
Setelah Kia merekam semua percakapan dia dan Anggun, Kia menyimpan HP nya kedalam tas nya. Kia pun menarik gaun yang dipegang sama Anggun hingga gaun itu robek.
Kia pun tersenyum melihat gaun yang sudah robek itu.
"Nih cewek udah gil* kali yah gumam Anggun dalam hati"
Kia yang melihat ekspresi Anggun pun tersenyum licik.
" Gue yakin lo nggak bakal mampu ganti gaun semahal ini gumam Kia".
Kemudian Kia memanggil Pramuniaga yang ada dibutik itu.Tidak butuh lama Pramuniaga pun datang. Alangkah terkejut nya Pramuniaga itu melihat gaun yang dipegang Anggun sudah tak berbentuk lagi.
" Maaf mbak gaun nya kenapa bisa rusak kayak gini ya, tanya Pramuniaga."
" I....ini jawab Anggun gugup".
Pramuniaga itu pun menatap Anggun dengan tatapan jijik.
" Kalau kamu nggak mampu membeli gaun ini, jagan dirusak ucap Pramuniaga sambil mendorong Anggun."
Sinta dan Sisil yang mendengar ada keributan pun penasaran, mereka pun pergi melihat keributan itu. Sesampai nya disana mereka kaget karena melihat Anggun jatuh.
" Anggun..!!! teriak Sinta dan Sisil."
Sinta dan Sisil pun membantu Anggun untuk berdiri.
" Lo kenapa bisa jatuh kayak gini tanya Sinta."
" Biasa mbak Parasit itu cari masalah lagi sama gue jawab Anggun."
Sinta dan Sisil yang mendengar nama Parasit pun mengerti dan melihat ke sekitar ruangan itu, dan mereka pun melihat ada Kia disana dengan memegang gaun yang rusak.
"Mbak bilang tuh sama teman mbak yang miskin dan kampung itu, kalau nggak mampu beli gaun ini jangan merusak nya ucap Pramuniaga."
Sinta dan Sisil pun emosi mendengar ucapan Pramuniaga itu. Saat Sinta akan menjawab ucapan Pramuniaga itu, Anggun menahan nya.
" Biar gue yang selesaikan kekacauan ini ucap Anggun."
" Kamu harus mengganti gaun yang sudah kamu rusak ucap Pramuniaga."
Kia pun tersenyum bahagia, karena Anggun pasti nggak akan mampu mengganti gaun itu.
" Mbak bukan nya saya nggak mau ganti, tapi saya nggak pernah merusak gaun itu ucap Anggun."
" Jangan percaya mbak jelas-jelas gaun itu ada ditangan dia ucap Kia mencoba memprovokasi Pelayan itu."
" Saya nggak mau tau kamu harus bayar gaun yang kamu rusak itu, kata Pramuniaga pada Anggun."
Huuuhh Anggun pun menghela napas nya.
__ADS_1
" Saya nggak mau bayar gaun ini ucap Anggun."
" Dasar orang miskin, sudah jelas nggak mampu membeli gaun disini tapi masih saja sok-sokan belanja disini, malah merusak gaun nya lagi.
Manager butik yang baru datang pun mendengar ada suara orang ribut-ribut pun penasaran dan melihat kesana.
" Ada ribut-ribut apa ini..!! teriak Manager butik."
Semua orang yang disana pun melihat kesumber suara.
" Ini buk, mbak ini nggak mau membayar gaun yang dia rusak ucap karyawan butik."
Alangkah kaget nya Manager butik itu melihat baju yang paling mahal dibutik itu sudah robek, Manager itu pun menatap Anggun dengan ekspresi yang tidak dapat dibaca.
" Berani sekali tangan kotor kamu merusak gaun mahal yang ada dibutik saya ucap Manager."
Anggun pun tersenyum mendengar ucapan sang Manager butik itu.
" Justru tangan saya yang terasa kotor setelah menyentuh gaun itu ucap Anggun sambil mengambil tisu."
Manager butik pun emosi mendengar ucapan Anggun tadi.
" Berani sekali kau bicara seperti itu, kau fikir kau itu siapa? orang miskin seperti kamu itu memang kotor dan penuh dengan kuman, jangan-jangan kamu terlahir dari wanita kotor juga ucap Manager butik dengan sombong nya."
Anggun yang mendengar ucapan dari manager butik itu pun sudah tak bisa menahan emosinya.
Sinta dan Sisil yang mendengar ucapan Manager butik itu pun emosi.
Manager butik pun tertawa mendengar ucapan Anggun tadi.
" Mau menghancurkan butik saya, emang kamu fikir kamu siapa ucap Manager butik."
" Sebentar lagi kamu akan tau siapa saya, dan buat karyawan yang sudah menghina saya tadi, saya pastikan tidak akan bisa bekerja dimanapun".
Setelah berbicara kepada manager dan karyawan butik tersebut Anggun menelpon seseorang.
" Hallo pak, bisa kah anda datang kelantai tiga mall tepatnya dibutik Carmella ucap Anggun pada orang diseberang sana."
Belum sempat orang diseberang sana menjawab Anggun sudah mematikan telponnya.
Manager butik itu pun bertanya dalam hatinya sendiri siapa sebenarnya perempuan yang ada didepannya itu.
Ditempat lain.
Manager mall yang mendapatkan telepon dari Anggun tadi pun bergegas pergi kelantai tiga mall tersebut.
" Siapa sih yang berana mengusik nona muda Wiguna, benar-benar cari mat* mereka gumam Manegar mall."
Tidak perlu waktu lama manager itu pun datang dan mencari butik yang dimaksud Nona muda nya.
__ADS_1
Akhirnya Manager mall itu pun menemukan butik tersebut, Manager itu masuk kedalam butik dengan langkah cepat dia menghampiri Anggun.
" Maaf kan saya sudah membuat anda menunggu nona ucap manager mall kepada Anggun."
Anggun cuma menganggukkan kepala nya.
Manager butik pun kaget melihat siapa yang datang.
" Kenapa Manager mall ada disini gumam Manager butik."
Kia melihat Manager mall datang pun pergi meninggalkan butik itu karena dia tau pasti Vandy yang menyuruh Manager mall itu datang kesana. Kia pun berniat mau menenmui Vandy dan memberikan rekaman percakapan dia dan Anggun.
" Kalau saya boleh tau, ada apa anda menyuruh saya datang kesini Nona tanya pak Hendra Manager mall."
" Maaf sebelumnya karena saya sudah mengganggu waktu kerja pak Hendra, tapi Manager butik ini telah berani menghina orangtua saya jawab Anggun."
" Saya tidak menghina pak tapi kenyataan karena wanita ini berani merusak gaun mahal saya dengan tangan kotornya ucap Manager butik."
Hendra pun kaget mendengar ucapan dari manager butik tersebut.
" Apa kau itu buta...!!, jangankan cuma satu gaun semua isi butik ini mampu dia beli, bahkan butik kau ini bisa dia tutup ucap Hendra."
" Bapak jangan becanda mana mungkin wanita miskin ini bisa menutup butik saya ucap Manager butik."
" Saya tidak bercanda nona Wina ucap Hendra."
Ya nama Manager butik tersebut adalah Winda.
"Saya memang nggak bisa menutup butik anda dengan tangan saya, dan saya juga tidak mau mengotori tangan saya, tapi dengan kekuasaan saya bisa menutup butik andan bahkan saya bisa membuat butik anda ini tidak mampu berdiri dimana pun ucap Anggun."
Winda pun tertawa 😂😂😂
" Mimpi kamu emang kamu itu siapa."
" Nona Winda anda benar-benar cari mat* gumam Hendra dalam hati."
" Bearti anda benar-benar tidak tau siapa saya, pak Hendra tolong kasih tau siapa saya kepada Manager butik ini ucap Anggun."
" Nona Winda, Wanita yang anda hina ini adalah pemilik mall ini dan dia putri satu-satu nya keluarga Wiguna ucap Hendra."
Deeeerrrr
Bagai tersambar petir Winda dan karyawan butik yang menghina Anggun tadi.
To be continue...
Hy Readers ku semua maaf UP nya segini dulu ya, nanti sore atau malam Author UP 1 bab lagi... 😉😉
Jangan lupa tinggalkan jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote ya... 🙏🙏
__ADS_1
HAPPY READING GUYS... 😉😉