Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Koma


__ADS_3

Untuk menghindari tabrakan, Pak sopir membanting stir mobinya kearah berlawanan. Akhirnya nya tabrakan pun terelakkan, tapi mobil itu terpaksa menabrak tebing yang ada disana.


Tak berselang lama warga sekitar datang menolong. Mereka mengeluarkan tubuh Vandy, Aldi dan sopir dari dalam mobil. Karena posisi mobilnya terbalik warga agak kesusahan mengeluarkan tubuh Vandy.


Mobil ambulans pun datang, beberapa warga menolong mengangkat tubuh mereka bertiga keatas mobil ambulans, dan mobil ambulans pun membawa mereka bertiga kerumah sakit terdekat untuk segera ditangani. Sampai dirumah sakit mereka segera dilarikan keruang IGD.


***


Anggun sedang menunggu kabar dari suaminya, karena dari tadi Pagi suaminya belum ngasih kabar. Anggun mencoba menghubungi nomor suaminya, tapi yang menjawab operator.


" Tumben nomor Mas Vandy nggak aktif" gumam Anggun.


Anggun mencoba menghubungi nomor Aldi dan hasil nya juga sama. " Mereka kemana kok nomor mereka sama-sama nggak aktif gini" batin Anggun


Perasaan Anggun mulai tak tenang. Anggun keluar dari kamarnya, untuk memberi tau mamanya.


" Ma.. Mama!" teriak Anggun


Kiara yang berada didapur pun kaget mendengar teriakan putrinya. Kiara bergegas menghampiri sang putri.


" Kenapa teriak-triak begitu sayang? apa kamu udah mau melahirkan" tanya Kiara


" Belum Ma, tapi Mas Vandy" jawab Anggun


" Kenapa dengan menantu Mama, hhmmm"


" Nomor Mas Vandy nggak bisa dihubungi Ma, begitupun nomor Aldi" cemas


" Tenang sayang, sekarang kita duduk dulu ya" ajak Kiara


Anggun pun menurut, sekarang mereka sudah duduk disofa ruang tamu.


" Aku takut Mas Vandy kenapa-napa Ma" menangis


" Sayang tenang dulu, mungkin dilokasi proyek nya tidak ada sinyal" jelas Kiara


" Kita tunggu dulu ya Nak" kata Kiara berusaha menenangkan sang putri.


Wiguna baru keluar dari kamarnya dan melihat sang putri dengan istrinya sedang berpelukan. Wiguna menghampiri istri dan anaknya.


" Anggun kenapa Ma?" tanya Wiguna sambil duduk disamping istrinya


" Anggun kepikiran sama suaminya, Pa" jawab Kiara


" Kenapa nggak ditelpon aja sayang" tanya Wiguna


" Udah Pa, tapi nomor Mas Vandy nggak aktif" jawab Anggun


" Mungkin disana lagi nggak ada sinyal sayang" kata Wiguna


" Mudah-mudahan deh Pa, tapi aku nggak tenang Pa, perasaan aku nggak enak"


Anggun teringat akan ucapan suaminya tadi malam. Rasa takut pun kembali menghantui Anggun.


Wiguna mencoba menghubungi nomor menantunya itu, hanya ada jawaban dari operator saja. Wiguna mencoba kembali dan hasilnya tetap sama.


Wiguna memeluk putrinya. Wiguna memberikan pengertian kepada sang putri, berharap putrinya bisa tenang. Tak berapa lama Anggun pun mulai tenang.


Kiara membawa putrinya kedalam kamar untuk beristirahat. Anggun mencoba memejamkan matanya. Tak berselang lama Anggun pun terlelap.


Kiara keluar dari kamar putrinya, dan kembali bergabung bersama suaminya. Kiara duduk disamping suaminya.


" Gimana Pa udah ada kabar bulum, dari menantu kita?" tanya Kiara


" Belum Ma" jawab Wiguna


Saat mereka sedang mengobrol, tiba-tiba HP Wiguna berbunyi. Wiguna melihat layar HP nya, terlihat nomor telpon rumah disana tapi dia nggak tau itu nomor siapa.


" Hallo, Assalamualaikum"


" Wa'alaikum salam"

__ADS_1


" Om ini aku Aldi"


" Al syukurlah kamu telpon, Vandy mana? istrinya dari tadi mencemaskan dia?" tanya Wiguna dengan beruntun


" Om kami lagi dirumah sakit"


" Rumah sakit?!"


" Iya Om, kami mengalami kecelakaan"


" Kecelakaan!"


" Gimana keadaan kalian sekarang?" cemas


" Aku dapat beberapa jahitan Om, tapi Vandy"


" Vandy, kenapa dengan menantu Om. Dia baik-baik aja kan"


" Vandy mendapatkan luka serius Om sekarang dia lagi diruang ICU"


Deg


" I-ICU"


" Iya Om, tolong kasih tau Sinta ya Om"


" Baiklah Nak, sekarang kamu istirahat lah, kami akan segera kesana"


Panggilan telpon pun berakhir.


" Siapa yang telpon Pa, dan siapa yang masuk ICU?" tanya Kiara


" Menantu kita Ma, dia kecelakaan" jawab Wiguna


Bruuk


Sontak Wiguna dan Kiara menoleh kearah suara.


Kiara dan Wiguna bergegas menghampiri putri mereka.


" Sayang bangun" ucap Kiara sambil menepuk pelan pipi putri nya.


Wiguna menggendong tubuh sang anak kedalam kamarnya. Wiguna membaringkan tubuh Anggun pelan-pelan keatas kasur. Kiara mengoleskan minyak angin ke hidung anak nya.


Tak berselang lama Anggun pun siuman. Anggun teringat percakapan Papa nya ditelpon tadi, seketika air mata Anggun pun keluar tanpa permisi.


" Ma, Pa, Anggun mau kerumah sakit" ucap Anggun sambil bangun dari tidurnya


" Iya sayang, sekarang kamu istirahat dulu ya" bujuk Kiara


" Aku nggak mau Ma, aku mau lihat keadaan suami aku, dia membutuhkan aku Ma" tangis Anggun pun pecah


" Iya sayang kita akan kesana, kamu tenang ya" ucap Kiara berusaha menenangkan putri nya.


Wiguna menelpon besannya, memberi tau kabar tentang Vandy. Setelah itu Wiguna minta tolong sama bik Mirna untuk menyiapkan pakaian dan keperluan lainnya untuk putrinya.


" A-ayo Pa, k-kita be-berangkat " ucap Anggun terisak


" Iya sayang" kata Wiguna


Wiguna menyiapkan kan mobil, sedangkan Kiara membantu anaknya bersiap-siap.


Setelah mendapatkan telpon dari besannya tadi. Dwipangga, istri dan putri nya bergegas pergi kekediaman Anggun. Mereka khawatir dengan keadaan menantu mereka. Apalagi menantu mereka sedang mengandung.


Setelah menempuh perjalanan selama 15 menit mobil yang dikendarai Dwipangga pun sampai dirumah menantunya. Dwipangga memakirkan mobilnya disebelah mobil besan nya.


Diana bergegas masuk kedalam rumah menantunya. Sampai didepan pintu kamar menantunya, Diana mengetuk pintu kamar menantunya.


Tok


Tok

__ADS_1


Tok


" Masuk"


Diana masuk kedalam kamar menantunya. Diana berjalan menghampiri menantunya itu. Diana memeluk menantunya, Anggun pun menangis kembali dipelukan mertua nya.


" Mas Vandy, Ma"


" Sabar ya sayang, mama yakin suami kamu baik-baik aja" ucap Diana menenangkan sang menantu. Walaupun dia juga sangat mengkhawatirkan kedaan putra nya itu.


Setelah semua persiapan selesai mereka pun berangkat menuju bandara. Mereka sangat mengkhawatirkan kandungan Anggun, mengingat hari waktu lahiran sebentar lagi. Tapi Anggun tetap kekeh ingin ikut kekota B.


Mereka semua pun berangkat menuju bandara, tapi sebelum itu mereka menjemput Sinta dirumahnya. Karena Wiguna sudah memberi tau Sinta dan keluarga nya tentang keadaan Aldi.


Disisi lain Sinta bahagia karena suaminya selamat, tapi disisi lain dia juga bersedih karena suami sahabatnya terluka parah. Sinta satu mobil dengan Anggun, Disana mereka tidak banyak bicara, hanya air mata yang mewakili perasaan mereka sekarang.


Sepanjang jalan, Anggun dan Sinta saling menguatkan satu sama lain. Tapi disini lebih banyak Sinta yang memberikan dukungan untuk sahabat nya itu.


Akhirnya mobil yang dikendarai Dwipangga pun sampai dibandara. Mereka semua pun turun dari dalam mobil. Mereka langsung menuju ketempat pesawat jet.


" Selamat datang tuan" sapa sang pilot


Wiguna hanya menganggukkan kepalanya. Semua orang pun langsung masuk atas pesawat dan duduk dikursi masing-masing. Pesawat jet pun lepas landas meninggalkan bandara.


Setelah menempuh perjalanan selama 2 jam. Pesawat jet pun mendarat dengan sempurna dibandara kota B. Mereka semua pun turun dari pesawat.


Anggun dibantu mama nya, Sinta dibantu sama mama mertuanya. Mereka naik mobil menuju rumah sakit yang dikasih tau tadi sama Aldi.


Jarak dari bandara ke rumah sakit tempat Vandy dirawat lumayan jauh. Selama perjalanan kerumah sakit Anggun tak henti-hentinya berdoa untuk kesembuhan suaminya.


Mereka pun sampai dirumah sakit tempat Vandy dirawat. Tanpa menunggu kedua orangtua dan mertua nya, Anggun bergegas masuk kedalam rumah sakit.


Anggun bertanya kepada resepsionis dimana ruang ICU. Setelah dikasih tau petugas, Anggun pun langsung mencari ruang ICU. Anggun berjalan menyusuri lorong-lorong rumah sakit.


Tak berselang lama Anggun menemukan ruang ICU. Anggun melihat Aldi duduk dikursi yang ada disana. Anggun berjalan menghampiri Aldi.


" Al" panggil Anggun


Aldi mendongak kan kepalanya keatas.


" Anggun"


" Bagaimana keadaan Mas Vandy?" tanya Anggun


" Gue belum tau Nggun, Dokter belum keluar dari tadi" jawab Aldi


Sinta dan keluarga Anggun pun sampai diruang ICU. Aldi melihat istrinya, Aldi bergegas menghampiri istrinya.


" Bee" panggil Sinta


" Honey" balas Aldi sambil memeluk istrinya.


Akhirnya air mata yang dia tahan sedari tadi, akhirnya keluar juga. Sinta tidak bisa berkata apa-apa. Dia bersyukur karena suami nya selamat dari kecelakaan itu.


Wiguna dan yang lain ikut bahagia melihat Aldi selamat. Mereka semua pun duduk dikursi yang ada disana.


Tak berselang lama Dokter keluar dari ruang ICU. Sontak Anggun bangun dari duduknya dan menghampiri sang Dokter dan diikuti sama yang lain.


" Bagaimana keadaan suami saya Dok?" tanya Anggun


" Maaf nona, karena benturan yang keras dikepala mengakibatkan suami anda koma"


Deg


Jantung Anggun seperti berhenti berdetak. Tubuh nya lemas seketika. Dunia terasa gelap, perlahan Anggun kehilangan kesadarannya.


To be continue


Hai Readers ku tersayang, Author minta masukan kalian nih? Visual wanita yang cocok untuk novel terbaru Author, kalau ada komen ya. 🙏🙏🙏


__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2