Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Anggun dan yang lain hanya menonton pertunjukan yang dilakukan orang-orang yang pernah di tindas Jennifer. Mungkin bagi sebagian orang tindakan Anggun akan di anggap kejam, tapi bagi orang yang di tindas oleh Jennifer itu tidak sebanding dengan yang di lakukan Jennifer kepada mereka.


Jennifer beruntung karena mereka hanya melemparkan telur, tomat dan juga botol kosong. Karena dulu Jennifer menginjak tubuh mereka, kalau mereka tidak mau jadi budak Jennifer.


Setelah puas melemparkan tomat dan telur, satu persatu dari mereka meminta terima kasih pada Anggun, karena sudah mau membantu mereka membalas kejahatan Jennifer.


Karena urusan mereka sudah selesai, para pengunjung itu satu persatu meninggalkan cafe itu. Sekarang yang tinggal hanya ada Anggun beserta rombongannya dan Fulton serta putrinya.


" Saya harap dengan kejadian ini, anda tidak akan menutup mata lagi tentang perbuatan buruk putri anda" kata Anggun.


" Baik nyonya, saya janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi"


" Sebenarnya saya juga tidak mau memperpanjang masalah ini, tapi karena putri anda menyeret istri saya keluar dari cafe dengan cara kasar. Setelah itu dia juga menyuruh bodyguardnya untuk mencelakai istri saya. Jadi masalahnya tambah panjang"


" Saya minta maaf tuan atas perlakuan putri saya pada istri Anda"


" Untuk kali ini saya maafkan. Tapi jika dia membuat ulah lagi, maka saya tidak akan segan-segan lagi untuk melenyapkannya dari dunia ini" kata Vandy.


" Terima kasih tuan. Saya janji ini terakhir kalinya putri saya menindas orang"


Jennifer kesal mendengar ucapan papanya. Padahal Jennifer ingin sekali membunuh Anggun sekarang ini. Dia akan mencari celah untuk bisa melakukan itu.


" Karena urusan kita sudah selesai, kami akan pamit dulu" kata Vandy.


" Kapan ada waktu, maukah tuan dan sekeluarga ke rumah saya"


" Kalau kami ada waktu, kami akan mampir ke rumah anda" kata Vandy.


" Sekali lagi terima kasih tuan. Izinkan saya mengantar anda sekeluarga tuan"


" Terima kasih tuan Fulton, tapi kami kami lebih suka sama kendaraan umum. Lagi pula kalau tuan Fulton yang mengantarkan kami, maka kami akan jadi sorotan banyak orang. Mungkin lain kali saja" kata Vandy.


" Kalau begitu izinkan saya mengantarkan tuan sampai depan. Saya harap tuan tidak menolak" pinta Fulton sambil tersenyum.


Tidak ada yang tau arti senyuman Fulton. Vandy dan yang lainnya juga tidak curiga pada Fulton.


" Baiklah kalau anda memaksa " kata Vandy.


Vandy dan rombongannya berjalan keluar Everland, diikuti sama Fulton dan beberapa bodyguard nya. Sedangkan yang lain mengawal Jennifer.

__ADS_1


Sepanjang jalan menuju pintu keluar Everland, mata orang tertuju pada penampilan putri dari orang terkaya di kota X itu. Bagi mereka yang tidak melihat pertunjukan tadi, tentu saja akan terkejut melihat penampilan Jennifer yang sekarang.


" Bukankah itu Jennifer yang sombong itu?"


" Iya, kenapa dengan penampilannya itu?"


" Mungkin dia sudah mendapatkan karma atas perbuatannya selama ini"


" Tuhan itu memang adil, tapi saya ingin melihat dia terbaring di rumah sakit"


Tidak ada rasa kasihan yang di tunjukkan orang-orang itu untuk Jennifer. Mungkin Jennifer sudah terlalu menyakiti hati mereka.


Jennifer bertambah emosi mendengar ucapan orang-orang itu. Setan pun juga membisikkan rencana-rencana jahat.


Ini semua gara-gara wanita sialan itu, semua orang tidak menghormati gue lagi. Gue harus bisa membunuhnya.


Jennifer mencari sesuatu yang bisa dia gunakan untuk membunuh Anggun. Dia harus bisa membunuh Anggun hari ini. Mata Jennifer tertuju pada pistol salah satu bodyguard papanya. Tanpa menunggu lama Jennifer mengambil pistol itu.


Vandy dan Anggun berpamitan dengan tuan Fulton, sedangkan Kenzo cs dan yang lain sudah masuk kedalam mobil. Jennifer mengunakan kesempatan itu.


" Mati kau wanita rendahan!"


" Sayang!"


Semua yang berada di dalam mobil keluar, karena mendengar suara tembakan dan juga teriakkan Vandy.


" Mommy!" teriak Kenzo dan Kiran berbarengan.


Vandy menatap Jennifer dengan tatapan membunuh. Dia segera menghampiri Jennifer, namun para bodyguard tuan Fulton menghalangi Vandy.


" Minggir!"


" Kami tidak akan membiarkan Anda menyentuh nona muda kami"


" Itu balasan untuk penghinaan anda pada saya tadi" kata Fulton.


" Jadi anda cuma bersandiwara?!. Bagus, kalau begitu saya tidak akan segan lagi"


Vandy langsung menyerang bodyguard itu dengan membabi buta. Aura yang Vandy keluarkan juga berbeda dengan yang di dalam tadi. Ya sisi iblis yang sudah lama tidur kembali terbangun.

__ADS_1


Krak..


Bunyi tulang yang patah, membuktikan betapa mematikannya serangan yang di berikan Vandy. Tidak butuh waktu lama, semua bodyguard itu terkapar di tanah dengan keadaan yang sangat mengenaskan.


Semua orang di sana bergidik ngeri, termasuk Keyra dan Dira melihat apa yang terjadi di depan mata mereka. Tapi tidak dengan Melodi, dia sangat menikmati pertunjukan itu.


Fulton dan Jennifer kaget karena bodyguard yang ilmu bela dirinya sangat tinggi itu sudah tumbang semua. Fulton dan Jennifer mencoba melarikan diri, tapi tentu saja tidak semudah itu. Apalagi sisi iblis dari singa jantan sudah keluar.


" Jangan harap kau dan putrimu bisa kabur dariku"


Vandy mencekik leher ayah dan anak itu secara bersamaan. Vandy benar-benar terlihat seperti iblis yang haus darah. Aldi dan Gio segera menghentikan aksi sahabatnya itu.


" Van, lepaskan mereka. Mati itu hukuman yang ringan untuk mereka" kata Aldi.


" Benar Van, lagi pula Anggun sedang membutuhkan lo. Kita harus segera bawa dia ke rumah sakit" kata Gio.


Vandy melepaskan tangannya dari leher Fulton dan Jennifer. Setelah itu dia segera berlari menemui istrinya.


" Uhuk..uhuk"


Aldi dan Gio mengamankan ayah dan anak itu. Setelah itu mereka juga meminta semua orang di sana menutup mulut mereka. Semua orang itu setuju, karena mereka juga tidak suka dengan ayah dan anak itu. Aldi meminta bantuan orang-orang untuk membawa para bodyguard itu ke rumah sakit.


Vandy mengangkat tubuh istri ke dalam mobil. Diikuti sama Kenzo dan juga Kiran. Ya Kenzo dan Kiran akan satu mobil dengan Daddy-nya. Mereka semua sangat khawatir dengan kondisi Anggun.


" Anggun akan baik-baik aja kan Sil?" tanya Sinta.


" Pasti Sin, karena dia wanita yang kuat"


Mereka semua masuk kedalam mobil. Setelah itu mobil melaju meninggalkan Everland. Acara liburan yang seharusnya menyenangkan pun berganti dengan duka.


Sepanjang jalan menuju rumah sakit Kiran hanya diam. Anak kecil berusia 8 tahun itu terlihat sangat kuat, Kiran terus memandang kearah sang mommy.


" Sayang bangun!, jangan tinggalkan aku dan anak-anak. Kami masih membutuhkan kamu sayang" lirih Vandy.


Kenzo baru pertama kali melihat Daddy-nya seperti ini. Daddy-nya benar-benar seperti kehilangan kehidupannya. Kenzo harus kuat dan tegar untuk Daddy dan juga adik kesayangannya itu.


To be continue..


Apakah Anggun akan selamat?, atau dia akan dead?.

__ADS_1


Happy Reading 😚😚


__ADS_2