Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Suasana di kediaman Agatha sangat rame dan juga sibuk. Para pelayan tidak henti-hentinya berlalu lalang. Mereka sedang menyiapkan untuk acara nanti malam.


Taman di sana akan di dekorasi dengan sebagus dan seindah mungkin. Tenda sudah selesai terpasang. Lampu-lampu kelap-kelip juga sudah terpasang di sana. Ya taman itu akan di jadikan tempat untuk melakukan acara pertunangan antara Melodi dan juga Kenzo.


Setelah semuanya selesai di pasang. Barulah kursi-kursi di bawa dan di susun rapi di sana. Tamu yang akan datang tidak terlalu banyak, karena pertunangan mereka diadakan secara tertutup.


Kenapa pertunangannya dilakukan secara tertutup?, karena Kenzo tidak ingin orang-orang tau kalau dia putra dari Vandy dan juga Anggun. Dia ingin membukanya nanti setelah dirinya menikah. Sekalian nanti Daddy-nya akan mengumumkan dia sebagai pewaris perusahaan Dwipangga Group.


Ya beberapa hari lalu Kenzo sudah memutuskan untuk menggantikan sang daddy memimpin perusahaan Dwipangga Group. Vandy tentu saja sangat senang, karena emang itulah yang diharapkannya.


Akhirnya acara mendekorasi taman sudah selesai di lakukan. Para pelayan beristirahat sebentar, karena nanti malam mereka akan sibuk bekerja kembali.


Malam hari.


Vandy dan keluarga besarnya sudah bersiap untuk pergi ke rumah calon besannya. Para sahabatnya juga sudah datang dengan keluarga kecil mereka.


Para pelayan hilir mudik membawa seserahan yang akan di bawa ke rumah calon tunangan tuan muda mereka.


Seserahan itu susun rapi di dalam mobil. Sekarang mereka tinggal menunggu Kenzo turun kamarnya.


" Si Roma lama amat sih dandannya?" Tanya Gian pada Tristan.


" Ia, udah kek ibu-ibu kompleks pergi kondangan aja dia"


Tak berselang lama tampaklah pemuda tampan sedang berjalan menuruni anak tangga. Semua mata pun menoleh kearah sosok pemuda itu.


" Wah.. tampan amat anak sultan" puji Gian.


" Ia, wajahnya juga berseri-seri kek bunga baru mekar"


Kenzo berjalan menghampiri semua orang yang ada di sana. Tak lupa dengan senyum yang menawan. Senyum yang mampu mengalihkan dunia para gadis-gadis.


" Tampan sekali cucu Oma " puji Kiara.


" Abang kan emang selalu tampan Oma"


" Ck.. narsis bapaknya udah nular" ledek Vanya.


" Eh, ada aunty ternyata. Baby El kemana?" tanya Kenzo.


" El bukan baby lagi Abang" protes El yang muncul entah dari mana.


Kenzo terkekeh mendengar jawaban putra dari aunty-nya itu. Dia memang selalu protes kalau dibilang baby.


" Ya kamu bukan baby lagi, tapi bocah" kata Kenzo sambil mengacak rambut El.


" Abang! nanti rambut El kusut karena di acak-acak gitu" kesal El.


" Hehe, habisnya gemas"


El mendengus mendengar ucapan Abang sepupunya itu.


" Paman kecil belum datang ya Oma?" tanya Kenzo pada sang Oma.


" Bentar lagi sayang. Tadi pas Oma telpon dia masih di jalan" kata Kiara sang Oma.


Kenzo berjalan menghampiri kedua sahabatnya. " Tumben kalian berdua terlihat tampan" ledek Kenzo.


" Ck..kita berdua sudah tampan sedari lahir kali" kata Gian.

__ADS_1


" Tapi kok baru tau sekarang ya"


" Berarti mata lo bermasalah"


" Idih Ani sensi banget sih? lagi PMS ya?" tanya Kenzo.


" Ia, bawaannya pengen makan orang, gue" kata Gian.


" Wih serem amat" kata Kenzo.


" Makanya, kalau lo nggak mau jadi santapan gue, mending lo diem" kata Gian.


" Kalian berdua berisik amat sih" kata Tristan.


" Si bontot udah bersuara Ken" kata Gian pada Kenzo.


" Ia, tadi diam-diam Bae" kata Kenzo.


Sebuah mobil mewah datang menghampiri ketiga cowok tampan itu. Kenzo tersenyum melihat mobil mewah itu berhenti tepat di depannya.


" Astagfirullah " ucap Gian dan Tristan sambil memegang dadanya.


Sang empunya mobil turun dengan seorang wanita cantik.


" Paman!" teriak ketiga cowok tampan itu.


" Hei! kenapa kalian bertiga kaget begitu? apa kalian nggak pernah melihat cowok tampan?!"


Ketiga cowok tampan itu memutar bola mata mereka.


" Narsisnya kambuh lagi" bisik ketiga cowok tampan itu.


" Jangan bisik-bisik seperti itu. Salim dulu sini sama paman dan Tante kalian" kata Aska.


" Kenapa Tante mau sih menikah sama Paman?" tanya Kenzo.


" Karena paman tampan, baik hati dan tidak sombong" jawab Aska.


" Abang tanya Tante, bukan paman" kata Kenzo.


" Sama ajalah itu. Ia kan. sayang?" tanya Aska pada sang istri.


Huek. Sontak Kenzo cs muntah mendengar ucapan Aska tadi.


Fira tersenyum melihat ekspresi ketiga cowok tampan itu. Suaminya memang tidak segan menunjukkan kemesraannya di depan orang banyak.


" Yuk sayang kita temui mama sama yang lain. Karena kalau di sini terus, ketiga bocah ini bisa pingsan karena melihat kemesraan kita" ajak Aska pada sang istri.


" Tante ke sana dulu ya" pamit Fira.


" Ia Tante" jawab Kenzo cs.


Aska dan sang istri berlalu pergi meninggalkan ketiga cowok tampan itu. Dia berjalam sambil merangkul pinggang sang istri.


" Pepet terus paman" teriak Tristan.


" Aiist kau ini, kenapa berteriak di dekat kuping ku" kata Gian.


" Ia, lagian apa yang mau dipepet coba" kata Kenzo.


" Tau tu si Tian" kata Gian.

__ADS_1


" Ia, Pepet biar cepat punya dedek bayi mereka"


Kenzo dan Tristan kaget mendengar ucapan Tristan. Ternyata si bontot tidak se polos yang mereka kira.


" Bontot mulai aktif ya Bun" kata Kenzo.


" Ia, bontot sudah mulai meresahkan ya Bun" kata Gian.


Tristan hanya nyengir kuda sambil memperlihatkan deretan giginya yang putih. Kenzo dan Gian menatap Tristan dengan penuh selidik.


" Kenapa kalian berdua menatap gue kek gitu?" hanya Tristan.


" Lo udah pernah nonton film begituan ya?" tanya Gian.


" Kagak lha" jawab Tristan.


" Terus kenapa omongan lho kek nggak ada filternya begitu" kata Kenzo.


" Ya elah, kita kan belajar biologi di sekolah"


" Terus?" tanya Kenzo dan Gian berbarengan.


" Nabrak" jawab Tristan sambil meninggalkan kedua sahabatnya itu.


Kenzo dan Gian hanya bisa melongo melihat kepergian Tristan. Bisa-bisanya dia menjawab pertanyaan mereka dengan hal yang nyeleneh seperti itu.


" Tian!" teriak kedua cowok tampan itu.


Tristan tidak mendengarkan panggilan kedua sahabatnya itu. Dia terus berjalan menghampiri papi dan yang lainnya. Kenzo dan Gian mengekor di belakang.


" Kalian bertiga itu kenapa sih ribut sekali?" kata Aldi.


" Anak Om tu yang ngejar-ngejar aku" kata Tristan.


" Sembarangan lo kalau ngomong. Gue itu masih normal kali" kata Gian setelah berhasil menyusul Tristan.


" Tu buktinya, gue kesini kalian berdua juga ngikut" kata Tristan.


" Sudah-sudah, kalian bertiga itu sama saja" kata Aldi.


" Sekarang kalian bertiga masuk ke dalam mobil, karena sebentar lagi kita mau berangkat" kata Vandy.


" Kita ikut mobil siapa Om?" tanya Gian.


" Mobil papa kamu lha" jawab Vandy.


" Nggak seru Om, aku ikut mobil Om aja boleh ya" kata Gian.


" Kalian bertiga ikut mobil paman aja" kata Aska.


" Nggak mau!" jawab ketiga cowok tampan itu.


" Kenapa kalian nggak mau?" tanya Aska lagi.


" Nanti kami cuma di jadikan obat nyamuk sama paman" jawab Kenzo.


Tawa Aska pun pecah mendengar jawaban ponakannya itu. " Nggak akan, yuk cepat masuk sebelum paman berubah pikiran"


" Baiklah kalau paman maksa" kata Kenzo cs.


Ketiga cowok tampan itu masuk kedalam mobil milik Aska. Vandy dan yang lain juga masuk kedalam mobil mereka masing-masing. Satu persatu mobil-mobil mewah itu melaju meninggalkan kediaman Vandy.

__ADS_1


To be continue.


Happy Reading 😚😚


__ADS_2