
Malam hari.
Kenzo sedang bersantai ria dengan mommy, Daddy dan adeknya. Kiran sibuk dengan boneka Pikachu nya. Sedangkan Kenzo sedang bermanja-manja dengan sang mommy.
" Bang" panggil Vandy.
" Hhmm"
" Mommy bilang Abang sakit"
" Enggak, Abang baik-baik aja"
" Apa Abang ditolak?" tanya Vandy.
" Maksud daddy?" tanya balik Kenzo.
Apa dia di tolak?, kasihan benar putraku, walaupun tampan, mapan, tapi tidak bisa menaklukkan hati wanita.
" Sabar ya Bang, mungkin ini ujian" kata Vandy sambil menepuk pundak putranya.
" Abang belum ujian, masih lama Dad" kata Kenzo.
" Bukan ujian sekolah, tapi ujian cinta"
" Emang Abang lagi jatuh cinta?" tanya Anggun.
" I-itu..a-nu, apa namanya" jawab Kenzo gugup.
" Sudahlah Mom, putra kita lagi bersedih" kata Vandy pada sang istri.
" Abang di tolak?!" tanya Anggun.
" Kagak, justru diterima. Ups" kata Kenzo sambil menutup mulutnya.
" Kamu memang putra Daddy " kata Vandy.
" Tentu saja Abang putra kamu Dad, kamu kalau ngomong suka bener deh" kata Anggun
Vandy tau kalau putranya itu pacaran sama Melodi putri dari keluarga Agatha. Ide jahil pun melintas di otak Vandy. Vandy berbisik sesuatu pada sang istri.
"Aku nggak mau ya Mas" kata Anggun.
"Ayolah sayang, sekalian mengetes seberapa besar cinta mereka, ya" bujuk Vandy.
Anggun berpikir sejenak, seperkian detik kemudian Anggun menganggukkan kepalanya tanda setuju.
" Daddy tidak setuju Abang pacaran sama cewek itu, karena Abang sudah daddy jodohkan"
" Daddy pasti lagi ngeprank kan?"
" Tidak!"
" Come on dad, ini itu udah abad ke berapa?, masa masih ada perjodohan?"
" Terserah, pokoknya daddy sudah menjodohkan kamu. Titik" kata Vandy sambil berlalu pergi.
" Mom, bantu Abang" kata Kenzo sambil menahan tangisnya.
Awas kamu ya Mas, gara-gara ide konyol kamu itu putraku jadi sedih begini.
" Maafkan mommy sayang, ini sudah keputusan daddy kamu"
" Tapi Abang baru jadian Mom, masa udah putus, kan nggak lucu"
" Ya mau gimana lagi, Abang yang sabar ya"
" Abang nggak mau putus sama Melodi Mom" kata Kenzo sambil berlari menuju kamarnya.
" Abang!" panggil Anggun.
Kenzo tidak mendengarkan panggilan sang mommy, dia terus berlari ke atas menuju kamarnya.
__ADS_1
Tawa Vandy pun pecah melihat putranya berlari ke kamar seperti anak perempuan. Ya Vandy dari tadi bersembunyi di balik guci, dia mendengarkan semua pembicaraan istri dan putranya itu.
" Puas kamu Mas"
" Puas sayang" kata Vandy masih sambil memegang perutnya yang sakit karena tertawa.
" Mas harus tanggung jawab ya, kalau terjadi sesuatu sama Abang"
" Kamu jangan nakut-nakutin Mas dong sayang"
" Siapa yang nakutin kamu. Kalau remaja seperti Abang itu pasti labil, mana tau dia sedang melakukan percobaan bunuh diri" kata Anggun.
Vandy pernah melihat dan mendengar berita remaja yang nekat bunuh diri karena putus cinta. Vandy pun bergegas menaiki tangga menuju kamar putranya.
Sekarang giliran Anggun yang tertawa, karena berhasil mengerjai suaminya. " Rasakan kamu Mas, makanya jangan coba-coba mengerjai putraku"
Vandy sudah berada di depan pintu kamar putranya. Tiba-tiba dia tersadar, karena sudah dikerjai sang istri. Lagi pula putranya tidak mungkin melakukan hal sebodoh itu.
Awas kamu ya sayang, Mas kasih hukuman.
Vandy turun kebawah untuk memberikan hukuman untuk sang istri. Vandy akan memberikan hukuman yang sangat berat untuk istrinya itu.
Sebelum Vandy memberikan hukuman pada sang istri, dia menghubungi Keynan. Ya Vandy akan mengajak Keynan untuk mengikuti ide briliannya.
Kediaman Aldi.
Gian sedang makan malam bersama kedua orang tua dan juga adeknya. Aldi melirik putranya yang dari tadi cuma mengaduk-aduk makanan.
" Ian" panggil sang papa.
" Hhmm"
" Ntar nasinya nangis kamu aduk-aduk begitu"
" Huh!" Gian menghembuskan nafasnya.
" Kamu kenapa?" tanya sang papa.
" Nggak apa-apa"
" Pa, gimana cara papa nembak mama dulu?"
" Uhuk..uhuk" Sinta tersedak sama daging yang dia makan.
" Pelan-pelan dong honey " kata Aldi sambil memberikan segelas air putih pada sang istri.
Sinta langsung meneguk air putih itu. " Makasih Bee"
" Sama-sama honey"
" Emang kamu mau nembak cewek?" tanya Sinta pada putranya itu.
" Rencana si gitu"
" Emang ada cewek yang suka sama kamu?" tanya Aldi.
" Papa!" rengek Gian.
" Bercanda, ya elah"
" Gimana cara papa nembak mama dulu?" tanya Gian lagi.
" Mati dong mama kalau di tembak Bang" kata Daffin.
" Diem lo bocah" kata Gian.
" Aku udah gede" kata Daffin sambil mengerucutkan bibirnya.
" Makan aja nggak bener kamu, udah ngaku gede"
" Mama!" rengek Daffin.
__ADS_1
" Ian, jangan ganggu adek kamu" kata Sinta.
" Ck.. dasar tukang ngadu"
" Sudah-sudah, sekarang kita makan dulu, nanti baru papa ceritakan"
Selesai makan, mereka menuju ruang keluarga. Aldi akan menceritakan kepada putranya itu, bagaimana cara dia menyatakan cinta pada sang istri.
Sekarang mereka semua sudah duduk di sofa yang ada di ruang keluarga, kecuali Daffin. Gian duduk dengan antengnya di sofa. Dia sudah tidak sabar mendengarkan kisah sang papa.
" Ayo Pa ceritakan" kata Gian antusias.
" Sabar dulu napa"
Aldi mulai menceritakan kejadian saat dia masih muda dulu. dimana dia menyatakan cinta dan juga melamar sang istri. Gian mendengarkan dengan seksama.
" Jadi papa melamar mama di acara resepsinya mommy Kenzo?" tanya Gian setelah papa nya selesai bercerita.
" Iya, nggak modal banget kan papa kamu" kata Sinta.
" Tapi kan itu lamaran ter romantis sejagat raya"
" Ya, lamaran teririt sejagat raya juga" kata Sinta.
" Kamu boleh melakukan cara seperti papa dulu, tapi alangkah baiknya kamu melakukan menurut hati kamu" saran Aldi.
" Aku akan coba menurut kata hati aku Pa"
" Good, semoga berhasil"
" Makasih Pa"
Setelah mendapatkan saran dari sang papa, Gian pamit ke kamarnya. Begitu juga dengan Daffin, karena besok pagi mereka sekolah.
Kediaman Agatha.
Melodi sedang menikmati waktu santainya bersama kedua orang tuanya. Keynan melirik putri kesayangannya itu. Dia harus meyakinkan hatinya untuk bicara pada sang putri.
" Mel" panggil sang papi.
" Iya Pih"
" Sebelumnya papi mau minta maaf"
Tiara tau suaminya itu sedang mengumpulkan keberanian untuk mengatakan pada sang putri. Walaupun mereka tidak tega, tapi ide Vandy sangat menyenangkan menurut mereka.
" Minta maaf untuk apa?" tanya Melodi.
" Kamu harus bertunangan sama putra teman papi"
Deg.
" Melodi nggak mau Pih, lagi pula Melodi sudah punya kekasih"
" Putus dengan dia!"
Deg.
Seketika dada Melodi terasa sakit, seperti di timpa ribuan batu, mendengar ucapan papinya. Baru saja dia merasakan kebahagiaan karena bisa bersama dengan orang yang dicintai.
Tapi sang papi malah meminta dia untuk putus. Lelucon macam apa ini.
" Melodi baru saja pacaran sama dia Pih, Mami tau siapa pacar Melodi, dan Melodi yakin papi pasti suka sama dia" kata Melodi berusaha meyakinkan sang papi.
" Papi tidak mau tau siapa pemuda itu, intinya kamu harus putus sama dia" kata Keynan.
" Papi jahat!" kata Melodi sambil berlari ke kamarnya.
Keynan ikut sakit melihat putrinya menangis seperti itu. Tapi mau gimana lagi, demi misi dan juga ujian cinta untuk mereka berdua.
Tiara menahan tawanya melihat suaminya yang frustrasi. Ya baru kali ini suaminya itu membuat putrinya menangis.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading 😚😚