Pelabuhan Cinta CEO Arrogant

Pelabuhan Cinta CEO Arrogant
Season 2


__ADS_3

Selesai makan Kenzo cs dan Melodi cs bingung mau masuk kelas gimana. Pasalnya jam pelajaran belum usai. Mereka memikirkan cara untuk masuk ke dalam kelas tanpa kena hukum oleh guru.


Setelah membayar makanan yang mereka makan tadi, Kenzo cs dan pasangannya pergi meninggalkan kantin sekolah.


" Hei kalian!"


Kenzo cs menghentikan langkahnya. Mereka kenal betul suara guru yang berteriak tadi. Mereka tidak sanggup menoleh ke belakang.


" Sekarang masih jam pelajaran sekolah. Kenapa kalian berenam berada di luar kelas?" tanya guru BK.


" Ki-kita habis dari ruangan OSIS buk" jawab Gian.


" Jangan bohong!, jawab yang benar!"


" Ini juga udah benar Buk jawabnya" kata Tristan.


" Emang kalian pikir ibuk buta, jelas-jelas kalian berenam baru keluar dari kantin. Sekarang kalian berenam ikut ibuk sekarang ke ruang BK"


Mereka berenam mengikuti guru BK ke ruangannya. Kenzo tidak menyangka karena idenya sahabatnya juga ikut kena.


" Sorry ya guys gara-gara gue, kalian semua juga ikut kena masalah" ucap Kenzo.


" Ngomong apa sih Lo. Ini bukan salah lo, tapi salah kita semua" kata Gian.


" Benar, jadi jangan pernah Lo bicara kek gitu lagi" kata Tristan.


Mereka semua masuk kedalam ruang BK. Guru BK menatap mereka satu persatu.


" Kalian tau peraturan di sekolah ini bukan?"


" Tau Buk"


" Berarti kalian juga tau, hukuman yang akan kalian terima, karena keluar saat jam pelajaran berlangsung"


" Buk, biar saya sendiri yang menerima hukumannya, karena semua ini ide saya" kata Kenzo.


" Tidak Buk, ini kesalahan kami bersama" kata Gian dan Tristan.


" Ibuk sangat menghargai persahabatan kalian. Jadi yang akan ibuk hukum, hanya yang cowok saja, dan yang cewek boleh kembali ke kelas" kata guru BK.


" Nggak Buk, ini juga salah kami" kata Melodi.


" Yank, jangan bikin rumit deh" bisik Kenzo.


" Aku nggak tega liat kamu kena hukum" kata Melodi.


" Sudah-sudah, kalian tinggal pilih mau kembali ke kelas atau ikut menerima hukuman?" tanya guru BK.


" Kami pilih kena hukuman Buk, karena kami juga salah dalam hal ini" kata Melodi.


" Benar Buk" kata Keyra dan Dira.


" Baiklah, sekarang yang cowok bersihkan toilet sekolah, dan yang cewek sapu halaman sekolah. Apa kalian mengerti"


" Mengerti Buk"


Mereka semua keluar dari ruangan BK dan pergi ke ruang tempat penyimpanan alat perlengkapan kebersihan.


" Kenapa kalian nggak kembali ke kelas aja tadi?" tanya Gian.


" Kita nggak akan biarkan kalian bertiga kena hukum" jawab Keyra.


" Lagi pula ini kesalahan kita bersama" kata Dira.

__ADS_1


" Coba gue bisa menahan rasa lapar, pasti kita tidak akan kena hukum" kata Kenzo.


" Berhenti menyalahkan diri Lo, Ken" kata Gian.


" Tapi ini emang salah gue Ian" kata Kenzo.


" Kita nggak pernah menyalahkan Lo" kata Tristan.


" Tapi gue nggak enak sama kalian dan juga kekasih kalian" kata Kenzo.


" Santai aja Ken, kita nggak apa-apa kok" kata Dira.


" Tu denger, jadi berhenti nyalahin diri Lo sendiri" kata Gian.


" Kita ini sahabatan, jadi suka duka kita hadapi sama-sama " kata Tristan.


" Thank's bro" ucap Kenzo.


" Sekarang kita harus cepat menyelesaikan hukumannya" kata Keyra.


" Iya, supaya cepat selesai" kata Dira.


" Semangat semuanya" kata Melodi.


" Semangat!"


Mereka pun berpisah, karena Kenzo cs akan membersihkan toilet. Sedangkan kekasih mereka akan membersihkan pekarangan sekolah.


Kenzo cs mulai dengan toilet pertama. Kenzo membuka pintu toilet, saat pintu terbuka aroma yang sangat khas sudah mulai tercium sama hidung mereka.


" Gila!, baunya memabukkan banget" kata Gian sambil menutup hidungnya.


" Perasaan kemarin nggak sebau ini deh" kata Tristan.


Kenzo cs sangat kaku memegang alat pembersih itu. Mereka bertiga bisa di bilang tidak bisa menggunakan alat yang ada di tangan mereka itu.


" Ya Allah, ternyata membersihkan toilet itu tidak gampang" kata Gian.


" Iya, gue berterima kasih sama si mbak yang sudah mau membersihkan kamar mandi gue" kata Tristan.


" Gue harus menaikkan gaji mbak gue" kata Kenzo.


Kenzo mulai menuangkan semua isi cairan pembersih toilet ke lantai. Mereka bertiga mulai menyikat lantai toilet itu.


" Baru kali ini gue liat anak sultan ngepel" kata Gian.


" Ia, kita bikin videonya yuk Ian" usul Tristan.


" Kalian berdua jangan macem-macem ya" ancam Kenzo.


" Ya ampun Roma, Lo lebih seksi daripada Inem yang ada di TV-TV" kata Gian.


" Betul. Bahkan gue rela bayar Lo mahal Ken untuk bersihkan kamar mandi gue" kata Tristan.


" Berisik!, cepat pel lantainya" kata Kenzo.


" Elah, nggak boleh istirahat dikit" kata Gian.


" Ck..kerja aja belum udah minta istirahat Lo" kata Kenzo.


" Iya, Lo kadang bawelnya ngalahin rumput tetangga" kata Gian.


" Eh Maimunah, sejak kapan rumput tetangga bisa ngomel?" tanya Kenzo.

__ADS_1


" Sejak orang-orang bilang rumput tetangga itu lebih hijau, daripada rumput sendiri" jawab Gian.


" Korban sinetron piring terbang ini" kata Tristan.


" Ku menangis" kata Gian sambil bernyanyi ala-ala di film piring terbang.


" Stop!, geli gue dengernya" kata Tristan.


" Dimana-mana orang denger tu lagu sedih, bukan geli Tian" kata Gian.


" Kalau gue geli" kata Tristan.


" Ibu kota, lebih kejam dari ibu tiri " kata Gian sambil bernyanyi ala-ala di film.


" Emang ada lirik lagu begitu?" tanya Tristan.


" Kagak, gue yang bikin sendiri" jawab Gian.


" Kalau kalian ngobrol terus, kapan selesainya" kata Kenzo.


" Ini juga lagi kerja, Ken" kata Gian.


" Gue cuma denger Lo nyanyi, bukan kerja. Mending kalau suara bagus, ini seperti--" kata Kenzo.


" Stop!. Jangan di lanjutkan Roma, ucapan mu pasti akan membuat Ani melayang" kata Gian.


" Habis itu di empaskan " kata Tristan.


" Iya, makanya gue nggak mau dia melanjutkan kata-kata mutiaranya" kata Gian.


" Buruan kerja Ian, Tian" kata Kenzo.


" Siap bos"


Gian dan Tristan melanjutkan pekerjaan mereka dengan cepat. Karena kalau tidak, anak sultan akan ngomel lagi.


Setelah satu setengah jam, akhirnya mereka bertiga selesai membersihkan toilet pertama. Kenzo cs tersenyum dengan hasil kerja mereka. Tapi senyuman itu tidak berlaku lama. Karena masih ada 4 toilet lagi yang akan mereka bersihkan.


Di tempat lain.


Ketiga cewek cantik sudah hampir selesai menyapu pekarangan sekolah. Mereka bertiga sangat mahir dalam menyapu. Walaupun Melodi seorang nona muda, tapi dia tidak kesulitan menyapu dedaunan kering itu, karena dia pernah membantu pelayan membersihkan taman rumahnya.


" Gue nggak nyangka kalian berdua bisa menyapu juga" kata Keyra.


" Kenapa emangnya?" tanya Dira.


" Ya secara kan kalian punya pelayan di rumah kalian" kata Keyra.


" Walaupun punya pelayan, tapi tidak harus menjadikan kita pemalas kan?" kata Melodi.


" Benar, lagipula aku juga sering menyapu halaman rumah aku" kata Dira.


" Gue juga begitu, dan gue merasa senang saat bisa melakukan itu" kata Melodi.


" Gue salut sama kalian berdua" kata Keyra.


" Kita lebih salut sama Lo, karena Lo lebih mahir daripada kita" kata Melodi.


Setelah selesai menyapu pekarangan sekolah, mereka mengumpulkan daun kering itu, kemudian membakarnya.


To be continue..


Happy Reading 😚😚

__ADS_1


__ADS_2