
Sore hari.
Anggun pergi kekamar Kenzo. Dia ingin melihat apakah Kenzo sudah bangun apa belum. Anggun membuka pintu kamar putranya.
Saat pintu terbuka, Anggun melihat Kenzo masih tertidur dengan lelapnya. Anggun menghampiri bed nya Kenzo. Anggun duduk dipinggir bednya Kenzo.
Anggun membelai rambut putranya, saat tangan Anggun menyentuh kening putranya, Anggun langsung panik, karena badan Kenzo terasa panas.
" Astagfirullah sayang, badan kamu panas banget Nak" ucap Anggun dengan nada khawatir.
Anggun menekan tombol yang ada diatas bed Kenzo. Ya tombol itu berguna untuk panggilan darurat dirumah itu, yang terhubung kesemua ruangan yang ada dirumah itu. Jadi Anggun tidak perlu berteriak untuk memanggil pelayannya.
Setelah menekan tombol yang ada dikamar Kenzo, Anggun pun menelepon Erik. Tak berapa lama telepon pun tersambung.
" Erik cepat kamu datang kerumah saya, dalam waktu 10 menit"
Tut..
Seperti biasa, tanpa menunggu jawaban dari Erik, Anggun sudah mematikan teleponnya. Anggun tidak peduli kalau dokter itu sekarang mengumpatnya. Bagi Anggun sekarang adalah keselamatan putranya.
Para pelayan yang mendengar bunyi panggilan darurat pun langsung bergegas kekamar Kenzo. Kini semua pelayan sudah berada dikamar Kenzo.
" Tolong ambilkan kain dan juga air hangat" titah Anggun pada salah satu pelayannya.
" Apa yang terjadi sama Den Kenzo nona?" tanya Bik Mirna.
" Kenzo lagi demam Bik" jawab Anggun sedih.
" Demam?, bukannya kemarin Aden baik-baik aja Non" kata Mirna lagi.
" Tidak baik Bik, kemarin abang pulang dengan wajah yang lebam dan sudut bibirnya terluka" kata Anggun.
" Astagfirullah, kenapa bisa begitu Non?" tanya Mirna.
" Mungkin Kenzo berkelahi sama temannya disekolah atau gimana, Anggun juga nggak tau Bik"
Salah satu pelayan sudah kembali dengan membawa baskom berisi air hangat dan juga kain kecil.
" Nona ini air hangat sama kainnya"
" Makasih ya Bik" ucap Anggun.
Anggun mulai mengompres Kenzo dengan kain kecil yang dibawa bibik tadi. Anggun sangat hati-hati melakukannya, Anggun tidak ingin membangunkan putranya.
" Kalian boleh lanjutkan pekerjaan kalian kembali" kata Anggun pada para pelayannya.
Mereka semua pun turun kebawah untuk melanjutkan pekerjaan mereka yang tertunda tadi. Mereka sangat mengkhawatirkan keadaan Kenzo.
" Siapa yang berani cari masalah dengan keluarga nona" kata salah satu pelayan.
" Mereka tidak tau berhadapan sama siapa?" kata pelayan yang satu lagi.
" Aku nggak bisa membayangkan apa yang akan terjadi pada sama keluarga mereka"
" Iya, semoga Den Kenzo baik-baik aja"
" Aamiin, aku nggak bisa membayangkan kalau kedua singa dirumah ini mengamuk"
" Aku nggak mau bayangin, apalagi kalau melihat amarah tuan Vandy"
" Sekarang kita lanjutkan pekerjaan kita"
Semua pelayan pun membuburkan diri. Mereka kembali mengerjakan tugas mereka masing-masing.
Ting nong..
Mirna segera membukakan pintu.
__ADS_1
Ceklek.
Saat pintu terbuka, tampaklah dokter tampan berdiri dengan memegang tas ditangan kanannya.
" Assalamualaikum Bik"
" Eh!, Wa'alaikum salam. Mari silakan masuk Dok"
" Makasih Bik" kata Erik sambil berjalan masuk kedalam rumah.
" Langsung kekamar Den Kenzo aja Dok, nona sudah menunggu disana" kata Mirna yang melihat Erik kebingungan.
" Oh iya, makasih Bik"
Erik pun bergegas kelantai atas, untuk menemui sang empunya rumah. Sampai didepan kamar Kenzo, Erik mengetuk pintu kamar Kenzo.
Tok
Tok
Tok
" Siapa?" terdengar suara dari dalam.
" Saya nona"
" Masuk Rik"
Erik pun masuk kedalam kamar Kenzo.
" Tolong kamu periksa anak saya, jangan sampai ada yang terlewatkan"
" Baik nona"
Erik mengambil stetoskop dari dalam tasnya. Erik pun mulai memeriksa Kenzo. Erik memeriksa dengan teliti tidak ada yang terlewatkan satupun.
" Bagaimana Rik?" tanya Anggun setelah Erik memeriksa Kenzo.
" Menurut kamu itu karena jatuh atau karena apa?" tanya Anggun.
" Kalau menurut saya ini bukan karena jatuh nona, soalnya bibir Kenzo robek sedikit. Bisa karena dintonjok atau ditampar nona" tutur Erik.
Berasa kek polisi gue.
" Sudah ku duga, kira-kira kapan rasa nyeri dan lebamnya itu hilang?"
" Mungkin 3 sampai 4 hari nona"
" Kenapa lama sekali, bisa gawat kalau daddy nya sampai tau"
" Ini resep obat untuk Kenzo nona" kata Erik sambil menyerahkan kertas resep pada Anggun.
" Makasih Rik"
" Sama-sama nona, kalau gitu saya permisi dulu"
" Ok, sekali lagi makasih ya Rik"
Anggun mengantarkan Erik sampai dipintu kamar Kenzo. Setelah Erik menghilang dari pandangannya, barulah Anggun masuk kembali kedalam kamar anaknya.
Anggun duduk disamping putranya itu. Anggun membelai lembut rambut Kenzo. Anggun merasa gagal menjaga putranya itu. Seketika air mata Anggun pun jatuh mengenai pipi Kenzo.
" Mmmm"
Terdengar bunyi lenguhan Kenzo. Anggun melihat Kenzo akan membuka matanya, dia pun cepat-cepat menghapus air matanya.
" Mommy" panggil Kenzo dengan lirih.
__ADS_1
" Iya sayang"
" Abang haus"
Anggun mengambil air minum yang ada diatas nakas. Kemudian memberikannya pada Kenzo. Kenzo meneguk air minum itu sampai habis. Kenzo memberikan gelasnya kembali pada mommy nya.
" Tunggu bentar ya, mommy buatkan bubur dulu untuk abang"
" Hhmmm"
Anggun pergi kedapur untuk membuatkan bubur untuk putranya itu. Sebelum pergi kedapur Anggun minta tolong sama Kang Tito pergi mebebus obat untuk Kenzo.
Sampai didapur Anggun langsung mengambil bahan untuk mebuat bubur dan menambah kan sedikit bahan lain, seperti sayur dan juga ayam untuk pelengkap bubur yang akan dibuatnya nanti.
Anggun masaknya dibantu sama Bik Mirna. Bik Mirna sangat kagum sama nona mudanya itu. Nona nya itu tidak pernah gengsi untuk masuk kedapur, bahkan memasak langsung untuk suami dan anaknya.
Setelah 20 menit bubur buatan Anggun sudah jadi. Anggun memasukkan bubur ayamnya kedalam mangkok kecil untuk dia bawa kekamar Kenzo.
Kang Tito sudah kembali dengan mebawa obat yang dia tebus tadi. Kang Tito memberikan obat itu kepada nona mudanya.
" Nona ini obat untuk Den Kenzo"
" Makasih ya Kang"
" Sama-sama nona, kalau tidak ada lagi, saya pamit kekebun belakang dulu nona"
" Oh iya, silakan Kang"
Tito pun berlalu pergi meninggalkan dapur. Anggun kembali kekamar putranya dengan nampan yang berisi bubur, air minum sama obat.
Anggun masuk kedalam kamar putranya. Anggun meletakkan nampan yang dia bawa tadi diatas nakas disebelah bed Kenzo. Anggun ingin sekali menanyakan pada putranya itu, tapi untuk saat ini dia urungkan dulu, dia akan menanyakannya nanti.
" Abang makan bubur dulu ya, habis itu minum obat"
" Iya mommy"
Kenzo tidak bisa membuka mulutnya lebar-lebar, karena takut luka disudut bibirnya akan terbuka lagi. Anggun menyuapi putra nya itu dengan penuh kasih sayang.
Suapan demi suapan masuk kedalam mulut Kenzo. Tak berapa lama satu mangkok bubur tadi pun berpindah kedalam perut Kenzo. Anggun senang karena Kenzo menghabiskan bubur yang dia buat tadi.
Selesai makan, Anggun memberikan obat untuk diminum sama Kenzo. Kenzo meminum obat yang diberikan mommy nya itu.
" Sekarang abang istirahat ya"
" Hhhmm"
Kenzo membaringkan tubuhnya kembali. Anggun menarik selimut sampai keleher Kenzo.
" Abang"
" Hhhmmm"
" Apa ada yang mau abang katakan sama mommy?"
Kenzo hanya diam, dia belum berani menceritakan semuanya pada mommy nya itu.
" Baiklah kalau abang belum mau bercerita sekarang, mommy akan tunggu sampai abang siap menceritakan semuanya sama mommy"
Kenzo menganggukkan kepalanya.
Anggun tersenyum pada putranya itu. Anggun tidak mau memaksanya untuk bercerita. Karena dia ingin putranya merasa aman bercerita dengannya bukan tertekan.
" Sekarang abang tidur ya"
Anggun ikut berbaring disamping putranya itu. Anggun memeluk Kenzo dan membelai lembut rambut putranya itu. Tak berapa lama Kenzo pun terlelap.
To be continue...
__ADS_1
Jangan lupa like, komen dan votenya ya..
Happy Reading Guys..😉😉