Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Siang Hari.


Sepulang sekolah Kenzo dan kedua sahabatnya datang ke perusahaan milik daddy nya. Gian dan Tristan masih memandangi gedung yang menjulang tinggi dengan bertuliskan Dwipangga Group itu.


" Udah lama ya kita nggak kesini" kata Gian.


" Hhhmm"


" Yuk masuk " ajak Kenzo.


Sampai di lobi perusahaan, semua mata karyawan tertuju pada mereka bertiga. Para karyawan wanita terhipnotis melihat ketampanan Kenzo dan kedua sahabatnya.


" Daebak.. bukankah mereka bertiga itu model yang terkenal itu" kata salah satu karyawan wanita.


" Ternyata mereka memang benar-benar tampan. Walaupun dengan hanya memakai seragam sekolah" kata karyawan wanita yang di sebelahnya.


" Kira-kira mereka bertiga ngapain ya kesini?"


" Mungkin mau bekerja "


Kenzo, Gian, dan Tristan terus berjalan melewati segerombolan karyawan wanita itu. Mereka berjalan menuju meja resepsionis.


" Permisi mbak, apa kami bisa bertemu dengan CEO perusahaan ini?" tanya Gian.


" Apa adek-adek ini sudah membuat janji"


" Belum mbak"


" Kalau begitu maaf, saya tidak bisa membantu. Kalian harus buat janji terlebih dahulu"


" Makasih mbak" ucap Gian.


Sebenarnya Kenzo bisa saja langsung menuju ruangan daddy nya. Tapi dia tidak mau melakukan itu. Dia tidak ingin menyalah gunakan kekuasaannya.


" Gimana ini Ken?" tanya Gian.


" Bentar, gue hubungi daddy dulu"


Kenzo mengambil HP yang ada di dalam saku celananya, kemudian dia mencari kontak daddy nya. Setelah ketemu, Kenzo langsung menghubungi sang daddy.


" Hallo, Assalamualaikum Dad"


" Wa'alaikum salam Bang"


" Abang sudah di lobi perusahaan daddy, tapi kami tidak dapat izin untuk menemui daddy. Jadi tolong bilang sama karyawan resepsionis daddy"


" Berani sekali mereka melarang kamu masuk!, emang mereka tidak tau anaknya daddy!"


" Tidak, lagi pula yang tau Abang anak daddy kan cuma para petinggi perusahaan aja"


" Benar juga. Ya sudah nanti daddy suruh Om Aldi menjeput kalian kebawah"


" Hhhmm"


Panggilan pun berakhir.


Kenzo menyimpan kembali HP nya di dalam saku celananya.


" Gimana?" tanya Gian.


" Bentar lagi bokap lo jemput kita" kata Kenzo.


" Kita tunggu di sana aja" kata Tristan


Mereka bertiga pun duduk di kursi yang ada disana. Tak berapa lama Aldi pun datang ke lobi. Semua karyawan membungkuk memberi hormat pada asisten CEO. Aldi langsung menghampiri Kenzo cs.

__ADS_1


" Kalian sudah lama menunggu?" tanya Aldi


" Kita baru nyampe kok Om" jawab Kenzo.


" Yuk, Om antarkan keruang CEO" kata Aldi.


Aldi berjalan lebih dulu, kemudian diikuti sama Kenzo, Gian dan Tristan. Sebelum masuk kedalam lift, Aldi berpesan kepada karyawan resepsionis.


" Kalau mereka bertiga datang, tolong langsung suruh ke ruangan CEO"


" Ba-baik Pak"


Aldi pun masuk kedalam lift, diikuti sama Kenzo cs. Suasana di dalam lift sangat hening, tidak ada yang mau membuka percakapan.


Ting


Pintu lift pun terbuka. Mereka semua keluar dari lift, kemudian langsung menuju ruangan Vandy.


Tok


Tok


Tok


" Masuk"


Aldi, dan Kenzo cs pun masuk kedalam ruangan Vandy. Ternyata di dalam ruangan itu tidak hanya ada Vandy, Gio pun sudah ada di sana.


" Kalian sudah datang" kata Vandy sambil menghampiri putranya.


Kenzo langsung mencium tangan daddy dan juga Gio secara bergantian, kemudian diikuti sama Gian dan Tristan.


" Silakan duduk, jangan terlalu tegang" kata Vandy.


Mereka semua pun duduk di sofa yang ada di ruangan itu.


" Ruangan papa kamu juga nggak kalah keren " kata Vandy.


" Benarkah" kata Gian.


" Kamu bisa lihat sendiri nanti" kata Vandy.


" Kalian sudah makan siang?" tanya Aldi.


" Belum Pa" jawab Gian.


" Baiklah, sekarang kita makan siang dulu. Setelah itu kalian baru mulai bantu kami memeriksa dokumen dan juga berkas-berkas" kata Vandy.


" Siap bos" kata mereka bertiga.


Aldi memesan makanan yang akan mereka makan nanti, melalui aplikasi yang ada di ponselnya.


" Apa MOS kalian sudah selesai?" tanya Gio.


" Belum, sisa 2 hari lagi " jawab Tristan.


" Apa kalian bertiga sudah punya pacar?" tanya Aldi.


" Belum. Lagian kami sibuk kerja dan sekolah, jadi belum kepikiran untuk pacaran" kata Kenzo.


" Betul itu. Lagian papa kenapa nanya kek gitu si?" kata Gian.


" Ya papa penasaran aja. Secara kan kalian ini cowok tampan. Apa kalian mau tips dari papa" kata Aldi.


" Nggak perlu. Lagi pula kami nggak mau memikirkan pacaran dulu" kata Gian.

__ADS_1


Tok.


Tok.


Tok.


" Masuk"


" Permisi Pak, ada kurir dari restoran xx" kata sekretaris Vandy.


" Tunggu sebentar "


Aldi menemui sang kurir untuk mengambil pesanan dia tadi. Setelah membayar pesanannya, kurir itu pun pamit undur diri.


Aldi membawa pesanannya tadi ke dalam ruangan Vandy. Mereka pun memulai acara makan siangnya. Mereka menikmati makanannya dengan hikmat, tanpa ada yang bersuara.


Selesai makan siang, Aldi kembali keruangannya. Karena kerjaannya masih banyak. Gian ikut pergi keruangan papanya, dia mau membantu, sekalian mau melihat ruangan papanya.


Begitu juga dengan Tristan, dia ikut juga keruangan papihnya. Dia juga ingin membantu papihnya bekerja, sekalian dia juga ingin tau ruangan papinya.


Sekarang hanya tinggal Vandy dan putranya yang ada diruangan itu.


" Abang sudah siap bekerja?"


" Tentu saja sudah"


" Baiklah, tolong bantu daddy memeriksa dokumen yang ada di sana" tunjuk Vandy kemeja yang ada di sebelah meja kerjanya.


" Siap Dad"


Kenzo pun mulai mengerjakan tugasnya, begitu juga dengan Vandy. Dia melanjutkan pekerjaannya yang tertunda tadi.


Ayah dan anak itu terlihat sangat serius mengerjakan pekerjaan mereka masing-masing. Sesekali Vandy melirik putranya itu, satu sudut bibirnya terangkat membentuk seulas senyuman.


Kamu sudah cocok jadi pemimpin perusahaan Bang.


Di ruangan Aldi.


Gian juga takjub melihat ruangan papanya. Walaupun tidak sebesar ruangan daddy nya Kenzo. Gian menatap sekeliling ruangan itu, rapi dan bersih.


Gian juga melihat foto di atas meja kerja papanya. Foto pernikahan dan juga foto mereka bersama ada disana.


" Sudah lihat-lihatnya. Sekarang kamu bantu papa periksa semua dokumen ini" kata Aldi.


" Sebanyak ini Pa"


" Kenapa? kurang banyak kah?, apa perlu papa tambah"


" Tidak!, ini sudah cukup" kata Gian.


Gila kerjaan sudah sebanyak ini, masih aja mau di tambah. Papa benar-benar mau menyiksa gue.


Di ruangan Gio.


Tristan masih memandangi ruangan papinya. Walaupun tidak sebesar ruangan daddy Kenzo, tapi ruangan itu sangat nyaman. Di atas meja papinya juga ada foto keluarga.


" Kamu suka sama ruangan papi?"


" Suka, ruangan papi sangat rapi, bersih dan juga nyaman"


" Syukurlah kalau kamu suka. Sekarang bantu papi periksa berkas-berkas ini. Nanti kamu lihat data-datanya disini, terus kamu cocokkan dengan dokumen yang ada di sini"


" Siap Papi"


Tristan mulai mengerjakan tugas yang diberikan papinya. Mata Gian fokus pada laptop dan dokumen yang ada di hadapannya. Gio tersenyum melihat putranya itu.

__ADS_1


To be continue..


Happy Reading... 😚😚


__ADS_2