Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Malam hari.


Selesai makan malam Vandy, istri dan kedua anaknya sedang menonton televisi. Sebenarnya yang nonton cuma Kenzo dan Kiran, sedangkan Anggun sedang memijit bayi besarnya.


" Bang bisa gantiin daddy beberapa hari di kantor nggak?" tanya Vandy.


" Emang daddy mau kemana?" tanya balik Kenzo.


" Mau istirahat " jawab Vandy.


" Kalau kerjaannya di kerjakan di rumah aja, nggak bisa ya Dad?"


" Boleh, kalau emang kamu mau mengerjakan di rumah, tapi lebih bagus di kerjakan di kantor, sekalian kamu bisa memantau para karyawan daddy"


" Kalau kekantor, abang lihat jadwal pemotretan dulu?"


" Iya, kalau ada waktu yang kosong kamu bilang sama daddy"


" Siap bos"


" Satu lagi, kurangilah menonton film kartun. Ingat umur mu sudah berapa?" nasihat Vandy pada Kenzo.


" Apa hubungannya umur sama film kartun, lagi pula film kartun itu untuk semua umur" kata Kenzo.


" Pantas saja kamu belum mempunyai kekasih" ledek Vandy.


" Umur abang masih kecil Dad, masa depan abang masih panjang. Masih banyak harapan dan cita-cita yang belum abang gapai"


" Itu bagus sayang, jangan mikirin urusan cinta dulu. mommy pengen kamu fokus pada sekolah dan karier kamu dulu" pesan Anggun.


" Siap mommy" kata Vandy.


" Tapi remaja seumuran abang sudah harus memiliki seseorang kekasih sayang" kata Vandy pada istrinya.


" Siapa bilang harus, jangan samakan putraku dengan mu Dad. Aku tidak ingin dia mengenal cinta dulu, nanti kalau di tinggalkan frustrasi" kata Anggun sambil melirik suaminya.


" Kenapa mommy melihat daddy begitu?" tanya Vandy.


" Tidak, hanya saja dulu aku pernah mendengar cerita orang yang di tinggalkan mantan kekasih atau tunangannya terlihat sangat kacau sekali" ledek Anggun.


" Ck.. kamu berani mengejek Mas, sayang?"


" Siapa yang mengejek kamu Mas. Aku kan nggak ada sebutkan namanya"


" Mas tau kalau kamu meledek Mas"


" Tapi aku nggak merasa meledek Mas"


Kenzo hanya menggelengkan kepalanya mendengar perdebatan mommy dan daddy nya. Kenzo berharap bisa memiliki pasangan seperti mommy nya. Cantik, baik, pintar, tidak manja, dan pintar memasak lagi.


Kenzo senyum-senyum sendiri membayangkan kalau dia sudah punya istri yang seperti mommy nya, pasti bahagia sekali.


" Mommy ke dapur dulu ya" kata Anggun.


" Mau ngapain sayang?" tanya Vandy.


" Mau melihat bahan-bahan yang akan kita bawa untuk piknik besok daddy" kata Anggun.

__ADS_1


" Serahkan sama bibik aja sayang"


" Nggak bisa daddy, yang mau piknik kita. Jadi harus aku yang menyiapkannya"


" Baiklah"


Anggun bangkit dari duduknya, dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan keperluan untuk piknik mereka besok pagi. Sedangkan Vandy berbaring di sofa.


" Dad" panggil Kenzo.


" Hhmm"


" Kalau mau tidur di kamar" kata Kenzo.


" Daddy mau nya disini aja dulu"


Vandy memejamkan matanya, mungkin karena kecapean Vandy pun tertidur di sofa ruang keluarga. Kenzo melihat daddy nya tertidur pun tersenyum, dia tau daddy nya itu kelelahan.


Kenzo mengambil selimut di kamar bawah. Setelah itu dia menyelimuti daddy nya, supaya sang daddy tidak kedinginan. Ada rasa sedih menyelimuti hatinya melihat daddy nya seperti itu.


Abang akan membantu daddy mengurus perusahaan.


Selesai menyiapkan semua barang yang akan di bawa, Anggun kembali ke ruang keluarga untuk mengajak suami dan kedua anaknya tidur.


" Daddy sudah tidur ya Bang?" tanya Anggun setelah sampai di ruang keluarga.


" Iya Mom"


" Ya udah biarkan saja. Abang sama adek bobok lagi ya, udah jam 9 malam"


" Siap mommy" jawab Kenzo dan Kiran.


Anggun tak tega membangunkan suaminya yang sedang tertidur pulas. Akhirnya Anggun membiarkan suaminya tidur di sofa. Anggun pergi kekamarnya untuk beristirahat.


Pagi hari.


Suara kokok ayam membangunkan sang empunya rumah. Anggun bangun dari tidurnya, Anggun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Selesai mandi Anggun langsung ke bawah menyiapkan sarapan dan juga bekal yang akan mereka bawa untuk piknik nanti.


Setelah selesai menyiapkan semuanya, Anggun membangunkan suami dan juga anak-anak nya. Anggun membangunkan suaminya terlebih dahulu. Anggun segera menuju ruang keluarga.


Anggun nggak mau membuang tenaga membangunkan suaminya itu. Anggun mencium seluruh wajah suaminya, dan benar saja Vandy langsung membuka matanya.


" Sayang, kamu mau menggoda Mas" kata Vandy dengan suara seraknya.


" Cepat bangun, ntar kita di tinggal sama rombongan"


" Emang kita mau kemana sayang"


" Piknik daddy"


" Astagfirullah, Mas lupa sayang"


Vandy bergegas pergi kekamarnya. Baru nyampe di anak tangga kedua Vandy baru sadar.


Jadi aku tidur di ruang keluarga semalam. Dan yang sedihnya istriku tidak membangunkan ku.

__ADS_1


Semangat 45 yang dia tunjukkan tadi lenyap sudah bersamaan dengan kesedihannya,karena dibiarkan tidur sendiri semalam. Vandy melanjutkan menaiki tangga dengan lesu.


Kenzo dan Kiran sudah selesai bersiap, mereka turun kebawah untuk sarapan bersama mommy dan daddy nya. Adik dan kakak itu berjalan menuruni tangga.


Sampai di meja makan Kenzo dan Kiran langsung duduk di kursi mereka masing-masing.


Anggun membuatkan susu coklat hangat untuk Kenzo dan Kiran. Ya Kenzo dan Kiran mempunyai selera yang sama, yaitu sama-sama suka susu coklat.


Vandy baru turun dari kamarnya, tubuhnya sudah terlihat lebih segar selesai mandi. Dia bergabung sama istri dan kedua anaknya, untuk sarapan bersama. Vandy duduk di kursinya.


" Morning daddy" sapa Kenzo dan juga Kiran.


" Morning sayang"


Anggun mengambilkan nasi dan lauk untuk suami dan kedua anaknya. Mereka pun sarapan bersama.Vandy baru mau memasukkan suapan pertamanya, tiba-tiba datang segerombolan orang tak di undang.


" Good Morning guys" ucap Sinta dan yang lainnya.


" Apa kalian nggak kepagian datangnya?!" kata Vandy.


" Nggak kok Van, kita tepat waktu malah" jawab Aldi yang langsung duduk di sebelah Anggun.


" Siapa yang kasih izin lo duduk disana?"


" Ya elah Van, galak amat"


" Pindah!, enak aja lo mau duduk di dekat istri gue"


Dengan terpaksa Aldi pun pindah disebelah istrinya. Suasana ruang makan yang tadi nya tenang berubah menjadi rusuh karena Aldi dan keluarganya.


Setiap Vandy mau memasukan suapannya, Aldi selalu ngajak Vandy mengobrol. Vandy benar-benar kesal.


Braak..


Semua orang yang ada di meja makan kaget, mendengar bunyi yang cukup membuat jantung mereka hampir copot.


" Lo berani bicara lagi saat makan, nggak cuma gaji lo yang gue potong. Tapi aset lo juga akan menanggung akibatnya " kata Vandy.


Gleg..


" Sadis amat lo Van, sama teman sendiri"


" Diam!, cepat habiskan sarapan lo"


Aldi dan yang lain pun melanjutkan sarapan mereka yang tertunda akibat gempa dadakan yang di ciptakan Vandy tadi. Semua makan dengan hikmat tanpa ada yang berbicara satu orang pun.


Kalau singa jantan sudah ngamuk, kelar hidup dan masa depan.


To be continue...


Yang minta visual nya anak Vanya kemarin.



Mudaha-mudahan cocok ya guys..


Jangan pelit kasih jempol dan vote nya..

__ADS_1


Saranghaeee.. 😘😘


Happy Reading.. 😉😉


__ADS_2