
Waktu begitu cepat berlalu, tidak terasa usia
kandungan Anggun pun sudah masuk 8 bulan. Vandy semakin siaga menjaga istrinya, begitu juga dengan Kenzo. Ayah dan anak itu terlihat kompak dalam hal melindungi Anggun.
" Mas"
" Hhhmm"
" Aku mau jalan-jalan pagi "
" Jalan-jalan disekitar rumah kita aja ya sayang"
" Nggak mau, aku maunya jalan-jalan keluar sekitar kompleks, sekali ini aja Mas, boleh ya?" rayu Anggun.
Vandy yang tak ingin membuat mood istrinya jelek akhirnya memberikan izin. " Baiklah ratuku, sekarang kita jalan-jalan keluar" kata Vandy.
" Yeeey, terima kasih daddy" ucap Anggun sambil mengecup bibir suaminya sekilas.
Anggun sangat senang karena hari ini dia bisa keluar rumah. Walaupun kedua bodyguard nya masih setia mengikuti kemana dia pergi.
Sampai diluar gerbang rumahnya, Anggun berasa terbebas dari kurungan suami dan anaknya.
" Akhirnya bisa jalan-jalan keluar" kata Anggun.
Anggun berjalan didepan, Vandy dan Kenzo dengan setia mengikuti dari belakang. Vandy sangat gemas melihat istrinya itu.
Bagaimana dia masih bisa berjalan selincah itu, dengan perutnya yang seperti membawa drum itu.
" Sayang jalannya hati-hati" kata Vandy.
" Hhhmm"
Banyak pasang mata yang terpesona dengan kecantikan Anggun. Walaupun sudah hamil besar, tapi kecantikannya tidak pernah berkurang, malahan bertambah.
Setelah cukup jauh berjalan, mereka memutuskan untuk beristirahat di kursi yang ada dibawah pohon besar itu.
Vandy dan Kenzo membuka botol air mineral, kemudian dia memberikan air mineral itu secara bersamaan pada Anggun.
" Minum dulu mommy" kata Vandy dan Kenzo berbarengan.
Anggun tersenyum melihat kedua lelaki kesayangannya sedang memberikan botol air mineral padanya. Biar adil Anggun mengambil kedua botol minuman itu.
" Makasih kesayangan mommy" ucap Anggun pada kedua kesayangannya.
Anggun meneguk air mineral itu secara bergantian. Setelah selesai Anggun memberikan botol minuman itu kembali pada suami dan putranya.
" Sekarang kita pulang ya" ajak Vandy.
" No, kita lanjut sampe sana" kata Anggun sambil menunjuk sebuah tugu.
" Nanti kamu kelelahan sayang" kata Vandy.
" Nggak kok Mas, yuk kita lanjutkan perjalanan kita" ajak Anggun.
Anggun melanjutkan kembali perjalanan mereka. Vandy dan Kenzo masih setia mengekor dari belakang.
Akhirnya mereka sampai juga ditugu yang dibilang istrinya tadi. Vandy mengambil sapu tangan dari saku celananya, kemudian dia melap keringat istrinya.
Anggun sangat bahagia punya suami seperti Vandy. Walaupun sifat dia dingin pada orang luar, tapi sangat hangat pada keluarga dan sahabatnya.
" Sekarang kita bisa pulangkan mommy?" tanya Vandy pada istrinya.
" Bisa daddy, yuk kita pulang" ajak Anggun.
__ADS_1
" No, jarak rumah lumayan jauh dari sini. Mas nggak mau kamu tambah kelelahan. Jadi kita tunggu kang Tito disini" kata Vandy.
Anggun tidak mau membantah suaminya. Apa yang dibilang suaminya benar, jarak rumah cukup jauh. Anggun duduk dikursi panjang yang ada disana.
Kang Tito sudah datang. Vandy membukakan pintu mobil untuk istri dan putranya. Vandy juga membantu istrinya naik keatas mobil. Setelah semuanya naik, Tito pun melajukan mobilnya.
Mereka pun sampai dirumah utama. Vandy membantu istrinya turun dari mobil. Mereka pun masuk kedalam rumah. Sampai didalam rumah, Anggun langsung menuju sofa empuk yang ada diruang tamu.
" Capek ya?" tanya Vandy.
" Sedikit Mas" jawab Anggun sambil tersenyum pada suaminya.
" Sini Mas pijitin"
Vandy menyandarkan tubuh istrinya. Setelah istrinya merasa nyaman, Vandy mulai memijat kaki istrinya. Perhatian seperti ini yang selalu membuat Anggun meleleh.
" Tunggu sebentar, Mas mau ambil air hangat dulu" kata Vandy.
" Hhhmm"
Vandy pergi kedapur untuk mengambil air hangat. Sampai didapur Vandy mengambil ember, kemudian mengisi ember itu dengan air hangat.
" Aden, ngapain?" tanya Bik Mirna.
" Ngambil air hangat Bik" jawab Vandy.
" Kenapa nggak suruh si Tito aja Aden"
" Nggak apa-apa Bik, ini untuk istri aku juga kok" kata Vandy.
Setelah air didalam ember sudah terisi separuh, Vandy pun mengangkatnya. Vandy kembali dengan membawa air hangat untuk istrinya.
Vandy mengangkat satu persatu kaki sang istri, dan memasukkan nya kedalam ember. Vandy mulai memijit kaki sang istri. Vandy memijit kaki istrinya dengan lembut.
" Benarkah"
" Hhmm, sangat enak dan nyaman"
Selesai memijat kaki sang istri, Vandy membawa kembali embernya kedapur.
" Abang kemana?" tanya Vandy sambil duduk disamping sang istri.
" Bersiap mau pergi latihan" jawab Anggun.
" O ia, Mas hampir lupa. Mas mandi dulu ya sayang, soalnya mau nganterin abang" kata Vandy.
" Nggak perlu, abang berangkatnya sama Aldi" kata Anggun.
" Baiklah kalau begitu, jadi Mas bisa berduan terus sama kamu, tanpa ada pengganggu"
Kenzo pun turun dari kamarnya, Kenzo makin tampan memakai baju latihannya. Kenzo sudah mendapatkan sabuk warna kuning. Vandy dan Anggun tidak menyangka anaknya akan cepat belajarnya.
" Abang sudah siap berangkat?" tanya Vandy.
" Hhhmm"
Tak berapa lama terdengar suara mobil, Kenzo pun pamit pada mommy dan daddynya.
Kenzo mencium tangan mommy dan daddy nya secara bergantian. " Abang berangkat dulu ya. Assalamualaikum " ucap Kenzo.
" Wa'alaikum salam" jawab Anggun dan Vandy.
" Sayang ntar sore kita beli perlengkapan untuk baby ya"
__ADS_1
" Nggak usah deh Mas. Baju bayi nya kan masih banyak"
" Itu punya Kenzo sayang"
" Iya, tapi kan masih banyak yang belum pernah dia pakai"
" Itu baju cowok sayang, Mas mau nya kita beli baju untuk baby cewek sayang"
" Kita kan nggak tau jenis kelaminnya Mas"
" Justru karena kita nggak tau, makanya kita harus beli, ya" bujuk Vandy.
" Emang Mas pengen anak kedua kita ini cewek"
" Iya sayang, tapi apapun jenis kelaminnya nanti Mas akan tetap menyayangi nya"
" Harus itu, karena mereka itu malaikat kecil kita" kata Anggun.
" Kamarnya mau disiapkan kapan sayang?"
" Nanti aja deh Mas kalau baby nya sudah lahir"
" Ya sudah, tapi nanti sore kita harus beli perlengkapan baby nya ya" kata Vandy.
" Ia, nanti kita beli sama-sama. Sekarang aku mau mandi dulu"
" Mas bantuin ya mandinya"
" Nggak usah, nanti mandinya malah lama lagi"
" Nggak sayang, Mas janji nggak ngapa-ngapain"
" Awas ya kalau Mas bohong. Aku akan pulangkan Mas pada orangtua Mas"
" Sadis amat sayang. Lagian mana ada suami yang dipulangkan, yang ada istri yang dipulangkan"
" Tapi kalau aku beda. Suami yang akan aku pulangkan"
" Ya sudah, sekarang kita mandi. Nanti kita lanjutkan lagi bahas acara siapa yang mau dipulangkan" kata Vandy.
Mereka pun pergi kekamar untuk mandi bersama. Anggun berharap suaminya itu menepati janjinya, kalau dia akan bantu mandi dan tidak ngapa-ngapain.
Sampai dikamar mandi, Vandy membantu istrinya membuka pakaiannya. Anggun langsung merendam tubuhnya didalam bathtub.
Anggun senang, karena suaminya menepati janjinya. Vandy menggosok punggung istrinya dengan lembut. Selesai menggosok punggung istrinya, Vandy memakaikan sampo pada rambut istrinya, dan memijit dengan lembut kepala sang istri.
Anggun diperlakukan seperti ratu oleh sang suami. Selesai mandi, Vandy mengambilkan baju ganti untuk istrinya. Kemudian memakaikan pada istrinya.
Kok aku berasa kek Kenzo, lagian aku masih bisa pake baju sendiri.
" Selesai, sekarang istri Mas sudah wangi" kata Vandy sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Vandy mendudukkan istrinya didepan meja rias sang istri. Vandy mengambil hair dryer, dan mulai mengeringkan rambut sang istri. Vandy sangat telaten melakukannya.
Setelah rambut istrinya kering, Vandy menyisir rambut panjang milik sang istri. Anggun benar-benar bahagia memiliki suami seperti Vandy.
Ah kan makin cinta, kalau diperlakukan seperti ini terus. Mr. arrogant saranghae.
To be continue..
Jangan lupa like, komen dan votenya ya, biar Author semangat untuk nulisnya.
Happy Reading Guys 😉😉
__ADS_1