
Anggun baru datang dari dapur. Dia melihat sang putra sedang terlelap di atas sofa. Anggun berjalan menghampiri putranya, Anggun duduk di pinggir sofa.
Anggun bingung, kenapa putranya itu tidur memakai topi. Anggun melepas topi yang ada di kepala putranya itu. Alangkah kagetnya Anggun saat topi itu terlepas dari kepala sang putra.
" Astagfirullah!, a-apa maksudnya ini?"
Putranya itu tau betul kalau dia tidak suka melihat rambut yang di warnai. Tapi sekarang putranya terang-terangan mewarnai rambutnya. Kecewa?, tentu saja.
Anggun memakaikan kembali topi ke kepala putranya itu. Setelah itu dia pun pergi kekamarnya. Dia ingin menenangkan diri dulu, setelah itu barulah dia akan menanyakan pada putranya.
" Adek mommy kekamar dulu ya sayang"
" Iya mommy"
Anggun manaiki tangga menuju kamarnya. Sesampainya di kamar, Anggun langsung merebahkan tubuhnya diatas bednya.
Vandy baru pulang dari kantor, sampai di pintu utama dia sudah di sambut sama putri tercinta. Vandy tersenyum pada putrinya itu.
" Assalamualaikum "
" Wa'alaikum salam daddy"
" Princes sendiri saja sayang?, mommy mana?"
" Mommy di kamar"
" Abang udah pulang?" tanya Vandy lagi.
" Udah, tapi abang lagi bobok di sofa"
" Kasihan princesnya daddy nggak ada yang nemenin"
" Hehe.. nggak apa-apa daddy"
" Daddy mandi dulu ya, habis itu daddy temenin main"
" Ok daddy"
Vandy mengecup pucuk kepala sang putri, setelah itu dia pun pergi kekamarnya untuk membersihkan dirinya.
Sesampainya di depan pintu kamarnya, perlahan Vandy memutar handle pintunya. Di saat pintu terbuka tampaklah sosok cantik sang istri yang sedang berbaring.
Vandy berjalan menghampiri bednya. Belum sempat Vandy menyentuh sang istri, tiba-tiba istrinya membuka mata.
" Mas sudah pulang"
" Hhhmm"
" Aku siapkan air untuk mandi "
" Ntar Mas aja. Kamu kenapa sayang? "
" Aku nggak apa-apa kok Mas"
" Kenapa masih tidur jam segini, kalau emang kamu nggak apa-apa"
" Huuuuh" Anggun membuang napasnya kasar.
" Apa ada masalah dengan anak-anak?"
" Hhhmm"
" Apa, cerita sama Mas"
" Abang mewarnai rambutnya "
Vandy tersenyum Dia tau istrinya nggak suka melihat rambut yang di warnai. " Mungkin abang punya alasan kenapa dia melakukan itu"
" Aku belum tau alasan dia mewarnai rambutnya"
" Nanti kita tanya, Mas yakin dia tidak ingin membuat mommy marah atau pun kecewa "
" Hhhmm"
" Mas mandi dulu, nanti kita bicarakan lagi sama abang" kata Vandy sambil mengecup bibir istrinya sekilas.
Vandy berjalan menuju kamar mandi, untuk membersihkan dirinya. Setelah sang suami masuk kedalam kamar mandi, Anggun pun menyiapkan pakaian untuk suaminya.
Anggun meletakkan pakaian suaminya di atas kasur. Setelah itu dia pergi kebawah untuk menemui kedua anaknya. Anggun tidak sabar mau menginterogasi Kenzo.
__ADS_1
Sampai di ruang keluarga, Anggun masih melihat putranya masih tertidur lelap. Dia tidak tega untuk membangunkan sang putra. Anggun akan menunggu Kenzo bangun.
Selesai mandi dan memakai pakaiannya, Vandy turun kebawah untuk menemui istri dan kedua anaknya. Kemudian menyelesaikan kesalahpahaman antara istri dan putranya.
" Abang masih tidur?" tanya Vandy setelah mendudukan pantatnya di sofa.
" Hhhmm"
Vandy mencoba membangunkan putranya itu.
" Bang wake up! "
Kenzo membuka matanya sedikit demi sedikit. Setelah semuanya nyawanya terkumpul kembali, barulah Kenzo bangun dari tidurnya.
" Enak banget tidurnya" kata Vandy.
" Hhhmm"
Kenzo kemudian teringat akan rambutnya. Melihat topi masi terpasang Kenzo yakin kalau mommy nya belum tau soal rambutnya yang di warnai.
Seolah tau apa yang ada di dalam pikiran putranya. " Mommy sudah tau bang"
Deg
Wajah Kenzo seketika memucat, dia tidak suka kondisi seperti ini. Kenzo lebih suka berhadapan dengan ribuan penjahat dari pada melihat rasa kecewa sang mommy padanya.
" Mommy menunggu penjelasan abang" kata Vandy pada putranya.
" Ma-maaf" ucap Kenzo sambil menundukkan kepalanya. Saat ini Dia tidak berani menatap mata sang mommy.
" Daddy percaya pada abang, maka dari itu jelaskanlah sama mommy"
" Abang akan ceritakan sama mommy kenapa rambut abang bisa kek gini" kata Kenzo.
" Tunggu apalagi, cepat ceritakan" titah Anggun.
Kenzo mulai menceritakan semuanya pada mommy nya, tidak ada yang terlewatkan satu pun dari cerita Kenzo.
" Begitu Mom kejadiannya" kata Kenzo.
" Kenapa nggak pergi kesalon aja tadi" kata Anggun.
" Abang nggak kepikiran Mom "
" Iya Mom, abang janji "
" Ok, kali ini mommy maafkan"
" Boleh daddy lihat warna rambut abang yang sekarang?" tanya Vandy.
" Hhhmm"
Kenzo membuka topi yang dia pakai, dan menampakkan warna rambut yang wow banget menurut Author๐๐.
" Rambut abang keren banget" puji Vandy.
" Dad jangan bikin masalah baru lagi untuk abang" kata Kenzo memperingati sang daddy.
" Kalau kek gini, daddy mau warnai rambut daddy juga lah"
" Mas"
" Iya sayang"
" Kamu bilang apa tadi?" tanya Anggun sambil menatap tajam suaminya.
" Mas pengin warnai rambut juga sayang"
" Coba aja kalau kamu berani, aku potong pusaka kamu" bisik Anggun di telinga suaminya.
" Emang kamu berani sayang?"
" Tentu saja berani"
" Nanti yang rugi juga kamu loh"
" Nggak akan"
" Benaran nih, nanti nggak ada lagi yang bikin kamu melayang dan mengeluarkan suara merdu" goda Vandy.
__ADS_1
" Aku bisa cari yang lain" kata Anggun.
" Kamu nggak akan pernah nemu yang seperti punya Mas, Karena punya kamu itu hanya Mas yang bisa memanjakannya"
Anggun pun tidak bisa membalas ucapan suaminya lagi. Karena apa yang di bilang sama suaminya itu benar adanya. Dia tak akan bisa mencari pusaka yang lain.
" Kira-kira warna apa yang cocok untuk rambut daddy, Bang?" tanya Vandy pada sang putra.
Kenzo melirik mommy nya, Anggun memberi tatapan pada putranya itu. Tatapan mommy nya mengartikan coba kasih tau maka siap-siap mendapatkan hukuman. Kira-kira itulah arti tatapan sang mommy.
" Rambut daddy cocok warna hitam "
" Yah, padahal daddy mau coba warna merah, atau pink mungkin" kata Vandy.
" Ingat umur Mas, kamu pikir kamu masih muda"
" Umur boleh tua, tapi wajah Mas masih terlihat muda sayang"
" Ck.. pede banget kamu Mas"
" Tentu saja, apa perlu Mas buktikan" goda Vandy.
" Coba saja kalau berani, nggak aku kasih jatah kamu nanti" ancam Anggun.
" Jangan dong, kamu ngancamnya gitu banget sih sayang"
" Biarin, dan kamu abang. Besok mommy tidak mau melihat rambut yang seperti bulu ayam lagi. Kamu mengerti?!"
" Mengerti mommy"
Anggun pergi kedapur meninggalkan suami dan anaknya itu. Kalau dia masih di sana bisa-bisa suaminya itu menggoda dia lagi.
Kediaman Gio.
Gio sedang menenangkan istrinya yang sedang ngamuk pada putra mereka satu-satuny. Gio sedang memeluk tubuh istrinya itu.
" Mami nggak mau tau, cepat kamu ubah lagi warna rambut kamu" kata Sisil.
" Iya Mih, tapi nggak sekarang juga" kata Tristan.
" Terus kapan!, kamu tau mata mami sakit melihat warna rambut kamu itu?!"
" Tau, makanya aku pake topi"
" Jangan menjawab omongan mami"
" Iya Mih"
" Menjawab lagi?!"
" Tenang Mih, lagi pula warna rambut putra kita bagus kok" kata Gio
" Apa kamu bilang!, bagus?!" kata Sisil.
" Iya, bahkan papa juga ingin mewarnai rambut papa" kata Gio
Gio kamu nggak lihat, istri kamu lagi marah?, nanti disuruh puasa nangis kamu๐๐.
" Sadar Pih, umur kamu itu sudah tua"
" Umur boleh tua, tapi tenaga papi masih seperti anak muda. Buktinya tiap malam, mama selalu mengeluarkan suara merdu "
" Papi!" teriak Sisil.
Sisil tidak habis pikir dengan suaminya itu. Bisa-bisa nya suaminya itu bicara mesum saat genting seperti ini. Apalagi di depan putranya. Benar-benar suami nggak ada akhlak.
" Papi"
" Hhmm"
" Kamu puasa dulu, sampai batas waktu yang tak ditentukan" kata Sisil sambil meninggalkan suaminya.
To be continue.
Abang Ken dengan warna rambut baru.
Abang Tristan dengan warna rambut baru.
__ADS_1
Happy Reading.