
Keesokan harinya.
Orang tua Keyra sudah setuju dengan hubungan putrinya dengan putra Aldi. Jadi mereka memutuskan pertunangan Gian dan Keyra akan diadakan malam ini.
Sinta dibantu oleh kedua sahabatnya untuk menyiapkan seserahan yang akan di berikan pada Keyra nanti. Dia ingin memberikan seserahan yang terbaik untuk calon mantunya.
" Nggak kerasa ya anak-anak kita udah pada besar " kata Anggun.
" Ia, sebentar lagi mereka akan mempunyai kehidupan masing-masing" kata Sisil.
" Berarti kita sudah semakin tua" kata Sinta.
" Benar banget" kata Anggun dan Sisil.
Setelah satu jam lamanya, akhirnya seserahan untuk lamaran nanti malam selesai juga. Tinggal di masukkan ke dalam mobil, dan seserahan siap diantarakan ke rumah calon besan Sinta.
" Sin, gue pamit pulang dulu ya" pamit Anggun.
" Gue juga ya Sin" kata Sisil.
" Ok, makasih ya udah bantuin gue" kata Sinta.
" Sama-sama Sin, lagipula kita kan keluarga. Jadi jangan sungkan begitu " kata Anggun.
" Benar Sin, sesama saudara harus saling nanti kan?" kata Sisil.
" Ah, jadi terharu" kata Sinta.
" Kita pamit dulu ya. Assalamualaikum" ucap Anggun dan Sisil.
" Wa'alaikum salam"
Setelah sahabatnya pulang, Sinta juga pergi ke kamarnya untuk membersihkan dirinya. Dan bersiap-siap untuk pergi ke rumah calon besannya nanti malam.
Anggun baru sampai di rumah utama. Dia melihat mobil suaminya sudah terparkir. Itu pertanda suaminya itu sudah pulang dari kantor.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam. Darimana?" tanya sang suami.
" Rumah Sinta, Mas"
" Lain kali jangan kek gitu, suami pulang istri nggak ada di rumah"
" Maaf Mas, tadi aku lagi bantu Sinta menyiapkan seserahan"
" Udah selesai?"
" Alhamdulillah udah. Mas mau mandi?"
" Ia, soalnya udah gerah banget"
" Mandi bareng mau nggak?"
" Mau lha, yuk" ajak Vandy sambil menggandeng tangan sang istri.
Ck..tadi kesel karena nggak di sambut saat pulang kantor. Tapi pas di bilang mandi bareng, Langsung berdiri kupingnya itu.
Vandy sangat bersemangat menaiki anak tangga rumahnya. Dia tidak sabar ingin main air bersama sang istri. Jarang-jarang sekali istrinya nawarkan mandi bareng kek gini.
Sampai di kamarnya, Vandy melemparkan jasnya ke sembarang tempat. Setelah itu dia membawa istri ke kamar mandi untuk main air bersama.
Anggun menyesal karena sudah menawarkan mandi bersama tadi. Karena dia yakin, suaminya itu pasti akan membuatnya kelelahan sekali.
Malam hari.
Semua keluarga besar Sinta sudah berkumpul di rumahnya. Begitu juga dengan para sahabatnya. Mereka juga sudah datang dengan keluarga kecil mereka masing-masing.
Semua barang untuk seserahan yang akan di berikan nanti sudah di masukkan ke dalam mobil. Mereka semua siap untuk berangkat menuju rumah calon besan Sinta.
" Ian buruan" teriak sang mama.
" Bentar Ma"
" Sedang apa sih kamu di dalam kamar, kok lama banget"
__ADS_1
Ceklek.
" Mama bawel banget"
" Kalau nggak mau mama bawel, makanya jangan lama-lama di dalam kamar. Orang di bawah sudah jamuran nungguin kamu dandan"
" Paan sih Ma, lagian siapa yang dandan coba?"
" Kamu lha, masa Daffin"
" Aku nggak ada dandan ya Ma"
" Terus kenapa lama? kamu bertelur di dalam kamar"
" Nggak lha, mama ngaco kalau ngomong"
" Udah buruan!"
Ibu dan anak itu turun kebawah untuk menemui yang lain. Sampai di bawah, kedua sahabat Gian menatap dengan tajam.
" Heh, Ani!" sapa Tristan.
" Apa si Saroh" kata Gian.
" Lo kalau mau dandan kira-kira dong" kata Tristan.
" Ia, sampai badan kita udah di tumbuhi jamur karena nungguin lo" kata Kenzo.
" Lebay banget deh anak sultan" kata Gian.
" Yuk cepat masuk mobil" kata Kenzo.
" Lo lama-lama udah kek mama gue ya bawelnya"
" Ian, bilang mama bawel sekali lagi, mama batalkan ni pertunangan kamu" ancam Sinta setelah nggak sengaja denger obrolan putranya itu.
" Ancamannya nggak ada yang lain apa, Ma?"
" Cepat masuk ke dalam mobil. Gara-gara kamu kita jadi telat"
" Dasar sahabat nggak ada lo" kata Gian yang menyusul Kenzo dan Tristan masuk kedalam mobil.
Setelah semuanya masuk, barulah mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman Sinta dan Aldi. Mobil itu berangkat menuju rumah calon besan Sinta dan Aldi.
Sepanjang perjalanan, Gian menggoyang-goyangkan kakinya. Itu dia lakukan untuk mengurangi rasa nervous nya.
" Lo kenapa kek cacing kepanasan gitu?" tanya Kenzo.
" Nervous " jawab Gian.
" Udah santai aja" kata Kenzo.
" Gue aja kemarin nggak nervous. Tapi gugup" kata Tristan.
Pletak.
" Sama aja " kata Kenzo setelah memukul kepala Tristan dengan ponselnya.
" Mending kita karungin aja dia, habis itu kita lempar ke kandang singa" kata Tristan.
" Tega bener lo berdua sama gue"
Mobil-mobil mewah itu sampai di rumah Keyra. Halaman rumah Keyra sudah di penuhi sama sanak saudara. Kedua orang tua Keyra menyambut kedatangan keluarga calon besannya.
Setelah memarkirkan mobil. Aldi dan rombongannya berjalan menghampiri calon besan mereka. Para pelayan mengikuti di belakang, dengan membawa seserahan untuk Keyra.
" Selamat datang calon besan" ucap Aldo papa Keyra.
" Terima kasih "
" Bukankah itu, tuan Vandy?" tanya Aldo.
" Ah ia, dia Vandy dan itu Gio. Mereka berdua sahabat terbaik saya"
Aldi memperkenalkan kedua sahabatnya pada calon besannya itu.
__ADS_1
" Senang bertemu dengan anda tuan Vandy" ucap Aldo.
" Panggil Aldi saja, lagipula umur kita tidak terlalu jauh" kata Vandy.
" Ba-baik lha Vandy"
" Nah gitu kan lebih enak dengernya"
Aldo tersenyum mendengar ucapan Vandy.
" Mari masuk"
Aldi dan yang lain masuk kedalam rumah Keyra. Acara diadakan emang di dalam rumah Keyra, karena tamu yang hadir tidak banyak. Tapi Aldi dan Sinta tidak mempermasalahkan itu. Bagi mereka acara lamaran itu tidak harus di tempat yang mewah.
Tak berapa lama Keyra keluar dari dalam kamar. Dia di temani oleh kedua sahabatnya. Gian terpesona melihat kecantikan calon tunangannya itu.
" Cantik" puji Gian.
Wajah Keyra bersemu merah mendengar pujian dari sang kekasih. Walaupun dia sering mendengar pujian itu dari sang kekasih, tapi entah kenapa setiap mendengarnya wajah Keyra selalu bersemu merah.
" Entar lanjut lagi merayunya. Sekarang kita duduk dulu" kata Kenzo.
Anak-anak memilih duduk di tempat yang terpisah dengan para orang tua mereka. Setelah mereka semua duduk. Acara lamaran pun segera dimulai. Sinta memberikan seserahan pada keluarga calon besannya.
Setelah selesai acara serah terima seserahan. Gian dan Keyra diminta untuk maju ke depan untuk saling bertukar cincin. Sinta mengambil kotak merah maroon, kemudian menyerahkan pada putranya.
Gian membuka kotak itu, lalu mengambil satu cincin berukuran kecil. Kemudian dia menyematkan cincin itu di jari manis sang kekasih.
Prok..prok.
Semua orang yang ada di sana bertepuk tangan. Sekarang giliran Keyra yang akan menyematkan cincin di jari manis kekasihnya. Keyra sedikit nervous saat menyematkan cincin itu.
" Santai saja honey" kata Gian.
Keyra menganggukkan kepalanya. Dia mendorong cincin itu masuk kedalam jari manis sang kekasih. Keyra berhasil memasukkan cincin itu.
Prok..prok.
Bunyi tepuk tangan itu menandakan bahwa kedua sejoli itu telah resmi bertunangan. Gian dan Keyra pun tersenyum sambil memperlihatkan cincinnya.
Akhirnya ketiga cowok tampan itu sudah memiliki pasangan hidup. Begitu juga dengan ketiga cewek cantik itu. Ketiga pasang anak manusia itu berjanji untuk menjaga ikatan cinta mereka sampai tua nanti.
The End.
Kisah Kenzo cs dan Melodi cs sampai di sini aja ya Reader terzayang 😉😉. Sampai jumpa lagi di buku baru dengan kisah si princess dan double D.
Q: Thor kok mereka nggak sampai nikah?
A: Nanti Feby akan kasih ektra chapter untuk kalian, jadi tenang aja ya"
Feby mengucapkan Gomawo untuk kalian yang sudah mensupport karya receh Feby dari season 1 sampai 2 ini dengan memberikan vote dan juga hadiahnya.
Kenzo.
Gian.
Tristan.
Melodi.
Keyra.
Dira.
__ADS_1
Saranghaeee 😘😘