Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kedatangan Tamu Istimewa


__ADS_3

Anggun dan yang lain kaget sekaligus senang melihat orang yang memanggil nya tadi. Anggun berdiri dari duduknya dan berjalan menghampiri sang empunya suara.


" Nenek sama kakek datang? nenek sama kakek datang sama siapa?" tanya Anggun beruntun


" Sayang, nenek sama kakek disuruh duduk dulu, kasian kan mereka berdiri terus" ucap Vandy


" Ah, maaf Nek, Kek" ucap Anggun


Vandy mengajak kakek dan nenek Slamet duduk. Setelah nenek dan kakek Slamet duduk. Mereka pun bersalaman serta mencium punggung tangan nenek dan kakek Slamet secara bergantian.


" Nek, Kek, sekarang kalian bilang siapa yang menjemput nenek sama kakek" kata Anggun


" Kakek sudah lupa nama nya, tapi yang jelas dia sopir nya Vandy" kata Slamet


Sontak semua nya menoleh ke Vandy. Vandy yang ditatap sama istri dan para sahabatnya hanya cuek.


" Mas?"


" Iya sayang"


" Kok nggak bilang kalau Mas mau jemput nenek sama kakek" ucap Anggun


" Surprise untuk kamu sama yang lain, sayang"


Anggun memeluk suaminya, " Makasih ya Mas"


Vandy mengangguk kan kepala nya, dan membalas pelukan sang istri.


" Kita senang melihat nenek dan kakek ada disini" kata Sinta


Mereka pun mengobrol melepaskan rindu sama kakek dan nenek Slamet. Sesekali mereka juga tertawa mendengar cerita sang kakek.


Dari jauh Wiguna melihat anak-anak nya tertawa pun ikut bahagia. Wiguna berharap kebahagiaan mereka akan tetap seperti ini, bahkan akan bertambah setelah kehadiran cucu mereka nanti.


" Papa kenapa senyam-senyum begitu?" tanya Kiara


" Tu, melihat mereka tertawa lepas seperti itu" jawab Wiguna


Kiara pun tersenyum melihat anak dan mantu nya tertawa seperti itu.


" Kalian kenapa senyum-senyum gitu?" tanya Diana


" Melihat anak-anak Diana" jawab Kiara


Diana dan Dwipangga pun menoleh ke arah anak-anak yang ada ditaman.


" Itu siapa yang duduk disamping menantu, kek nya akrab banget mereka?" tanya Diana


" Kita samperin aja kesana" ajak kiara


Diana, Kiara dan para suami pun berjalan menghampiri anak-anak mereka yang lagi asik mengobrol ditaman.


" Wah asik bener nih ngobrol nya?" tanya Wiguna


Sontak mereka semua yang ada disana menoleh kearah suara.


" Papa" ucap Anggun dan Vandy berbarengan.

__ADS_1


" Siapa kakek ini sayang?" tanya Wiguna


" Ah, hampir lupa, kenalin Pa ini kakek sama nenek Slamet" jawab Anggun


Wiguna pun bersalaman sama kakek dan nenek Slamet, dan diikuti sama istri dan besannya.


" Jadi ini orangtua nya nak Anggun sama nak Vandy" kata Slamet


" Iya Kek" ucap Wiguna


Mereka pun duduk kembali. Anggun menceritakan kepada orangtua dan mertua nya, gimana dia bertemu dengan kakek dan nenek Slamet.


Setelah mendengar cerita anak nya Wiguna ikut sedih. Melihat sosok Slamet dan istrinya mengingatkan dia pada kedua orangtua nya yang sudah lama meninggal.


" Pa, rencana nya Anggun sama Mas Vandy mau ngajak nenek sama kakek Slamet tinggal disini" kata Anggun


" Kalau Papa sama Mama sih setuju aja sayang, lagian mereka juga tidak punya sanak saudara" kata Wiguna


" Kalau Mama sama Papa mertua gimana?" tanya Anggun


" Kita juga setuju Nak" jawab Dwipangga


" Makasih semuanya" ucap Anggun


" Kamu harus tanya dulu sama Kakek Slamet, apa mereka mau tinggal disini" ucap Wiguna


" O iya, Anggun sampai lupa Pa. Gimana Nek, Kek, kalian mau kan tinggal sama Anggun disini?" tanya Anggun


" Terimakasih sebelum nya untuk kebaikan Nak Anggun dan keluarga. Tapi maaf bukan maksud kakek menolak kebaikan kalian semua, kakek mau tinggal dirumah kakek saja, walaupun rumah itu tidak bagus, tapi rumah itu memiliki sejarah hidup kakek" tutur Slamet


" Baiklah Nak" ucap Slamet


" Selama rumah kakek direnovasi, kakek sama nenek tinggal dulu disini, ya" bujuk Anggun


" Kakek ngikut aja Nak"


Anggun senang dan bahagia, karena akhirnya dia bisa membawa nenek sama kakek Slamet tinggal disana, walaupun hanya sementara.


Karena hari sudah mau Siang para sahabat pun pamit undur diri. Karena mereka mau istirahat dan mandi juga.


" Nggun kami pamit dulu ya" kata Sinta


" Kalian udah mau pulang"


" Iya, ntar Malam kami kesini lagi" kata Sisil


" Ok"


Sinta dan yang lain pun pamit sama orangtua Anggun dan Vandy. Tidak lupa juga pamit sama kakek dan nenek Slamet. Setelah para sahabatnya pergi, Anggun dan Vandy mengajak nenek dan kakek Slamet masuk kedalam rumah, begitu juga dengan orangtua mereka.


Kakek dan nenek Slamet sangat takjub melihat rumah Anggun dan Vandy. Mereka sangat bahagia bisa tinggal dirumah sebagus itu. Padahal mereka tidak pernah membayangkan untuk tinggal dirumah bagus dan mewah sebelumnya.


" Rumah nya bagus banget ya Pak" ucap istri Slamet


" Iya Buk, lebih bagus dari rumah Pak RT kita"


Anggun dan Vandy tersenyum mendengar ucapan kakek dan nenek Slamet.

__ADS_1


" Nek, Kek, ini kamar kalian" kata Anggun


Slamet dan istrinya masuk kedalam kamar. Slamet sangat takjub melihat kamar nya. Bagaimana tidak, kamar itu seluas ruang tamu rumahnya.


" Ini kamar apa lapangan bola yo Buk, luas amat" kata Slamet


Mereka melihat-lihat kamar yang akan mereka tepati. Anggun menunjukkan kamar mandi kepada nenek dan kakek Slamet.


" Ini kamar mandi nya, Kek, Nek"


" Waah kamar mandi nya bagus yo Pak" ucap istri Slamet


" Iya Buk, nggak seperti kamar mandi kita"


Setelah melihat kamar mandi, mereka menuju lemari pakaian. Slamet dan istrinya terus dibuat takjub.


" Nah ini tempat tidur kakek sama nenek" ucap Anggun


Istri Slamet duduk diatas tepat tidur. " Kasur nya empuk sekali Pak" kata istri Slamet


" Iya Buk, kok bisa empuk kayak gini yo Buk"


Anggun dan Vandy tersenyum melihat tingkah lucu kakek dan nenek itu. Mereka seperti anak kecil yang mendapatkan main baru.


" Nek, Kek, Anggun pamit keluar dulu ya. Nenek sama Kake istirahat aja dulu"


" Iya Nak, terimakasih" kata Slamet


" Sama-sama kek. O iya nanti kalau kakek butuh sesuatu minta sama bibik aja ya Kek"


" Iya Nak"


Anggun dan suaminya keluar dari kamar kakek Slamet. Mereka menemui orangtua dan mertua mereka, karena orangtua dan mertua mereka akan pulang kerumah masing-masing.


" Mama, Papa sama adek pulang dulu ya sayang" kata Kiara


" Ya Ma" kata Anggun


" Mama sama Papa pamit juga ya Nggun" ucap Diana


" Ya Ma"


Anggun dan Vandy mencium pungung tangan orangtua dan mertua mereka secara bergantian.


" Kami pergi dulu sayang. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam, hati-hati dijalan semuanya"


Setelah mengantarkan kepergian orangtua mereka, Anggun dan Vandy masuk kembali kedalam rumah. Anggun dan Vandy pergi menuju kamar mereka untuk istirahat.


Sesampainya dikamar Anggun langsung menuju kamar mandi. Sedangkan Vandy duduk disofa menunggu sang istri, sambil menunggu istrinya selesai mandi Vandy menelpon mandor tukang yang bekerja diperusahaan nya.


Vandy menelpon untuk merenovasi rumah kakek Slamet supaya layak huni, tanpa mengurangi keasrian rumah itu. Setelah menelpon mandor tukang, Vandy merebahkan tubuhnya diatas sofa. Tak butuh waktu lama, Vandy pun ketiduran.


To be continue


Happy Reading Guys... 😉😉

__ADS_1


__ADS_2