Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Para gadis-gadis itu lega karena Kenzo tidak jadi duduk sama gadis miskin itu. Mereka pun duduk di kursi yang tersisa. Tak berapa lama Gilang dan indira pun masuk kedalam kelas Kenzo.


" Apa kalian semua sudah dapat tempat duduk?" tanya Indira.


" Sudah Kak" jawab mereka semua.


" Hei kamu!" kata Gilang sambil menunjuk Kenzo.


" Kakak manggil saya?" tanya Kenzo.


" Iya, emang siapa lagi" jawab Gilang.


" Ada apa kakak manggil saya?"


" Kamu ngapain duduk dempet-dempetan begitu?!"


" Saya suka aja" kata Kenzo.


" Cepat pindah!, atau kamu saya kasih hukuman!" hardik Gilang.


Mau tak mau Kenzo kembali duduk di sebelah gadis tadi. Sontak para gadis-gadis bersorak tidak terima Kenzo duduk disana.


" Diam!, biarkan saja dia duduk disana?!" kata Gilang.


" Tapi Kak, cewek itu kan dekil" kata salah satu siswa cewek.


" Terus kamu maunya dia duduk sama kamu, begitu?" tanya Gilang.


" Iya Kak" jawab cewek itu malu-malu..


" Huuuuuu!" sorak anak-anak lain yang ada di dalam kelas itu.


" Diam!, kalian pikir ini di pasar" kata Gilang.


Para gadis-gadis yang bersorak tadi pun diam, karena mendengar suara sang Ketos. Suasana pun menjadi tenang.


" Tugas kalian untuk besok adalah, membuat topi dari kertas karton dan juga bikin papan nama dengan karton bekas" kata Gilang.


" Satu lagi tugas kalian, membawakan sarapan untuk kami" kata Indira.


" Saya tidak setuju dengan tugas yang kedua" kata Kenzo.


Semua siswa yang ada di ruangan itu sontak menoleh kearah Kenzo. Mereka kaget dengan ucapan Kenzo tadi. Kecuali Gian dan Tristan, mereka hanya tersenyum mendengarkan ucapan Kenzo.


" Siapa yang mengizinkan kamu berbicara?" tanya Gilang.


" Tidak ada. Saya cuma menyampaikan apa yang saya rasakan" kata Kenzo.


" Kami tidak menerima penolakan apapun!, jadi kalau ada di antara kalian yang tidak membawakan kami sarapan, siap-siap mendapatkan hukuman. Kalian mengerti!" kata Gilang.


" Me-mengerti Kak" jawab para gadis-gadis.


Teeett ( Anggap aja bunyi belnya begitu ya😁😁).


Terdengar bunyi bel sekolah. Itu menandakan waktu istirahat.


" Karena bel sudah berbunyi kalian boleh istirahat" kata Indira.


" Makasih Kak" ucap Mereka semua.


Para siswa dan siswi itupun keluar dari dalam kelas, kemudian langsung menuju kantin sekolah, kecuali Kenzo cs. Mereka memilih berada di dalam kelas.


" Wah parah lo Ken, baru di awal sekolah lo udah berani membantah Ketos dan pacarnya" kata Gian.

__ADS_1


" Gue nggak suka aja sama tugas kedua yang mereka berikan" kata Kenzo.


" Betul itu Ken. Gue juga nggak setuju" kata Tristan.


" Terus besok gimana?, masa iya kita akan bawakan sarapan untuk mereka? kata Gian.


" Kita memang akan membawakan sarapan untuk mereka. Kita akan isi nasi sama telor ceplok" kata Kenzo.


" Setuju" kata Gian dan Tristan.


" Sekarang kita kekantin yuk" ajak Tristan.


" Yuk, cacing di perut gue juga udah pada demo ni" kata Gian.


" Yuk ah" kata Kenzo.


Mereka bertiga pun berangkat menuju kantin sekolah. Sesampainya di kantin Kenzo dan kedua sahabatnya mencari tempat duduk yang kosong.


Para siswi wanita pada berebutan memberikan tempat duduk mereka untuk Kenzo dan kedua sahabatnya.


" Kami mau duduk disana aja" kata Gian sambil menunjuk kursi yang berada di pojokan.


Kenzo berjalan melewati para gadis-gadis itu, kemudian di ikuti sama Gian dan Tristan di belakang. Mereka pun duduk di kursi pojokan.


" Lo mau pesan apa Ken?" tanya Gian


" Bakso sama es jeruk " jawab Kenzo


" Gue samain sama Kenzo" kata Tristan.


" Gue belum nanya elo Markonah" kata Gian.


" Iya, ntar loe sesat di jalan lo" kata Kenzo.


" Kan ada pepatahnya. Belum di tanya sesat di jalan" kata Kenzo.


" Itu malu bertanya sesat di jalan Ani" kata Gian dan Tristan bersamaan.


" Udah di ganti ya" kata Kenzo


" Ya udah gue pesan makanan dulu. Kita samain aja ya pesanannya?" kata Tristan.


" Iya, buruan sana! " usir Gian


Tristan memesankan makanan untuk kedua sahabatnya itu. Sebelum pesanan mereka datang Kenzo dan Gian memainkan game yang ada di ponsel nya.


Baru mau mulai main game, mommy nya Kenzo menelepon. Seulas senyumpun muncul dari bibir Kenzo, walaupun orang lain tidak bisa melihatnya. Kenzo menggeser tombol hijau yang ada di layar ponselnya.


" Hallo, Assalamualaikum Mih"


" Wa'alaikum salam. Abang udah makan siang?"


" Baru akan makan siang Mih, kenapa?"


" Tidak, mommy cuma tidak ingin abang melewatkan makan siangnya"


" Mommy tenang aja, abang tidak akan melewatkan makan siang abang. Mommy gimana?"


" Mommy baru aja selesai makan siang sama daddy kamu"


" Daddy udah pulang?"


" Belum, mommy yang datang kekantor daddy"

__ADS_1


" Wah.. enak banget daddy bisa makan siang sama masakan mommy"


" Abang mau juga?"


" Maulah Mih, mana bisa abang nolak masakan buatan mommy yang super duper enak itu"


" Kamu udah mulai lebay kek daddy. Udah dulu ya sayang, mommy mau jemput adek dulu. Met makan siang, Assalamualaikum"


" Wa' alaikum salam, hati-hati di jalan"


Panggilan pun berakhir.


" Siapa yang telepon?" tanya Gian.


" Nyokap " jawab Kenzo sambil menyimpan ponselnya kedalam saku celananya.


Tristan datang dengan membawa nampan yang berisi bakso dan es jeruk. Kenzo membantu Tristan dengan mengambil pesanannya, begitu juga dengan Gian.


Kenzo meracik baksonya dengan memberi saus sambal dan kecap manis. Gian dan Tristan juga tidak mau kalah, mereka juga melakukan hal yang sama dengan Kenzo.


Kenzo cs pun mulai menyantap bakso yang ada di hadapan mereka . Tidak ada yang bersuara, mereka menikmati suapan demi suapan bakso itu. Tak berapa lama 1 mangkok bakso tadi sudah berpindah kedalam perut mereka.


" Alhamdulillah" ucap mereka bertiga.


Mereka bertiga mengistirahatkan perut mereka dulu. Karena tidak baik, perut habis diisi langsung di bawa jalan.


" Pulang sekolah nanti kita langsung ketempat pemotretan aja" kata Kenzo.


" Siap bos" kata Gian dan Tristan.


" Kita ikut casting yuk" ajak Tristan.


" Lo aja deh, gue nggak" kata Kenzo.


" Kenapa?" tanya Tristan.


" Karena beberapa hari kedepan gue harus keperusahaan bokap" kata Kenzo.


" Ngapain lo kesana?" tanya Gian.


" Bantu bokap gue Ian" jawab Kenzo


" Bukannya bokap gue sudah ada di sana"


" Iya, tapi beberapa hari terakhir ini kerjaan bokap gue sama bokap loe banyak banget kan, hingga mereka sering pulang larut malam" kata Kenzo.


" Lo benar. Gimana kalau jadwal kosong, kita pergi keperusahaan lo" usul Gian.


" Setuju" kata Tristan.


" Apa nggak merepotkan kalian?" Tanya Kenzo.


" Ayolah Ken. Kita itu sahabatan, jadi itu sama sekali tidak merepotkan kami" kata Gian


" Thank's bro" ucap Kenzo.


Bel sekolah pun berbunyi Kenzo dan kedua sahabatnya meninggalkan kantin, tapi sebelum itu mereka membayar pesanan mereka tadi.


To be continue...


Jangan lupa like dan vote nya ya.. πŸ˜‰πŸ˜‰


Gomawo untuk kalian yang sudah kasih like dan vote nya.. Saranghaeee😘😘

__ADS_1


Happy Reading.. 😚😚


__ADS_2