
Kenzo menghempaskan tubuhnya ke atas kasur. Dia tidak habis pikir dengan daddy nya, bagaimana bisa dia di jadi tumbal untuk bisnis sang daddy. Lagi pula posisi keluarga nya sudah berada di atas.
Kenzo mengambil ponselnya, dia mencari kontak sang kekasih. Setelah ketemu Kenzo menekan tombol panggil di sana.
" Hallo " terdengar suara parau di seberang sana.
" Kamu nangis?"
" Ken bawa aku pergi dari sini"
" Kamu kenapa?, cerita sama aku"
" Papi, hiks..hiks"
" Tenang dulu, ada apa dengan papi kamu?"
" Papi mau jodoh in aku"
Deg.
Kenapa bisa begini kisah cintanya baru saja di mulai, tapi sudah dapat ujian yang begitu rumit.
" Ken, kamu masih di sana kan?"
" Masih"
" Apa kita kawin lari aja"
" Capek dong kita nanti"
" Kenzo!"
" Becanda Yank"
" Lagi genting gini, kamu malah becanda"
" Maaf, habis aku bingung"
" Kita kawin lari aja ya"
" Jangan!, kita tidak boleh melakukan hal bodoh itu. Kita harus buktikan kekuatan cinta kita, aku akan coba ngomong sama daddy aku nanti, untuk membatalkan perjodohan bodoh itu"
" Kamu nggak akan menerima perjodohan itukan"
" Tentu saja tidak, lagi pula aku tidak tau siapa cewek yang mau di jodohkan sama aku. Sekarang kamu istirahat ya, besok kita bicarakan lagi"
" Kamu juga tidur, jangan begadang"
" Hhmm. Oh ya, besok aku jemput kamu, kita ke sekolah bareng"
" Iya, aku tutup dulu telponnya. Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Percakapan antara sepasang kekasih yang galau itu pun mengakhiri obrolan mereka. Kenzo meletakkan ponselnya di atas nakas. Setelah itu Kenzo mematikan lampu kamarnya, dan mengganti dengan lampu tidur.
Kenzo mencoba memejamkan matanya, walaupun sulit, dia tetap berusaha supaya matanya itu terpejam, Kenzo berharap ini semua hanya mimpi. Kenzo pun sudah mulai terlelap.
Pagi hari.
Kenzo tidak semangat untuk bangun dari tidurnya. Kenzo memaksa kan untuk bangun, karena dia harus menyelesaikan masalahnya dengan sang daddy.
Kenzo berjalan gontai menuju kamar mandi. Sampai di kamar mandi, Kenzo langsung menguyur tubuhnya dengan air shower, tanpa membuka baju tidurnya terlebih dahulu.
Selesai mandi Kenzo langsung memakai seragam sekolahnya. Setelah itu dia menyisir rambutnya dengan rapi. Kenzo mengambil kunci motornya, kemudian dia turun kebawah untuk sarapan bersama kedua orang tua dan juga adeknya.
Di ruang makan seperti biasanya sudah menunggu mommy, daddy dan juga adek kesayangannya.
__ADS_1
" Lain kali jangan biarkan kami menunggu terlalu lama" kata Vandy, setelah putranya duduk.
Kalau tidak ingat dosa, mungkin Kenzo sudah memasukkan daddy nya kedalam karung, kemudian membuangnya di sungai Amazon.Tapi karena dia masih takut dosa, jadi semua itu ia urungkan.
" Kenapa abang liatin daddy kek gitu?"
" Suka-suka abang lah, yang punya mata kan Abang, bukan daddy"
" Ingat ya Bang, Abang harus segera memutuskan cewek itu"
" Nggak akan"
" Harus"
" Sekali tidak tetap tidak"
" Abang sudah berani melawan daddy"
" Abang nggak melawan, daddy aja yang sensi dari tadi"
" Abang mau jadi anak durhaka"
" Daddy mau jadi daddy durhaka"
" Mana ada sebutan daddy durhaka, dimana-mana itu yang ada anak durhaka "
" Tu buktinya ada, daddy durhaka"
" Daddy nggak pernah tu dengar sebutan macam begitu"
" Tadi bukannya Daddy sudah dengar"
" Ck.. bocah ini"
" Abang tidak mau di jodohkan ya Dad, kalau tidak Abang akan keluar dari kartu keluarga"
" Abang ngancam daddy"
" Hhhmm"
" Sudah-sudah, cepat habiskan sarapannya" kata Anggun.
Kenzo bergegas menghabiskan nasi goreng yang ada di piringnya. Setelah nasi gorengnya habis, Kenzo berpamitan sama sang mommy.
" Abang berangkat dulu ya Mom" pamit Kenzo sambil mencium tangan sang mommy.
" Iya, hati-hati dijalan"
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
" Abang nggak pamitan sama daddy?" kata Vanya.
" Nggak, selama daddy masih kekeh mau menjodohkan Abang, maka selama itu pula kita musuhan" kata Kenzo.
" Dasar anak durhaka kamu"
" Daddy juga durhaka" kata Kenzo sambil melajukan motornya.
Kenzo sudah memberi tau kedua sahabatnya kalau hari ini dia berangkat sama Melodi. Jadi kedua sahabatnya itu tidak perlu menunggunya.
Setelah menempuh perjalanan selama 10 menit Kenzo sampai di depan pintu gerbang rumah kekasihnya. Kenzo melihat kekasihnya sudah berdiri di sana.
" Lama ya nunggu nya?" tanya Kenzo sambil memberikan helm pada sang kekasih.
" Nggak kok"
__ADS_1
Melodi naik ke atas motor kekasihnya. Setelah memastikan sang pujaan hati duduk dengan aman, barulah Kenzo melajukan motornya menuju sekolah mereka.
" Gimana tidurnya semalam, nyenyak nggak?" tanya Kenzo.
" Nggak, aku kepikiran masalah perjodohan itu terus"
" Aku kan udah bilang, jangan terlalu di pikirkan"
" Gimana nggak kepikiran, kita baru aja pacaran. Tapi sudah di suruh putus aja"
" Tenang aja, mereka tidak akan bisa memisahkan kita"
" Emang kamu sudah punya jalan keluarnya"
" Belum sih, tapi untuk saat ini aku bisa membungkam daddy" kata Kenzo.
" Benarkah"
" Hhmm"
" Gimana cara kamu bungkam daddy kamu?"
" Aku bilang, aku akan keluar dari kartu keluarga kalau daddy kekeh ingin menjodohkan aku"
Melodi tersenyum mendengar ucapan sang kekasih. Bagaimana dia bicara seperti itu pada daddy nya.
" Kamu kok senyum-senyum gitu"
" Kamu gemesin " kata Melodi sambil meluk pinggang Kenzo.
Deg.
Kenzo merasa geli dan juga seperti terserang ribuan tawon, karena Melodi memeluknya. Jujur ini kali pertama dia di peluk wanita selain mommy dan juga aunty nya.
Tak terasa mereka pun sampai di sekolah. Banyak pasang mata yang menatap iri pada pasangan ter fenomenal itu. Bagaimana tidak baru kemarin Kenzo membuat patah hati berjamaah. Sekarang mereka sudah pamer kemesraan.
Di parkiran Gian dan juga Tristan sudah menunggu sepasang kekasih itu. Tidak hanya mereka berdua, Keyra dan Dira juga ada di sana.
" Kalian ngapain masih di sini?" tanya Kenzo sambil membuka helm nya.
" Nungguin elo lah" kata Gian.
" Gue kan nggak minta di tunggu"
" Ck.. benar-benar sahabat nggak ada akhlak lo"
" Yuk ke kelas, ntar lagi bel bunyi" kata Keyra.
" Yuk" ajak Dira sambil bergelayut manja di lengan Tristan.
" Lo apaan sih" kata Tristan sambil mencoba melepaskan tangan Dira.
" Jangan sok nolak gitu deh pacar " kata Dira.
" Berhenti manggil gue dengan sebutan pacar" kata Tristan.
" Kenapa?"
" Karena gue bukan pacar Lo"
" Ih gemesin deh kalau lagi galak gini" kata Dira sambil mencubit pipi Tristan.
Kenzo dan yang lain hanya menggelengkan kepala mereka melihat tingkah Dira dan juga Tristan.
Melodi dan Kenzo tidak akan menceritakan masalah perjodohan mereka pada sahabat mereka. Karena mereka akan mencoba mengatasi masalah itu berdua.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading 😚😚