Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Melodi sedang menikmati waktu santainya bersama kedua orangtuanya. Melodi duduk di antara mami dan papinya.


" Gimana dengan sekolahnya hari ini sayang?" tanya papi Melodi.


" Masih sama seperti kemarin-kemarin Pih. Belum banyak perubahan"


" Apa ada yang menyakiti kamu lagi?" tanya Mami Melodi.


" Tidak" jawab Melodi bohong.


" Jadi kapan kamu akan berhenti berdandan seperti cewek dekil sayang?" tanya mami Melodi.


" Nanti Mih, kalau aku sudah mempunyai sahabat" jawab Melodi.


" Papi bangga sama kamu sayang. Tetaplah rendah hati seperti ini" pesan Papi Melodi sambil membelai rambut putri kesayangan itu.


" Melodi akan selalu ingat pesan Papi"


Saat Papi Melodi memegang tangan putrinya itu, tiba-tiba Melodi meringis kesakitan.


" Aww"


" Kamu kenapa sayang?" tanya Papi dan Mami Melodi dengan nada khawatir.


" Nggak apa-apa kok Pih"


" Coba Papi lihat"


Mau tak mau Melodi pun melihatkan tangannya yang di injak sama Cantika tadi. Papi Melodi kaget melihat tangan putrinya yang membiru dan sedikit bengkak.


" Kenapa bisa begini?" tanya Papi Melodi.


" Tadi di sekolah tangan Melodi kejepit Pih, saat memindahkan meja" jawab Melod bohong.


" Makanya lain kali hati-hati dong sayang"


Mami Melodi segera kedapur mengambil es batu untuk mengompres tangan putrinya itu. Tak berapa lama Mami Melodi kembali dengan membawa es batu dengan handuk kecil.


" Sini Mami kompres dulu tangan kamu"


Melodi memejamkan matannya menahan sakit di tangannya. Dengan sangat hati-hati Mami Melodi mengompres tangan putri kesayangannya itu.


" Makasih Mami" ucap Melodi, setelah maminya selesai mengompres tangannya.


" Sama-sama sayang"


" Sekarang kita istirahat, karena hari sudah malam"


Melodi dan kedua orangtuanya pun pergi kekamar mereka masing-masing. Sampai di kamarnya, Melodi langsung menuju kamar mandi untuk menggosok gigi dan membersihkan wajahnya.


Selesai menggosok gigi dan membersihkan wajahnya. Melodi berjalan menuju meja belajarnya. Melodi memasukan buku pelajarannya kedalam tasnya.


Setelah semuanya selesai barulah Melodi membaringkan rubuhnya di kasur empuk miliknya. Melodi mematikan lampu kamarnya, dan menganti dengan lampu tidur.


Melodi memejamkan matanya, Karena rasa kantuk, tak berselang lama Melodi pun masuk kedunia mimpinya.


Pagi hari.


Melodi sudah rapi dengan pakaian sekolahnya. Dia pun turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya.


" Pagi Mih, Pih"


" Pagi sayang" jawab Mami dan Papi Melodi.


Pagi ini Melodi hanya sarapan sama roti dan segelas susu coklat hangat. Melodi mengoleskan selai pada rotinya.

__ADS_1


" Apa putri papi ini lagi diet? " tanya papi Melodi.


" Tidak" jawab Melodi.


" Kenapa sarapannya cuma sama roti, nggak sama nasi goreng?"


" Lagi males makan nasi goreng Pih"


Selesai makan roti dan meminum segelas susu coklat hangatnya, Melodi pun berpamitan sama mami dan papi.


Melodi mencium kedua tangan mami dan papinya secara bergantian. " Melodi berangkat dulu ya Mih, Pih"


" Hati-hati dijalan"


" Hhhmm. Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"


Pak Narko yang melihat nonanya keluar dari rumah pun, segera membukakan pintu mobil untuk nona mudanya itu.


" Makasih Pak "


Setelah nona mudanya masuk kedalam mobil. Pak Narko pun menutup pintu mobil kembali. Mobil pun melaju meninggalkan kediaman Agatha.


Melodi sampai di halte. Seperti biasa sebelum turun, Melodi melihat keadaan dulu. Setelah aman barulah dia turun dari mobil mewah itu.


Setelah nona mudanya duduk dengan aman di halte, barulah Narto melajukan mobilnya meninggalkan halte.


Melodi memasang headset di telinganya, setelah itu dia memutar musik dari ponselnya. Bus yang di tunggu pun datang. Melodi naik ke atas bus dengan headset masih menempel di telinganya.


Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit Melodi sampai di sekolahnya. Melodi turun dari bus, tapi sebelum itu dia membayar ongkosnya dulu.


Melodi berjalan dengan santai menuju gerbang sekolah dengan headset masih setia di telinganya.


" Melodi!" panggil cowok itu lagi.


Lagi-lagi Melodi tidak menyaut. Akhirnya cowok itu pun mempercepat langkahnya.


" Hei!" panggil cowok itu sambil menepuk pelan pundak Melodi.


Sontak Melodi menoleh kearah cowok itu.


" Eh Kak Rizki" kaget Melodi sambil melepaskan headset dari telinganya.


Ya cowok yang memanggil Melodi tadi adalah Rizki.


" Pantas nggak dengar dari tadi di panggil, ternyata telinganya lagi di sumbat" kata Rizki.


" Emang kakak manggil aku tadi"


" Hhmm"


" Hehe, maaf Kak" kata Melodi cengengesan.


Mereka pun mengobrol sambil berjalan. Dari kejauhan Cantika yang melihat Melodi sangat akrab dengan Rizki pun tersenyum licik.


Dasar cewek murah*n!, kemarin menggoda Kenzo, sekarang Rizki.


Siswi cewek pun juga benci sama Melodi. Mereka nggak nyangka Melodi bisa dekat dengan cowok-cowok tampan di sekolah mereka.


" Lihat itu si dekil merayu wakil Ketos" kata salah satu siswi cewek.


" Entah ilmu apa yang dia pakai, sehingga cowok-cowok tampan di sekolah kita bisa dia embat"


" Iya, gue juga heran kenapa cowok-cowok itu mau aja dekat sama si dekil itu"

__ADS_1


Melodi bukan tidak mendengar ucapan siswi cewek itu. Hanya saja dia tidak ingin terlalu mempedulikan semua itu.


" Aku duluan ya Kak" kata Melodi.


" Oh iya, hati-hati ya"


Melodi pun berjalan menyusuri koridor menuju kelasnya. Sepanjang jalan mata siswi itu selalu memandang rendah Melodi.


Ck..ingin rasanya gue congkel mata mereka itu.


Melodi sampai di kelasnya, dia pun masuk kedalam kelasnya. Lagi-lagi Melodi tidak melihat Kenzo cs. Melodi menarik kursinya dan mendudukkan pantatnya bangku.


Mereka sebenarnya kemana sih?, apa mereka pindah sekolah?.


Cantika berjalan menghampiri meja Melodi. Dia berdiri sambil melipat tangannya di dadanya.


" Lo benar-benar mirip cewek murah*n ya" kata Cantika.


" Apa maksud lo?!" tanya Melodi.


" Nggak usah pura-pura bod*h"


" Terserah lo" kata Melodi.


" Saat Kenzo tidak ada, lo malah menggoda Kak Rizki" kata Cantika.


" Gue nggak pernah menggoda mereka, tapi mereka lah yang mendekati gue. Gue juga nggak tau kenapa mereka selalu tergoda sama gue" kata Melodi.


" Itu karena lo murah*n!"


" Makasih pujiannya" kata Melodi.


Cantika kesal karena Melodi tidak terpancing sama sekali. Tapi Cantika tidak akan menyerah, dia akan mempermalukan Melodi.


" Setelah ini siapa lagi target lo?"


Melodi tidak menjawab pertanyaan Cantika. Dia lagi fokus memainkan game yang ada di ponselnya.


Cantika kesal karena Melodi mengacuhkannya. Cantika mengambil ponsel Melodi, kemudian membantingnya kelantai. Alhasil ponsel itu pun hancur.


" Ups..sengaja" kata Cantika.


Melodi hanya diam, dia menahan supaya sisi iblisnya tidak keluar. Karena kalau sisi iblisnya keluar bisa-bisa Cantika mati di tangannya. Setelah bisa mengontrol dirinya, Melodi bangkit dari duduknya.


Dia memang bisa menahan sisi iblisnya, tapi dia tidak akan diam saja, karena Cantika sudah merusak ponselnya.


" Kau memang suka menindas orang, tapi kali ini kau salah orang nona" kata Melodi.


Melodi bangkit dari duduknya, kemudian dia berjalan menuju meja belajar Cantika. Melodi mengambil tas Cantika.


Karena ponsel Cantika tidak ada di di dalam tas itu, tapi Melodi menemukan sesuatu yang menarik di dalam tas itu.


" Melodi!" teriak Cantika.


" Jangan berteriak, telinga gue masih berfungsi dengan baik" kata Melodi sambil berjalan menghampiri Cantika.


" Mari kita lihat apa isi tas ini"


" Jangan!"


Nah loh apa tu isinya..


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2