
Flash Black 1 tahun.
Vandy yang sedang sibuk mengotak-atik komputernya, melihat keamanan data perusahaannya. Saat data perusahaannya dalam keadaan aman, tiba-tiba terlintas ide jahil untuk melihat sistem keamanan data perusahaan orang no satu di Asia.
" Mari kita lihat apa sistem keamanan data diperusahaan Winata Group bagus, gue rasa dengan kemampuan gue ini bisa membobol sistem keamanan disana."
Dengan percaya diri Vandy masuk ke sistem data perusahaan Dwipangga. Vandy tidak tau kalau sistem keamanan data perusahaan Winata Group dan data itu juga dijaga sama ahli IT perusahaan Winata Group juga dijaga sama hacker terhebat yang kemampuan nya setara dengan Vandy.
Vandy pun sudah masuk kedalam sistem perusahaan Winata Group. Saat Vandy akan masuk kesistem data, tiba-tiba muncul gambar hadiah sontak Vandy mengklik gambar hadiah tersebut dan Buaamm Virus berbahaya pun keluar dari sana.
" Shiiit..!!."
Dengan cepat-cepat Vandy memasang perisai datanya. " Untung aja, kalau nggak bisa gawat data perusahaan gue. Hebat juga ternyata sistem keamanan disana."
Flash Off.
" Kira-kira kalau Anggun tau siapa gue dia marah nggak ya Al."
" Mungkin, kerena lo King hacker yang mencoba membobol sistem data perusahaannya."
" Kalau gue bilang sekarang?, apa dia masih marah?."
" Pasti dan bisa-bisa Anggun batalin pernikahan kalian."
" Sialan lo, bukannya bantuin gue malah doain pernikahan gue batal, benar-benar teman laknat lo."
" Tadikan lo nanya, ya gue jawab, terus salah gue dimana?. "
" Iya juga sih, bearti gue bilangnya selesai menikah aja, tapi kalau gue bilang selesai pernikahan, nanti gue nggak dikasih jatah malam pertama dong. Kalau gitu siap malam pertama aja gue bilangnya ke dia."
" Waah parah lo, masih sempat aja lo mikirin malam pertama."
Mereka pun masih melanjutkan obrolan yang nggak bermutu.
Apartemen tiga Dara.
Anggun yang sudah berpakaian rapi dan siap untuk pergi kekantor bersama kedua sahabatnya.
" Nggun bukannya lo udah mulai dipingit ya?," tanya Sisil.
" Iya, tapi gue masih mau kerja dan cuti nya mungkin 2 hari lagi," jawab Anggun.
" Waah pasti seru nih liat Vandy tidak bisa ketemu sama lo," kata Sinta.
" Jahat banget lo Sin," ucap Anggun.
" Yuk berangkat kita, dan siap buat panas-panasin Vandy," ucap Sinta.
Mereka pun berangkat kekantor dengan semangat, terutama Sinta karena dia akan ngerjain Vandy habis-habisan.
Vandy dan Aldi sudah sampai diparkiran perusahaan. Mereka pun berjalan masuk kekantor para karyawan yang melihat CEO mereka lewat, membungkukkan badan memberi hormat.
" Anggun udah nyampe belum ya Al?."
" Walaupun Anggun udah nyampe lo kan nggak boleh ketemu sama dia."
__ADS_1
" Iya gue tau, lagian gue cuma mau liat dia dari kejauhan."
Ting
Pintu lift terbuka, Vandy dan Aldi pun melangkah keruangan mereka masing-masing.
Sesampainya Vandy diruang kerja dia sudah disuguhkan dengan pemandangan tumpukan berkas-berkas, karena dia akan mengambil cuti cukup lama jadi terpaksa semua berkas-berkas harus cepat dia selesaikan.
"Kalau lihat tumpukan kertas-kertas ini ingin rasanya gue bakar."
Vandy pun mulai mengerjakan tugas-tugasnya, supaya lebih cepat selesai. Vandy pun mulai sibuk dengan tumpukan dokumen didepannya.
(Author: " Serius amat mbang baca-baca tu kertas."
Vandy: " Berisik..!!)."
Anggun dan kedua sahabatnya baru sampai diparkiran kantor. Mereka masuk kedalam kantor. Semua mata karyawan laki-laki memandang kearah mereka dengan tatapan yang memuja.
" Kenapa sih mereka selalu menatap kita kayak gitu," ucap Sisil.
" Iya, pengen gue congkel aja tu mata." Kata Sinta.
Mereka pun cepat-cepat masuk kedalam lift, dan meninggalkan para lelaki hidung belang itu.
Mereka pun sampai diruang desain, dan mulai mengerjakan tugas-tugas mereka.
" Eh dengar-dengar CEO kita mau menikah loh." Kata salah satu karyawan desain.
" Masa si, tapi kok gue nggak ada dengar beritanya." Kata karyawan B.
" Kira-kira cewek dari keluarga mana yah, yang akan menikah dengan CEO kita." Kata karyawan A.
" Paling mereka menikah karena dijodohkan." kata karyawan yang lain.
Anggun dan kedua sahabatnya yang mendengar ucapan para karyawan itu pun hanya tersenyum.
" Nanti kalau udah acara resepsi kalian bakal tau siapa wanita nya," ucap Sinta.
" Emang kamu tau dan kenal sin sama calon Istrinya CEO?," tanya karyawan A.
" Tau dong, apa kalian mau tau juga?, tanya Sinta.
" Mau dong Sin," jawab karyawan lain antusias.
" Tapi sayangnya gue lagi sibuk sekarang jadi nggak bisa kasih tau kalian."
" Huuuuuuu...!!, bilang aja kalau kamu juga nggak tau, pake acara bilang sibuk segala."
Sinta pun hanya membalas dengan senyuman ucapan para karyawan itu.
Diruang CEO.
Vandy yang masih disibukan sama tumpukan dokumen-dokumen yang harus dia pelajari dan setelah itu ditanda tangani.
__ADS_1
Tok tok..
" Masuk."
Sekretaris Vandy pun masuk dengan membawakan segelas kopi.
" Nih pak kopi nya."
" Tarok disana aja Lis," tanpa menoleh kearah sekretarisnya.
" Apa ada yang perlu saya bantu lagi pak?.
" Untuk sekarang tidak ada, tapi nanti tolong kamu pesankan makan siang untuk saya."
" Baik pak, kalau gitu saya permisi dulu."
Lisa pun keluar dari ruangan Vandy dan mulai mengerjakan tugasnya kembali, tapi sebelum itu Lisa memesan makan siang dulu untuk Vandy.
Sedangkan Aldi sedang sibuk memeriksa sistem keamanan data perusahaan melalui komputernya. Setelah selesai memeriksa sistem data Aldi pun melanjutkan mengerjakan dokumen kantor.
Waktu cepat berlalu jam makan siang pun datang. Para karyawan menghentikan kerjaan mereka, dan pergi mengisi perut mereka yang sudah mulai keroncongan. Begitu pun dengan Anggun dan kedua sahabatnya. Mereka melilih makan dikantin kantor.
Sesampainya dikantin kantor Anggun dan kedua sahabatnya memesan makanan.
" Kira-kira para cowok-cowok itu makan dimana ya?, tanya Sisil.
" Mungkin makan diruangan mereka deh, soalnya kerjaan mereka lebih banyak dibandingkan sama kita." Jawab Anggun.
" Benar juga, soalnya kan mereka juga mau mempersiapkan acara pernikahan Anggun." Kata Sinta.
" Gue nggak nyangka kalau pasangan kita juga memiliki persahabatan yang kuat sama kayak kita." Kata Sisil.
" Iya, gue juga nggak nyangka sil kalau Gio tertarik nya sama lo, gue fikir dulu Gio suka sama Anggun." Kata Sinta.
" Waah sama dong Sin, gue dulu mikirnya juga gitu." Ucap Sisil.
" Kalau lo Nggun?, tanya Sinta.
" Kalau gue nggak, karena gue tau cara Gio menatap Sisil itu beda, jadi gue tau yang disuka Gio itu Sisil bukan gue." Jawab Anggun.
Pesanan mereka pun datang, dan untuk sesaat mereka menghentikan obrolan mereka dan mulai menyantap makanan yang sudah ada didepan mereka.
Ditempat lain.
Diperusahaan yang cukup besar terlihat seorang cowok yang sedang marah setelah mendengar kabar dari orang suruhannya.
" Kenapa kalian baru bilang sama gue kalau dia mau menikah, huh..!!," teriak sang cowok.
" Ma.. maafkan kami tuan, lain kali tidak akan ada lagi kesalahan."
" Dasar kalian orang-orang tidak berguna, keluar..!!."
To be continue...
Hy Readears ju semua, apa kabar kalian hari ini, semoga selalu sehat ya.
__ADS_1
Jangan lupa tinggalin jejak sayang kalian buat Author dengan cara Like, Komen dan Vote nya... 🙏🙏🙏
HAPPY READING GUYS.. 😉😉