
Sore hari.
Kenzo dan Kiran pamit pulang, karena mommy dan Daddy mereka sudah pulang. Kenzo melajukan motornya meninggalkan rumah Gian.
Sampai di rumah, Kiran langsung masuk kedalam rumah, sedangkan Kenzo pergi mengembalikan kunci motornya Om Tito yang dia pinjam tadi. Setelah itu Kenzo masuk kedalam rumah.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Abang mandi dulu ya Mom" pamit Kenzo.
Kenzo menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai di kamarnya, Kenzo bukannya langsung mandi, dia malah mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.
" Hallo, Assalamualaikum" terdengar suara lembut dari seberang sana.
" Wa'alaikum salam, semalam kok pergi gitu aja?"
" Sorry , semalam aku buru-buru"
" Emang mau kemana sampai nggak bisa pamit gitu"
" Ibu nya Keyra sakit"
"Sakit apa?"
" Demam"
" Oh"
" Ken"
" Hhmm"
" Jas nya besok aku kembalikan ya?"
" Nggak apa-apa, simpan ja dulu"
" Ya udah, teleponnya aku tutup dulu ya, assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Panggilan pun berakhir.
Kenzo meletakkan kembali ponselnya di atas nakas, kemudian dia mengambil handuk dan pergi ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Sampai di kamar mandi Kenzo memikirkan gimana cara untuk menyatakan perasaannya pada Melodi.
Apa ini tidak terlalu cepat?, apa Melodi akan menerima cintanya.
Begitu banyak pertanyaan yang muncul di kepala Kenzo. Dia takut kalau cintanya hanya bertepuk sebelah tangan. Kalau itu terjadi rasanya pasti sangat sakit.
Kenzo mengguyur tubuhnya di bawah dinginnya air shower. Kenzo berharap setelah dia mandi, pikirannya akan kembali jernih. Dia juga akan minta solusi dari mommy dan daddy nya.
Selesai mandi dan berpakaian, Kenzo turun kebawah untuk menemui kedua orangtuanya. Sesampainya di bawah Kenzo mencari mommy dan daddy nya.
" Dek, mommy sama daddy kemana?"
" Di kamar" jawab Kiran.
" Tumben mommy masih di kamar"
Tak berselang lama yang di tunggu pun datang. Anggun dan sang suami duduk di sofa yang ada di sana.
" Mom"
" Hhmm"
" Abang mau cerita" kata Kenzo.
" Cerita apa?" tanya Anggun.
__ADS_1
" Soal teman Abang"
" Emang Abang punya teman?" tanya sang daddy.
" Punya lah, masa nggak!"
" Cerita lah" kata Anggun.
" Gini, teman Abang itu suka sama cewek. Tapi dia ragu untuk mengungkapkan perasaannya pada cewek itu. Dia takut kalau cintanya bertepuk sebelah tangan"
" Maksud Abang, temannya itu takut di tolak?" tanya Vandy.
" Iya Dad"
" Berarti teman Abang itu cemen, masa belum perang aja udah nyerah" kata Vandy.
" Dia bukan menyerah" kata Kenzo.
Vandy melirik putranya itu. Dia tau kalau yang di ceritakan sama putranya itu bukan orang lain, tapi kisahnya dia sendiri.
Ternyata anakku tidak membelok.
Vandy menepuk pelan pundak putranya. "Bilang sama temen Abang, coba dulu ungkapkan perasaannya itu, masalah di terima atau nggak urusan nanti. Daddy yakin cewek itu juga punya perasaan yang sama sama teman Abang. Karena daddy yakin tidak ada yang bisa menolak pesona teman Abang itu"
" Ck.. daddy kek cenayang aja"
" Emang teman Abang itu tampan?" tanya Anggun.
" Tentu saja mommy" jawab Kenzo.
Vandy tersenyum mendengar jawaban putranya itu. Dia tambah yakin kalau putranya itulah yang sedang jatuh cinta.
" Kalau daddy boleh tau, siapa cewek yang di suka teman Abang itu?" tanya Vandy.
" Melodi, putrinya Om Agatha" jawab Kenzo.
Akhirnya, tidak perlu susah payah menjodohkan mereka berdua.
" Nggak Mom" jawab Kenzo.
Bagaimana bisa teman Kenzo suka sama Melodi?, Apa Kenzo tidak suka sama Melodi?, Sepertinya perjodohan mereka akan gagal. gumam Anggun dalam hati.
" Sabar ya sayang, mungkin dia bukan jodoh kamu" kata Anggun sambil mengelus rambut sang putra.
" Maksud mommy?" tanya Kenzo.
" Tidak apa-apa" jawab Anggun sambil tersenyum pada sang putra.
Vandy tersenyum melihat tingkah sang istri. Bagaimana bisa istrinya itu tidak tau, kalau yang dalam cerita itu adalah putranya sendiri.
" Daddy dukung teman Abang. Bilang juga sama teman Abang itu, kalau dia harus cepat mengungkapkan perasaannya itu, kalau tidak dia bisa kecolongan"
" Iya Dad, ntar Abang kasih tau sama dia"
" Bilang juga sama teman Abang itu, kalau mau nembak cewek itu, usahakan di lapangan dan di depan orang banyak" saran Vandy.
" Kenapa harus di depan orang banyak?" tanya Kenzo.
" Karena cewek itu suka hal yang berbau romantis, jadi kalau teman Abang melakukan itu, daddy yakin cewek itu akan klepek-klepek "
" Ntar Abang bilang sama dia"
" Lebih cepat, lebih bagus" kata Vandy.
" Siap daddy"
Anggun heran melihat suaminya, teman Kenzo yang mau mengutarakan perasaannya, tapi kenapa suaminya yang bahagia.
Kenzo menghabiskan waktu sorenya dengan bercengkrama dengan kedua orang tuanya. Kenzo akan melakukan apa yang di sarankan daddy nya tadi.
Malam hari.
__ADS_1
Selesai makan malam, Melodi langsung ke kamarnya. Sampai di kamarnya Melodi duduk di sofa yang ada di sana. Melodi memikirkan ucapan mami nya tadi pagi.
"Apa harus aku yang mengatakan perasaan aku duluan pada Kenzo?, tapi dia tidak suka sama aku?" Melodi bermonolog.
Ditolak!, itulah hal yang di bayangkan Melodi pertama kali. Tidak hanya hatinya yang hancur, tapi harga dirinya sebagai perempuan juga akan hancur.
Di luar sana banyak cewek yang mengantre untuk jadi kekasih Kenzo. Siapa yang bisa menolak pesona yang luar biasa seperti Kenzo.
" Ya Allah bantulah hamba mu yang payah dalam hal cinta ini"
Melodi teringat akan Dira anak walikota itu. Dimana Dira dengan percaya dirinya menembak Tristan di depan orang banyak, tanpa memikirkan akan di tolak sama Tristan.
" Baiklah, nggak peduli gimana nantinya aku harus ungkapkan perasaan ku pada Kenzo. Walaupun kemungkinan besar aku akan di tolak, tapi setidaknya Kenzo tau perasaan ku padanya. Semangat Melodi, kamu pasti bisa" kata Melodi menyemangati dirinya sendiri.
Melodi membaringkan tubuhnya di atas kasur empuk miliknya. Melodi mematikan lampu kamarnya, kemudian mengganti dengan lampu tidur.
Dia mencoba memejamkan matanya, tak berselang lama Melodi pun terlelap, Melodi berharap besok pagi dia mempunyai semangat untuk bertempur.
Pagi hari.
Melodi sudah bangun dari tidurnya, Dia bersiap mau berangkat ke sekolah. Melodi melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Selesai mandi tubuh Melodi terasa segar, Melodi seperti mendapatkan tenaga yang berlipat ganda. Melodi berjalan menuju walk in closet untuk mengambil pakaiannya.
Setelah selesai memakai seragam sekolahnya. Melodi memakai bedak baby ke wajahnya, tidak lupa dia mengoleskan lip tint ke bibirnya. Setelah selesai Melodi turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.
" Morning Mih, Pih"
" Morning sayang"
Seperti hari-hari biasanya, mami Melodi melayani suami dan putri kesayangannya itu. Mereka mulai menyantap sarapan mereka masing-masing.
Selesai sarapan, Melodi pamitan sama mami dan papinya. Melodi mencium kedua tangan mami dan papinya secara bergantian.
" Berangkat dulu ya Mih, Pih"
" Hati-hati di jalan, jangan ngebut-ngebut bawa mobilnya"
" Siap Mih, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Melodi melajukan mobilnya meninggalkan rumahnya, menuju sekolahnya. Ya semenjak papinya membongkar siapa dia, Melodi sudah membawa mobil ke sekolah.
Kediaman Vandy.
Selesai sarapan Kenzo berpamitan sama mommy dan daddy nya. Kenzo mencium kedua tangan kedua orang tuanya secara bergantian.
" Abang berangkat dulu "
" Hati-hati di jalan, dan semoga berhasil" kata sang daddy.
" Maksud daddy?"
" Nggak ada maksud apa-apa, daddy cuma memberi semangat pada putra Daddy" kata Vandy sambil tersenyum pada putranya itu.
" Jalan dulu ya mom, dad. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Kenzo melajukan motornya meninggalkan rumahnya. Sepanjang jalan Kenzo memikirkan ucapan Daddy tadi.
Apa Daddy tau kalau aku yang akan menembak Melodi?.
To be continue..
Jangan lupa mampir ke novel Author yang baru, di favorit in ya😉😉
Untuk yang sudah mampir Author ucapkan Gomawo 😘😘
__ADS_1
Happy Reading