Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Cukup banyak yang meragukan kemampuan Kiran. Bagaimana tidak, mereka jauh lebih besar dari Kiran dan sangat susah bagi mereka mendapatkan sabuk hitam. Sedangkan Kiran masih kecil sudah memegang sabuk hitam. Kiran tersenyum melihat murid-murid yang meragukan kemampuannya itu.


" Baiklah, sekarang kalian semua ganti pakaian dulu" kata sang guru.


Para remaja yang kontra dengan Kiran pergi menuju ruang ganti. Mereka tidak sabar ingin mengalahkan gadis kecil itu. Karena mereka yakin Kiran memegang sabuk hitam itu karena menggunakan kekuasaan kedua orangtuanya.


Kenzo menghampiri adik kesayangannya itu, diikuti oleh kedua sahabat dan juga kekasihnya. Kenzo memeluk adik kecilnya itu.


" Sejak kapan?" tanya Kenzo setelah sampai di depan adiknya itu.


" Sudah lama" jawab Kiran sambil tersenyum pada abangnya.


" Inces benar-benar penuh kejutan" kata Tristan.


" Kenapa adek nggak bilang sama Abang?" kata Kenzo.


" Daddy bilang biar jadi kejutan untuk Abang" jawab Kiran.


" Abang bukan terkejut lagi, tapi udah mau stroke ringan" kata Kenzo.


Vandy dan Anggun menghampiri putri kesayangannya itu.


" Adek ganti baju dulu gih" kata Vandy.


" Princess bisa melawan mereka semua?" tanya Tristan.


" Insya Allah bisa Abang Tian" jawab Kiran.


" Ntar kalau udah nggak kuat, lambaikan tangan ke kamera ya" kata Tristan.


" Lo pikir Inces sedang uji nyali" kata Gian.


" Kan uji nyali juga namanya. Walaupun uji nyalinya bukan versi horor" kata Tristan.


" Ya udah, adek ganti baju dulu gih" titah Kenzo.


" Siap Abang"


Kiran berjalan menuju ruang ganti. Anggun menatap kepergian putri kecilnya itu. Ada rasa cemas yang menghinggapi hati Anggun. Dia takut putrinya terluka.


" Sayang" panggil Vandy.


" Hhmm"


" Kamu kenapa?"


" Nggak apa-apa Mas"


Vandy tau apa yang dipikirkan oleh istrinya itu. Dia memeluk sang istri. " Adek pasti bisa mengalahkan para anak muda itu"


" Hhhmm"


" Sekarang kita pergi ke arena pertandingan" ajak Vandy.


Mereka semua pergi menuju area pertandingan. Semua persiapan untuk pertandingan sudah selesai. Sekarang tinggal menunggu para peserta saja.


Para remaja putra tadi sudah selesai mengganti pakaian mereka. Sekarang mereka sudah siap untuk bertanding melawan Kiran. Mereka berjalan menuju arena pertandingan.


Semua orang di sana terpesona melihat kecantikan gadis kecil itu. Walaupun Kiran masih kecil, tapi kecantikannya sudah terlihat jelas, bahkan Aura Kiran benar-benar keluar.



Kiran berjalan menghampiri keluarganya. Vandy tersenyum pada putri kesayangannya itu.


" Adek sudah siap?" tanya Vandy.

__ADS_1


" Siap Daddy"


Vandy menggandeng tangan putrinya menuju arena. Kemudian yang lain mengikuti dari belakang.


Sampai di arena Kenzo cs dan kekasihnya mencari tempat duduk yang paling depan. Begitu juga dengan Vandy, istri dan para sahabatnya.


Suara riuh penonton sudah menggema di dalam ruangan itu. Para remaja itu memandang rendah Kiran. Mereka tidak tau seberapa besar kekuatan gadis kecil yang mereka remehkan itu.


Para penonton duduk di kursi yang sudah di sediakan di ruangan pertandingan itu. Mereka semua mulai berbisik-bisik tentang pertandingan nanti.


" Kita taruhan yuk?" ajak salah satu penonton.


" Yuk, gue bertaruh untuk gadis kecil itu"


" Apa lo nggak salah?" tanya teman orang itu.


" Tidak, gue yakin gadis kecil itu pasti akan menang"


" Kenapa lo bisa seyakin itu?"


" Lo nggak liat aura yang di keluarkan gadis kecil itu"


" Sudah-sudah, sekarang serahkan uang taruhan kalian"


Para peserta sudah berada di arena. Para penonton sangat antusias. Apalagi para pria dewasa yang melakukan taruhan tadi.


" Penonton harap tenang, karena pertandingan ini akan segera kita mulai"


Semua penonton diam, mereka tidak ingin di usir keluar ruangan pertandingan itu. Setelah semua penonton tidak bersuara lagi, panitia memulai lombanya.


" Baiklah, para peserta silakan naik ke atas ring arena"


Kiran dan salah satu remaja cowok itu naik keatas ring arena. Sebelum pertandingan mereka memberi salam satu sama lainnya. Remaja cowok itu menatap tidak suka pada Kiran.


" Lo tenang aja gadis kecil, gue tidak akan memukul dengan kuat" kata remaja yang diketahui bernama Hendra itu.


" Mulai!"


Tanpa menunggu lama, Hendra langsung menyerang Kiran. Tentu saja dengan cepat gadis kecil itu menghindar, sehingga serangan Hendra tidak mengenai dirinya.


" Jangan cuma menghindar, ayo balik serang" kata Hendra yang mencoba memprovokasi Kiran.


" Jangan coba-coba memprovokasi saya"


Para penonton ikut tegang melihat pertandingan itu. Mereka semua mencemaskan gadis kecil itu. Sedangkan orang yang mereka cemaskan itu terlihat santai-santai saja.


" Adek! udah cukup main-mainnya, sekarang cepat selesaikan pertandingannya" teriak Vandy.


Kiran tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Dia tidak ingin membuang-buang waktu lagi. Dia akan membuktikan kepada orang-orang yang merendahkan dirinya itu, kalau dia memang mempunyai bakat. Bukan memanfaatkan kekuasaan kedua orangtuanya.


" Baiklah, permainannya kita cukupkan sampai disini" kata Kiran sambil membuat gerakan memutar tubuhnya.


Hendra tersungkur ke lantai, karena mendapat serangan mendadak dari Kiran. Penonton kaget melihat Hendra yang sudah tersungkur dilantai ring arena.


Para remaja cowok yang meremehkan Kiran tadi menjadi pusat. Entah kenapa nyali mereka sekarang seakan menciut, mereka tidak menyangka Kiran bisa menumbangkan Hendra dengan satu serangan.


Kenzo cs bersorak gembira melihat Hendra yang sudah tumbang. Karena saking gembiranya, ketiga cowok tampan itu berjoget ria. Melodi cs tertawa melihat tingkah absurd ketiga cowok tampan itu.


" Princess memang yang terbaik" puji Kenzo cs.


Kiran tersenyum mendengar pujian dari abang-abang nya itu.


" Apa ada yang ingin maju lagi?" tanya Kiran.


Tanpa menunggu lama, lima remaja cowok sekaligus naik ke atas ring arena. Kelima remaja itu langsung menyerang Kiran. Semua orang di sana kaget melihat kelima remaja cowok itu.

__ADS_1


" Hei! kalian tidak boleh langsung menyerang"


Kelima remaja cowok itu tidak mendengarkan ucapan sang guru. Mereka terus menyerang Kiran secara bertubi-tubi.


" Saya bilang berhenti?!"


Kelima remaja itu menyerang sang wasit. Semua orang di sana kaget melihat tindakan yang dilakukan oleh kelima remaja cowok itu.


Aura Kiran seketika berubah gelap dan menyeramkan. Dia paling tidak suka ada orang yang tidak sopan, apalagi pada orang yang lebih tua.


Melodi terpesona melihat Aura Kiran yang sekarang. Dia tidak menyangka, adik dari kekasihnya itu juga punya sisi iblis.


" Yank, Kiran" kata Melodi.


" Hhmm"


" Auranya kuat banget. Apa dia lagi marah?" tanya Melodi.


" Hhmm"


" Wah tambah seru ini" kata Melodi.


Jika Melodi dan Kenzo sangat senang melihat aura Kiran. Tapi tidak dengan kelima remaja cowok itu, mereka sangat takut. Kekuatan yang tadi menggebu-gebu lenyap seketika.


" Ke-kenapa gadis kecil itu berubah menyeramkan seperti itu?"


" Jangan-jangan dia jelmaan iblis?!"


" Kenapa harus takut. Kita berlima, sedangkan dia hanya sendiri"


" Benar, kita serang bersama-sama"


" Ayo"


Vandy tersenyum melihat putri kesayangannya itu. Inilah pertunjukan yang dia tunggu-tunggu dari tadi. Aura yang ingin selalu dia lihat dari putri kecilnya itu.


Kiran tidak memberikan kesempatan untuk kelima cowok itu menyentuhnya.


Bug.


Bug.


Bug.


Kiran meninju perut kelima cowok itu secara brutal. Suara meringis kesakitan terdengar merdu oleh indra pendengaran Kiran. Salah satu dari mereka ada yang memuntahkan darah dari mulutnya.


" A-ampun, kami menyerah" ucap kelima cowok itu sambil berlutut di depan Kiran.


" Heh! cuma segitu kemampuan kalian?" tanya Kiran.


Semua penonton teperanga melihat kejadian yang ada di depan mata mereka. Sedangkan pria yang bertaruh untuk Kiran tersenyum bahagia, karena jagoannya menang.


Kenzo cs langsung naik ke atas ring arena. Aura iblis Kiran langsung lenyap karena melihat ketiga Abangnya. Dia tersenyum kepada ketiga cowok tampan itu.


" Inces memang yang terbaik" kata Kenzo cs.


" Tentu saja"


" Yuk Dek, kita turun " ajak Kenzo.


Kiran menganggukkan kepalanya tanda setuju. Kenzo menggandeng tangan adik kecilnya itu. Sebelum turun Kiran menghentikan langkahnya.


" Jangan pernah meremehkan orang lain, hanya karena dia lebih kecil dari kalian. Karena kalian tidak akan pernah tau, kekuatan apa yang tersimpan dalam tubuh yang kecil ini" tutur Kiran.


To be continue.

__ADS_1


Udah up 2 nih. Jadi author minta hadiah dan vote-nya dongπŸ˜‰πŸ˜‰


Happy Reading 😚😚


__ADS_2