
Malam hari Sinta menunggu kedatangan suaminya sambil menonton siaran televisi. Tak berapa lama Sinta mendengar suara mobil, dan dia yakin itu suara mobil milik suaminya.
" Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Sinta mengambil tas serta jas milik suaminya, dan meletakkan ditempatnya.
" Mandi dulu Bee, aku udah siapin air hangatnya dan habis itu kita makan malam bersama."
" Ok Honey."
Aldi melangkahkan kakinya kekamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Setelah suaminya masuk kedalam kamar mandi, Sinta menyiapkan pakain buat suaminya.
Aldi keluar dari kamar mandi, dan melihat istrinya sedang membaca buku novel. Aldi berjalan menghampiri sang istri.
" Serius amat membacanya Honey?"
" Eh, kamu kapan keluar dari kamar mandi Bee"
" Barusan Honey"
Aldi duduk disamping istrinya itu.
" Honey bantu ngeringin rambut aku dong"
Sinta mengambil ahli handuk kecil yang ada ditangan suaminya dan mulai mengeringkan rambut suaminya.
" Honey kapan mau coba alat yang kamu beli itu?" tanya Aldi.
" Besok Pagi Bee" jawab Sinta.
Aldi memutar tubuhnya dan sekarang posisi mereka saling berhadapan.
" Aku nggak sabar menunggu hasil karya ku Honey" kata Aldi sambil mencium bibir istrinya sekilas.
" Bee kalau hasilnya negatif gimana?"
" Bearti belum rezeki dan itu artinya kita harus bekerja lebih keras lagi" jawab Aldi.
Sinta menganggukkan kepalanya.
" Sekarang kita makan untuk mengisi tenaga untuk bertempur nanti" kata Aldi.
Aldi berjalan keluar kamar sambil menggandeng tangan istrinya. Mereka berjalan menuruni tangga menuju ruang makan.
Sampai diruang makan Sinta mengambilkan nasi dan lauk untuk suaminya itu. Sinta melayani suaminya dengan telaten.
" Bee gimana keadaan Anggun?" Tanya Sinta.
" Sudah mulai membaik Honey, bahkan sifat singa nya udah mulai keluar lagi tadi" jawab Aldi.
" Syukur Alhamdulillah Bee, tapi siapa yang kenak amukan dia?"
" Ya siapa lagi kalau bukan singa jantannya"
" Haha, aku nggak bisa bayangin gimana paniknya Vandy saat singa betina nya ngamuk" ucap Sinta.
" Butuh waktu lama buat Vandy untuk menjinakkan singa betinanya" kata Aldi.
" O iya gimana dengan masalah Cindy?" tanya Sinta.
" Besok Pagi Vandy akan memberikan hadiah buat wanita iblis itu" jawab Aldi.
" Aku nggak sabar nunggu besok. Aku ingin tau hadiah seperti apa yang akan diberikan Vandy buat wanita itu" kata Sinta.
" Tentu saja hadiah yang tidak bisa dia lupakan seumur hidup" ucap Aldi.
Aldi dan Sinta melanjutkan makan malam mereka kembali. Karena nanti mereka butuh tenaga ekstra untuk menggarap sawahnya.
Dirumah sakit.
Sepeninggal orangtua dan mertuanya, Vandy dan Anggun menikmati waktu santai mereka dengan menonton drakor kesukaan Anggun. Sebenarnya cuma Anggun yang menikmati acara nontonnya, sedangkan Vandy sibuk dengan game yang ada diHP nya.
" Mas"
" Hhmmm" tanpa menoleh ke istrinya.
" Besok aku boleh pergi kekantor nggak?" tanya Anggun.
Vandy tidak menjawab pertanyaan sang istri. Dia masih sibuk dengan gamenya itu.
" Mas dengerin aku ngomong nggak sih?!"
" Dengar sayang"
" Dengar apa? coba ulang aku ngomong apa tadi, kalau Mas beneran dengar"
" Kamu mau pergi kekantor, gitu kan bilangnya tadi" jawab Vandy.
" Iya, gimana boleh nggak Mas?"
Vandy menghentikan permainannya dan menatap istrinya dengan lembut.
" Sayang jangan dulu ya, kamu masih belum boleh banyak gerak sama Dokter. Jadi untuk kali ini tolong nurut ya, ini demi anak kita sayang" bujuk Vandy.
Anggun tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
" Sekarang kita tidur ya, Mommy harus istirahat lebih awal, dan besok Mas juga bekerja."
Vandy mematikan lampu, setelah itu dia ikut bebaring disamping istrinya. Vandy membawa Anggun kedalam pelukannya.
__ADS_1
Pagi hari.
Matahari sudah menampak sinarnya. Vandy masih betah berada didalam selimutnya, begitu juga dengan Anggun, dia masih betah berada dalam pelukan sang suami.
Tok
Tok
Tok
Anggun terbangun dari tidurnya karena mendengar suara ketukan pintu. Anggun membuka matanya.
" Mas bangun"
" Mmmmm, ntar lagi sayang"
" Sekarang, bukannya Pagi ini Mas akan pergi kekantor"
Vandy membuka matanya. Vandy sangat bahagia karena bisa melihat senyum istrinya lagi. Vandy mencium bibir istrinya sekilas.
" Morning kiss sayang"
Tok
Tok
Tok
Terdengar lagi bunyi suara ketukan pintu.
" Siapa sih pagi-pagi udah bertamu" kesal Vandy.
Vandy turun dari tempat tidurnya dan membukakan pintu buat si pengganggu .
Ceklek
Saat pintu terbuka tampaklah wajah tampa dosa sang Adik. Vanya masuk kedalam tanpa menunggu sang Kakak mempersilakan masuk.
" Nggak sopan kamu Dek main masuk aja. Keluar dan ucapkan salam dulu" ucap Vandy.
" Masa ulang lagi sih Kak"
" Cepat nggak usah ngebantah"
Vanya melangkahkan kakinya gontai keluar dari ruangan Anggun.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
" Wa'alaikum salam. Silakan masuk Dek" balas Vandy.
" Kok nggak pake kata cantik" kata Vanya.
" Karena kamu nggak cantik" ucap Vandy.
" Terus yang cantik siapa?" tanya Vanya.
" Tentu saja istri Kakak" jawab Vandy.
" Ck.. dasar bucin."
Vanya menghampiri kakak ipar nya.
" Gimana keadaan Kakak ipar dan calon ponaan aku?"
" Alhamdulillah udah baikan Dek, begitu juga ponaan kamu"
" Sayang Mas mandi dulu ya"
" Iya Mas."
Vandy berjalan menuju kamar mandi dan segera membersihkan dirinya. Setelah kepergian Vandy Perawat masuk membawakan sarapan untuk Anggun. Setelah itu Perawat itu pun keluar dari ruangan Anggun.
" Sarapan dulu Kak"
" Kakak nggak mau makan bubur Dek."
" Terus Kakak mau nya makan apa?" tanya Vanya.
" Kakak mau makan nasi goreng Dek" jawab Anggun.
" Vanya beliin dulu ya."
" Makasih Dek."
Vanya berlalu pergi meninggalkan ruangan Anggun.
Vandy keluar dari kamar mandi, dengan memakai pakaian kantornya, tapi dia tidak melihat keberadaan Adeknya.
" Vanya kemana sayang?"
" Pergi beli nasi goreng Mas"
" Nasi goreng buat siapa?"
" Buat aku."
__ADS_1
Vandy berjalan menghampiri istrinya, dan duduk dikursi disamping bed.
" Morning kesayangan Daddy?" ucap Vandy sambil mengelus perut sang istri.
Seperti biasa Bayi itu merespon ucapan Daddy nya.
" Sayang tendangannya makin terasa" ucap Vandy
" Iya Mas."
Vandy merasa bahagia karena Bayi nya selalu merespon ucapan yang dia berikan.
" Sayang Bayi kita pintar sekali, dia selalu merespon ucapan Mas"
Anggun tersenyum melihat ekspresi suaminya itu. ekspresi yang sangat lucu menurut Anggun. Saat Vandy sedang asik mengajak Bayi nya mengobrol, Vanya datang membawa nasi goreng pesanan Kakak iparnya.
" Kakak ngapain ngomong sama perutnya Kakak ipar?"
" Tentu saja ngajak ngomong sama ponakan kamu"
" Hahaha" tawa Vanya pun pecah.
" Kenapa kamu tertawa? emang ada yang lucu?" tanya Vandy
" Kakak ngaco banget sih, mana bisa bayi dalam kandungan bisa ngerti omong Kakak" jawab Vanya.
" Tentu saja bisa, sini Kakak kasih tunjukkan ke kamu."
Vanya mendekat ketempat tidur Kakak iparnya.
" Tarok tangan kamu diatas perut Kakak ipar kamu" kata Vandy.
Vanya pun mengikuti ucapan sang Kakak. Vanya menarok tangannya diatas perut Kakak ipar.
" Kesayangan Daddy kenalkan ini Aunty Vanya."
Bayi Vandy pun memberikan respon dengan menendang.
" Wow perut Kakak ipar bergerak" ucap Vanya.
" Tentu, coba kamu ajak bicara" kata Vandy.
" Ponakan ku, apa menurut kamu Aunty cantik?" tanya Vanya.
Bayi Anggun tidak memberikan respon.
" Kok dia nggak bergerak lagi Kak?"
" Bearti kamu nggak cantik" ucap Vandy sambil tertawa.
" Kakak ipar"
" Mas."
Seketika Vandy pun menghentikan tawanya, daripada diamuk singa betinanya. Mendingan cari aman.
Aldi sampai dirumah sakit dan memakirkan mobilnya. Aldi masuk kedalam rumah sakit dan menuju ruang rawat Anggun. Aldi mengetuk pintu ruang rawat Anggun.
Tok
Tok
Tok
Ceklek
" Selamat Pagi Vanya" sapa Aldi.
" Pagi Kak, mari masuk"
Aldi masuk kedalam setelah Vanya mempersilakannya masuk.
" Gimana kabarnya Nggun?" tanya Aldi.
" Alhamdulillah udah baikan Al" jawab Anggun.
" Sayang, Mas pamit pergi kekantor dulu ya."
" Iya Mas."
Anggun mencium punggung tangan suaminya. Vandy mencium kening serta bibir istrinya sekilas.
" Mas pergi dulu, Assalamualaikum."
" Wa'alaikum salam" jawab Anggun dan Vanya.
Vandy dan Aldi pun keluar dari ruang rawat Anggun. Sepanjang jalan menuju parkiran semua pasang mata menatap kagum pada mereka.
Aldi melajukan mobilnya menuju perusahaan Dwipangga Group. Tak berapa lama mobil yang dikendarai Aldi pun sampai diperusahaan. Vandy turun dari dalam mobil.
" Let's star this game" ucap Vandy tersenyum licik.
Aldi begidik ngeri mendengar ucapan Vandy, dia tau betul apa maksud ucapan sahabatnya itu. Mereka pun berjalan masuk kedalam kantor.
To be continue..
Hy Readers ku tersanyang, jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author ya, dengan cara Like, Komen dan Votenya. Terimakasih sebelumnya... 🙏🙏
Nanti Author usahakan up 1 bab lagi ya. jangan lupa Vote nya... 😉😉
Happy Reading Guys.. 😉😉
__ADS_1