Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Kedatangan Mama


__ADS_3

"Akhirnya selesai juga, dari aromanya kayak nya enak nih," ucap Vandy memuji masakan sendiri.


"Seandainya kamu masih disini sayang, pasti kita udah menikah dan hidup bahagia dengan keluarga kecil kita," tanpa disadari air matanya jatuh membasahi pipinya.


Jika sekarang orang melihat Vandy, tidak ada lagi CEO yang Arrogant dan dingin, yang hanya terlihat sekarang seorang yang rapuh dan lemah,


Vandy tidak pernah melihatkan kepada orang lain sisi lemahnya.


Ting tong (anggap aja seperti itu bunyi belnya)


Dengan malasnya Vandy berjalan untuk membukakan pintu buat tamu nya.


"Siapa sih malam - malam kek gini bertamu,


apa cewek bod*h itu, tapi nggak mungkin jam kerja dia kan sudah habis."


"Siapa sih" ucap Vandy membuka pintu Apartemen nya dengan kasar,


alangkah terkejut nya Vandy melihat siapa yang datang.


"Mama..!!!" kaget Vandy.


"Iya Mama, emang kamu fikir siapa, hhmm?


apa kamu lagi nunggu seseorang," tanya Mama Vandy.


"Nggak kok mah, Vandy nggak lagi nunggu siapa - siapa, masuk dulu mah."


Mama Vandy melihat lihat sekeliling Apartemen anak nya itu,


"Mama mau minum apa," tanya Vandy.


" Makasih sayang, ntar kalau mama haus mama ambil sendiri."


Mama Vandy melihat begitu banyak makanan dimeja pun bertanya pada anaknya.


"Masakan sebanyak ini kamu yang masak sayang" tanya mama Vandy sambil mencicipi masakan anak nya.


"Iya Ma, gimana rasa nya Ma enak nggak?" tanya Vandy


"Masih sama sayang, masih enak, sungguh beruntung wanita yang mendapatkan kamu sayang, sudah tampan pinter masak lagi," puji Mama Vandy.


"Mama bisa aja muji nya."


"Sayang apa kamu nggak mau pulang kerumah lagi," tanya Mama Vandy.


Ya sejak kejadian papanya marah-marah beberapa minggu yang lalu, vandy tidak pernah lagi pulang kerumahnya. Beberapa minggu ini Vandy juga selalu menghindari papanya.


"Untuk sekarang belum deh Ma, aku belum siap untuk ketemu papah" ucap Vandy sedih.


Mama Vandy yang melihat wajah senduh anak nya, menghampiri dan memeluk anak sulung nya itu.


"Menangislah sayang, nggak usah kamu tahan" ucap Mama Vandy.


Vandy yang mendengar ucapan Mama nya langsung saja menumpahkan kesedihan nya,


ya hanya Mama nyalah yang tau gimana rapuh nya Vandy.

__ADS_1


"Kenapa Kia ninggalin aku Ma, apa salah dan kurang nya aku," ucap Vandy diselah tangisnya.


"Kamu nggak salah sayang, mungkin Kia bukan jodoh kamu saat ini."


"Allah nggak adil banget sama aku Ma."


"Ssstttt nggak boleh bicara seperti itu, justru Allah sayang banget sama kamu, Mama yakin Allah sudah menyiapkan jodoh terbaik buat kamu diluar sana."


"Tapi buat aku Kia yang terbaik Ma" ucap Vandy."


"Yang terbaik buat kamu belum tentu terbaik menurut ALLAH," ucap Mama Vandy sambil menenangkan anak nya.


hening...


"Sayang cobalah buka hati kamu buat perempuan lain."


"Aku nggak bisa Ma."


"Jangan bilang nggak bisa, sebelum kamu mencobanya, mau kan sayang" tanya Mama Vandy.


"Vandy akan coba Ma" jawab Vandy.


"Ya udah, Mama pulang dulu ya sayang."


"Mama nginap disini aja, temenin aku sekali ini aja Ma."


"Iya, Mama telpon papa dulu biar papa ntar nggak khawatir."


Ditempat lain terlihat cewek cantik yang lagi berdebat dengan Papa nya.


"Kenapa nggak mau, ini demi keamanan kamu sayang," ucap papa Anggun.


"Justru kalau pake bodyguard akan terlihat mencolok, lagian Anggun bukan Presiden?."


"Emang, kamu Presiden di perusahaan Papa,


jadi mau ya nak."


"Nggak, lagian Anggun bisa jaga diri kok Pa."


"Ya sudah, biarkan aja Pah, ucap Mama Anggun, lagian nggak banyak yang tau Anggun putri kita."


"Ya sudah Papa ngalah deh."


"Gitu dong Pa, Anggun janji akan jaga diri dan nama baik keluarga" ucap Anggun.


"Kamu memang Princes Papa yang terbaik."


"Anggun juga Princes nya Mama Pah, bukan Princes nya Papa aja" ucap Mama Anggun.


Anggun mendenger ucapan Mama nya pun tersenyum,


"Anggun Princes nya Papa dan Mama adil kan" ucap Anggun.


Mereka pun saling berpelukan.


Pagi hari Anggun sudah bersiap siap untuk berangkat bekerja.

__ADS_1


"Apa kamu nggak bawa mobil sendiri aja sayang," tanya Papa Anggun.


"Nggak deh Pa, nanti akan mengundang opini karyawan lain Pa."


"O iya sayang bentar lagi kan kamu wisuda, langsung gantiin Papa yah?."


"Pa bukannya Anggun nggak mau, tapi Anggun ingin mandiri, lagian Anggun sama Sinta mau kerja di perusahaan yang sama."


"Emang kamu mau melamar di perusahaan mana sayang," tanya Papa Anggun.


"Rencana nya sih di perusahaan Dwipangga Group Pah."


"Bagus tuh" ucap Papa Anggun.


"Doain aja ya pah semoga Anggun diterima."


"Pasti sayang, doa Mama dan Papa selalu yang terbaik buat kamu."


"Anggun berangkat kerja dulu Ma,Pa ucap Anggun sambil mencium kedua tangan orang tua nya, Assalamualaikum."


"Wa'alaikum salam".


Setelah menempuh perjalanan 20 menit Anggun sudah sampai di Apartemen Vandy


Vandy lupa bahwa Anggun kerja hari ini pun nggak menyadari nya,


Ting Tong ( bunyi bel )


Mama Vandy yang mendengar bunyi bel pun, menghentikan kegiatan didapur,


Ceklek ( pintu ke buka ),


"Selamat pagi O.. "ucapan Anggun mengantung karena yang dilihat bukan Vandy tapi Mama nya.


Mama Vandy yang melihat Anggun pun tersenyum.


"Eh maaf Selamat pagi tante," ucap Anggun.


"Selamat pagi" jawab Mama Vandy ramah.


Vandy yang baru bangun,


"Siapa Ma ucap Vandy dari dalam."


"Cewek cantik sayang" ucap Mama Vandy.


Vandy yang penasaran siapa yang dibilang Mama nya cewek cantik itu pun melihat.


Sampai didepan pintu.


"Kamu...!!!."


to be continue...


Kek gini wajah Bambang Vandy Bangun tidur guys.. 😉😉


__ADS_1


__ADS_2