
Akhirnya mereka pun sampai dirumah. Vanya memarkirkan mobilnya. Setelah mobil terparkir, mereka bertiga pun masuk kedalam rumah.
Diana meminta tolong sama pak Diman untuk membawakan barang belanjaan mereka kedalam rumah.
Diana duduk di sofa ruang tamu, diikuti sama Anggun dan juga Vanya. Bik Inah datang membawa 3 gelas jus jeruk untuk nyonya dan nona muda nya.
" Wah bik Inah tau aja kalau kita haus" kata Vanya
" Makasih ya Bik" ucap Anggun
" Sama-sama non"
Bik Inah pun pamit kedapur untuk melanjutkan kerjaannya. Anggun dan Vanya meminum jus yang dibuatkan bik Inah tadi.
" Mama nggak minum?" tanya Anggun
" Nanti aja sayang" kata Diana
Saat Anggun mau meletakkan gelasnya, tiba-tiba HP nya berbunyi. Anggun mengambil HP nya. Anggun tersenyum melihat nama yang ada dilayar HP nya, kemudian Anggun menggeser tombol hijau nya.
" Hallo. Assalamualaikum Sayang"
" Wa'alaikum salam Mas"
" Lagi apa sayang?"
" Duduk-duduk aja Mas sama mama dan Vanya"
" Mama datang kerumah sayang"
" Nggak Mas, aku yang kerumah mama"
" Kok kamu nggak bilang sama Mas, kalau mau kesana"
" Maaf Mas lupa "
Terdengar suara helaan napas dari seberang sana.
" Maaf Mas, aku beneran lupa tadi"
" Ya udah lupakan, lain kali jangan diulangi lagi. Mas khawatir sayang"
" Iya Mas, aku nggak akan ngulangi lagi"
" Abang sudah dijemput belum"
" Astagfirullah belum Mas"
" Kamu itu gimana sih! Ya udah biar Mas aja yang jemput"
Vandy langsung mematikan teleponnya. Anggun kaget mendengar suara suami nya yang mulai meninggi tadi, kemudian telpon pun dimatiin gitu aja.
" Kenapa sayang" tanya Diana
" Mas Vandy marah sama aku Ma"
" Tenang sayang, biar nanti mama marahin dia"
" Jangan Ma, ini memang salah Anggun kok. Kalau gitu Anggun pulang dulu ya Ma"
" Kamu pulangnya diantarkan pak Diman ya"
" Nggak usah Ma. Anggun nyetir sendiri aja"
__ADS_1
" Diantarin aja deh Kak, dari pada kakak kenapa-napa nanti" kata Vanya
" Insya Alla kakak bisa Dek"
" Ya udah, kakak hati-hati ya" kata Vanya
" Iya Dek. Pamit dulu Ma, Dek, Assalamualaikum"
" Wa'alaikum salam"
Anggun pun melajukan mobilnya meninggalkan kediaman mertua nya. Sepeninggal Anggun, Diana mencoba menghubungi Vandy.
Tut.. tut... tut
Bunyi telpon masuk keHP Vandy, tapi Vandy tidak mengangkat telpon dari mama nya. Karena Vandy lagi dijalan mau menjemput Kenzo.
" Berani kamu nggak ngangkat telpon dari mama, awas kamu nanti" kata Diana
" Kakak nggak ngangkat Ma" tanya Vanya
" Nggak Nak" kata Diana
" Aku takut kakak ipar kenapa-napa Ma" kata Vanya
" Kita berdoa saja ya sayang, semoga kakak ipar kamu baik-baik saja"
***
Kenzo duduk di atas ayunan sambil menunggu mommy nya datang, karena tadi daddy nya bilang kalau pulang sekolah mommy nya akan menjemput.
Gian dan Tristan sudah dijemput sama orangtua mereka tadi. Sinta dan Sisil sudah menawarkan Kenzo untuk ikut dengan mereka. Tapi Kenzo tidak mau, karena dia mau menunggu mommy nya.
Laura melihat Kenzo sedang duduk sendirian diatas ayunan. Laura pun menghampiri Kenzo.
" Ken kok belum pulang?" tanya Laura sambil duduk di samping Kenzo
" Emang mommy nya belum datang juga?"
" Belum mungkin bentar lagi"
Tak berapa lama Vandy pun sampai disekolah Kenzo. Vandy memarkirkan mobilnya, kemudian dia turun mencari anaknya. Vandy melihat Kenzo sedang duduk diayunan.
" Abang" panggil Vandy
Kenzo dan Laura menoleh kesumber suara.
Deg
Seketika jantung Laura berdetak kencang, karena melihat lelaki tampan yang berdiri tidak jauh dari tempatnya.
" Daddy" kata Kenzo sambil berlari kearah Vandy
" Sorry daddy telat jemputnya" kata Vandy
" Nggak apa-apa daddy. ' Apa mommy ikut juga?" tanya Kenzo
" Tidak sayang, mommy lagi ditempat nenek" kata Vandy
Laura tersenyum melihat interaksi antara Kenzo dan Vandy. " Benar-benar lelaki yang sempurna"
" Yuk kita pulang" ajak Vandy
" Buk guru, Ken mau pulang dulu" pamit Kenzo
__ADS_1
" Eh! iya, hati-hati dijalan" kata Laura
Vandy dan Kenzo pun pergi keparkiran. Vandy membukakan pintu mobil untuk Kenzo, setelah Kenzo duduk, Vandy memasangkan seatbelt untuk Kenzo.
Vandy masuk kedalam mobil, kemudian Vandy melajukan mobilnya, meninggalkan sekolah Kenzo, dan menuju kediamannya.
Dari kejauhan Laura masih menatap kepergian Vandy dan Kenzo. Laura tidak menyangka bisa bertemu dengan lelaki tampan.
Mobil Vandy melaju dengan mulus dijalan raya. Karena tidak banyak kendaraan yang berlalu lalang pada siang itu. Akhirnya mereka sampai dirumah.
Vandy memarkirkan mobilnya, Vandy tidak melihat mobil istrinya disana. Itu artinya sang istri masih dirumah mamanya.
Vandy dan Kenzo masuk kedalam rumah. Kenzo langsung pergi kekamarnya, begitu juga dengan Vandy.
Sampai dikamar Vandy langsung menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Sampai dikamar mandi Vandy mengguyur tubuhnya dibawah shower. Vandy teringat akan istrinya.
Setelah 10 menit, Vandy pun keluar dari kamar mandi. Vandy masuk kedalam walk in closet untuk mengambil pakaiannya.
Selesai memakai baju, Vandy mengambil HPnya. Vandy melihat ada beberapa panggilan tidak terjawab dari mama nya. Vandy langsung menghubungi mama nya.
" Hallo, Assalamualaikum Ma"
" Wa'alaikum salam, kenapa kamu nggak ngangkat telpon mama tadi"
" Maaf Ma, tadi aku lagi dijalan"
" Apa menantu mama sudah nyampe dirumah?"
" Belum Ma"
" Belum!, Anggun sudah pergi dari setengah jam yang lalu, seharusnya dia udah nyampe dari tadi"
" Terus istri aku kemana Ma"
" Ini gara-gara kamu, kenapa kamu marah-marah sama dia tadi. Cepat cari menantu mama! kalau sampai terjadi sesuatu sama menantu dan calon cucu mama. Mama nggak akan memaafkan kamu!"
Diana pun mematikan telponnya.
Vandy mencoba menghubungi nomor istrinya, tapi HP istrinya tidak bisa dihubungi. Vandy bertambah khawatir. Vandy takut terjadi sesuatu sama istri dan calon anaknya. Vandy mengambil kunci mobilnya.
Saat keluar kamar Vandy berpapasan dengan Kenzo. Vandy bingung mau menjawab apa kalau putra nya itu bertanya.
" Daddy mau kemana?" tanya Kenzo
" Daddy mau keluar sebentar ya sayang. Abang dirumah sama bik Mirna ya"
" Daddy mau menjemput mommy?"
" I-iya"
" Ok hati-hati dijalan daddy"
" Daddy pergi dulu ya. Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam"
Vandy pun bergegas menuruni tangga. Sebelum pergi Vandy berpesan pada bik Mirna untuk menjaga Kenzo.
Vandy masuk kedalam mobilnya. Vandy melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Dia harus segera menemukan istrinya. Itulah yang ada dipikirkan Vandy saat ini.
Sayang kamu dimana?
To be continue
__ADS_1
Jangan lupa, like, komen dan Vote nya ya..
Happy Reading Guys.. 😉😉