
Kia memegang pipinya yang mulai terasa nyeri. Karena Anggun menamparnya terlalu kuat tadi.
" Itu belum seberapa sakit, dibanding dengan yang dialami putraku!" kata Anggun sambil menatap tajam Kia.
" Aku kan sudah bilang, kalau aku tidak tau kalau dia putra mu" kata Kia.
Braak.
Semua orang yang berada disana kaget, karena Anggun menggebrak meja secara tiba-tiba.
" Jadi kalau dia bukan putraku, kau berhak menamparnya, begitu?!" tanya Anggun.
" Bu-bukan begitu juga" jawab Kia.
" Kau tau anak mu itu bersalah, tapi kau masih saja membelanya. Seorang ibu tidak akan membenarkan anaknya, kalau anaknya itu memang berbuat salah" tutur Anggun.
" Maafkan kami Nggun, mungkin kami terlalu memanjakan Alex selama ini, makanya dia berubah menjadi anak yang angkuh" ucap Bryan.
" Sepertinya itu memang benar, kau tidak hanya gagal mendidik putramu, tapi juga istrimu!" kata Vandy.
" Maksud anda tuan?" tanya Bryan.
" Apa kau tidak melihat bagaimana istrimu menampar seorang anak kecil, yang bahkan umurnya dibawah putramu?!, kalau dia merasa dirinya seorang ibu, maka dia bisa merasakan apa yang dirasakan oleh istriku sekarang" tutur Vandy.
" Anda benar tuan saya memang gagal menjadi seorang ayah dan juga suami untuk mereka berdua" kata Bryan.
" Untung bukan saya yang turun tangan, untuk memberi pelajaran untuk istri anda, kalau saya sendiri yang turun tangan, saya pastikan istri anda pulang tidak punya tangan lagi" kata Vandy.
Kia kaget mendengar ucapan Vandy. Sakit yang dia rasa dipipinya tidak sebanding dengan rasa sakit dihatinya. Kia tidak menyangka Vandy akan sebenci itu padanya.
" Saya janji tuan, ini terakhir kalinya keluarga saya membuat masalah untuk keluarga anda" kata Bryan.
" Ok, saya pegang omongan anda, tapi kalau terulang kembali, maka saya sendiri yang akan turun tangan. Anda tau konsekuensinya ketika saya yang turun tangan sendiri" kata Vandy.
" Saya tau tuan" kata Bryan.
" Bagus, dan satu lagi jangan pernah menampakkan wajah kalian dihadapan keluarga saya"
" Tapi saya berteman dengan istri anda" kata Bryan.
" Istri anda tidak bersahabat dengan keluarga saya. Jadi saya minta sekarang kalian pergi!" usir Vandy.
" Sekali lagi saya minta maaf atas apa yang sudah diperbuat sama istri dan anak saya" ucap Bryan.
" Kamu tidak salah Bryan jadi tidak perlu meminta maaf, tapi aku tidak akan pernah memaafkan istri kamu. Karena sudah cukup dulu aku berbaik hati pada dia" kata Anggun.
" Baiklah Nggun. Kami permisi dulu semuanya" kata Bryan.
Bryan dan Kia keluar dari ruangan Rangga. Vandy tidak melirik Kia sedikitpun. Kia sangat sedih, ternyata Vandy sudah sangat membencinya.
" Dan kamu!" kata Vandy sambil menunjuk Rangga.
" Sa-saya tuan" kata Rangga.
" Iya kamu, jika kamu ingin menjadikan anak saya model, kamu juga harus menjamin keamanan untuk mereka!" kata Vandy.
" Ba-baik tuan. Saya janji kejadian ini tidak akan pernah terulang lagi" kata Rangga.
" Bagus. Kalau kamu bohong, maka kamu harus tanggung konsekuensinya" kata Vandy.
" Siap tuan" kata Rangga.
" Pak Rangga" panggil Sinta.
" Iya nona" sahut Rangga.
__ADS_1
" Kami ingin jadi manager anak-anak kami, apakah bisa?" tanya Sinta.
" Saya mau lihat dokumen kerjasamanya" potong Vandy.
" Baik tuan, saya akan ambilkan" kata Rangga.
Rangga mengambil dokumen kerjasamanya didalam brankasnya. Tak berapa lama diapun kembali dengan membawa dokumen kerjasamanya.
" Ini tuan dokumennya" kata Rangga sambil menyerahkan dokumennya kepada Vandy.
Vandy mulai membaca isi dokumen kerjasamanya. Vandy membaca dengan teliti isi dokumen itu, dia tidak ingin ada yang terlewatkan.
Setelah membacanya dan tidak ditemukan kecurangan atau hal lainnya, Vandy menyerahkan kembali dokumennya pada Rangga.
Rangga mengambil dokumen itu, dan menyimpan kembali kedalam brankasnya. Rangga kembali bergabung dengan orang-orang hebat itu.
" Pak Rangga, gimana dengan yang saya tanyakan tadi" kata Sinta.
" O iya, boleh kok nona dan saya sangat senang malah" kata Rangga.
" Apa anak kami bisa ikut akting?" tanya Sisil.
" Boleh, kemarin ada tawaran iklan untuk mereka bertiga. Tapi mereka menolaknya" kata Rangga.
" Apa kami juga bisa ikut jadi model perusahaan anda" kata Gio.
Sontak semuanya melihat kearah Gio.
" Sadar Yo, ingat umur" kata Vandy.
" Gue sadar Van, lagian tampang gue juga ok kok" kata Gio tanpa rasa malu.
" Bisa kok tuan, apalagi kalau tuan Vandy juga mau" kata Rangga.
" Kamu nggak akan sanggup bayar saya, kalau saya jadi model kamu" kata Vandy.
" Saya menolak, yang boleh melihat tubuh saya hanya istri saya saja, yang lain tidak saya izinkan" kata Vandy.
" Ayolah tuan, sekali ini saja.. ya" bujuk Rangga.
" Tidak!, Istri saya tidak akan memberikan izin" kata Vandy.
" Aku kasih izin kok Mas" kata Anggun sambil mengedipkan matanya sebelah pada sang suami.
Kamu berani menggoda Mas sayang, awas kamu kalau sudah sampai dirumah.
" Bagaimana tuan, nona Anggun sudah mengizinkan anda" kata Rangga.
" Baiklah, saya terima tawaran anda. Tapi untuk kali ini saja" kata Vandy.
" Terima kasih tuan" kata Rangga.
" Hhmm, tapi kamu harus buat surat kerja samanya juga" kata Vandy
" Siap tuan" kata Rangga antusias.
Aku yakin kalau ayah dan anak ini kalau disatukan, pasti akan menarik orang banyak.
" Apa kami berdua nggak bisa jadi model diperusahaan anda Pak Rangga?" tanya Gio.
" Tentu saja tuan, kalian bertiga akan jadi model diperusahaan saya" jawab Rangga.
" Siapa bilang saya mau jadi model perusahaan kamu, saya bilangnya cuma 1 hari. Nggak lebih" kata Vandy.
" Nggak masalah tuan, tapi kalau anda mau selamanya saya tidak keberatan" kata Rangga.
__ADS_1
" Tapi saya nggak mau" tolak Vandy.
Kenzo, Gian dan Tristan masuk kedalam ruangan Rangga, diikuti sama asisten Rangga dibelakang.
Kenzo duduk dipangkuan daddy nya, begitu juga dengan Gian dan Tristan. Vandy tersenyum pada putranya, dan Kenzo pun membalas senyuman daddy nya.
Ternyata ayah dan anak ini bisa tersenyum juga.
" Ken, Om minta maaf untuk kejadian yang Ken alami kemarin. Om sibuk ngurus kontrak kerjasama untuk kalian, jadi Om lupa memantau kalian bertiga" kata Rangga.
" Nggak apa-apa Om. Lagian ini salah aku juga karena nggak memberi tau Om" kata Kenzo.
" Untuk kalian bertiga, Kenzo, Gian dan Tristan. Jangan ada yang disembunyikan lagi dari kami. Kalau kalian masih melakukannya, maka kalian bertiga akan daddy kirim kekutub utara, mengerti?!" kata Vandy.
" Mengerti" jawab mereka bertiga.
" Bagus, sekarang mari kita pulang" ajak Vandy.
" Maaf tuan, mereka nggak bisa pulang dulu" kata Rangga.
" Kenapa?" tanya Vandy.
" Karena mereka bertiga ada pemotretan tuan" jawab Rangga.
" Tunggu apalagi, antarkan kami ketempat studionya" kata Vandy.
" Siap tuan" kata Rangga.
Mereka semua pun keluar dari ruangan Rangga. Mereka semua pergi menuju ruang studio. Ketiga ayah tampan itu tidak sabar melihat anak mereka berpose didepan kamera.
Mereka semua sampai diruang studio. Kenzo, Gian dan Tristan pergi keruang ganti. Rangga meminta karyawannya untuk menyediakan kursi untuk para tamu kehormatan.
Vandy dan yang lain duduk dikursi yang sudah disediakan oleh Rangga. Para istri sangat antusias menunggu putra mereka.
" Pak Rangga" panggil Vandy.
" Ya tuan"
" Saya harap anda menyembunyikan identitas Kenzo" kata Vandy.
" Kenapa tuan?" tanya Rangga.
" Saya ingin putra saya hidup seperti anak-anak lainnya, memiliki sahabat yang tulus, tanpa memandang siapa Kenzo. Saya juga tidak ingin ada yang memanfaatkan dia demi kepentingan pribadi" jawab Vandy.
" Baik tuan, saya akan merahasiakannya" kata Rangga.
Kenzo, Gian dan Tristan sudah siap ganti baju dan juga make up. Sekarang mereka bertiga siap untuk melakukan pemotretan.
Para istri sangat antusias melihat putra mereka. Begitu juga dengan para suami, terutama Vandy. Dia bangga pada putranya itu.
Akhirnya salah satu cita-cita dan impian abang terwujud. Daddy selalu berdoa untuk kebahagiaan abang dan juga mommy.
To be continue...
Daddy
mommy
Abang Kenzo
__ADS_1
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian untuk Author..
Happy Reading Guys.. 😉😉😉