
Hari ini Vandy dan Anggun kembali ketanah air, karena acara honeymoon mereka sudah selesai. Jet pribadi keluarga Dwipangga sudah tiba dibandara.
Anggun dan Vandy sudah siap pergi kebandara. Anggun terlihat cantik dengan memakai baju hitam, kaca mata hitam, dan jaket bewarna biru. Sedangkan Vandy terlihat tampan dengan memakai kaos bewarna putih dan jaket warna hitam tidak lupa kaca mata dan topinya.
" Istri aku cantik banget" puji Vandy.
" Suami aku juga tampan banget" puji Anggun.
" I Love You sayang" Vandy mencium bibir istrinya sekilas.
" Love You more Bunny."
Anggun dan Vandy berjalan menuju lobi hotel.
Vandy dan Anggun check out dari hotel.
Sepanjang jalan keluar hotel semua mata terpesona melihat pasangan suami-istri itu. bagaimana tidak suaminya tampan dan istrinya juga cantik. Vandy dan Anggun berangkat menuju bandara.
Tak jauh bedanya dengan pemandangan dihotel tadi dibandara pun begitu. Vandy turun dari mobil semua mata yang ada disana terpesona melihat ketampanan Vandy yang diatas rata-rata itu.
Anggun turun dari mobil, tak jauh beda dengan suaminya semua orang terpesona sama kecantikan Anggun, terutama mata para lelaki yang seakan mau melompat keluar. Vandy yang melihat cara para lelaki itu menatap istrinya pun geram.
" Sayang jangan jauh-jauh dari aku."
" Kenapa Mas?."
" Kamu tidak lihat cara para lelaki itu menatap kamu."
" Apa bedanya sama para perempuan itu Mas, cara mereka memandang mu seperti mau menerkam mu."
Anggun dan Vandy pun tertawa. Vandy merangkul pinggang istrinya dengan posesif, Anggun tidak masalah justru dia sangat bahagia kalau suaminya bertingkah posesif seperti itu. Menurut Anggun itu sangat lucu dan menggemaskan.
Vandy dan Anggun masuk kedalam pesawat jet. Mereka memilih berangkat pagi, karena mengingat perjalanan mereka sangat jauh. Vandy dan Anggun sudah berada diatas pesawat jet. Pesawat jet itu pun terbang meninggal bandara internasional paris atau lebih tepatnya bandara Paris Charles De Gaulle.
" Sayang kalau kamu mau istirahat, kamu bisa tidur dikamar?."
" Nanti aja Mas, aku mau disini dulu nemenin kamu."
Mereka pun menghabiskan waktu dengan mengobrol dan sesekali mereka juga bercanda bahkan Vandy dibuat tertawa lepas oleh tingkah istrinya itu. Tak berapa lama rasa kantuk pun menyerang Anggun, akhirnya Anggun terlelap.
Vandy yang melihat istrinya terlelap hanya tersenyum, kemudian Vandy menggendong istrinya kekamar yang ada dipesawat jet itu. Vandy ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya, Vandy ikut tidur dengan memeluk istrinya.
Perusahaan Wiguna.
Marko dan kedua sahabatnya sedang sibuk dengan perkerjaan mereka masing-masing. Karena Atasan mereka memberikan pekerjaan lebih banyak dari biasanya.
" Nanti gue nggak ikut makan siang bareng kalian ya" kata Marko.
" Kenapa?" tanya Aryo.
" Kerjaan gue masih banyak, kalau gue ikut makan siang bareng kalian, takut ntar nggak selesai tepat waktu."
__ADS_1
" Sama, kerjaan gue juga belum selesai" kata Aryo.
" Kita makan siang disini aja kalau gitu" kata Ardian.
" Boleh juga, jadi kerjaan cepat selesai perut juga kenyang" ucap Aryo.
" Ok, gue setuju" ucap Marko.
Mereka melanjutkan kerjaan mereka kembali biar kerjaan cepat selesai.
Perusahaan Dwipangga.
Aldi sedang mengerjakan pekerjaannya dibantu sama Gio sahabatnya. Aldi sengaja minta bantuan temannya itu, karena dia tau perkerjaan Gio tidak ada, bukan tidak ada sih cuman lagi nggak banyak. Daripada Gio nggak ada kerja, cuma duduk-duduk aja, dan itu sama juga dengan memakan gaji buta alasan Aldi.
" Al, Vandy jadi pulang sekarang?."
" Jadi, mereka juga udah dalam perjalanan."
" Nggak terasa pernikahan Vandy sama Anggun udah jalan satu minggu aja" ucap Gio.
" Tapi gue senang melihat Vandy sama Anggun, dari pada sama Kia" kata Aldi.
" Lo ngomong gitu karena Kia pernah nyakitin Vandy."
" Nggak juga, dulu waktu sama Kia Vandy jarang bisa tertawa lepas dan itu bisa dihitung dengan jari, tapi kalau sama Anggun Vandy sering tertawa lepas, bahkan juga bisa bertingkah konyol."
" Benar juga, malahan kalau sama Anggun Vandy bisa jadi gila."
" Ya itu semua karena sifat ceria, dan keramahan yang dimiliki Anggun" kata Aldi.
" Insya Allah 2 bulan lagi, kalau lo?" tanya balik Aldi.
" Gue sih terserah Sisil aja maunya kapan" jawab Gio.
" Gimana kalau kita barengan aja nikahnya?."
" Boleh juga tu Al ide lo, ntar gue bilang sama Sisil."
Mereka pun melanjutkan kerjaan mereka kembali.
Ditempat Lain.
Reno yang hari itu gagal menemukan Kia, kini dia akan mencoba kembali untuk mencari Kia. Reno sudah mendapatkan dimana tempat tinggal Kia sekarang. Reno tidak akan melepaskan Kia lagi. Reno yang sudah siap dengan pakaian santainya. Urusan kerjaan Reno sudah menyerahkan kepada asistennya.
Reno melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang. Reno menyusuri kompleks perumahan elit karena dia tau dari orang suruhannya Kia tinggal disana. Sampailah Reno didepan rumah besar dengan pagar yang menjulang tinggi.
Reno membunyikan klakson mobilnya. Security yang mendengar bunyi klakson mobil, melihat siapa yang datang. Security itu menghampiri mobil Reno.
" Selamat Siang ada yang bisa saya bantu Tuan?" tanya security.
" Saya mau ketemu nona Kia, Pak."
" Kalau boleh tau Tuan siapanya nona Kia."
__ADS_1
" Saya temannya, kebetulan saya baru pulang dari luar negeri."
" Saya tanya dulu Tuan."
Security menelpon Bik Jum untuk memberi tau apa benar nona ada teman dari luar negeri. Bik Jum pun melapor pada Tuan mudanya. Setelah mendapatkan izin dari Bryan, Bik Jum memberi tau kepada Security untuk memperbolehkan tamu masuk.
Security membukakan pagar untuk Reno. Mobil Reno melaju masuk kedalam pekarangan rumah Bryan. Kini mobil Reno sudah sampai. Reno turun dari dalam mobil.
Ting nong
Bik Jum membukkan pintu untuk tamu tuan mudanya. Setelah pintu terbuka Bik Jum mempersilakan Reno masuk dan duduk ruang tamu.
" Tunggu sebentar Den, saya mau manggil tuan muda dulu."
" Oh iya Bik."
Bik Jum berlalu pergi memangil tuan muda dan nona mudanya. Tak berapa lama Kia dan Bryan berjalan menuruni anak tangga, dengan tangan Brayen memeluk pinggang Kia. Reno yang melihat pemandangan didepannya pun merasa kesal.
" Maaf membuat anda menunggu" kata Bryan.
" Tidak masalah tuan" ucap Reno.
" Panggil Bryan saja."
" Kalau begitu panggil Reno saja, kalau boleh tau wanita yang disamping Bryan siapa?."
" Oh iya kenalkan tunangan saya Kia."
Reno dan Kia pun saling berjabat tangan. Entah apa yang ada dalam fikiran Reno sehingga dia belum juga melepaskan tangan Kia.
" Eheem, Reno tolong jangan lama-lama memegang tangan tunangan saya."
" Eh, maafkan saya Bryan."
" Kalau boleh tau, ada perlu apa Reno kesini?" tanya Bryan.
" Maaf kalau sebelumnya saya lancang, kedatang saya kesini mau bertanggung jawab atas kesalahan saya."
" Maksud Anda pertanggung jawaban apa ya" kata Bryan.
" Saya mau menikahi Kia."
" Omong kosong macam apa ini!."
" Saya Ayah dari bayi yang ada dalam kandungan Kia.
Duaarrr
Bagai disambar petir disiang bolong Kia mendengar ucapan Reno.
Jawaban apa yang akan diberikan Kia pada Reno? dan menurut kalian Kia bagusnya sama siapa Bryan atau Reno?.
To be continue..
__ADS_1
Jangan lupa Like, Komen dan jika berkenan kasih Votenya juga ya Readers.. 😉😉
Happy Reading Guys... 😉😉