
Setelah menghabiskan rujak yang dibeli Bik Romlah. Reno meminta keinginan yang aneh-aneh lagi.
" Bik, aku mau makan pake ikan asin sama pete."
" Aden nggak lagi sakitkan Den."
" Nggak Bik, aku sehat-sehat aja."
" Kalau Aden nggak sakit kenapa Aden suruh Bibik masak masakan yang Aden paling nggak suka?."
Ya Reno memang paling nggak suka makan pete sama ikan asin. (Author: " Buat Author aja pete sama ikan asinnya.. 😁😁).
" Aku juga nggak tau Bik, lagi pengen aja makan itu."
" Apa Aden lagi ngidam?."
" Maksud Bibik aku hamil begitu?!."
" Bukan Aden, mungkin Kakak Aden terus Aden yang ngerasain ngidamnya."
" Emang bisa begitu Bik?, tapi Kakak aku kan nggak lagi hamil Bik."
" Iya juga ya Den, ya sudah Bibik mau bikin masak dulu."
Bik Romlah pamit masak kedapur, sedangkan Reno kembali kekamarnya. Sepanjang jalan Reno masih memikirkan ucapan Bik Romlah. Reno teringat akan cewek yang pernah tidur dengannya.
" Apa mungkin cewek itu hamil?."
Flash On.
Reno sedang menghadiri pesta ulang tahun salah satu temannya disebuah Club malam terbesar dikota itu.
" Lo nggak minum Ren?" tanya Radit temannya Reno.
" Bole tapi gue minum soda aja."
" Cemen banget lo, hari gini masih minum soda."
" Biarin, buruan ambil soda buat gue."
Radit mengambilkan minuman soda buat Reno.
" Ni minuman lo."
Reno meneguk minuman soda yang diberikan Radit tadi. Radit duduk disamping Reno tak berselang lama tubuh Radit sudah roboh tak sadarkan diri.
" Dit bangun, woy Radit" panggil Reno sambil menggoyangkan tubuh Radit.
Selang beberapa menit tubuh Reno terasa panas. " Sial minuman gue udah dikasih obat."
Reno mencoba menahan panas didalam tubuhnya. Reno masuk kedalam kamar yang ada diclub itu. Sesampainya didalam kamar Reno merebahkan tubuhnya diatas kasur. Tak berselang lama datang seorang wanita keadaannya juga sama seperti Reno.
Wanita itu naik keatas kasur dan membaringkan tubuhnya disebelah Reno, mungkin karena pengaruh obat Wanita itu mencium bibir Reno. Wanita itu melepaskan pakaian yang dia pakai.
" Panas, tolong aku badan aku panas semua."
Karena Reno dan wanita itu sama-sama dikasih obat peransang maka Reno pun tidak bisa menahan hasratnya. Saat Reno mau memasukan pusakanya, Reno begitu kesusahan.
" Aww sakit, pelan-pelan bodoh" racau wanita itu.
Tidak berapa lama akhirnya Reno berhasil memasukkan pusakanya kedalam milik inti sang wanita itu. Rasa sakit yang dirasakan wanita itu berganti dengan suara desah*n yang sangat merdu terdengar ditelinga Reno. Setelah sama-sama sampai kepuncak Reno menumpahkan benihnya kedalam rahim wanita itu.
__ADS_1
Keesokan harinya Reno terbangun dari tidurnya dan dia melihat seorang wanita cantik tidur disebelahnya. Reno mengingat-ngingat kejadian semalam, Reno bagun dari tidurnya dan Reno melihat ada noda darah disprei, Bibir Reno terangkat keatas membentuk sebuah senyuman.
Reno membersihkan dirinya kekamar mandi. Setelah mandi Reno mendapatkan telpon dari asistensinya ada masalah di perusahaannya. Reno pun mamakai pakaiannya. Reno mencium kening wanita itu.
" Tunggu aku kembali, aku pasti akan bertanggung jawab" ucap Reno dan mencium bibir wanita itu sekilas.
Reno meninggalkan wanita itu sendirian disana, dan pergi keperusahaannya. Setelah 1 jam Reno pergi dan saat dia kembali kekamar yang ditempatinya semalam. Reno tidak melihat wanita itu disana.
" Sial, kemana perginya wanita itu. Aku harus mencarinya, aku harus bertanggung jawab."
Reno berusaha mencari wanita itu tapi tidak pernah ketemu.
Flash Off.
Terakhir Reno melihat wanita itu diacara resepsi pernikahan Anggun dan Vandy.
" Apa kamu sedang hamil sekarang? aku harus menemui kamu secepatnya.. Kia?."
Ya wanita yang tidur sama Reno kemarin itu adalah Kia. ( Para Readers udah tau duluan Reno, kamu mah ketinggalan..😂😂).
Reno berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Hari ini Reno akan mencari Kia. Reno mandi cuma 5 menit alias mandi kilat. Reno mengambil kunci mobilnya. Saat melewati ruang tamu langkah Reno terhenti karena suara Bik Romlah.
" Aden mau kemana?, masakannya udah jadi tu."
" Nanti aku makan Bik, aku lagi buru-buru sekarang."
Reno melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya menuju Apartemen Kia. Reno menambah kecepatan mobilnya, untung suasana Siang itu lagi sepi jadi Reno bisa cepat sampai diapartemen Kia.
Reno sampai diapartemen Kia. Reno masuk kedalam lift dan menekan angka 7. Ya Reno tau Kia tinggal diapartemen lantai 7 dari orang suruhannya. Sesampainya dilantai 7 dengan cepat Reno memencet bel yang ada disana.
Ting nong...
" Mau cari siapa?."
" Maaf, apa Kia nya ada?" tanya balik Reno.
" Nggak ada orang yang bernama Kia disini" jawab orang itu.
" Tapi saya tau dulu dia tinggal disini?."
" Oh mungkin maksud Mas, mbak yang tinggal disini dulu ya?."
" Iya mbak, apa mbak tau dia tinggal dimana sekarang?."
" Saya nggak tau Mas, setau saya dia tinggal sama suaminya."
" Su-suami, maksud mbak dia sudah menikah?."
" Iya Mas, suaminya tampan dan juga baik lagi."
" Makasih ya mbak informasi nya."
" Iya Mas, sama-sama."
Reno pergi meninggalkan Apartemen itu dengan kecewa dan sakit hati. Sepanjang jalan Reno memikirkan apa benar Kia sudah menikah. Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Sampai dijalan yang agak sepi Reno menghentikan mobilnya.
" Aaaaarrrrgggg brengsek, brengsek" umpat Reno sambil memukul stir mobil.
Ditempat lain.
Kia baru selesai berbelanja bersama Bryan. Mereka banyak membeli baju, peralatan mandi, dan banyak lagi.
__ADS_1
" Apa kita nggak terlalu banyak ni belanjanya?" tanya Kia.
" Nggak kok sayang, lagian ini juga masih kurang" jawab Bryan.
" Kurang, belanja sebanyak ini kamu masih bilang kurang?!."
" Iya " jawab Bryan sambil tersenyum.
" Ck.. dasar kamu ini."
" Sayang sini aku bawa belanjaannya, aku nggak mau kecapekan."
" Nggak apa Bryan aku kuat kok."
" Jangan keras kepala sayang, mulai sekarang kamu harus nurut sama aku."
" Ya ya baiklah, kamu rajanya disini."
Bryan tertawa karena sudah membuat tunangannya itu marah. Bryan melajukan mobilnya meninggalkan Mall.
" Sayang apa kamu nggak bisa memanggil aku dengan sebutan yang romantis juga."
" Eh, apa itu juga perlu."
" Iya, aku juga pengen kamu manggil aku dengan sebutan yang romantis bukan cuma manggil nama aku aja."
" Karena kamu orangnya lucu dan menggemaskan maka aku akan memanggil kamu dengan Cutie Pie, Gimana?."
" Aku suka, jadi mulai sekarang kamu harus manggil aku Cutie Pie."
" Ok Cutie Pie ku."
Bryan sangat bahagia mendengar panggilan sayang dari tunangannya itu. Tak terasa mereka pun sudah sampai dirumah. Reno memakirkan mobilnya. Setelah itu dia menyuruh Kang Asep membawa belanjaan kedalam.
" Aden sama nona sudah pulang?."
" Sudah Bik, tolong ambilin minum buat nona ya Bik" ucap Bryan.
" Baik Den."
Bik Jum pergi kedapur untuk mengambilkan minum buat Kia. Bryan dan Kia duduk disofa ruang tamu.
" Sayang kamu capek ya, sini kakinya aku pijitin."
" Aku nggak apa-apa Cutie Pie."
Bryan tidak menghiraukan ucapan Kia. Bryan mulai memijat kaki Kia. Kia merasa sangat bahagia karena dicintai oleh Bryan. Tanpa permisi air mata Kia jatuh tanpa permisi dan mengenai tangan Bryan.
" Sayang, kamu nangis."
Kia tidak bisa menahan lagi, tangisnya pun pecah.
" Hei kamu kenapa sayang, apa aku mijatnya terlalu kencang."
Kia menggelengkan kepalanya. Kia pun memeluk Bryan sangat erat. Bryan membalas pelukan orang yang dia cintai itu.
To be continue..
Author udah UP 2 bab ya, sekarang Author minta dukungannya dari para Readers tersayang. Like, Komen. Kalau bisa kasih Votenya juga yaaa... 😉😉😉
Happy Reading Guys.. 😉😉😉
__ADS_1