
Satu bulan kemudian.
Masalah kecelakaan di proyek pembangunan hotel terbaru di perusahaan Dwipangga Group sudah selesai. Para korban juga sudah mulai bekerja kembali.
Vandy bersyukur karena masalah itu cepat selesai. Dia harus berterima kasih pada Kenzo cs dan juga putri kesayangannya, karena berkat bantuan mereka para pelaku bisa ditangkap dan diberi sedikit hadiah. Setelah itu barulah para pelaku itu di serahkan pada pihak berwajib.
Flash On.
Satu bulan yang lalu.
Setelah mendengar cerita Daddy-nya, Kenzo meminta bantuan kedua sahabatnya untuk menemukan pelaku yang membuat para karyawan Daddy-nya celaka.
" Kita harus segera menemukan mereka sebelum ujian sekolah bulan depan" kata Kenzo.
" Tenang. Paling lambat dua hari kita sudah menemukan pelakunya" kata Gian.
" Tidak! paling lambat satu hari" kata Kiran.
" Inces sayang, apa itu nggak kecepatan? lagi pula kita baru melihat lokasi kejadiannya sekarang" kata Tristan.
" Abang Tian tenang saja, musuh itu akan datang sendiri pada kita" kata Kiran.
Kenzo cs bingung dengan apa yang di bilang sama Kiran. Bagaimana bisa musuh sendiri yang datang pada mereka.
" Apa maksud adek musuh akan datang sendiri pada kita?" tanya Kenzo.
" Huh! masa Abang nggak tau? penjahat itu pasti akan datang kesini untuk melihat apakah rencananya berhasil atau tidak. Dan pada saat itu kita akan membekuk tersangkanya" jelas Kiran.
" Wah Incens memang the best" puji Tristan.
" Oh iya, kenapa kita nggak bisa kepikiran ke sana ya" kata Kenzo.
" Makanya jangan pacaran terus" ledek Kiran.
" Siapa yang pacaran Dek?" tanya Kenzo.
" Abang lha, masa adek"
" Baiklah, besok kita kembali lagi kesini, sekarang kita pulang dulu" usul Kenzo.
" Ok"
Saat mereka akan meninggalkan lokasi, tiba-tiba mereka mendengar langkah kaki yang mendekat ke arah mereka. Sontak mereka semua bersembunyi diantara reruntuhan bangunan itu.
Langkah kaki itu semakin mendekat dan jelas. Seperti dugaan mereka, kalau pelakunya tidak hanya satu orang. Melainkan ada 5 orang, tapi mereka belum mengetahui apa motif para pelaku itu.
" Akhirnya saya bisa melihat kehancuran Vandy. Sudah lama saya menantikan semua ini dan baru hari ini saya bisa melakukannya" kata salah satu orang itu.
" Bagaimana kalau Vandy mengetahui tentang semua ini?" tanya teman orang itu.
" Dia tidak akan tau. Buktinya sampai sekarang dia tidak bisa menemukan bukti kejahatan kita"
" Tapi apa alasan anda melakukan semua ini Bos?"
" Alasannya cukup mudah, karena Vandy berani memasukkan putri saya kedalam penjara. Tidak hanya itu, dia membayar tahanan untuk menyiksa putri saya dan akhirnya putri saya memilih bunuh diri"
" Apa tuan Vandy tau kalau anda ayah dari nona Dona?"
" Tentu saja tidak, karena dia tidak mencari tau siapa saya" jawab ayah Dona. Ya lelaki itu adalah ayah Dona.
Prok..prok..prok..
Sontak kelima pria itu melihat kearah suara orang yang bertepuk tangan itu. Kelima pria itu kaget melihat ada anak kecil di sana.
" Siapa kau anak kecil?" tanya ayah Dona.
__ADS_1
" Malaikat maut mu" jawab Kiran.
Ayah Dona tertawa mendengar ucapan Kiran. Dia tidak menyangka anak kecil yang ada di hadapannya itu bisa bicara seperti itu.
" Tertawalah Selagi kau masih bisa. Karena setelah ini kau tidak akan bisa tertawa lepas seperti itu lagi" kata Kiran.
" Kau lucu sekali Nak, anak kecil seperti mu tidak akan bisa membunuhku. Jangankan membunuh menyentuhku saja kau tak akan bisa"
" Kita lihat saja nanti"
" Sudah-sudah jangan bermimpi lagi, sekarang kau pulanglah. Tidak baik untuk anak-anak seperti mu bermain di tempat seperti ini?"
" Siapa bilang disini bukan tempat bermain saya, justru ini arena bermain saya"
" Pulanglah, karena saya tidak ingin bermain-main sama bocah ingusan seperti kamu" kata ayah Dona sambil pergi meninggalkan Kiran.
Kiran yang tidak terima dibilang bocah ingusan oleh ayah Dona, langsung mengambil bongkahan batu yang ada di sana dan melemparnya pada ayah Dona.
" Aagh" rintih ayah Dona. Ya bongkahan batu itu berhasil mengenai kepala ayah Dona. Darah segar mengalir dari kepala lelaki itu.
" Bagaimana rasanya? apa anda masih menolak bermain-main dengan anak kecil seperti saya?"
" Kau!, kalian berempat tunggu apalagi. Bunuh anak kecil itu" titah ayah Dona.
Tristan dan Gian melihat keempat lelaki bertubuh besar itu maju ke arah Kiran, langsung berdiri. Tapi baru mau melangkahkan kakinya, Kenzo sudah menahan mereka berdua.
" Ken lepasin tangan gue" kata Tristan.
" Iya, kita mau bantu princess nih"
" Kalian berdua lupa siapa adek gue?" kata Kenzo.
" Benar juga, dia lebih ganas daripada lo" kata Gian.
" Makanya kita nonton aja di sini" kata Kenzo.
" Berani lo ganggu kesenangan adek gue. Gue kubur lo disini" ancam Kenzo.
" Sadis amat sih lo, Roma"
" Diam kalian berdua, gue mau melihat aksi princess nih?" kata Gian.
Kenzo dan Tristan menghentikan perdebatan mereka. Mata mereka fokus melihat permainan Kiran.
" Tunggu apalagi, cepat bunuh anak kecil itu"
" Biar gue aja yang maju" kata salah satu orang bertubuh kekar itu.
" Satu nggak seru, maju kalian semua" kata Kiran.
" Ck.. berani juga anak kecil ini"
" Serang"
Keempat lelaki itu langsung menyerang Kiran dengan membabi buta. Tapi gadis kecil itu hanya santai saja. Dia mampu menghindari setiap serangan yang di berikan oleh laki-laki berbadan kekar itu.
" Cuma segini kemampuan kalian" Kiran memprovokasi keempat orang itu.
" Jangan senang dulu, hanya karena kau bisa menghindari serangan kami"
" Keluarkan saja semua kemampuan dan kekuatan kalian" kata Kiran.
Keempat lelaki itu melakukan apa yang di bilang Kiran. Tapi lagi-lagi serangan mereka meleset. Ayah Dona kesal karena serangan anak buahnya tidak ada yang bisa mengenai Kiran.
" Baiklah, sudah cukup main-mainnya. Sekarang giliran ku untuk menyerang" kata Kiran.
__ADS_1
Kiran mulai menyerang keempat lelaki itu. Ayah Dona kaget melihat kelincahan Kiran. Termasuk Kenzo cs, mereka tidak menyangka kalau Kiran Sejago itu.
" Gila, princess gesit juga" kata Gian.
" Lo mah kalah Ken ama princess" kata Tristan.
" Berisik lo berdua" kata Kenzo.
Hanya butuh waktu 5 menit, keempat lelaki itu langsung tumbang oleh serangan yang di berikan Kiran.
" Ck..badan kalian saja yang besar, tapi kemampuan kalian nol besar " ledek Kiran.
Ayah Dona shock, dia tidak menyangka gadis kecil yang ada di hadapannya itu bisa mengalahkan orang bayarannya dengan begitu mudah.
" Si-siapa kau sebenarnya?"
" Aku kan sudah bilang di awal tadi, aku malaikat maut mu"
Ayah Dona mundur kebelakang dia takut melihat tatapan mata Kiran. Aura disekitar sana juga sudah mulai menyeramkan.
" Berani sekali kau menyakiti orang yang tidak bersalah"
" I-itu balasan untuk orang yang sudah berani menyakiti putriku"
" Aku tidak tau ada masalah apa antara kau dan Daddyku. Tapi terlepas dari itu, kau tidak boleh menyakiti orang yang tidak bersalah!"
" Mereka pantas mendapatkannya, karena mereka sudah bekerja untuk orang jahat"
Bug
Darah segar keluar dari mulut lelaki itu, karena mendapatkan tendangan di perutnya.
" Baru ku tendang sedikit saja, mulutmu sudah mengeluarkan darah"
Wah princess memang sadis, orang sudah muntah darah akibat tendangannya. Tapi dia dengan santainya bilang itu cuma sedikit. Batin Tristan.
" Abang bereskan sisanya, permainannya udah nggak seru lagi" kata Kiran.
Kenzo cs keluar dari persembunyian. Ayah Dona kaget melihat ketiga cowok tampan itu. Dia tidak menyangka akan dikalahkan oleh anak kecil.
" Sayang sekali permainannya cuma sebentar" kata Kenzo.
" Habis udah nggak seru lagi. Mereka terlalu lemah" kata Kiran.
" Kita harus apakan orang-orang ini?" tanya Tristan.
" Kita kasih ke buaya aja" jawab Gian.
" Buaya sepertinya juga tidak sudi memakan mereka" kata Kenzo.
Ayah Dona susah payah menelan ludahnya, mendengar ucapan ketiga cowok tampan yang ada di hadapannya itu.
" Kita serahkan ke Daddy aja, nanti biar Daddy dan Om Aldi yang urus sisanya" kata Kiran.
Kenzo menelpon Daddy-nya untuk mengirimkan beberapa orang untuk membawa para penjahat itu.
" Baiklah tugas sudah selesai, sekarang kita pulang" kata Kenzo.
" Let's go"
Flash Off.
To be continue..
Zanna Kirania Dwipangga (Kiran)
__ADS_1
Happy Reading 😚😚