Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Untung nggak keblablasan


__ADS_3

Setelah proses ijab kabul selesai, Anggun pun sudah sah menjadi istri seorang Vandy Putra Dwipangga. Sinta dan Sisil membawa Anggun ketempat Vandy. Semua mata tamu begitu terpesona melihat Anggun tak terkecuali Vandy.


Vandy menyerahkan maharnya kepada Anggun, dan Anggun menerima mahar yang diberikan Vandy, setelah itu Anggun mencium tangan Vandy dan Vandy mencium kening Anggun.


" Mohon bimbingannya my Hubby."


" Tentu my Wife, kita sama-sama belajar."


Setelah serangkai demi serangkaian acara selesai. Vandy dan Anggun mendapatkan banyak doa dari kolega bisnis Vandy, papa dan papa mertuanya.


" Selamat untuk kalian berdua, semoga pernikahannya langgeng dan cepat diberikan momongan," kata kolega bisnis Vandy.


" Aamiin, terimakasih doanya," balas Vandy.


" Waah siapa sangka kedua macan Asia ini akan bersatu?." Kata salah satu kolega Papa.


" Iya, itu tentu akan menanbah kuat perusahaan kalian." Kata kolega Papa mertua.


Wiguna, Dwipangga dan para Istri mereka asik bercerita dengan teman-teman mereka. Begitupun Anggun dan Vandy.


" Selamat ya Nggun, sekarang statusnya sudah menjadi seorang istri, semoga pernikahan kalian langgeng sampai maut memisahkan dan secepatnya diberikan momongan," ucap Sinta dan Sisil.


" Aamiin makasih doanya sayang-sayangnya aku."


Vandy dan kedua sahabatnya sangat bahagia melihat pertemanan ketiga cewek cantik itu.


" Habis ini lo jangan buat Anggun kelelahan, kasian nanti dia kecapean waktu acara resepsi," ucap Aldi.


" Iya benar itu, jangan mentang-mentang sudah halal, Istri nggak dikasih kendor," kata Gio.


" Tau, kalian belum pada menikah jangan sok ngajarin senior."


" Ck.. sombong banget lo, nikah juga baru beberapa jam yang lalu," ucap Aldi.


Vandy, Aldi dan Gio bergabung dengan pasangan mereka masing-masing. Saat mereka sedang asik mengobrol tiba-tiba Aska datang.


" Abang, Kakak." Sapa Aska sambil berlari kearah Anggun.


" Hai bontotnya Kakak, kenapa kamu lari-lari, hhhmm?," ucap Anggun sambil memeluk Adiknya.


" Aska nggak mau meluk Abang juga ni?, tanya Vandy.


Aska pun memeluk Vandy. " Abang dan Kakak sangat tampan dan cantik," puji Aska.


" Makasih sayang, Aska juga sangat tampan," puji Anggun dan Vandy.


" Aska kalau Kakak cantik nggak?, tanya Sinta.


" Cantik, tapi lebih cantik Kakaknya Aska," jawab Aska polos.


" Ya elah nih bocah jujur amat ya," ucap Sinta.


" O iya, habis ini kalian mau langsung kehotel Winata atau mau istirahat dulu?, tanya Aldi.


" Kayaknya kita istirahat disini dulu deh Al. Lagian acaranya masih lama," jawab Vandy.

__ADS_1


" Kalau gitu kalian istirahat aja dulu, biar nanti nggak kecapean banget waktu resepsi." Kata Sinta.


" Sekalian kita mau pamit juga," ucap Sisil.


" Sampai ketemu diacara resepsi, ingat jangan bikin Anggun capek, ucap Aldi Vandy.


" Iya, lo bawel amat kayak emak-emak kontrakan."


Anggun dan yang lain hanya geleng kepala melihat perdebatan Vandy dan Aldi. Setelah perdebatan antara Aldi dan Vandy tadi, Sinta dan yang lain pamit pergi ke hotel Wiguna.


Dikamar hoter.


Sesampainya dikamar hotel Presidental suit tepatnya dikamar pribadi Vandy. Anggun begitu takjub melihat kamar itu, kamar yang begitu rapi untuk seorang cowok. Belum sempat melihat semua isi kamar itu, tiba-tiba Anggun dikagetkan sama suara Vandy.


" Sayang, aku duluan yang mandi atau kamu?," tanya Vandy.


" Mas aja deh yang duluan mandinya."


Vandy yang mendengar sebutan baru Anggun buat dirinya tersenyum, kemudian Vandy menghampiri Anggun.


" Kamu panggil aku apa tadi sayang?."


" Mas, kenapa?, apa kamu nggak suka dengan sebutan itu?."


" Suka, suka banget Istriku. Mulai sekarang kamu panggil aku dengan sebutan Mas."


Anggun tersenyum, kemudian Anggun mengangukan kepalanya.


" Kalau begitu Mas mandi dulu ya."


Vandy berjalan kekamar mandi untuk membersihkan dirinya. Setelah Vandy masuk kekamar mandi Anggun berbaring diatas kasur, entah karena tempat tidurnya yang nyaman atau mungkin efek kelelahan, Akhir nya Anggun ketiduran.


Setelah menghabiskan waktu selama 20 menit, Vandy pun keluar dari kamar mandi. Vandy melihat Anggun yang tertidur pulas diatas kasurpun tersenyum. Vandy berjalan menghampiri Anggun.


" Sayang mandi dulu, selesai mandi baru ulang lagi tidurnya."


Anggun membuka matanya, saat Anggun menoleh kearah Vandy sontak Anggun menutup matanya kembali.


" Kok ditutup lagi matanya."


" Mas pakai baju dulu?."


" Iya, Mas ganti baju kamu mandi ya."


Anggun menganggukan kepalanya. Vandy berjalan kelemari untuk menggambil bajunya. Anggun pun bangun dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi. Sesampainya dikamar mandi Anggun kesusahan membuka gaunnya, karena gaun Anggun memakai resleting. " Kenapa harus gaun yang pakai resleting coba, jadi susahkan bukanya."


" Mas."


Vandy yang lagi tiduran mendengar suara Anggun menggil namanya. Vandy datang menghampiri Anggun kekamar mandi. Sesampainya dipintu kamar mandi.


Tok tok


" Sayang."


" Buka aja Mas, aku nggak kunci kok?."

__ADS_1


" Kamu kok masih pakai gaun, katanya mau mandi."


" Iya, tapi aku nggak bisa buka gaunnya, soalnya pakai resleting."


" Sini Mas bantu bukain."


Anggun pun memutar badannya. Vandy mencoba membuka perlahan resleting gaun Anggun. Saat resleting gaun Anggun sudah terbuka terpampang dengan jelas punggung putih nan mulus itu. Susah payah Vandy menahan salivanya melihat punggung istrinya putih tanpa noda itu.


Perlahan Vandy mengelus punggung milik Istrinya itu. Lembut seperti kulit bayi itulah yang dirasakan Vandy saat menyentuh punggung istrinya.


Anggun yang merasakan sentuhan tangan Vandy pun kaget, karena baru pertama kali tubuhnya disentuh oleh orang lain, dan orang lain itu adalah suaminya sendiri.


Vandy mencium punggung istrinya. Vandy memutar tubuh istrinya, dan sekarang posisi mereka saling berhadapan. Anggun menundukkan kepalanya karena malu. Vandy yang melihat istrinya malu-malupun tersenyum. Vandy mengangkat dagu Anggun supaya Vandy bisa melihat mata istrinya itu. Perlahan Vandy mendekatkan bibirnya ke bibir Anggun.


Vandy melum*t bibir merah istrinya, lembut dan manis itulah yang dirasakan Vandy saat ini. Tidak hanya ******* Vandy pun menghis*p dan menyes*p bibir nan merah ranum itu. Vandy tersadar saat sesuatu dibawah sana sudah mulai mengeras, takut nanti berbuat khilaf pada Istrinya Vandy menyudahi ciumannya.


" Sayang kamu mandi dulu ya."


Anggun menganggukan kepalanya. Vandy keluar dari kamar mandi. Vandy mengambil air mineral didalam kulkas dan meneguk air itu sampai habis.


" Sial, kenapa gue nggak bisa nahan gini si, hampir saja keblablasan."


Ditempat lain.


Marko dan kedua sahabatnya sedang berada dimall. Mereka akan membeli kado untuk Anggun.


" Lo mau kasih kado apa buat Anggun?." Tanya Aryo pada Marko.


" Rahasia," jawab Marko.


" Sama gue aja main rahasia-rahasiaan lo."


" Anggun aja nggak gue kasih tau, apalagi lo."


" Ck.. dasar bocah."


" Siapa yang lo sebut bocah."


" Itu yang lagi makan ice cream." tunjuk Aryo Asal.


" Kita mencar aja yuk cari kadonya," kata Ardian.


" Boleh juga tu ide lo," ucap Marko.


" Ya udah kita pisah disini, nanti kumpulnya juga disini," ucap Aryo.


Mereka pun mulai berpencar, Ardian sangat senang memikirkan kado yang akan dia belikan untuk Anggun.


Kira-kira apa ya guys kado yang mau dibeli Ardian buat Anggun?.


To be continue..


Jangan lupa tinggalkan jejak kalian buat Author, supaya Author semangat nulisnya.. 😉😉


HAPPY READING GUYS... 😉😉

__ADS_1


__ADS_2