
Vandy sedang sibuk dengan kerjaannya. Kening Vandy berkerut saat melihat dokumen proyek pembangunan hotel dikota Y. Dalam dokumen itu tertulis kalau proyek diberhentikan karena kekurangan dana. Vandy mengambil HP nya dan segera menghubungi Aldi.
" Al keruangan gue sebentar?!."
Belum sempat Aldi menjawab Vandy sudah mematikan telponnya.
" Dasar bos Arrogant" umpat Aldi.
Setelah menerima telpon dari Vandy tadi Aldi bergegas datang keruangan Vandy. Tanpa mengetuk pintu Aldi langsung menerobos masuk kedalam ruangan Vandy.
" Nggak sopan banget si loe Al" kata Vandy.
Aldi tak mendengarkan ucapan Vandy. Dia langsung duduk dikursi sofa yang ada diruangan itu.
" Ada apa lo nyuruh gue datang keruangan lo?."
" Proyek pembangunan hotel dikota Y dihentikan" kata Vandy.
" O iya gue juga mau ngasih tau itu sama lo, Sepertinya kita harus datang kesana dan melihat sendiri gimana situasi disana?."
" Gue takut ninggalin Anggun sendiri apalagi dia sedang hamil."
" Iya juga sih. Tapi kalau cuma gue yang kesana juga nggak akan bisa" ucap Aldi.
Hening..
Aldi dan Vandy larut dalam pikiran mereka masing-masing.
" Gimana kalau istri gue nginap ditempat lo biar ada yang nemenin?" kata Aldi.
" Good idea."
" Ntar gue yang bilang sama istri gue" ucap Aldi.
" Kita bahas waktu makan siang nanti."
" Ok kalau gitu gue mau balik keruangan gue dulu, karena kerjaan gue masih banyak."
Vandy cuma menganggukkan kepalanya. Aldi pun berlalu meninggalkan ruangan bos sekaligus sahabatnya itu. Sepeninggalan Aldi Vandy menghubungi istrinya.
Anggun: " Hallo Assalamualaikum Hubby" terdengar suara lembut istrinya.
Vandy: " Wa'alaikum salam. Tumben manggil Mas dengan sebutan Hubby?."
Anggun: " Hehe lagi pengen aja."
Vandy: " Makan siang nanti kita kerestoran depan kantor ya"
Anggun: " Kita berdua aja atau sama yang lain juga?."
Vandy: " Sama yang lain juga sayang. O iya gimana kabar anak Daddy? Dedek nggak ganggu Mommy nya lagi kerjakan?."
Anggun: " Kabar Dedek baik-baik aja Daddy. Dia juga tidak rewel."
Vandy: " Waah makin pintar dong anak Daddy. Apa karena Daddy nengokin semalam jadi anak Daddy tambah pintar."
Anggun: " Mungkin Daddy."
Vandy: " Kalau begitu Daddy akan sering-sering nengokin anak Daddy. Tunggu nanti malam ya sayang Daddy akan nengokin kamu."
__ADS_1
Seketika wajah Anggun bersemu merah mendengar ucapan suaminya barusan.
Vandy: " Mas tutup dulu ya sayang telponnya. Mas mau lanjutin kerjaan Mas dulu. Love you my Wife."
Anggun: " Love you more my Hubby."
Sambungan telpon pun berakhir.
Setelah menelpon istrinya Vandy melanjutkan lagi pekerjaannya yang menumpuk tadi. Vandy harus menyelesaikannya dengan cepat karena besok Pagi mereka akan keluar kota.
Jam makan siang pun tiba. Semua karyawan berhamburan keluar dari ruangan mereka masing-masing. Mereka tidak sabar untuk mengisi cacing-cacing yang ada diperut mereka. Begitu juga dengan Anggun dan kedua sahabatnya.
Anggun dan kedua sahabatnya menunggu para suami mereka datang. Tak berapa lama tampaklah tiga orang lelaki tampan berjalan menghampiri mereka.
" Kalian lama banget sih?" kata Sinta.
" Yuk berangkat cacing dalam perut gue udah minta makan dari tadi" kata Sisil.
Mereka pun berangkat kerestoran didekat kantor. Tak butuh waktu lama mereka pun sampai direstoran. Saat masuk kerestoran seperti biasa mereka selalu menjadi pusat perhatian karena ketampanan dan kecantikan mereka.
Anggun dan yang lain memilih duduk dipojokan karena mereka bisa melihat kearah taman yang ada disebelah restoran itu. Mereka mulai memesan makanan yang akan mereka makan. Mereka mengobrol sambil menunggu pesanan mereka datang.
" O iya ada yang mau gue sampaikan sama kalian" kata Vandy.
" Apa itu Mas?" tanya Anggun.
" Besok Mas mau keluar kota sama Aldi jadi buat Sinta dan Sisil, gue minta tolong sama kalian jaga istri gue selama gue dan Aldi berada diluar kota" kata Vandy.
" Emang Mas berapa hari perginya? tanya Anggun lagi.
" Cuma satu hari kok sayang" jawab Vandy.
" Tenang Van kita bakal jaga istri lo kok" kata Sinta.
" Pasti bro gue bakal jaga istri kalian" kata Gio.
Pesanan mereka pun datang dan sudah terhidang diatas meja. Mereka pun mulai melahap pesanan mereka.
Aldi melihat istrinya sangat lahap memakan makanan yang dia pesan tadi. Aldi menghapus sisa makanan yang ada disudut bibir istrinya.
" Makannya pelan-pelan aja Honey" kata Aldi.
" Hehe iya Bee."
Akhirnya semua makanan yang ada dimeja tadi habis tak bersisa. Semuanya sudah berpindah kedalam perut mereka.
" Udah kenyang?" tanya Vandy pada istrinya.
" Udah" jawab Anggun.
" Aku belum" kata Sinta.
" Kamu belum kenyang Honey?."
" Belum Bee" jawab Sinta.
" Mau makan apalagi?."
"Mau makan cake" kata Sinta.
__ADS_1
" Cake? tapi kamu kan nggak suka cake Honey?."
" Nggak tau Bee rasanya pengen banget makan cake."
" Kamu hamil Sin?" tanya Anggun.
" Benarkah Honey" kata Aldi.
" Nggak? kenapa lo nanya gitu?" jawab Sinta.
" Soalnya lo permintaannya aneh. Lo kan nggak suka cake dan sekarang minta cake" kata Anggun.
Sinta berpikir apa yang dibilang Anggun dan suaminya itu. Dia memang nggak suka cake dan sekarang entah kenapa dia ingin sekali makan cake.
" Kapan lo terakhir datang bulan?" tanya Anggun.
" Gue lupa Nggun" jawab Sinta.
" Coba lo cek aja nanti seperti yang lo saranin ke gue dulu" kata Anggun.
" Ntar gue coba deh."
" Yuk kita balik kekantor jam makan siang udah habis" kata Vandy.
Mereka pun pergi meninggalkan restoran. Tentu saja setelah mereka membayar makanan yang mereka makan tadi.
Sepanjang perjalanan kekantor Aldi masih kepikiran dengan ucapan Anggun tadi. Aldi sangat berharap istrinya hamil. Karena usia pernikahan mereka juga sudah lebih 1 bulan.
Sesampainya dikantor mereka pun masuk keruangan mereka masing-masing. Sebelum berpisah Vandy dan Aldi pun berpamitan pada istri mereka.
Vandy melanjutkan kerjaannya yang tertunda tadi. Saat Vandy sedang sibuk dengan tumpukan dokumen yang ada dimejanya tiba-tiba dikagetkan sama getaran HP nya. Vandy melihat layar HP nya dan terlihat chat dari adeknya.
Isi chat Vanya.
Vanya: " Assalamualaikum Kak. Apa kabar?."
Vandy pun membalas chat dari adeknya itu.
Vandy: " Wa'alaikum salam. Alhamdulillah kabar baik. Tumben kamu chat Kakak, pasti ada maunya ๐๐."
Vanya: " ๐๐๐ kok Kakak tau sih? apa Kakak titisan Mama loren."
Vandy: " Ck.. benarkan ada maunya ๐๐ cepat bilang mau kamu apa? Kakak lagi sibuk nggak bisa lama-lama balas chat."
Vanya: " Ya elah sok sibuk banget sih ๐ฉ๐ฉ."
Vandy: " Ya udah kalau nggak mau bilang, Kakak mau lanjut kerja dulu."
Vanya: " Kakak ku yang paling tampan minta duit jajan dong ๐๐."
Vandy: " Bukannya Papa udah kasih kamu uang jajan."
Vanya: " Itukan dari Papa, dari Kakak kan belum๐๐."
Vandy: " Ntar Kakak transfer."
Vanya: " Makasih Kakak ku yang tampan dan paling baik sedunia ๐๐."
Vandy tidak membalas chat dari adeknya lagi. Vandy mentransfer uang buat adeknya. Setelah itu Vandy melanjutkan kerjaannya kembali.
__ADS_1
To be continue..
Happy Reading Guys.. ๐๐