Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Setelah dari kantor polisi, Vandy dan yang lainnya kembali ke hotel tempat mereka menginap. Karena mereka mau beristirahat sebelum berangkat ke bandara. Ya malam ini mereka akan kembali ke tanah air.


Mereka pun sampai di depan hotel tempat mereka menginap. Vandy, istri dan anaknya turun dari mobil, diikuti oleh kedua sahabatnya.


Mereka berjalan memasuki hotel.


Di lobi hotel, Kenzo dan yang lain sudah menunggu kedatangan mereka. Karena mereka ingin tau berapa lama Jennifer dan ayahnya di dalam penjara.


" Kalian sudah kembali?" kata Sinta.


" Hhmm"


" Kita ngobrol di kamar gue aja" kata Vandy.


Mereka semua berjalan menuju kamar inap Anggun dan juga Vandy. Mereka berjalan beriringan menuju lift. Lift pun naik ke atas menuju lantai 10.


Ting.


Pintu lift terbuka, Mereka keluar dari lift. Mereka langsung menuju kamar Anggun dan juga Vandy. Mereka semua sudah tidak sabar mendengarkan cerita tentang wanita sombong itu.


Vandy mempersilakan Aldi dan yang lainnya untuk duduk di sofa yang ada di sana. Sedangkan para cewek membuatkan teh hijau dan juga membawa camilan untuk menemani obrolan mereka.


" Kenapa nggak di tembak mati aja Dad?" tanya Kenzo pada daddy-nya.


" Mati itu hukuman termudah untuk wanita itu Bang" jawab Vandy.


" Daddy kamu benar Ken, lagi pula di penjara wanita itu tidak akan bisa tenang. Karena mommy kamu sudah membayar tahanan yang ada di sana untuk menyiksa wanita itu" kata Aldi.


" Betul, dan dia akan meminta mati dengan sendirinya" kata Gio.


" Syukurlah, karena aku tidak akan bahagia melihat dia cuma di hukum sebentar saja" kata Kenzo.


" Adik kecil kamu juga sudah memberi salam perpisahan untuk wanita itu" kata Vandy.


" Benarkah" kata Kenzo.


" Hhhmm"


Kenzo melirik adeknya yang sedang asik bermain game dengan Daffin. Seulas senyum pun terbit dibibir Kenzo. Adik kecilnya yang manja itu, ternyata berbahaya juga.


" Gimana dengan perusahaan Bapak tua itu?" tanya Sinta yang datang dengan membawa nampan berisi teh.


" Tenang, beritanya akan kita dengar sebelum kita meninggalkan kota Seoul ini" kata Aldi.


" Berita ini pasti akan menjadi trending topik" kata Sisil.


" Pastinya, karena keluarga mereka orang terkaya di kota X" kata Gio.


Mereka semua tidak sabar sabar menunggu berita kehancuran keluarga Fulton. Terutama Kenzo, dia ingin melihat keluarga itu hancur sampai ke dasar dan tidak bisa bangkit lagi.


" Mama nggak mau belanja?" tanya Aldi pada Sinta.


" Mau Pah" jawab Sinta.


" Kalau mau, belanja sekarang. Soalnya nanti malam kita udah berangkat" kata Aldi.


" Temenin dong" kata Sinta.


" Mama ajak Gian aja" kata Aldi.


" Kok aku si Pah" protes Gian.


" Jadi kamu nggak mau nemenin mama. Baiklah, mama akan suruh Key putusin kamu!"

__ADS_1


" Jangan dong Mah"


" Makanya temenin mama belanja"


Untung yang ngancem mama gue, kalau nggak udah gue tenggelamkan di segitiga Bermuda.


" Mau nggak nih?"


" Mau Mah"


" Nah gitu dong. Yuk Key kita belanja" ajak Sinta.


" Kalau ada Key, aku semangat nemenin mama" kata Gian.


" Dasar bucin" kata Tristan.


" Ck.. kayak lo nggak bucin aja" kata Gian.


" Udah sesama bucin jangan ribut" kata Kenzo.


Anggun tersenyum melihat tingkah sahabatnya dengan keluarga kecil mereka masing-masing.


" Kamu nggak mau belanja juga Mih?" tanya Gio pada istrinya.


" Iya, Mami juga mau pergi sama Tristan dan Dira" kata Sisil.


" Kamu disini aja yang sayang" kata Vandy pada sang istri.


" Aku mau belanja juga Mas" kata Anggun.


" Baiklah, hati-hati sama luka jahitan kamu" pesan Vandy.


" Iya Mas"


" Siap Daddy" kata Kenzo.


" Adek mau ikut mommy belanja nggak?" tanya Vandy pada putri kesayangannya.


" Mau daddy" jawab Kiran.


" Sekarang adek siap-siap dulu ya" kata Vandy.


" Ok Daddy"


Sinta dan yang lain pun pamit undur diri, karena mereka juga akan bersiap-siap untuk pergi belanja. Kenzo juga pamit pergi ke kamarnya.


Sekarang tinggal Vandy, istri dan putri kecil mereka. Vandy membantu istrinya untuk mandi, karena luka Anggun belum boleh terkena air, jadi Vandy membantu menutup luka jahitan sang istri.


" Maaf ya Mas, karena ngerepotin kamu lagi"


" Jangan bicara begitu. Ini udah tugas Mas sebagai suami kamu" kata Vandy sambil mengecup bibir istrinya.


Luka jahitan sang istri sudah aman. Vandy mulai membersihkan seluruh tubuh istrinya dengan air. Setelah itu barulah dia memberi sabun.


Anggun menutup matanya, Dia tidak berani melihat suaminya itu. Walaupun suaminya sudah sering melihat tubuhnya, tapi Dia tetap saja merasa malu.


Vandy susah payah menahan hasratnya, dia tau istrinya sedang tidak bisa melayaninya, jadi sekuat dan semampunya Vandy mencoba bertahan. Apalagi setan sudah mulai berbisik-bisik.


Lo harus kuat Van, lo pasti bisa. Vandy menyemangati dirinya dalam hati.


" Mas"


" Hhmm"

__ADS_1


" Kok kasih sabunnya cuma di situ-situ aja. Bagian sini kan belum"


" Ah iya, Mas lupa sayang"


Vandy mengarahkan tangannya kearah gunung kembar sang istri. Godaan itu semakin kuat, Vandy tetap berusaha untuk tidak khilaf. Namun pikiran koto Vandy sudah memenuhi kepalanya.


Vandy m*r*m*s salah satu mainan favoritnya itu. Satu desahan pun lolos dari mulut manis Anggun. Tubuh Vandy semakin memanas, daripada nanti dia khilaf. Vandy segera menyelesaikan tugasnya.


Akhirnya acara memandikan sang istri selesai juga. Vandy bisa menahan nafsunya untuk tidak membuat istrinya itu kelelahan. Walaupun sekarang juniornya merana.


" Mas, kamu baik-baik saja"


" Mas baik-baik aja kok sayang, kamu tenang aja ya"


" Yakin"


"Hmm"


Anggun merasa kasihan sama suaminya. Tapi mau gimana lagi, kondisinya tidak memungkinkan untuk melayani suaminya itu.


Di kamar Kenzo cs.


Tristan sedang melihat penampilannya di cermin. Dia melihat kira-kira apa lagi yang kurang dengan penampilannya itu.


" Udah, ntar kacanya bisa retak" ledek Gian.


" Liat wajah lo baru kacanya jadi retak" kata Tristan.


" Coba kita tanya sama cermin ajaib ini. 'Hai cermin ajaib coba katakan siapa yang paling tampan antar kami berdua?" kata Gian.


" Nggak ada yang ganteng diantara kalian" jawab Kenzo.


" Wah ngajak gelut nih kaca" kata Gian.


" Ngapain kaca yang lo ajak gelut, noh si Roma yang ngajak gelut" kata Tristan.


Gian langsung menatap tajam Kenzo. Yang di tatap hanya santai aja.


" Lo itu kebanyakan baca cerita Tom and Jerry, Ian" kata Kenzo.


" Itu cerita Cinderella, bukan Tom and Jerry" kata Gian dan Tristan.


" Wah.. kompak bener nih Cinderella" kata Kenzo.


" Iya dong" kata Gian.


" Emak tirinya lo ya, Ken" kata Tristan.


" Boleh, kebetulan gue juga udah lama nggak nyiksa orang" kata Kenzo sambil meregangkan otot-otot tangannya.


" Ng-nggak jadi deh, kita cari Emak tiri yang lain aja" kata Tristan.


" Apa Lo berdua meragukan kemampuan gue" kata Kenzo sambil berjalan mendekati kedua sahabatnya itu.


Gian dan Tristan pun bersiap untuk melarikan diri dari Mak tiri yang lagi dalam mode on itu. Mereka tidak ingin gaya mereka yang sudah tampan dan cool itu rusak gara-gara amukan Emak tiri itu.


To be continue.


Maaf ya Reader terzayang UP nya cuma segini. Gomawo untuk kalian yang selalu support Author, tanpa kalian Author bukanlah apa-apa. Tu kan jadi mewek lagi akunya🤧🤧.


Saranghaeee 😘😘


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2