
Sampai di rumah, Kiran langsung pergi ke kamarnya. Gadis kecil itu tidak ingin sang mommy melihat telinganya, karena kalau mommy-nya melihat, bisa-bisa sang mommy ngamuk melihat dia yang terluka.
" Adek kenapa ya Mom?" tanya Anggun.
" Mungkin merajuk karena nggak di ajak" jawab Vandy.
" Nggak, adek mau mandi katanya. Makanya dia langsung ke kamarnya" kata Anggun.
" Abang juga mandi gih" usir Vandy.
" Ia, ni juga mau pergi mandi Dad"
Kenzo berjalan menaiki tangga menuju kamarnya. Sekarang tinggallah sepasang pasutri itu.
" Sayang"
" Hhmm"
" Mandi bareng yuk"
" Nggak" tolak Anggun.
" Ayolah, kita udah lama nggak mandi bareng lho?"
" Mandi versi kamu itu membuat aku lelah Mas"
" Nolak suami itu dosa lho sayang"
Anggun menghela nafasnya. Suaminya itu selalu punya 1001 alasan untuk merayu dirinya. Mau nggak mau dia pun tidak bisa menolak keinginan suaminya itu.
" Gimana?"
" Ya udah, yuk"
" Nah gitu dong"
Vandy tersenyum pada sang istri. Tanpa menunggu lama, dia langsung menggendong istrinya ala bridal style menuju kamar mereka. Dia sudah tidak sabar untuk membuah istrinya melayang ke nirwana.
Tempat lain.
Melodi sedang berkumpul dengan kedua sahabatnya di gazebo yang ada di taman rumahnya. Melodi memang meminta sahabatnya itu datang ke rumahnya.
" Jadi bulan besok kalian berdua akan tunangan?" tanya Keyra pada Melodi.
" Hhmm"
" Lo mah enak Mel udah mau tunangan. Sedangkan gue masih pacaran" kata Dira.
" Suruh Tian melamar lo juga " kata Keyra.
" Rencananya sih gitu, biar si Tian nggak di curi sama cewek-cewek ganjen di luar sana" kata Dira.
" Lo benar juga, secara kan mereka itu model tampan dan juga terkenal. Jadi semua cewek pasti berlomba-lomba untuk mendapatkan perhatian mereka" kata Keyra.
" Itu makanya kita harus ikat mereka biar nggak di curi cewek-cewek ganjen itu" kata Dira.
" Tapi bagaimana cara bilangnya sama mereka?" kata Keyra.
" Kalau mereka serius sama kalian berdua, gue yakin Tian dan juga Ian tidak mau kalah dari Kenzo. Apalagi nyokap mereka udah suka sama lo berdua" kata Melodi.
" Lo benar Mel, kita kan calon mantu kesayangan" kata Dira.
Mereka bertiga pun tertawa bersama. Memang benar, ketiga cewek cantik itu memang sangat disayang sama calon mertua mereka masing-masing.
" Terus nikahnya kapan Mel?" tanya Dira.
" Gue sama Kenzo pengennya sih setelah lulus SMA"
" Kalau lo udah nikah nanti, pasti kita sudah jarang bertemu" kata Keyra.
" Iya, secara kan kalian berdua pengantin baru. Jadi pasti ingin selalu berdua" kata Dira.
" Nggak juga, kalian berdua kan bisa main ke rumah gue"
" Iya juga ya"
" Hhmm"
Saat mereka sedang asik mengobrol, tiba-tiba ponsel Dira berbunyi. Dira tersenyum melihat nama yang tertera di layar ponselnya. Dia langsung menggeser tombol hijau yang ada di sana.
" Hallo, Assalamualaikum" terdengar suara sang kekasih di seberang sana.
__ADS_1
" Wa' alaikum salam Ay"
" Kamu lagi apa?"
" Lagi ngumpul sama Melodi dan juga Dira"
" Pasti lagi ghibah kan?"
" Suudzon banget deh"
" Bukan suudzon, tapi kebanyakan cewek kalau lagi ngumpul-ngumpul gitu, pasti ghibah in orang"
" Nggak ah, kita lagi bahas soal pertunangan anak sultan"
" Benarkah?"
" Hhmm. Kalau kamu kapan ngelamar aku?"
" Kamu maunya kapan?"
" Aku tanya kamu, kok malah balik nanya pula"
" Kalau aku terserah kamu aja Ay, pengennya kapan?"
" Aku serius lho nanyanya Ay"
" Sama, aku juga serius "
" Satu Minggu sesudah Melodi sama Kenzo tunangan gimana?"
" Ok, ntar aku bilang sama mami ya. Kalau calon mantunya ingin segera di lamar"
" Beneran ya Ay"
" Bener dong, tunggu saja nanti calon mertua kamu datang ke rumah"
" Dengan senang hati aku menunggu"
" Aku mau ke rumah Kenzo dulu. Nanti pulangnya jangan malam-malam"
" Aku sama Keyra tidur di rumah Melodi, Ay"
" Udah dibilang daritadi kita nggak ghibah"
" Aku tutup dulu teleponnya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam "
Panggilan pun berakhir.
Dira meletakkan kembali ponselnya di atas meja yang ada di sana.
" Ngeselin banget sih Dir pacar lo" kata Melodi.
" Iya, masa kita dibilang lagi ghibah" kata Keyra.
" Walaupun dia ngeselin, gue tetap sayang dan cinta sama dia"
" Dasar bucin" kata Melodi dan Keyra berbarengan.
" Alah, kek kalian nggak aja. Lagian kita sesama bucin harus damai "
" Emang kita lagi perang?" kata Keyra.
" Tadi itu omongan kalian ngajak gelut" kata Dira.
" Oh ia, gimana kata Tristan saat lo bilang mau tunangan juga?" tanya Melodi.
" Dia bilang tunggu aja, nanti dia akan datang sama nyokap bokap nya ke rumah gue"
" Bagus dong, jadi tinggal Key sama Gian aja lagi" kata Melodi.
" Gue sih terserah Gian aja " kata Keyra.
" Mudah-mudahan secepatnya juga ya Key" kata Melodi.
" Aamiin, semoga ya Mel"
Sore itupun mereka habiskan untuk mengobrol. Begitu banyak hal yang mereka bicarakan. Mulai dari pelajaran sekolah, tentang pertunangan nanti dan banyak lagi.
Kediaman Sisil.
__ADS_1
Sisil sedang bersantai dengan suami tercintanya di ruang keluarga. Jarang-jarang mereka bisa menghabiskan waktu cuma berdua saja.
" Sekali-kali ngajak mami sama Tian jalan-jalan napa Pih?" tanya Sisil pada sang suami.
" Papi sih mau aja Mih, tapi mami kan tau kerjaan papi akhir-akhir ini sangat banyak"
" Iya Pih, tapi sekali-kali minta izin sama Vandy apa salahnya Pih"
" Nanti papi coba ngomong sama Vandy"
" Nah Gitu dong Pih"
" Mih, Pih " panggil Tristan yang baru datang dari kamarnya.
" Apa sayangnya mami" kata Sisil.
" Calon mantu mami sama papi minta di lamar tu" kata Tristan.
" Jangan bohong Tian" kata Sisil.
" Siapa yang bohong Mih"
" Kapan calon mami bilang minta dilamar?"
" Barusan"
" Kamu habis telponan sama mantu mami?"
Tristan menganggukkan kepalanya.
" Kenapa kamu nggak bilang sama mami tadi, kan mami juga pengin ngomong sama calon mantu mami"
" Nanti juga bisa Mih"
" Ck..anak ini selalu saja tak mau ngajak maminya telponan sama calon mantu"
" Jadi kapan kita datang ke rumah Dira, Mih?"
" Tanya papi kamu tuh" kata sang mami.
" Kok papi sih Mih protes Gio.
" Iya dong, kan papi kepala keluarga di rumah ini"
" Iya, tapi papinya mana ngerti soal pertunangan gitu Mih. Lagian apapun keputusan Ibu negara, papi ngikut aja" kata Gio.
" Ok, Lusa kita akan datang ke rumah Dira" kata sang istri.
" Beneran ya Mih?" tanya Tristan.
" Bener sayang, tapi jangan kasih tau Dira dulu"
" Kenapa?"
" Biar jadi surprise untuk calon mantu mami itu"
" Makasih Mih. Mami memang yang terbaik"
" Ada maunya baru kamu puji mami" kata Gio.
" Mana ada, hari-hari aku selalu muji mami. Ya udah, aku mau keluar dulu ya Mih" kata Tristan.
" Mau kemana?"
" Ke rumah Kenzo "
" Ya udah, hati-hati di jalan"
" Iya Mih, lagian rumah Kenzo di seberang rumah kok Mih"
" Ya, tapi kan nggak ada salahnya juga berhati-hati Nak"
" Ok Mih, aku pergi dulu. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Setelah berpamitan dengan orang tuanya. Tristan segera meluncur ke rumah anak sultan.
To be continue.
Happy Reading 😚😚
__ADS_1