Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Pagi hari.


Tuan muda sudah dibuat kesal sama Daddy-nya. Pasalnya sang Daddy akan mengirimnya keluar negeri.


" Aku nggak mau ke sana Dad!"


" Harus!"


" Kenapa?!"


" Supaya kamu cepat belajar, dan segera menggantikan daddy di perusahaan. Daddy tau, kamu selama ini berpura-pura menjadi anak yang nakall di sekolah"


Deg.


" Darimana Daddy tau?"


" Kau itu putraku, tentu saja aku tau bagaimana dirimu"


" Kalau aku putra daddy, jadi bisakah dibatalkan saja kepergianku keluar negeri?" pinta Darren.


" Tidak, kamu akan tetap pergi ke sana"


" Oh ayolah Dad. Aku sedang mengejar gadisku"


" Ck.. tidak akan ada gadis yang akan mau dengan mu, jika kau hanya mengandalkan kekuatan dan kekuasaan Daddy mu"


Darren memikirkan ucapan sang Daddy. Emang benar sih, selama ini dia kemana-mana selalu di kawal sama bodyguard keluarganya. Tapi dia juga bisa bela diri.


" Daddy akan memberikan kamu waktu 3 hari untuk berpikir" kata sang daddy sambil menepuk pundak sang putra.


" Baiklah, aku akan memikirkannya"


" Ok, Daddy tunggu keputusan kamu"


Setelah perdebatan tadi, Darren pergi mencari udara segar. Dia akan memikirkan permintaan Daddy-nya itu. Dia tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan, jadi untuk itulah dia akan mencari tempat yang sunyi.


" Tuan muda mau kemana?" tanya salah satu bodyguard nya.


" Keluar sebentar, kalian tidak boleh ikut"


" Ta-tapi tuan muda"


" Nggak ada tapi-tapian, aku mau pergi sendiri. Awas kalau kalian mengikuti ku"


Darren melajukan motornya keluar dari mansion. Sang bodyguard tidak mendengarkan ucapan tuan mudanya itu. Setelah motor tuan muda mereka tidak terlihat lagi, para bodyguard itu masuk kedalam mobil dan mengikuti kemana tuan muda mereka pergi.


Darren tidak tau harus kemana. Dia terus melakukan motornya. Sampai di jalan sepi, motor Darren di cegat beberapa oleh preman yang berkuasa di daerah itu.


Ciiiiit.


Darren merem mendadak motornya. Karena kalau tidak dia akan menabrak drum yang ada di depannya.


" Hei anak kecil! serahkan motor lo sama kita"


" Hoh! mau motor ini? ambil saja kalau kalian bisa!"


Bos preman itu mengintruksikan anak buahnya untuk maju dan mengambil motor Darren. Para bodyguard Darren panik, mereka segera turun dari mobil dan bergegas menghampiri tuan muda mereka.


" Tuan muda"


" Kenapa kalian ada disini? jangan bilang kalian mengikuti ku"


" Ma-maaf tuan muda, kami tidak ingin di bunuh sama tuan besar, kalau kami membiarkan tuan muda terluka"


" Kalian meremehkan aku, hah!"

__ADS_1


" Ti-tidak tuan muda"


" Sudah, menjauh sana!"


" Ta-tapi tuan muda"


" Cepat!"


" Ba-baik tuan muda"


Para bodyguard itu pun mundur beberapa langkah.


" Ternyata kami tidak salah menargetkan mu anak kecil. Ternyata kau seorang tuan muda dari keluarga kaya" kata bos preman itu.


" Tentu saja, dan kau akan terkejut dan bahkan jantungan ketika mendengar siapa nama Daddy ku"


" Ck... sombong juga kau! kalian tunggu apalagi, serang anak kecil itu"


Hiaaak..


Para anak buah preman itu langsung memberikan pukulan bertubi-tubi pada Darren, tapi sayangnya pukulan itu tidak ada yang mengenai tubuh Darren. Ya mereka hanya memukul angin.


Karena serangan mereka tidak ada yang mengenai Darren. Mereka mengambil senjata tajam yang mereka simpan dari tadi. Mereka memutar-mutar pisau itu.


" Kali ini serangan kami tidak akan meleset lagi"


" Coba saja" tantang Darren.


Mereka mulai menyerang Darren. Bunyi senjata tajam itu menggema di jalan sepi itu. Para bodyguard Darren juga ikut panik menyaksikan pertarungan yang ada di depan mata mereka.


Para preman itu sudah mulai kelelahan menghadapi Darren. Karena serangan mereka tidak ada yang bisa melukai Darren. Sedangkan Darren masih bersemangat.


Bos preman itu sudah mulai emosi, karena serangan anak buahnya tidak ada yang mengenai tubuh Darren. Dia bangkit dari duduknya dan ikut membantu anak buahnya itu.


" Kali ini kau pasti tamat" kata salah satu anak buah preman itu.


" Mari kita buktikan siapa yang akan tamat duluan" kata Darren.


Bos preman dan anak buahnya langsung menyerang Darren. Entah karena lengah atau sudah mulai kelelahan juga, Darren mendapatkan sedikit goresan di tangannya.


" Shit!" umpat Darren.


" Tuan muda!" teriak para bodyguard Darren sambil berlari menghampiri Darren.


" Kenapa kalian kesini?!"


" Tuan muda terluka"


" Saya nggak apa-apa"


" Tapi tangan tuan muda terus mengeluarkan darah"


" Kalian menjauh, saya akan menyelesaikan ini"


Para bodyguard itupun pasrah. Mereka mundur kembali ketempat semula. Setelah bodyguard nya menjauh, Darren merobek kaos yang dia pakai. Dia mengikat kain itu ke tangannya yang terluka untuk menghentikan darahnya yang terus mengalir.


" Menyerah saja" kata bos preman itu.


" Tidak ada dalam kamus ku kata menyerah" kata Darren.


" Sudah terluka, kau masih saja sombong anak kecil"


" Sekarang giliran ku" kata Darren sambil menendang bos preman itu.


Bos preman itu terhuyung ke belakang, karena mendapatkan serangan mendadak dari Darren. Dia tidak menyangka tendangan Darren kuat juga.

__ADS_1


" Hajar terus tuan muda!" sorak bodyguard Darren.


" Tendangan mu boleh juga anak kecil. Kalian mundur dulu, biar aku yang menghajar anak kecil ini" kata bos preman itu.


" Ta-tapi bos"


" Cepat mundur!"


Anak buah preman itupun pasrah, mereka mundur kebelakang.


" Sekarang satu lawan satu" kata bos preman itu.


" Ok"


Bos preman itu langsung memberikan pukulan pada Darren, tapi dengan sigap Darren menangkis serangan itu dan mengembalikan pada bos preman itu. Alhasil pukulan itu tepat mengenai wajah bos preman itu. Bibirnya pun sedikit robek dan mengeluarkan darah.


" Jangan pernah meremehkan kekuatan anak kecil seperti saya" kata Darren sambil memberikan pukulan ke perut bos preman itu.


Bos preman itu langsung tersungkur.


" Bos!"


Belum sempat bos preman itu bangkit, Darren sudah menginjaknya. " Kau salah mencari mangsa"


Hueek. Bos preman itu memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Para anak buah preman itu shock melihat bos mereka sekarat di tangan anak kecil. Mereka tidak menyangka anak kecil yang ada dihadapan mereka itu bisa mengalahkan seorang bos preman.


" Kalian hanya sekumpulan sampah yang berani menjarah uang dan juga barang-barang orang yang lewat di sini"


Darren memang pernah mendengar kekejaman para preman itu dalam menjarah barang milik korban mereka. Kalau korbannya perempuan, mereka akan memperkosanya secara bergilir. Sadis bukan!.


" A-ampun, kami tidak akan melakukan itu lagi" kata salah satu anak buah preman itu.


" Benar, kami tidak akan melakukan itu lagi"


" Ck.. kalian pikir saya bodoh! saya tidak akan melepaskan kalian satu orang pun"


Gleg.


Para preman itu susah payah menelan ludah mereka. Mereka tidak menyangka akan di kalahkan sama seorang anak kecil.


" Hei kalian!" panggil Darren pada bodyguardnya.


" Kami tuan muda"


" Cepat kalian telpon polisi, serahkan sampah-sampah ini pada polisi"


" Jangan! jangan serahkan kami ke polisi"


" Iya, kami masih mempunyai anak dan istri"


" Saya tidak peduli. Cepat telpon polisi" titah Darren.


" Siap tuan muda"


" Selamat menikmati dinginnya hotel prodeo" kata Darren sambil melajukan motornya.


" Tuan muda, tangan anda harus di obati"


Darren tidak menghiraukan ucapan bodyguardnya itu. Dia terus memacu motornya meninggalkan tempat itu.


To be continue.


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2