
Semua orang di sana masih terkejut akan semua ucapan Keynan Agatha. Melodi yang selama ini mereka hina ternyata anak orang kaya. Bahkan kekayaan mereka tidak ada apa-apanya di bandingkan harta milik keluarga Agatha.
" Terima kasih atas waktu dan perhatiannya" kata Keynan yang langsung turun dari panggung bersama putrinya.
Para siswi cewek yang selama ini menghina Melodi, satu per satu meminta maaf pada Melodi. Tapi Melodi terus saja berjalan tanpa menghiraukan mereka.
Ck..setelah kalian tau siapa aku, barulah kalian ingin meminta maaf padaku. Dasar orang-orang munafik!.
Melodi kembali ketempat duduknya. Melodi tersenyum pada sahabatnya. Keyra pun membalas senyuman Melodi.
" Kita ke UKS yuk" ajak Melodi.
" Mau ngapain?" tanya Gian.
" Lihat Cantika" jawab Melodi.
" Malas" kata Kenzo cs.
" Ayolah, aku akan tunjukkan satu pertunjukan yang seru pada kalian?" kata Melodi.
" Apa?" tanya Kenzo.
" Nanti kamu akan tau sendiri" kata Melodi.
Mau tak mau Kenzo cs pun menyetujui permintaan Melodi. Mereka semua pergi ke UKS untuk melihat Cantika.
Sesampainya di UKS, Melodi melihat Cantika terbaring di atas bed. Sahabat Cantika melihat Melodi datang pun menundukkan kepalanya.
" Kenapa lo menunduk begitu?" tanya Melodi.
Cewek itu tidak menjawab dia hanya menggelengkan kepalanya.
" Ck..lo mendadak bisu ya, tapi bagus deh"
Melodi berjalan menghampiri bed Cantika. " Kapan dia akan siuman?" tanya Melodi pada teman Cantika.
Cewek itu hanya diam, entah kenapa rasanya mulutnya begitu susah untuk mengeluarkan suara.
Brak..
Semua orang di sana kaget karena Melodi menggrebak meja secara tiba-tiba.
" Kenapa lo diam saja dari tadi, apa mulut lo benar-benar sudah tidak dapat bicara lagi, hah! " hardik Melodi.
" Terus gimana?, apa kita tunggu dia siuman dulu" kata Keyra.
" Kenapa kita harus menunggu, kita akan bangunkan dia dengan paksa" kata Melodi.
Melodi mencari sesuatu yang akan membuat Cantika langsung tersadar. Mata Melodi melihat ada sepatu di sana. Melodi tersenyum licik.
Melodi mengambil kaos kaki yang ada di dalam sepatu itu. Tapi sebelum itu Melodi memakai sarung tangan terlebih dahulu.
__ADS_1
Kaos kaki itu di dekatkan ke hidung Cantika. Kenzo cs dan Keyra tersenyum melihat apa yang dilakukan Melodi.
Tak butuh waktu lama, karena aroma yang dahsyat dari kos kaki itu, akhirnya Cantika pun siuman.
" Aaww kepala gue sakit" kata Cantika.
" Lo udah bangun?" kata Melodi.
Cantika kaget setengah mati melihat Melodi sudah berada di dalam UKS. " Ma-mau apa kau?!"
" Tentu saja melihat kondisi mu, bukan kah gue teman yang baik?" kata Melodi.
" Bu-bukannya lo sudah mati?!" tanya Cantika.
Tawa Melodi pun pecah. " Kalau gue sudah mati, terus yang ada di hadapan lo sekarang siapa? hantu?. Apa kau tidak ingin bertanya kenapa gue masih bisa hidup?" tanya Melodi.
" A-apa maksud lo?" tanya balik Cantika.
" Nggak usah pura-pura lagi, gue tau lo menyuruh preman untuk membunuh gue kan?"
Deg.
Bagaimana dia bisa tau, batin Cantika.
" Gue juga tau, lo membayar bos preman itu dengan tubuh lo" bisik Melodi.
Seketika badan Cantika menjadi kaku. Dia nggak tau lagi harus bagaimana. Cantika. berpikir dari mana Melodi tau semua tentang itu.
Cantika tambah shock mendengar ucapan Melodi. Selama ini dia tidak memikirkan itu, dia tidak tau kalau orang lain akan mengetahui rahasia besarnya.
" Kau seharusnya berpikir sebelum melakukan tindakan bodoh itu, berani sekali kau menyuruh preman untuk membunuhku. Bukankah gue sudah memperingatkan kau nona Cantika" kata Melodi sambil menekankan kata nona Cantika.
" A-ku tidak pernah melakukan itu" kata Cantika berbohong.
" Kau masih mengelak. Gue bahkan sudah menghajar preman yang kau suruh itu" kata Melodi.
" Tidak mungkin, lagi pula kau tidak punya bukti apapun" kata Cantika.
" Siapa bilang gue tidak punya bukti, gue punya kali" kata Melodi sambil menggoyang-goyangkan flashdisk di depan Cantika.
" Gue tau, lo cuma menggertak " kata Cantika.
" Oh?, jadi kau pikir aku cuma menggertak, baiklah gue tidak akan segan lagi. Mari kita saksikan isi flashdisk ini bersama-sama" kata Melodi.
" Siapa takut, aku tau itu hanya flashdisk kosong" kata Cantika.
" Lo bisa lihat nanti, apakah ini flashdisk kosong atau bukan" kata Melodi.
Mereka semua pun keluar dari UKS. Mereka kembali kelapangan, karena acara belum selesai.
" Apa kau sudah siap nona Cantika?"
__ADS_1
" Tentu saja"
Melodi meminta tolong pada satpam untuk memberikan flashdiks itu pada wakil kepala sekolah, atau lebih tepatnya mama Cantika. Karena ini akan lebih menarik kalau mama Cantika yang langsung memutarnya di depan orang banyak.
Satpam itu pun melakukan titah Melodi. Dia pergi menghampiri Merry, sampai disana dia langsung memberikan flashdisk itu pada Merry Sanjaya.
" Apa ini Pak?" tanya Merry.
" Saya juga nggak tau Buk, tadi ada orang yang memberikannya pada saya dan meminta Ibuk untuk melihatnya" kata Satpam itu.
" Baiklah Pak, saya akan melihatnya nanti" kata Merry.
" Orang itu meminta Ibuk untuk melihatnya sekarang"
" Siapa orang itu, berani sekali dia memerintah saya" kata Merry sudah mulai emosi.
Walaupun kesal akhirnya Merry pun malakukan apa yang di katakan Satpam tadi. Merry memasang flashdisk itu ke laptop yang langsung terhubung ke layar besar yang ada di lapangan.
Pertunjukan sesungguhnya dimulai, gumam Melodi.
Semua orang fokus melihat layar besar yang ada di depan. Layar itu tidak menampilkan apa-apa. Sekian menit kemudian, tampaklah Cantika sedang menelpon seseorang.
Semua orang di sana kaget melihat dan juga mendengar percakapan Cantika dengan orang tersebut. Tak terkecuali Keynan dan juga sang istri.
Tubuh Merry lemas seketika, untung dia berpegangan sama meja, kalau tidak mungkin tubuhnya akan ambruk ke lantai panggung. Merry tidak menyangka putrinya akan berbuat sejahat itu.
Semua orang menatap kearah Cantika, tidak ada lagi pandangan mata memuja dan juga mengagumi Cantika, sekarang tatapan itu berganti dengan tatapan jijik.
" Bagaimana nona Cantika?" tanya Melodi.
" Ka-kau memang perempuan jahat dan tak punya hati!" hardik Cantika.
" Apa kau tidak salah bicara nona, bukankah tadi kau yang menantangku!. Kau seharusnya bersyukur karena aku hanya memberikan video itu!, bukan video saat kau sedang bercumbu dengan beberapa pria" kata Melodi.
" Darimana kau mendapatkan bukti itu?!" tanya Cantika.
" Tentu saja dari rekaman CCTV sekolah ini" jawab Melodi santai.
Ya kemarin sebelum pulang dari sekolah Melodi meminta rekaman CCTV pada petugas yang ada di sekolah.
Deg.
Cantika lupa kalau di sekolah itu mempunyai CCTV. Dia tidak menyangka Melodi bisa secerdas itu. Cantika pun tidak dapat berkata-kata lagi.
" Padahal kemarin gue sudah memperingatkan lo, supaya tidak mengusik gue. Tapi omongan gue itu lo anggap sebagai angin lalu. Sekarang kau terima konsekuensi atas segala perbuatan yang telah kau lakukan"
" Kamu memang hebat" kata Kenzo sambil memberikan dua jempolnya pada Melodi.
" Terima kasih, ini juga berkat bantuan kalian semua" ucap Melodi.
To be continue.
__ADS_1
Happy Reading.