
Kenzo berusaha mengejar cewek dekil itu, tapi langkahnya terhenti karena dua sahabatnya datang menghadangnya.
" Mau kemana?" tanya Tristan.
" Kekelas lah, masa kemall" jawab Kenzo.
" Tapi kelas kita udah lewat munaroh" kata Gian.
Kenzo pun melihat sekelilingnya, benar apa yang di bilang Gian, kelasnya udah terlewat. Kenzo menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
" Jangan bilang lo mau nyusul cewek dekil itu ke toilet" ledek Gian.
" Ya kagaklah" kata Kenzo pergi meninggalkan kedua sahabatnya itu.
Gian dan Tristan pun mengekor di belakang. Kenzo duduk di bangkunya sambil merebahkan kepalanya di atas meja. Dia tidak habis pikir, kenapa bisa teledor seperti tadi, bisa-bisanya dia meninggalkan barang pentingnya.
" Lo kok bisa barengan sama tu cewek?" tanya Gian.
" Gue satu bus sama dia" jawab Kenzo.
" What!, Bus?" tanya Gian dan Tristan serentak.
" Hhhmm"
" Maksud lo, lo naik bus tadi kesekolah?" tanya Gian.
" Iya, emang lo nggak dengar barusan gue bilang apa" kata Kenzo.
" Tian coba lo tabok gue" kata Gian.
Tristan pun menabok lengan Gian.
" Awww, lo kok keras banget sih naboknya" protes Gian.
" Tadi lo yang suruh tabok, udah di tabok malah protes" kata Tristan.
" Ya, tapi nggak keras gitu juga naboknya" kata Gian.
" Gimana rasanya naik bus?" tanya Tristan.
" Seru" jawab Kenzo.
" Wah.. nggak nyangka gue anak sultan mau naik bus" kata Gian.
" Emang lo nggak di antarin sama bokap lo?" tanya Tristan.
" Di antarin sih, tapi cuma sampe halte ja" kata Kenzo.
" Lo takut ketahuan sama anak-anak yang lain" kata Gian.
" Hhhmm"
" Kasihan anak sultan" ledek Gian dan Tristan.
" Sialan kalian berdua" kata Kenzo sambil menoyor kepala Tristan dan Gian.
" Tapi tunggu, kenapa lo ngejar cewek dekil itu?" tanya Gian.
" Gue udah bilang tadi, kalau gue nggak ngejar tu cewek" jawab Kenzo.
__ADS_1
" Udah nggak usah bohong sama kita berdua" kata Gian.
" Iya, lo itu nggak bisa bohong sama kita berdua" kata Tristan.
" Baiklah..baiklah, gue mau berterima kasih sama dia"
" Terima kasih untuk apa?" tanya Gian dan Tristan.
" Udalah malu gue" kata Kenzo.
" Nggak asik lo, bikin gue penasaran aja" kata Gian.
" Ayolah Ken kasih tau" kata Tristan.
" Dia bayarin ongkos gue" kata Kenzo
" Apa!" teriak Gian dan Tristan.
" Aiiss kalian berdua itu bikin gendang telinga gue rusak aja" kata Kenzo sambil mengusap telinganya.
" Seorang anak sultan nggak sanggup bayar ongkos bus" ledek Gian.
" Jangan-jangan lo anak sultan KW " kata Tristan.
Pletak..
Kenzo memukul kepala Tristan dengan buku tulisnya. " Kalau ngomong jangan sembarangan" kata Kenzo.
" Habisnya untuk bayar ongkos bus aja lo nggak mampu" kata Tristan.
" Gue bukan nggak mampu, tapi dompet gue ketinggalan di rumah" kata Kenzo.
" Ya kagak lah. Lagian kalau gue mau, bus nya itu gue beli" kata Kenzo.
" Anak sultan mah bebas" kata Gian.
" Jelas dong" kata Kenzo.
Teeeettt
Bel sekolah pun berbunyi. Semua siswa dan siswi pun masuk kedalam kelas mereka masing-masing.
" Pagi semuanya" sapa Indira.
" Pagi juga kak"
" Berhubung hari ini adalah hari terakhir kalian MOS, jadi kita akan bermain di lapangan. Silakan kalian berkenalan dengan teman-teman kalian yang lain"
" Siap Kak"
" Sekarang kita semua kelapangan"
Indira dan Gilang berjalan terlebih dahulu, kemudian diikuti para junior mereka. Sesampainya di lapangan mereka mulai berkenalan satu sama lain.
Kenzo cs memilih untuk duduk saja di atas rerumputan. Mereka malas berkeliling untuk memperkenalkan diri mereka. Saat mereka sedang asik bersantai ada seorang cewek cantik menghampiri mereka bertiga.
" Hai kenalkan nama aku Cantika. Kalian siapa?" tanya Cantika
" Gue Tristan"
__ADS_1
" Gue Gian "
" Nama teman kalian yang satu lagi siapa?" tanya Cantik sambil tersenyum malu.
Ya ampun senyumannya manis banget. batin Tristan.
Kenzo malas melihat cewek yang ada di depan dia sekarang. " Tian, Ian, gue kesana dulu ya" kata Kenzo sambil beranjak dari duduknya.
Gian yang mengerti sifat Kenzo pun, ikut bangkit dari duduknya dan mengikuti Kenzo dari belakang.
" Maafkan sikap mereka berdua ya" ucap Tristan.
" Nggak apa-apa kok"
Tristan pun meninggalkan Cantika dan pergi menyusul kedua sahabatnya itu. Tristan juga tau kalau Kenzo nggak suka melihat cewek yang sok manja.
Kenzo duduk di kursi di bawah pohon besar yang ada di dekat lapangan. Gian pun ikut duduk di samping sahabatnya itu.
" Kalian berdua tega banget sih ninggalin gue sendiri disana" kata Tristan yang baru menyusul kedua sahabatnya itu.
" Kita kan nggak minta lo untuk ngikutin kita" kata Gian.
" Lagian kita berdua nggak mau ganggu lo sama tu cewek" kata Kenzo.
" Alasan, bilang aja kalian mau mojok berdua" kata Tristan.
Pletak.. pletak
Tristan mendapatkan dua pukulan sekaligus.
" Wah.. kompak banget kalian menganiaya gue"
" Berisik! " kata Kenzo dan Gian.
" Cie.. cie so sweet banget sih kalian berdua " ledek Tristan.
" Lo mau diam atau nggak" kata Kenzo.
" Iya gue diam" kata Tristan sambil membuat gerakan mengunci bibirnya.
" Oh iya Ken, ntar malam kita pergi sama mobil atau motor?" tanya Gian.
" Pake motor aja. Lagi pula gue lebih nyaman pake motor, daripada pake mobil" kata Kenzo.
" Sekali-kali pake mobil napa Ken" kata Tristan.
" Lo mau kita jadi tambah pusat perhatian orang-orang" kata Kenzo.
" Ya nggak sih" kata Tristan.
" Ntar kita ngumpul di rumah lo" kata Gian pada Kenzo.
" Hhmmm"
" Asik, gue bisa ketemu sama my princes " kata Tristan.
Kenzo dan Gian hanya menggelengkan kepala mereka mendengar ucapan Tristan. Ya mereka sangat menyayangi Kiran, karena memang Kiran lah perempuan satu-satunya. Jadi wajar jika mereka memperlakukan Kiran layaknya sang putri.
To be continue..
__ADS_1
Happy Reading.. 😚😚