
Satu bulan kemudian.
Hari ini Vandy dan Aldi sedang berada dibandara. dia menyambut kedatangan Mike, rekan kerjanya dari negara L. Sebenarnya Vandy ingin Aldi saja yang menjemput, tapi Mike ingin Vandy juga ikut.
Setelah 15 menit menunggu , akhirnya orang yang ditunggu datang juga. Mike datang dengan asistennya. Mike tersenyum dan menghampiri Vandy dan juga Aldi.
" Selamat datang tuan Mike" ucap Vandy.
" Terima kasih tuan Vandy " ucap Mike.
Mereka bertiga berjalan menuju parkiran. Aldi membukakan pintu mobil untuk Mike.
" Silakan tuan" kata Aldi.
" Terima kasih " ucap Mike.
Mike dan Vandy duduk dikursi penumpang. Aldi duduk dikursi kemudi, dan asisten Mike duduk disebelah Aldi. Setelah semuanya masuk kedalam mobil, Aldi pun melajukan mobilnya meninggalkan bandara.
Sepanjang jalan, Mike hanya melihat gedung pencakar langit. Dia belum melihat pemandangan yang bagus. Padahal Mike berharap nanti dia bisa melihat pemandangan yang indah, bukan hanya gedung-gedung pencakar langit saja.
" Besok saya akan mengajak anda ketempat yang bagus" kata Vandy.
" Benarkah" kata Mike.
" Ia, saya yakin anda akan menyukai tempat itu" kata Vandy.
" Saya jadi penasaran" kata Mike.
Tidak terasa mereka sudah sampai dihotel milik keluarga Vandy. Mereka turun dari mobil, Mike sangat takjub melihat bangunan yang ada didepan matanya.
" Apa ini hotel anda tuan Vandy?" tanya Mike.
" Iya tuan. Bagaimana menurut anda" tanya Vandy.
" Sangat bangus. Saya sangat suka desain hotelnya" kata Mike.
Mereka pun masuk kedalam hotel. Sampai dilobi mereka sudah disambut sama manager dan beberapa karyawan hotel. Mereka memberi hormat kepada tuan muda dan tamunya.
" Pak tolong antarkan tuan Mike kekamarnya" Pinta Vandy pada manager hotel.
" Baik tuan muda"
" Sampai besok tuan Mike, saya harap anda betah disini" kata Vandy.
" Terima kasih tuan Vandy" ucap Mike.
" Mari tuan, saya antar kekamar anda "
Mike dan asistennya pun mengikuti sang manager, yang sudah berjalan terlebih dahulu. Setelah Mike sudah menghilang kedalam lift, Vandy dan Aldi pun pergi meninggalkan hotel.
Aldi melajukan mobilnya menuju kediamannya. Vandy turun dari mobil, tidak lupa dia minta terima kasih pada sahabatnya itu. Aldi pun melajukan mobilnya meninggalkan Vandy.
" Assalamualaikum " ucap Vandy.
" Wa'alaikum salam" balas Anggun dan Kenzo.
" Tumben daddy cepat pulang?" kata Kenzo.
" Iya sayang, daddy cuma menjemput klien daddy saja" kata Vandy.
__ADS_1
" Mas mau mandi, atau makan dulu?" tanya Anggun.
" Mandi dulu deh sayang, soalnya udah gerah banget" kata Vandy.
Vandy masuk kedalam kamarnya. Sampai dikamar, Vandy langsung menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
" Abang jagain adek sebentar ya, mommy mau menyiapkan makanan untuk daddy" kata Anggun.
" Siap mommy"
Anggun pergi kedapur untuk menyiapkan makanan untuk sang suami. Kenzo bermain dengan adeknya itu. Sesekali Kenzo mengajak bicara baby Kiran.
Walaupun bayi berumur satu bulan itu tidak mengerti apa yang dibicarakan abangnya itu, tapi dia sangat anteng saat mendengarkan abangnya berbicara.
Selesai mandi dan memakai baju, Vandy menemui anak dan istrinya. Vandy melihat putranya sedang bermain dengan adeknya. Seulas senyum pun muncul dibibir Vandy.
Vandy menghampiri kedua permata hatinya itu. " Mommy mana sayang?" tanya Vandy pada Kenzo.
" Mommy didapur" jawab Kenzo.
Vandy menciumi wajah putri kecilnya itu. Tingkah Vandy itu sontak membuat Kenzo kesal. Dia menghalangi Vandy saat Vandy akan mencium baby Kiran lagi.
" Abang minggir, daddy mau cium adek bentar" kata Vandy.
" Nggak boleh"
" Kenapa?"
" Adek gerah daddy cium terus" jawab Kenzo.
" Mana ada, justru adek senyum setiap kali daddy cium" kata Vandy nggak mau kalah.
" Pokoknya daddy nggak boleh cium adek lagi" kata Kenzo.
Setelah itu Vandy lari kedapur sebelum mendengarkan teriakan Kenzo.
" Daddy!" teriak Kenzo.
Vandy hanya tersenyum mendengarkan teriakan Kenzo.
" Kamu apain lagi Kenzo Mas?" tanya Anggun.
" Nggak di apa-apa in kok sayang"
" Terus kenapa dia teriak kek gitu"
" Mana Mas tau"
Vandy menarik kursi pelan dan duduk disana. Anggun mengambilkan nasi serta lauk untuk suaminya itu. Anggun menyerahkan nasi yang sudah dia ambil tadi pada suaminya.
" Suapin dong sayang" pinta Vandy dengan manja.
" Udah punya anak dua loh Mas, masih aja manja" kata Anggun.
Walaupun mengomel, tapi Anggun tetap menyuapi bayi besarnya itu. Vandy makan dengan begitu lahapnya. Anggun tersenyum melihat nasi dipiring tadi habis tak bersisa.
" Habis deh. Cepat gede bayi besarnya aku" kata Anggun sambil mengelus pipi suaminya.
" Hehe.. makasih istriku" ucap Vandy.
__ADS_1
Anggun membawa piring kotor itu ke wastafel, kemudian mencuci bersih piring itu. Setelah mencuci piring, Anggun membuka kulkas dan mengambil puding untuk suaminya.
" Sayang lusa ikut sama Mas ya" kata Vandy sambil mengunyah puding yang ada didalam mulutnya.
" Ikut kemana?" tanya Anggun.
" Menemui klien Mas yang dari luar negeri "
" Terus Kiran gimana?, nggak mungkin ditinggalkan" kata Anggun.
" Titip sama mama mertua, lagian kita perginya nggak lama kok" kata Anggun.
" Ntar aku coba bilang sama mama " kata Anggun.
" Ok sayang"
" Cepat habiskan pudingnya, aku mau nemuin anak-anak dulu" kata Anggun.
" Siap ratuku"
Anggun meninggalkan suaminya sendirian didapur. Sampai separuh jalan, Anggun melihat Kenzo berlari kearahnya.
" Abang kenapa lari-lari?" tanya Anggun.
" Adek ngompol, abang nggak bisa ganti celananya" kata Kenzo.
Anggun mempercepat langkahnya, Anggun takut Kiran menangis, karena basah dan membuatnya tidak nyaman.
" Adek pipis ya" kata Anggun sambil membuka celana putri kecilnya itu.
Anggun dengan telaten mengganti celana Kiran yang basah. Anggun memasukkan celana kotor Kiran kedalam ember yang berisi kain kotor.
" Mommy, kenapa dedek nggak pakai pempers aja?" tanya Kenzo.
" Kalau pake pampers tiap hari, itu nggak bagus untuk adek sayang, nanti kulit adek bisa iritasi" jelas Anggun.
" Kalau sekali-kali boleh nggak mommy?" tanya Kenzo lagi.
" Boleh, adek pakai pampersnya ketika mau bepergian saja. Jadi kalau dirumah, dedek tidak boleh pake pampers" kata Anggun.
" Abang juga seperti itu dulu, dan daddy yang mengganti kan celana abang" kata Vandy yang baru datang.
" Benarkah?, emang daddy bisa?"
" Tentu saja bisa. Coba tanyakan sama mommy, kalau abang tidak percaya" kata Vandy.
" Benarkah mommy yang dibilang sama daddy?" tanya Kenzo pada sang mommy.
" Benar sayang. Daddy bahkan rela nggak tidur karena menjaga kamu" kata Anggun.
" Terima kasih daddy" ucap Kenzo.
" Sama-sama sayang" kata Vandy
Saat Vandy mau mencium pipi Kenzo, dengan sigap Kenzo menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Vandy dan Anggun pun tertawa melihat Kenzo yang ketakutan karena mau dicium daddy nya.
To be continue..
Abang Kenzo yang nggak mau dicium..
__ADS_1
Happy Reanding..😚😚