
Nyonya sang empunya mansion kaget melihat para maid dan juga para bodyguard membawa boneka dalam gendongan mereka.
" Boneka milik siapa itu?" tanya sang nyonya besar.
" Milik tuan muda nyonya"
" Sebanyak ini?"
" Iya nyonya"
" Anak itu, apa dia mau bikin toko boneka. Dan lagi dia kan laki-laki, kenapa membeli banyak boneka sebanyak ini?"
" Kami juga nggak tau nyonya, tuan muda hanya memerintahkan kami untuk membawa boneka-boneka ini ke kamarnya"
" Sekarang dimana anak nakal itu?" tanya sang nyonya.
" Didepan nyonya"
" Baiklah, lanjutkan pekerjaan kalian kembali"
Sang empunya mansion berlalu pergi meninggalkan para maid itu. Dia akan menemui putranya yang nakal itu. Sedangkan para maid melanjutkan kembali pekerjaan mereka.
" Darren Evan Danendra!"
Deg.
Sang empunya nama langsung menoleh kearah suara yang memanggil namanya.
" Mommy" sahutnya.
" Kamu mau buka toko boneka, hhmm?!" tanya sang mommy sambil menjewer kuping putra satu-satunya itu.
" Awww..sakit Mom"
" Ini hukuman untuk kamu, karena kamu selalu bikin repot para maid"
" Mereka di gaji untuk kerja kan Mom"
" Iya, tapi bukan untuk mengangkat boneka-boneka itu"
" Ayolah Mom, boneka ini punya calon mantu mommy"
" Jangan ngasal kamu kalau ngomong?"
" Siapa yang ngasal Mom"
" Siapa gadis itu? dan darimana asalnya?"
" Aku juga nggak sempat tanya Mom. Lagipula waktu aku mau deketin dia, dia malah kabur"
Tawa sang mommy pun pecah, dia tidak menyangka putranya akan di cuekin sama seorang cewek.
" Mungkin dia pikir kamu demit" kata sang mommy masih dengan tawanya.
" Ck.. mana ada demit tampan kek aku Mom"
" Tu buktinya ada, sampai-sampai cewek itu lari liat kamu"
" Mommy ngeseliiiin banget tau nggak?!" kesal Darren sambil berlalu pergi meninggalkan sang mommy.
" Eh, mau kemana?"
Darren tidak mendengarkan ucapan sang mommy. Dia terus berjalan masuk ke dalam rumah. Sang mommy pun mengejar putranya itu.
" Ck.. tampan-tampan ambekan"
" Biarin"
" Ingat apa kata Daddy kamu, kalau nilai kamu masih jelek di sekolah" kata sang mommy me-jedah ucapannya.
" Tau, aku bakal di kirim ke luar negeri"
" Anak pinter. Sekarang kamu belajar, supaya nilai kamu itu bagus. Mommy heran, kenapa kamu itu nggak sepintar mommy dan juga daddy?"
__ADS_1
" Mungkin dulu dia tertukar saat di rumah sakit Mom" kata sang daddy yang muncul entah dari mana.
" Sembarangan aja daddy kalau ngomong" kata sang istri.
" Hehe.. becanda Mom, jangan marah gitu dong?"
" Tukar tambah aja Daddy-nya Mom" kata Darren sambil mengambil langkah seribu.
" Darren! dasar anak nakal kamu ya. Seenaknya saja ngomong tukar tambah daddy. Awas kamu, Daddy kirim ke Afrika"
" Aku pengin ngerasain punya daddy baru juga Dad" teriak Darren lantai dua.
" Liat tu Mom, putra kamu"
" Jangan lupa Dad dia juga putra kamu. Enak aja bilang cuma putraku, bikinnya berdua gitu kok"
" Iya mommy, kalau sendiri nggak bakal jadi mah kecambahnya"
" Daddy mandi dulu sana, jangan deket-deket mommy kalau belum wangi" kata sang istri sambil berlalu pergi meninggalkan suaminya.
" Ternyata sifat nakalnya Darren itu berasal dari kamu, Mom"
" Daddy ngomong apa barusan?"
" Ng-nggak ada ngomong apa-apa. Mommy salah dengar kali"
" Awas ya Dad kalau kamu berani ngomongin mommy di belakang. Mommy tukar tambah beneran Daddy" kata sang istri sambil mengunci pintu kamarnya.
" Punya istri gini banget ya, untung sayang"
Daddy Darren terpaksa pergi ke kamar tamu, karena pintu kamarnya sudah di kunci dari dalam oleh sang istri. Jadi mau nggak mau dia harus nginap di kamar tamu malam ini.
Sedangkan di kamarnya Darren sedang melihat semua boneka bewarna kuning itu. Para maid-nya melakukan pekerjaan dengan baik. Semua boneka itu tertata rapi di sana.
" Ingat! bersihkan boneka ini selalu. Saya tidak mau ada debu sedikit pun menempel di sana. Karena boneka ini sangat berharga bagi saya"
" Baik tuan muda"
Para maid itu saling lirik, mereka memang mempunyai anak perempuan. Tapi anak mereka kan sudah pada kuliah, jadi mana mungkin putri mereka main boneka lagi.
" Kenapa kalian diam saja? apa kalian memang berniat untuk mencuri boneka-boneka ini"
" Ti-tidak tuan muda. Lagi pula kami mana berani mencuri"
" Bagus, karena saya tidak akan membiarkan pencuri tinggal dan bekerja di mansion saya. Sekarang kalian boleh keluar"
Para maid itu pamit undur diri pada tuan muda mereka. Sampai di luar mereka menghirup udara banyak-banyak, karena di dalam kamar tadi mereka merasa sesak. Apalagi melihat tatapan mata tuan muda mereka yang bak elang siap memangsa buruannya.
Aku akan memilikimu gadis kecil. Karena hanya kau yang pantas bersanding denganku.
Kediaman Vandy.
Selesai makan malam, seperti biasa Vandy dan keluarga kecilnya berkumpul di ruang keluarga. Mereka akan membahas masalah penting. Seperti biasa, Kiran tidak mau ikut campur dengan urusan orang dewasa.
" Mommy bilang sama Daddy, kalau Abang dan Melodi sudah sepakat untuk bertunangan?"
" Iya Dad"
" Baiklah, nanti Daddy akan bilang sama papi Melodi"
" Jadi kalian nikahnya setelah lulus SMA atau kuliah?"
" Mungkin SMA Dad"
" Baiklah, nanti Daddy akan ngomong sama papi Melodi. Oh iya, bukannya Abang tadi terima lapor"
" Hhmm"
" Bagaimana hasilnya?"
" Abang juara satu di kelas, dan juara umum di sekolah Dad"
" Bagus, Daddy sangat bangga sama Abang. Teruslah seperti ini"
__ADS_1
" Terima kasih Dad"
Hening.
" Daddy" panggil Kiran.
" Hhmm"
" Kalau adek dapat peringkat satu di kelas, Daddy mau kasih hadiah apa?" tanya Kiran.
" Apapun yang adek mau, daddy akan kasih"
" Beneran ya"
" Iya"
" Promise"
" Promise, princess sayang" ucap Vandy.
" Mommy sama Abang saksinya ya, kalau Daddy mau kasih hadiah apapun yang adek mau"
" Abang siap jadi saksi untuk adek nanti" kata Kenzo.
" Mommy juga siap jadi saksi adek nanti"
" Daddy dengerkan itu, adek punya saksi yang sangat kuat"
" Baiklah, sekarang princess bilang mau hadiah apa dari Daddy"
" Adek mau di bikinkan tempat latihan menembak di belakang rumah"
Vandy dan yang lain kaget mendengar permintaan Kiran. Mereka tidak menyangka Kiran akan meminta hal seperti itu.
" Apa adek yakin?" tanya Anggun.
" Yakin Mommy"
" Kalah kamu Bang sama adek"
" Emang Daddy pikir Abang tidak bisa menembak"
" Emang Abang nggak bisa menembakkan?"
" Tentu saja bisa, memanah pun Abang bisa kali Dad"
" Sejak kapan Abang bisa nembak dan memanah"
" Udah 3 tahun yang lalu Dad"
" Kenapa Abang nggak pernah bilang sama daddy"
" Karena Abang nggak suka pamer Dad. Abang lebih suka praktek langsung"
" Kamu dengarkan sayang, anak-anak kita memang berbakat"
" Hhhmm, tapi mommy berharap kalian tidak terlalu memperlihatkan kemampuan kalian, terutama adek"
" Siap mommy, adek akan menggunakan kekuatan adek saat darurat saja"
" Begitu lebih baik sayang. Karena mommy tidak ingin kalian berdua terluka"
Kenzo dan Kiran memeluk mommy tersayang mereka. Anggun membalas pelukan kedua anaknya. Ada rasa takut yang menghinggapi hatinya, terlebih pada putri kecilnya itu. Tapi dia berdoa semoga kedua anaknya selalu dilindungi sama yang maha kuasa.
To be continue.
Sebelumnya Feby mengucapkan Gomawo untuk support yang sudah kalian berikan pada Feby. Semoga level karya Feby cepat naik kembaliππ
Kisah Kenzo cs mungkin akan segera end, dan Feby akan fokus ke kisah Kiran, Daffin dan juga si tuan muda. Tapi Feby akan bikin di buku baru. Karena di buku ini chapter nya sudah banyak.
Menurut kalian gimana Reader terzayang? beri masukkan kalian di kolom komentar ya ππ
Happy Reading ππ
__ADS_1