Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Kia, Bryan dan putranya sampai di rumah. Mereka masuk kedalam rumah. Kia harus bicara dengan Bryan, karena selama diperjalanan tadi Bryan hanya diam saja.


" Pih, mami mau bicara" kata Kia setelah mereka sampai dikamar.


Bryan duduk disofa. " Bicaralah"


Kia duduk disamping Bryan. " Mami tau papi kecewa sama mami, tapi mami benar-benar nggak tau kalau putra kita yang mendorong anak itu duluan"


" Mami kan bisa tanya sama anak kita?"


" Iya, tapi waktu itu mami sudah emosi Pih"


" Papi kan sudah bilang dari dulu, kita tidak boleh memanjakan Alex, tapi mami tidak mau mendengarkan papi. Sekarang mami lihat sendirikan apa yang dilakukan anak itu"


" Oh jadi papi sekarang nyalahkan mami gitu. Apa karena Alex itu bukan darah daging papi, makanya papi nggak mau memanjakan dia" kata Kia mulai emosi.


" Kenapa mami bicara seperti itu. Apa selama ini papi pernah permasalahkan kalau Alex bukan darah daging papi, nggakkan Mi. Papi cuma tidak ingin Alex jadi anak yang sombong dan suka seenaknya sama orang lain"


" Menurut mami Alex anak yang baik" kata Kia tak mau kalah.


" Baik?, apa mami tidak lihat gimana dia membenci putranya Anggun, dan dia juga iri kepada ketiga anak itu" kata Bryan.


" Kenapa papi malah membela anaknya Anggun. Apa papi suka sama Anggun?!"


" Apa maksud ucapan mami?" tanya Bryan.


" Sudalah Pih, jangan berpura-pura bodoh lagi. Jujur saja kalau Papi suka kan sama Anggun"


" Cukup!, papi rasa tidak ada lagi yang perlu kita bicarakan" kata Bryan sambil berlalu pergi meninggalkan Kia.


" Papi!"


Bryan tidak menghiraukan panggilan Kia, dia terus berjalan meninggalkan Kia. Bryan takut karena emosi dia melukai istrinya, jadi dia memilih untuk pergi.


Bryan melajukan mobilnya menuju villa pribadi miliknya. Bryan ingin menenangkan dirinya disana. Bryan tidak mengerti dengan sikap istrinya, menurut Bryan Kia sudah berubah, tidak seperti Kia yang dia kenal dulu.


***


Vanya sedang makan siang dikanti kampusnya. Ya siang ini Vanya datang kekampusnya untuk menyerahkan skripsinya. Karena sebentar lagi Vanya akan wisuda.


Vanya melihat teman-teman satu kampusnya sedang heboh membicarakan tentang model cilik yang tampan. Vanya yang penasaran pun ikut mencari majalah yang mereka maksud.


Setelah ketemu Vanya kembali duduk ditempatnya tadi. Vanya membuka halaman demi halaman yang ada dimajalah itu. Alangkah kagetnya Vanya melihat siapa yang menjadi modelnya


" Oh my God?!, apa gue tidak salah lihat?, ponakan tampan gue jadi model!"


Vanya tidak menyangka kalau keponakannya yang datar dan cuek itu bisa berpose didepan kamera. Aura Kenzo benar-benar terpancar disana.


" Apa kakak dan kakak ipar tau kalau Kenzo jadi model?" Vanya bermonolog.


Vanya mengambil ponselnya, kemudian dia mencari kontak kakaknya, setelah ketemu Vanya langsung menghubungi nomor kakaknya itu. Setelah beberapa detik panggilan pun tersambung.


" Hallo Assalamualaikum Kak"


" Wa'alaikum salam Dek"


Vanya kaget mendengar suara yang menerima teleponnya. Vanya melihat lagi nomor yang dia hubungi, benar nomor kakaknya.


" Hallo Dek, kamu masih disanakan?"


" Ma-masih kakak ipar"


" Mas Vandy lagi nggak bisa ngangkat telpon, makanya kakak yang angkat"


" Itu nggak alasan dia ajakan kakak ipar"


" Nggak kok Dek. Tumben adek telpon"


" Hehehe, sebenarnya ada yang mau aku tanyain Kak"


" Tanya soal apa Dek"


" Tadi teman-teman aku lagi sibuk ngomongin model cilik yang tampan. Jadi aku penasaran ingin melihat setampan apa anak kecil itu. Kakak tau siapa yang jadi modelnya?"


" Abang"


" Kok kakak tau"


" Tau dong, ini kakak sama kakak kamu lagi nemenin abang pemotretan"

__ADS_1


" Apa!"


Sontak semua orang di kantin melihat kearah Vanya. Vanya hanya tersenyum pada mereka semua.


" Kenapa Dek?"


" Nggak apa-apa kok Kak. Jadi benaran abang jadi model?"


" Iya Dek"


" Apa mama sama papa sudah tau?"


" Belum Dek, biar Kenzo aja nanti yang kasih tau"


" Ok Kak, aku jadi pengen lihat abang pemotretan secara langsung juga"


" lihat aja, kamu tau perusahaannya kan?"


" Tau Kak, tapi aku sekarang lagi dikampus"


" Kapan-kapan kan juga bisa Dek"


" Iya sih, ya udah titip salam untuk ponakan tampan aku ya Kak"


" Ntar kakak sampein"


" Kak aku tutup teleponnya, soalnya suami aku telpon. Assalamualaikum"


" Iya Dek. Wa'alaikum salam"


Panggilan pun berakhir.


Vanya menerima panggilan dari suaminya.


" Hallo. Assalamualaikum Kak"


" Wa'alaikum salam sayang. Lagi telpon sama siapa tadi?"


" Kakak ipar"


" Oh, aku udah sampai dikampus kamu nih"


Tut.


Vanya menyimpan ponsel kedalam tasnya. Vanya membayar jajanan dia tadi, setelah itu Vanya bergegas keluar dari kantin.


Vanya berlari menuju parkiran. Mahasiswa heran melihat Vanya yang berlari seperti dikejar sama rentenir. Vanya tidak menghiraukan tatapan heran teman-temannya, dia terus saja berlari.


Vanya pun sampai diparkiran, dengan napas yang ngos-ngosan. Marko keluar dari mobilnya.


" Kamu kenapa ngos-ngosan begitu sayang"


" Habis lomba lari akunya"


" Lomba lari, atau dikejar rentenir" canda Marko.


" Iya rentenir tampan" kata Vanya.


" Tampan mana daripada aku?" tanya Marko.


Vanya melirik suaminya dari atas sampai bawah. " Tampanan suami aku" jawab Vanya.


" Udah pintar gombal sekarang ya" kata Marko sambil mengecup bibir istrinya sikilas.


Vanya kaget karena mendapatkan serangan mendadak dari suaminya.


" Kenapa kaget gitu?" tanya Marko.


" Kamu nyerang aku nggak bilang-bilang" kata Vanya.


" Namanya juga nyerang sayang, jadi mana pernah bilang" kata Marko sambil tersenyum pada istrinya.


" Ck.. sekarang kakak sudah pinter ngomong ya"


" Kakak pinter ngomongnya semenjak sama kamu sayang"


" Judika kamu Kak"


" Siapa itu Judika?" tanya Marko

__ADS_1


" Penyanyi terkenal" jawab Vanya.


" Oh, tapi kenapa kamu nyebut nama dia, apa kamu suka sama dia?" tanya Marko dengan menatap tajam pada sang istri.


" Ya nggak lah, lagian aku nggak ingin jadi bibit pelakor" jawab Vanya.


" Apalagi jadi pebinor" kata Marko.


Mereka berdua pun saling tatap dan kemudian tertawa bersama. Vanya tidak menyangka suaminya akan tau juga tentang pelakor dan pebinor.


" Kita pulang Yuk" ajak Marko.


" Hhmm" kata Vanya sambil menganggukkan kepalanya.


Marko membukakan pintu mobil untuk istri tercintanya. Setelah barulah dia masuk kedalam mobil dan duduk dikursi kemudi.


" Sudah siap berangkat sayang"


" Siap suamiku"


Marko pun melajukan mobilnya meninggalkan kampus Vanya. Marko melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


" Sayang, kita makan siang diluar yuk" ajak Marko.


" Boleh, kita makan diwarung nasi padang. Gimana?" tanya Vanya.


" Ok "


Setelah menemukan warung nasi padang, Marko pun menepikan mobilnya. Marko memarkirkan mobilnya ditempat parkir yang sudah disediakan disana.


Marko turun dari mobil, kemudian membukakan pintu mobil untuk istrinya.


" Silakan turun ratuku" kata Marko sambil mengulurkan tangannya kepada sang istri.


" Terima kasih rajaku" kata Vanya sambil menyambut uluran tangan suaminya.


Mereka berjalan sambil bergandengan. Marko dan Vanya masuk kedalam warung nasi padang. Marko mencari tempat duduk didekat jendela.


Mereka berdua memesan makanan yang akan mereka santap. Mereka memilih rendang dan ayam cabe ijo untuk lauknya. Sedangkan untuk sayurannya mereka minta tumis kangkung.


Sambil menunggu pesanan mereka datang, Vanya dan Marko mengobrol.


" Kak"


" Hhhmm"


" Dikampus aku tadi lagi heboh membicarakan model cilik yang tampan, jadi aku penasaran ingin tau setampan apa anak kecil itu"


" Terus?"


" Kakak pasti nggak percaya siapa yang jadi modelnya?" kata Vanya.


Marko sudah tau siapa yang dimaksud sama istrinya itu, tapi dia pura-pura bertanya.


" Emang siapa sayang?" tanya Marko.


" Kenzo" jawab Vanya.


" Kalau itu aku sudah tau sayang" kata Marko.


" Kakak tau darimana?" tanya Vanya.


" Beberapa hari yang lalu. Bahkan akulah yang tau pertama kali" kata Marko.


" Kakak nggak lagi ngigo kan?"


" Ya nggak lah, aku sadar ini"


Saat Marko akan bercerita, pesanan mereka datang.


" Kita makan dulu, nanti aku ceritakan sama kamu kenapa aku bisa tau" kata Marko.


" Ok "


Mereka pun mulai menyantap makanan yang mereka pesan tadi. Mereka berdua menikmati makanannya dengan hikmat, tanpa ada yang berbicara.


To be continue...


Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Author.

__ADS_1


Happy Reading Guys.. 😉😉


__ADS_2