat permen kapas itu. Mata Aska tidak berkedip melihat benda yang seperti benang itu.


" Aska pengen belajar membuat permen kapas?" tanya Vandy.


" Mau."


" Mas apa nggak apa-apa" ucap Anggun.


" Nggak apa-apa sayang, percaya sama Mas."


Anggun menganggukan kepalanya tanda setuju sama suaminya itu.


" Pak, boleh kami mencoba membuatnya?."

__ADS_1


" Tentu Nak" ucap sipenjual permen kapas.


Vandy memegang tangan Aska dan mereka pun mulai membuatnya. Aska terlihat sangat senang karena bisa membuat permen kapas. Beberapa permen kapas dengan berbagai macam warna sudah dibuat Aska. Anggun juga ikut bahagia melihat senyum Aska.


Setelah Aska puas Vandy pun membayar semua permen kapas yang dibuat Aska. Vandy memberikan uang yang cukup banyak untuk Bapak penjual permen kapas itu.


" Ini terlalu banyak Nak."


" Nggak apa-apa Pak itu rezeki Bapak, jadi jangan ditolak ya Pak" ucap Vandy.


" Terimakasih banyak Nak."


" Sama-sama Pak, kalau begitu kami permisi dulu Pak" kata Vandy.


" Iya Nak."


Vandy membawa 5 permen kapas yang sudah dibuat Aska tadi. Mereka bertiga pun pamit pergi sama Bapak penjual permen kapas itu. Saat diperjalan kembali kemobil Vandy teringat sesuatu.


" Sayang tunggu disini sebentar ya."


" Mas mau kemana?."


" Mas mau ketoilet sebentar" kata Vandy bohong.


Vandy pun pergi ketempat Bapak menjual permen kapas tadi.


" Pak boleh saya pinjam sebentar mesin ini Pak."


" Silahkan Nak."


" Terimakasih ya Pak."


Vandy pun bergegas pergi ketempat istrinya. Sesampai didekat istrinya, Vandy memberikan permen kapas yang dia bikin tadi.


" Nih buat kamu sayang, Mas membuat ini dengan tulus dan ikhlas, dan Mas juga mau minta maaf atas semua kesalahan Mas" sedih.


Anggun melihat suaminya sedih pun merasa tak tega. Anggun juga melihat suaminya bersungguh-sungguh meminta maaf kepadanya, apalagi suaminya memberikan permen kapas berbentuk hati.


" Aku sudah memaafkan kamu kok Mas, dan aku juga mau minta maaf karena sudah mengabaikan Mas. Apa Mas mau memaafkan aku juga."


" Tentu sayang, jauh sebelum kamu meminta maaf Mas sudah memaafkan kamu."


Vandy pun memeluk istrinya, dan Anggun pun membalas pelukan suaminya. Aska yang melihat Kakak dan Abangnya berpelukan pun ikut memeluk mereka. Anggun dan Vandy pun tertawa melihat tingkah lucu Aska.


" Yuk kita kembali kemobil, kasian Mama sama Papa udah nunggu lama" ucap Vandy.


Mereka bertiga pun berjalan kembali. Sesampainya dimobil Wiguna dan istrinya kaget melihat Aska banyak membawa permen kapas.


" Papa, ini semua Adek yang bikin."


" Waah benarkah itu."


" Iya, kalau tidak percaya tanya sama Kakak dan Abang."


" Tentu saja Papa percaya sama jagoan Papa ini?."

__ADS_1


Vandy melajukan mobilnya kembali dan melanjutkan perjalanan mereka menuju rumah baru Anggun dan Vandy.


Setelah 10 menit akhirnya mereka pun sampai dirumah baru Vandy dan Anggun. Sampai dipintu gerbang Vandy membunyikan klakson mobilnya. Security yang mendengar bunyi klakson mobil milik tuannya pun membukakan pintu gerbang.


Vandy melajukan mobilnya kedalam. Saat menuju rumah utama mata Anggun dimanjakan dengan bunga-bunga dan tempat bermain buat anak-anak dan banyak lagi.


Sesampainya dirumah utama mereka disambut sama pelayan yang ada disana. Wiguna mengagumi rumah pilihan menantunya itu.


" Yuk Ma, Pa kita masuk" ucap Vandy.


Mereka masuk kedalam. Anggun dibuat takjub dengan desain ruang keluarga yang ada dirumah barunya itu.



" Kalau Mama sama Papa mau berkeliling silakan" ucap Vandy.


Wiguna dan istrinya pun pergi berkeliling melihat rumah baru anaknya itu. Sedangkan Anggun dan Vandy melihat kamar utama yang akan mereka tepati nanti. Vandy dan Anggun sampai didepan pintu kamar utama, Anggun pun mebuka pintu kamarnya. Saat pintu terbuka Anggun sangat takjub melihat kamarnya.


" Kamu suka sayang."


" Suka banget Mas."


" Apa rumah ini nggak terlalu besar Mas, kita kan cuma tinggal berdua."


" Nggak kok sayang, lagian nanti ada pelayan, tukang kebun, Security, dan anak-anak kita nantinya."


Wajah Anggun seketika bersemu merah, mendengar suaminya menyebut kata anak-anak. Vandy yang melihat istrinya malu-malupun semakin ingin menggoda istrinya itu.


" Sayang, kamu mau punya anak berapa?" bisik Vandy.


" Dua aja Mas."


Anggun melihat kamar mandi serta walk in closet yang ada dikamarnya itu. Setelah puas melihat-lihat, mereka pun turun lagi kebawa.


Wiguna dan istrinya juga sudah puas berkeliling.


" Rumah Kakak bagus" kata Aska.


" Makasih Dek" ucap Anggun.


" Apa nanti Adek boleh main kesini?."


" Tentu, kapanpun Adek mau."


" Yeeyyy, Kakak memang yang terbaik."


Waktu sudah menunjukkan puku 9 malam. Vandy, istri dan mertuanya memutuskan untuk pulang kekediaman Wiguna. Mulai besok Anggun dan Vandy akan benar-benar menjalani kehidupan yang baru.


To be continue...


Rumah mewah Vandy dan Anggun.



Author udah UP 3 Bab ya, jadi jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author, dengan cara Like, Komen dan kalau bisa Votenya juga ya.. 😉😉😉

__ADS_1


Happy Reading Guys... 😉😉😉


__ADS_2