Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Vandy dan Kenzo sekarang berdamai untuk sementara. Karena kalau mereka lanjutkan perdebatan mereka, bisa-bisa ratu singanya marah.


" Sayang, Mas beliin kue untuk kamu" kata Vandy.


" Tolong potongin dong Mas"


Vandy memotong kuenya dan menaruhnya dipiring kecil. Vandy memberikan kue yang sudah dipotong tadi kepada ratu singa nya. Anggun mengambil kue yang diberikan suami nya itu.


" Ni untuk abang" kata Anggun sambil memberikan potongan kuenya pada Kenzo.


" Sayang kok diberikan sama abang si" kesal Vandy.


" Nggak apa-apa, Mas potongin lagi untuk aku" titah Anggun.


Ck.. bocah rubah ini, bisa-bisanya dia menarik perhatian istri ku.


" Makasih mommy" ucap Kenzo.


Kenzo memakan kue yang diberikan mommy nya tadi. Kenzo sangat senang, karena selalu mengalahkan daddy nya dalam hal merebut perhatian mommy nya.


Vandy memotong kembali kuenya untuk sang istri.


" Ini sayang" kata Vandy sambil menyerahkan piring kecil berisi potongan kue.


" Makasih Mas"


" Sama-sama sayang" kata Vandy sambil mengecup kening dan pipi sang istri.


Panas-panas deh lo bocah.


Kenzo juga tak mau kalah dari daddy nya, Kenzo pun mencium kedua pipi mommy nya. Vandy melap kedua pipi istrinya dengan tisu. Anggun hanya bisa menggelengkan kepala nya melihat tingkah absurd sang suami.


" Sudah bersih" kata Vandy.


" Daddy!" teriak Kenzo sambil menatap tajam daddy nya.


" Kamu mau bikin telinga semua orang dirumah ini jadi sakit" kata Vandy sambil menutup telinganya.


" Sudah-sudah kalian ini selalu saja seperti tom dan jerry. Mommy tambah pusing mendengar perdebatan kalian" kata Anggun.


" Daddy yang mulai duluan mommy" kata Kenzo.

__ADS_1


" Kamu juga Mas, seharusnya kamu itu ngalah sama abang" kata Vandy.


" Kok jadi Mas yang disalahin" protes Vandy.


" Karena emang kamu yang mulai duluan" kata Anggun.


" Huft, aku juga yang disalahkan"


Kenzo tersenyum penuh kemenangan. Dalam merebut perhatian mommy nya, tentu saja Kenzo paling ahli dalam hal itu. Vandy hanya mampu diam tanpa bisa berkata-kata.


***


Rangga sedang mempersiapkan untuk acara pemotretan besok. Dia tidak ingin ada kesalahan sekecil apapun. Jadi dia memantau sendiri studio yang akan dipakai untuk pemotretan besok.


Rangga memberikan titah kepada setiap karyawannya bekerja dengan baik dan rapi. Rangga memang seorang bos yang sangat sempurna dalam hal apapun.


Para karyawan juga bekerja dengan semangat dan hati-hati. Karena kalau mereka sampai melakukan kesalahan sedikit, maka mereka harus angkat kaki dari perusahaan itu.


" Bagaimana persiapannya?" tanya Rangga pada salah satu karyawannya.


" Semua peralatan yang dibutuhkan sudah siap semua Pak" jawab karyawan itu.


" Bagus, silakan lanjutkan pekerjaan kalian. Ingat saya tidak ingin ada sedikit pun kesalahan" kata Rangga lagi.


Setelah memastikan semuanya, Rangga pun pulang kerumahnya. Karena hari ini kerjaannya sudah selesai. Rangga berjalan menuju parkiran.


Rangga pun melajukan mobilnya meninggalkan perusahaannya. Suasana jalan sore itu cukup rame sama kendaraan yang berlalu lalang.


Mobil yang dikendarai oleh Rangga pun sampai di parkiran apartemen mewah. Rangga memarkirkan mobilnya. Setelah itu Rangga menuju lift.


Lift pun membawa Rangga naik kelantai 23. Ya apartemen Rangga berada dilantai 23. Lift pun berhenti di angka 23, itu tandanya Rangga sudah sampai dilantai 23.


Ting


pintu lift terbuka dengan sempurna. Rangga melangkah keluar dari lift. Sampai dipintu apartemennya Rangga pun menekan sandi pintu apartemennya.


Rangga masuk kedalam apartemennya.Rangga menaiki tangga menuju kamarnya. Sampai dikamar Rangga mengambil handuk, kemudian berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Setelah 15 menit Rangga keluar dari kamar mandi. Rangga berjalan menuju lemari pakaiannya. Rangga mengambil satu stel piama dari dalam lemarinya.


Selesai memakai piamanya, Rangga merebahkan tubuhnya diatas kasur king size nya. Hari ini sangat melelahkan untuknya.Rangga memejamkan matanya, tak berapa lama Rangga pun terlelap menuju dunia mimpinya.

__ADS_1


Pagi hari mentari sudah menampakkan dirinya. Sinarnya masuk melalui cela-cela kain gorden yang ada dikamar itu. Rangga merasa tidurnya terganggu karena sinar matahari.


Perlahan Rangga membuka matanya. Rangga mengedipkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam matanya. Setelah nyawa dan kesadarannya sudah kembali sepenuhnya. Rangga pun berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Selesai mandi Rangga memakai pakaian kantornya. Rangga memakai kemeja putih dipadukan dengan jas bewarna biru. Rangga terlihat sangat tampan.


Setelah puas memandang dirinya dicermin,Rangga mengambil kunci mobil dan HP nya. Rangga berjalan menuruni tangga, pagi ini Rangga ingin sarapan dicafe dekat kantornya.


Kenzo sudah siap memakai seragam sekolahnya. Pagi ini Kenzo bersemangat pergi kesekolah. Kenzo memasukkan HP nya kedalam tas sekolahnya.


Kenzon menuruni anak tangga, sampai dibawah Kenzo langsung menuju meja makan untuk sarapan bersama mommy dan juga daddy nya.


Kenzo duduk dikursi tempat biasanya. Seperti biasa Anggun mengambilkan nasi goreng untuk putranya itu. Anggun melayani suami dan anaknya dengan telaten.


Anggun merasa hari ini putranya itu sangat bersemangat pergi kesekolah. Anggun ikut senang kalau anaknya bersemangat pergi kesekolah.


" Kayaknya Abang senang banget hari ini?" tanya Anggun.


" Iya dong mommy, kan hari ini abang bisa ketemu sama teman-teman lagi" jawab Kenzo.


Mereka pun melanjutkan sarapan mereka kembali. Selesai sarapan Anggun mengantarkan suami dan anaknya kemobil.


" Kita berangkat dulu ya sayang"


" Iya Mas"


Anggun bersalaman sama suaminya, seperti biasa Vandy mengecup kening istrinya. Kenzo juga bersalaman sama mommy nya.


" Kita berangkat mommy, Assalamualaikum" ucap Kenzo dan Vandy.


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan"


Vandy dan Kenzo masuk kedalam mobil. Setelah memasang sabuk pengaman untuk Kenzo, Vandy pun mulai melajukan mobilnya meninggalkan kediamannya.


" Bye mommy " kata Kenzo sambil melambaikan tangannya kepada Anggun.


" Bye sayang" kata Anggun sambil membalas lambaian tangan putra nya.


Setelah mobil suaminya menghilang dari pandangannya. Anggun pun masuk kedalam rumahnya.


To be continue...

__ADS_1


Jangan lupa like, komen dan vote nya juga ya.


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2